
Bu denada tidak tau bagaimana harus buka mulut ia tau apa yang ada dalam pikiran bu andini .
"Jadi ini sahabat dekat kamu yang di katakan oleh Tiara ." tanya bu andini .
"maksud tante ." tanya Dimas .
"ngak ada , cuma jangan pernah sia siakan sesuatu jangan setelah kehilangan kamu baru merasakan nya .mari duduk bersama kami ." ucap bu andini kepada Dimas .
Dimas sangat bahagia kasih sayang bu andini kepadanya telah kembali seperti dulu lagi . Bu denada dan putri mengikuti mereka duduk di kursi keluarga besar mereka .Di barisan depan menyaksikan Ardy mengucapkan ijab qobul .
Semua para tamu undangan mendengarkan Ardy mengucapkan ijab qobul dengan lancar dalam satu tarikan .hingga para tamu berteriak SAH.....
"silahkan mempelai perempuan untuk di bawa keluar . Untuk pemasangan cincin " ucap pak penghulu .
Tiara keluar di dampingi oleh dua orang bridesmaid berjalan berlahan menuju ke tempat duduknya di samping Ardy .
"Cantik sekali , pantas Dimas jatuh cinta pada Tiara , sampai nyawa pun tidak mau lagi ." batin Putri dalam hati . Yang juga ikut mengagumi kecantikan Tiara .
Sedangkan Dimas berusaha menatap Tiara dengan tatapan datar dan sebentar , ia tak mau menatap Tiara dengan tatapan memuja . Ia sedang berusaha melupakan Tiara walau susah. Karena kecantikan Tiara dah pernah terlukis di hatinya .
Sekarang Dimas pelan pelan ingin menghapus lukisan wajah Tiara dari dalam hati dan pikiran nya , tapi masih sulit dia hapus secara cepat .ia harus melakukan secara berlahan dengan perasaan ikhlas .
Bukankah mencintai harus bisa mengikhlaskan orang yang kita cintai , demi ke bahagiaan orang yang kita cintai itu juga , dengan begitu kita juga akan bisa mendapatkan dan merasakan kebahagiaan seperti apa yang dia rasakan .
Maka Dimas tidak mau egois tetap mengunci kebahagiaan Tiara di hatinya . Mungkin memang kebahagiaan Tiara ada bersama Ardy bukan dirinya , makanya Dimas harus segera mengikhlaskan Tiara .
__ADS_1
Tiara sudah berdiri di samping Ardy dengan senyum manisnya , Ardy segera menyematkan cincin ke jari manis Tiara . Begitu juga Tiara , setelah menyematkan cincin di jari manis Ardy Tiara segera mencium tangan Ardy mencari berkah dari lelaki yang telah sah menjadi suaminya atau imam nya .
Begitu juga Ardy ia meletak kan telapak tangan nya di puncak kepala istri yang baru saja ia halalkan . Ardy membacakan do'a dan mencium kening Tiara istri sahnya .
Dimas harus menunduk kan wajahnya ia harus benar benar mengikhlaskan Tiara , saat melihat momen yang sangat menyentuh itu Dimas menutup matanya .putri yang melihat itu semua memberanikan diri menyentuh tangan Dimas dengan ujung jarinya . Dimas menoleh menatap putri .
"Ikhlaskan , mungkin ini jalan mbak Tiara menuju janahnya bersama Pak Ardy sebagai imam nya , semangat ." bisik putri di telinga Dimas . Membuat Dimas tersenyum malu karena Putri tau akan perasaan nya .
"Terimakasih banyak ya , sudah ada untuk ku dan selalu ada untuk ku dan selalu menyemangati aku ." ucap Dimas dan di angguki oleh putri sambil tersenyum .
"Acara ijab qobul Ardy dan Tiara pun berjalan dengan lancar , sampai pada acara sesi foto foto bersama . Dimas memberanikan diri untuk ikut berfoto dengan pasangan pengantin itu .sebagai langkah pertama untuk membuktikan dirinya akan mengikhlaskan Tiara , Dimas mengambil tempat berdiri di samping Ardy , sebagai langkah awal Dimas mengikhlaskan Tiara untuk Ardy selama lamanya .
"Selamat Pak Ardy semoga langgeng pernikahan kalian , saya titip Tiara sebagai seorang sahabat , mulai dari hari ini , besok dan selanjutnya saya tetap sebagai sahabat Tiara ." ucap Dimas kepada Ardy di samping telinga Ardy .
"Terimakasih ," ucap Ardy .
"Hah , di sini lebih rileks ya , di dalam banyak orang bikin sesak , aku tidak terlalu suka keramaian ." ucap putri sambil duduk di samping Dimas , sambil menghirup udara banyak banyak .
Dimas tersenyum melihat putri sama seperti dirinya yang tidak suka keramaian .dia lebih suka tempat yang tenang dan nyaman .
"O ya saya punya sesuatu untuk kamu ." ucap Dimas , membuat putri memandang wajah Dimas sambil menaikan alisnya .
"Apa itu ." tanya Putri .
Dimas mengeluarkan sesuatu dari.dalam saku jasnya . Dan menyerahkan pada putri .
__ADS_1
"Permen kaki ." ucap Dimas , yang membuat Putri tertawa karena Dimas masih menyimpan permen itu .
"Kamu masih menyimpan nya ." tanya putri sambil mengambil permen itu dari tangan Dimas .
"Di bilang menyimpan sih juga enggak ,tapi sepertinya takdir yang memang menyuruhku untuk menyimpan permen ini . Hingga akhirnya aku sadar sesuatu ." ucap Dimas tersenyum pada putri .
"Sesuatu apa ." tanya putri penasaran .
"karena aku merasa pemilik permen kaki ini yang selalu menemani langkah kakiku , kemana dan di mana aku jatuh dia selalu ada di sampingku . Sehingga aku ingin mempertahan kan pemilik permen ini , untuk mendapatkan hatinya ." ucap Dimas sungguh sungguh menatap wajah putri yang menunduk malu .
"Apa kamu sudah punya pacar ." tanya Dimas , putri hanya mengeleng .
"Aku senang mendengarnya , aku mohon tunggu aku untuk ...datang meminta pada orang tuamu ."ucap Dimas menatap putri yang pipinya sudah merah merona .
"mau ngapain , datang ke orang tau aku , mau minta apa ." tanya putri pura pura tidak tau .
"Begini , beberapa kali bersamamu aku merasa nyaman , tapi aku tak berani mengatakan bila aku mulai mencintaimu , kamu tentu juga tau kisah ceritaku dengan Tiara . Sebenarnya pertama kali kita bertemu , aku sedang merencanakan niat buruk untuk mempertahan kan Tiara tetap di sampingku ,"
"maksudmu menyandra mbak tiara agar berpisah dengan Pak Ardy ." potong Putri .
"ya tapi memang dia bukan jodoh aku , karena pak Ardy masih tetap bisa menemukan Tiara , Dan kamu yang selalu ada di sampingku , bisakah kamu membantu ku , tapi jangan pernah berpikir bahwa kamu adalah pelampiasan atau penganti dari Tiara ." ucap Dimas . Putri hanya diam menatap Dimas .
"aku tidak akan jadikan kamu pelarian aku , tapi kamu akan aku jadikan pemilik hatiku untuk selamanya , itupun kalau kamu bersedia ." ucap Dimas sambil mengenggam erat tangan putri dan menatap manik mata hitam putri .
Putri tersenyum mendengar ucapan Dimas , sebenarnya sejak pertama kali bertemu putri telah jatuh hati pada Dimas . Tapi ia takut orang yang ia cintai sudah punya tambatan hati sendiri . Jadi Putri tau akan kekhawatiran Dimas sekarang .
__ADS_1
"Aku akan menunggu sampai kamu yakin dan siap untuk mencintai dan melamar aku ." ucap putri membuat hati Dimas terasa segar bagai ada di suasana puncak yang menyejuk kan .jawaban putri membuat hatinya semakin yakin untuk mendapatkan cinta dan mencintai putri .
"Aku harus secepatnya mengungkapkan rasa cintaku ini pada putri , dia wanita yang selalu ada untuk ku saat aku terluka .aku tak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya , karena selalu menunda untuk mengatakan cinta ." gumam Dimas dalam hati .