My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 139


__ADS_3

"Kurang ajar banget , dari mana dia mendapat kan undangan itu ." batin Nagita dengan kesal .


"Sebaik nya mbak cepat pergi dari sini , cepat pergi ." usir pengawal itu dengan tegas . Begitu melihat kartu undangan yang di tangan Dimas adalah undangan Asli , mereka tidak jadi mengusir Dimas .


"Iya iya ," jawab Nagita dan memalingkan tubuhnya segera pergi menuju ke mobilnya . Nagita menghentak kan kaki nya dengan kasar , dan pergi meninggalkan ke dua pengawal itu dan juga Dimas .


"Aku ngak boleh pergi dari sini , aku harus ngumpet di sini , dan tetap berada di sini ,aku harus menjalan kan aksiku ." ucap Nagita ketus di dalam mobil , ia tak mau menyerah .


Nagita segera menjalan kan mobik nya untuk mengelabui mereka


Sementara di dalam gedung Ardy dan Tiara telah selesai bertukar cincin . Mereka berdua menunjuk kan cincin yang telah melingkar di jari manis masing masing kepada para tamu undangan .


"Selamat ya buat kalian berdua semoga cepat sah menjadi suami istri ." ucap dari teman teman Tiara dan Ardy yang sedang bersalaman .


Acara berjalan dengan lancar Bu andini duduk dengan akrab bersama besan nya mama khanza .mereka berdua tersenyum sumringah melihat acaranya berjalan dengan lancar .


Sementara Rani yang belum juga melihat kemunculan Nagita cemas sekali .


"Kemana sih Bu Nagita kok belum masuk masuk juga , acara sudah hampir selesai lo." tulis Rani aplikasi untuk ia kirim kepada Nagita .


Nagita yang masih berada di mobil membaca pesan dari Rani dengan santai dan tersenyum .


"Kamu tenang saja , memang aku tidak bisa menggagalkan acara pertunangan mereka . Tapi aku punya cara buat mereka malu hingga membatalkan pertunangan mereka ." balas Nagita kepada Rani .


Rani membaca balasan sms dari Nagita dengan senyum puas .


"Bersenang senang lah , sebentar lagi , jangan mewek ya ." batin Rani geleng geleng kepala sambil tersenyum .


" kamu kenapa ?, kesambet ." tanya teman Rani yang membuyarkan khayalan nya .

__ADS_1


"Ah , kamu nganggu aja ." jawab Rani ketus .


"lagian kamu , tertawa sendiri aku kan jadi ngeri ,ngelihat kamu ."


"Kalau ngak suka pergi sana ." ucap Rani ketus .


"Sensi banget sih ." ucap teman Rani dan benar benar pergi meninggalkan Rani sendirian .


"pergi sana yang jauh sekalian , tak usah kembali aku juga tidak apa apa ." ucap Rani dengan ketus melihat teman nya benar benar pergi meninggalkan dirinya sendiri .


Rani melirik ke kanan ke kiri karena para tamu undangan banyak yang meliriknya padanya , karena mendengar dirinya ngomel ngomel sendiri tidak jelas . Bukan nya malu pada para tamu undangan ,Rani malah melototi mereka yang menatapnya . Membuat mereka geleng geleng kepala lihat sikap brutal Rani .


Rani di anggap perempuan tak berpendidikan .padahal tamu Ardy orang orang besar dan brpendidikan tinggi semua Atau pekerja kantoran .


Acara telah selesai Ardy dan Tiara memilih duduk di kursi antara kedua orang tuanya mereka .


"Kamu cantik sekali hari ini ," puji Ardy yang tak henti hentinya memuji dan penuh kekaguman ,menatap wajah Tiara membuat Tiara merona malu .


"Ehmm , masih ada mama di sini , sabar dulu ya seminggu lagi .sudah halal ."ledek mama khanza menyiku lengan Ardy yang membuat Ardy sadar kalau dirinya telah terhipnotis dengan kecantikan Tiara .


"Mama selalu menganggu momen romantis Ardy ." jawab Ardy melirik malas Ke arah mamanya membuat mamanya tertawa .


"Nanti kalau kalian sudah sah , mama akan kunci kalian di kamar satu hari satu malam ." bisik mama khanza kepada Ardy yang masih bisa di dengar oleh Tiara dan bu andini .


Tiara tersipu malu mendengar ucapan mama khanza hingga menunduk tak berani mengangkat wajahnya .


"Mama sukses membuat wajah Tiara berwarna merah jambu ." ucap Ardy yang membuat Mama khanza dan bu andini tertawa .


"Ya sudah yuk kita pulang , tamunya juga sudah bubar semua ." ucap bu andini yang mendapat anggukan dari mereka semua .

__ADS_1


Mereka berjalan keluar dengan saling melempar candaan kecil mereka . Melihat calon pengantin sudah pada keluar , pengawal dan satpam mereka membungkuk hormat pada Bos mereka .


"Kesempatan aku ." ucap Nagita yang langsung keluar dari mobilnya yang ia parkir di samping gedung . Nagita langsung masuk ke dalam gedung untuk menghampiri Ardy dan Tiara .


"Kamu ." desis Ardy melihat Nagita yang sudah berdiri di depan mereka dengan pura pura bahagia .


"Selamat ya untuk kalian berdua , aku senang melihat kalian berdua , akhir nya kalian berdua bisa bersatu begini ." ucap Nagita yang tersenyum menampak kan ketulusan dari ucapan nya .


Tapi tidak lama kemudian Nagita tersenyum sinis seakan ingin menerkam Tiara dan ibunya .


"Tapi sayang banget ya , perempuan yang tak tau malu , dia akan terus pepeti lelaki orang lain . Meskipun dirinya standar di bawah rata rata upst ." lanjut Nagita dengan gayanya yang pura pura keceplosan .


"Diam kamu wanita gila ," bentak Ardy yang membuat Nagita tertawa puas .


"Kamu kenapa , kamu takut semua orang tau dan kamu akan malu , kalau perempuan yang sebentar lagi akan kamu nikahi hanya seorang perempuan miskin . Yang tidak punya pendidikan yang tinggi sepertimu . Bahkan perempuan itu seakan hanya ingin numpang hidup enak sama kamu . Tapi karena kamu terlalu di butakan oleh rasa cinta ,hingga kamu lupa untuk mengoreksi , siapa perempuan ini yang sebenarnya ." ucap Nagita sambil tertawa sinis .



"Kurang ajar , kamu perempuan penghancur hubungan orang lain , anak aku tidak seperti yang kamu tuduhkan ."ucap bu andini yang tidak terima dengan tuduhan Nagita yang begitu jahat untuk putrinya .


Bu andini maju mendekati Nagita . Karena Nagita sudah sangat berani mempermalukan putrinya semata wayangnya .


"Kenapa bu , ibu tidak terima . Bukan kah memang begitu kenyataan nya . Memangnya anak ibu sekolahnya lulusan apa .? Kok percaya diri banget menikah dengan seorang pengusaha . Biar begini begini saya , juga pernah mengecam pendidikan tinggi , tidak seperti perempuan kampungan ini ." cebik Nagita tersenyum menyeringai kepada Tiara .


Tiara menunduk kan wajahnya malu , memang yang di katakan Nagita benar adanya . Ia hanya tamatan SMK , ia tidak pernah mengeyam pendidikan di bangku kuliah . Kesibukan nya mencari uang , membuatnya mengabaikan pendidikan nya , tapi ia tidak mata duitan . Ia tak memandang Ardy dari segi ekonomi .


Ada sebagian wartawan yang belum pergi meninggalkan gedung itu . Mereka membidikan kamera dan merekam perseteruan mereka .membuat Ardy emosi dengan apa yang di lakukan oleh Nagita .


"pengawal ," usir perempuan ini dari sini secepatnya ." perintah Ardy dengan amarah .membuat beberapa pengawal berlari mendekat untuk mengusir Nagita .

__ADS_1


"Lihat saja , kamu tidak akan pernah bahagia .c ucap Nagita menunjuk Ke arah wajah Tiara penuh dendam .


__ADS_2