
"Kurang ajar banget , dari mana dia mendapat kan undangan itu ." batin Nagita dengan kesal .
"Sebaik nya mbak cepat pergi dari sini , cepat pergi ." usir pengawal itu dengan tegas . Begitu melihat kartu undangan yang di tangan Dimas adalah undangan Asli , mereka tidak jadi mengusir Dimas .
"Iya iya ," jawab Nagita dan memalingkan tubuhnya segera pergi menuju ke mobilnya . Nagita menghentak kan kaki nya dengan kasar , dan pergi meninggalkan ke dua pengawal itu dan juga Dimas .
"Aku ngak boleh pergi dari sini , aku harus ngumpet di sini , dan tetap berada di sini ,aku harus menjalan kan aksiku ." ucap Nagita ketus di dalam mobil , ia tak mau menyerah .
Nagita segera menjalan kan mobik nya untuk mengelabui mereka
Sementara di dalam gedung Ardy dan Tiara telah selesai bertukar cincin . Mereka berdua menunjuk kan cincin yang telah melingkar di jari manis masing masing kepada para tamu undangan .
"Selamat ya buat kalian berdua semoga cepat sah menjadi suami istri ." ucap dari teman teman Tiara dan Ardy yang sedang bersalaman .
Acara berjalan dengan lancar Bu andini duduk dengan akrab bersama besan nya mama khanza .mereka berdua tersenyum sumringah melihat acaranya berjalan dengan lancar .
Sementara Rani yang belum juga melihat kemunculan Nagita cemas sekali .
"Kemana sih Bu Nagita kok belum masuk masuk juga , acara sudah hampir selesai lo." tulis Rani aplikasi untuk ia kirim kepada Nagita .
Nagita yang masih berada di mobil membaca pesan dari Rani dengan santai dan tersenyum .
"Kamu tenang saja , memang aku tidak bisa menggagalkan acara pertunangan mereka . Tapi aku punya cara buat mereka malu hingga membatalkan pertunangan mereka ." balas Nagita kepada Rani .
Rani membaca balasan sms dari Nagita dengan senyum puas .
"Bersenang senang lah , sebentar lagi , jangan mewek ya ." batin Rani geleng geleng kepala sambil tersenyum .
" kamu kenapa ?, kesambet ." tanya teman Rani yang membuyarkan khayalan nya .
__ADS_1
"Ah , kamu nganggu aja ." jawab Rani ketus .
"lagian kamu , tertawa sendiri aku kan jadi ngeri ,ngelihat kamu ."
"Kalau ngak suka pergi sana ." ucap Rani ketus .
"Sensi banget sih ." ucap teman Rani dan benar benar pergi meninggalkan Rani sendirian .
"pergi sana yang jauh sekalian , tak usah kembali aku juga tidak apa apa ." ucap Rani dengan ketus melihat teman nya benar benar pergi meninggalkan dirinya sendiri .
Rani melirik ke kanan ke kiri karena para tamu undangan banyak yang meliriknya padanya , karena mendengar dirinya ngomel ngomel sendiri tidak jelas . Bukan nya malu pada para tamu undangan ,Rani malah melototi mereka yang menatapnya . Membuat mereka geleng geleng kepala lihat sikap brutal Rani .
Rani di anggap perempuan tak berpendidikan .padahal tamu Ardy orang orang besar dan brpendidikan tinggi semua Atau pekerja kantoran .
Acara telah selesai Ardy dan Tiara memilih duduk di kursi antara kedua orang tuanya mereka .
"Kamu cantik sekali hari ini ," puji Ardy yang tak henti hentinya memuji dan penuh kekaguman ,menatap wajah Tiara membuat Tiara merona malu .
"Ehmm , masih ada mama di sini , sabar dulu ya seminggu lagi .sudah halal ."ledek mama khanza menyiku lengan Ardy yang membuat Ardy sadar kalau dirinya telah terhipnotis dengan kecantikan Tiara .
"Mama selalu menganggu momen romantis Ardy ." jawab Ardy melirik malas Ke arah mamanya membuat mamanya tertawa .
"Nanti kalau kalian sudah sah , mama akan kunci kalian di kamar satu hari satu malam ." bisik mama khanza kepada Ardy yang masih bisa di dengar oleh Tiara dan bu andini .
Tiara tersipu malu mendengar ucapan mama khanza hingga menunduk tak berani mengangkat wajahnya .
"Mama sukses membuat wajah Tiara berwarna merah jambu ." ucap Ardy yang membuat Mama khanza dan bu andini tertawa .
"Ya sudah yuk kita pulang , tamunya juga sudah bubar semua ." ucap bu andini yang mendapat anggukan dari mereka semua .
__ADS_1
Mereka berjalan keluar dengan saling melempar candaan kecil mereka . Melihat calon pengantin sudah pada keluar , pengawal dan satpam mereka membungkuk hormat pada Bos mereka .
"Kesempatan aku ." ucap Nagita yang langsung keluar dari mobilnya yang ia parkir di samping gedung . Nagita langsung masuk ke dalam gedung untuk menghampiri Ardy dan Tiara .
"Kamu ." desis Ardy melihat Nagita yang sudah berdiri di depan mereka dengan pura pura bahagia .
"Selamat ya untuk kalian berdua , aku senang melihat kalian berdua , akhir nya kalian berdua bisa bersatu begini ." ucap Nagita yang tersenyum menampak kan ketulusan dari ucapan nya .
Tapi tidak lama kemudian Nagita tersenyum sinis seakan ingin menerkam Tiara dan ibunya .
"Tapi sayang banget ya , perempuan yang tak tau malu , dia akan terus pepeti lelaki orang lain . Meskipun dirinya standar di bawah rata rata upst ." lanjut Nagita dengan gayanya yang pura pura keceplosan .
"Diam kamu wanita gila ," bentak Ardy yang membuat Nagita tertawa puas .
"Kamu kenapa , kamu takut semua orang tau dan kamu akan malu , kalau perempuan yang sebentar lagi akan kamu nikahi hanya seorang perempuan miskin . Yang tidak punya pendidikan yang tinggi sepertimu . Bahkan perempuan itu seakan hanya ingin numpang hidup enak sama kamu . Tapi karena kamu terlalu di butakan oleh rasa cinta ,hingga kamu lupa untuk mengoreksi , siapa perempuan ini yang sebenarnya ." ucap Nagita sambil tertawa sinis .
⁰
"Kurang ajar , kamu perempuan penghancur hubungan orang lain , anak aku tidak seperti yang kamu tuduhkan ."ucap bu andini yang tidak terima dengan tuduhan Nagita yang begitu jahat untuk putrinya .
Bu andini maju mendekati Nagita . Karena Nagita sudah sangat berani mempermalukan putrinya semata wayangnya .
"Kenapa bu , ibu tidak terima . Bukan kah memang begitu kenyataan nya . Memangnya anak ibu sekolahnya lulusan apa .? Kok percaya diri banget menikah dengan seorang pengusaha . Biar begini begini saya , juga pernah mengecam pendidikan tinggi , tidak seperti perempuan kampungan ini ." cebik Nagita tersenyum menyeringai kepada Tiara .
Tiara menunduk kan wajahnya malu , memang yang di katakan Nagita benar adanya . Ia hanya tamatan SMK , ia tidak pernah mengeyam pendidikan di bangku kuliah . Kesibukan nya mencari uang , membuatnya mengabaikan pendidikan nya , tapi ia tidak mata duitan . Ia tak memandang Ardy dari segi ekonomi .
Ada sebagian wartawan yang belum pergi meninggalkan gedung itu . Mereka membidikan kamera dan merekam perseteruan mereka .membuat Ardy emosi dengan apa yang di lakukan oleh Nagita .
"pengawal ," usir perempuan ini dari sini secepatnya ." perintah Ardy dengan amarah .membuat beberapa pengawal berlari mendekat untuk mengusir Nagita .
__ADS_1
"Lihat saja , kamu tidak akan pernah bahagia .c ucap Nagita menunjuk Ke arah wajah Tiara penuh dendam .