
Mutiara menatap Dimas dan kembali menatap Ardy .
"pak Ardy , boleh ceritakan kesuksesan pak Ardy , dan bagaimana cara pak Ardy mengembangkan usaha pak Ardy . Biar Dimas bisa mengambil pelajaran berharga dari pak Ardy ."ucap mutiara sambil menopang dagunya dengan kedua tangan nya . Tak lupa mutiara melempar senyum pada kedua laki laki yang duduk di depan nya itu .
"Dimas sekarang kan , tidak sedang bekerja lagi ." tanya Ardy penuh dengan pertanyaan yang mengejek .
"Iya seperti nya begitu , sehingga tadi dia jalan sampai tidak fokus dan menabrak aku . Mungkin karena memikirkan pekerjaan juga .Bagaimana kalau kamu setelah lulus melamar pekerjaan lagi di kantor pak Ardy ."ucap mutiara .
"Aku akan langsung menolak nya ." ucap Ardy di dalam hatinya .
"Iya aku akan pikirkan lagi nanyi . Yang paling penting sekarang , aku harus fokus pada kuliah aku yang tinggal beberapa minggu lagi ." jawab Dimas sambil melahap masakan mutiara .
Dimas merasa bosan dengan obrolan yang di lontarkan mutiara dan mendapatkan serangan dalam hati oleh Ardy . Dimas mengalihkan pembicaraan untuk membalas serangan dari Ardy juga .
"Eemm masakan kamu memang enak sekali sayang .. Eh maaf Tiara ."ucap Dimas yang sengaja ia ucapkan untuk Ardy . ia juga tidak merasa bersalah tetap menikmati masakan mutiara dengan lebay nya sambil merem melek .mengexpresikan lezatnya makanan yang sedang ia santap .
" biasa aja kamu ngak usah lebay . Kamu kan sudah bisa makan di rumahku , aku juga dah kenyang dengan pujian mu ." cibir mutiara .
Ardy tetap menyantap makanan nya dengan tenang . Walau pun sebenarnya jantungnya sedang olah raga saat mendengar Dimas pura pura salah memanggil mutiara dengan panggilan sayang . Lumayan membuat sekitar Ardy mendadak menjadi panas .
"Nak Ardy ."panggil bu andini yang melihat Ardy diam menikmati makanan nya .
" Tambah lagi nasinya ya , itu lauknya juga masih banyak . Jangan sungkan sungkan ya ."ucap bu andini sambil mendekatkan lauk lauk yang jauh dari jangkauan Ardy .
"Iya ibu , saya pasti akan nambah lagi . Soalnya masakan Tiara memang lezat sekali . Tolong ya bu , besok ingatin Tiara untuk bawakan saya bekal makan siang saya . Karena dia selalu lupa ."ucap Ardy , sengaja ia perdengarkan untuk Dimas . Agar Hati Dimas juga panas seperti hatinya saat ini juga .
"Loh pak Ardy , bukan nya tadi siang sudah setuju . Untuk kesepakatan yang lain , kok sekarang jadi plin plan sih ."ucap mutiara jutek .
__ADS_1
" itu kan tadi , iya kan bu . Sekarang lain lagi ."ucap Ardy minta dukungan dari bu andini . Bu andini hanya tersenyum melihat tingkah mereka bertiga .
Mutiara tidak menjawab lagi ia melanjutkan makan nya dengan ekspresi kesal nya . Jesal pada Ardy yang sudah nambah nambahin kerjaan lagi ia harus masak lebih banyak lagi tiap hari .
"Oh pak Ardy , besok pagi Tiara akan berangkat ke kantor bersama saya , karena besok saya ada kuliah pagi . Jadi saya bisa sekalian antar Tiara ke kantor , sekalian saya ke kampus ," ucap Dimas.
"Begini ya Dim . Bukan maksud saya melarang kalian untuk saling bertemu . Saya cuma tidak ingin penampilan mutiara rusak , atau kena debu dan bau matahari . Nanti citra Tiara sebagai sekretaris saya jadi jelek karena dia kotor . Jadi saya hanya ingin melindungi penampilan Tiara ,"ucap Ardy dengan santai .
Mutiara hanya diam ia menatap Dimas dan merasa tidak enak sama Dimas . Apalagi jawaban yang di berikan Ardy .Seolah olah membatasi supaya mutiara tidak di antar jemput oleh Dimas .
Tapi mutiara tidak bisa protes , jadi hanya bisa pasrah sama keputusan Ardy .
Dimas yang mengerti maksud pak Ardy hanya bisa mengangguk angguk , Tanda paham .
" Saya memang harus benar benar berdamai dengan mama ini . Kalau tidak pak Ardy selalu menghina aku dan merendahkan aku . Seolah olah aku tidak pantas untuk mengantar Tiara . Karena aku lelaki miskin ."gumam Dimas dalam hati , sambil melirik Ardy dengan ujung matanya .
"mama ."gumam Dimas pelan saat melihat nama siapa yang menelpon dan gumaman nya di dengar oleh semua orang .
"mama kamu menelpon ."tanya mutiara .
"iya , sebentar saya terima telepon dulu ."ucap Dimas pergi keluar rumah . Setelah ia rasa aman, kira kira tak ada yang mendengarkan pembicaraan nya Dimas menerima telepon mamanya .
"Hallo ma ."
"kenapa lama sekali baru angkat ."cerocos mama denada , dengan kasar .
"ma bisa tidak , tidak marah marah .ngomongnya juga pelan pelan Dimas bisa dengar kok .Dimas lelah , Dimas baru saja menyelesaikan tugas kuliah , bersama teman teman Dimas . Dan mama tiba tiba telepon dengan marah marah ."ucap Dimas lemah dan pelan .
__ADS_1
"Bagaimana mana mama tidak marah , sekarang dah jam berapa kamu belum juga pulang . Kamu juga tidak beri kabar mama , kamu sekarang di mana . Kamu pikir mama tidak cemas kan kamu ."ucap mama denada . Dimas menarik nafas berat .
"Mama bilang cemas , khawatir dengan aku . Tapi kenapa mama tidak pernah mau bicara lembut pada aku ."ucap Dimas dalam hati .
"Ya sudah Dimas mau pulang sekarang . Dimas juga sudah sangat lelah ."ucap Dimas langsung menutup telpon nya , tanpa salam . Dimas merenungi tentang hubungan dirinya dengan mamanya .
"Kapan aku bisa berdamai dengan mama . Sementara mama kalau bicara dengan ku selalu pakai emosi kalau tidak dia selalu membentak . Apa aku yang harus mengalah , menurunkan ego aku , biar ego mama juga terkontrol ." gumam dimas dalam hati dengan lesu .
Dimas memasuk kan ponselnya ke dalam saku celanya dan kembali masuk ke dalam rumah mutiara .
Ardy dan bu andini dan juga mutiara , masih melanjutkan makan malam nya dengan santai .
: Kenapa , apa mamamu menyuruhmu untuk pulang ."tanya mutiara .
"Iya , sepertinya aku harus pulang sekarang ." ucap Dimas dengan perasaan berat , karena di rumah mutiara juga masih ada Ardy di rumah mutiara .
"Ibu titip salam ya buat mamamu . Sekali kali ajak mamamu datang ke sini . Kita bisa makan sama sama lagi ." ucap bu andini .
"Iya Dim , nasak kita berteman dan kenal sudah lama . Tapi aku sama sekali tidak kenal , ataupun bertemu dengan mamamu . Kalau mamamu sedang tidak ke kebun . Ajak mamamu sekali kali ke sini , biar bisa ngobrol dengan ibuku ."ucap mutiara menimpali ucapan ibunya .
Ardy menatap gerak gerik Dimas , yang seoertinya menyembunyikan sesuatu tentang mamanya . Tapi Ardy belum berani menyimpulkan . Dimas menatap Ardy yang merasa di oerhatikan oleh Ardy .
"Iya tante , wa allaikum salam . Nanti Dimas sampaikan salam tante . Kalau begitu Dimas pamit pulang dulu ."ucap Dimas sambil menyalami bu andini .
"pamit dulu pak Ardy , Tiara ." tambah Dimas lagi .
"ya kamu hati hati di jalan ya ."ucap mutiara , sementara Ardy hanya mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1