
Tak kusangka dirimu berdusta , menduakan cintaku selama ini
saat diriku jauh darimu , kau bermain cinta di belakangku
Tak sadarkah dirimu , sayang ? Kau telah melukai hatiku
Saat kulihat dengan mataku , kau bercumbu mesra bersamanya
Sayang terimakasih tuk semua , selama ini kau telah menyakitiku
Ku terima semua keputusanmu , di dalam hidupku
Sayang , jaga jiwa dan ragamu , walau dirimu tak lagi bersamaku
Cukup aku yang kamu sakiti , di dalam hidupmu .
...****************...
Di dalam ruangan kampus Dimas menatap pemandangan air hujan yang jatuh ke parit dari balik jeruji jendela . Saat itu datang pak satpam yang sedang mengecek keamaan dan menanyakan siapa mutiara.
"eh Dimas yang datang mencarimu tadi siapa . Adik mu , apa teman kamu , atau pacar kamu . Sepertinya dia akan kehujanan di jalan, karena dia meninggalkan kampus tidak lama kemudian hujan turun ."tanya pak satpam .
"maksud bapak ."tanya Dimas bingung .
"Tadi ada seorang wanita yang datang ke sini mencarimukan ."ucap pak satpam .
"tidak ada siapa siapa yang mencariku pak , memangnya dia siapa , apa dia anak kampus juga ."tanya Dimas sambil mengeryitkan keningnya .
"Bukan anak kampus , tadi dia turun dari taxsi masuk ke kampus bilang mau mencarimu . Sudah bapak bilang kamu ada di mana . Tapi tidak selang berapa lama dia sudah keluar lagi , dan bilang kalau sudah bertemu dengan mu . Tapi aku lihat wajahnya mendung , sambil berlari dia menangis .eh tak taunya alam pun ikut menagis juga ."ucap bapak satpam .
"Nangis ,? Ciri cirinya seperti apa pak ."tanya Dimas semakin penasaran .
" Dia cewek cantik , putih , mungkin tingginya sebahumu . Rambutnya di buat ikal , sepertinya di lihat dari bajunya dia pegawai kantoran mas Dim ."ucap pak satpam .
__ADS_1
"Apa mungkin dia Tiara .tapi dia tidak menemuiku . Juga kenapa dia tidak mengabari aku kalau mau datang ."gumam Dimas dalam hati .
"Pak apa dia punya lesung pipi saat tersenyum ."tanya Dimas .untuk memastikan .
"Iya benar , dia punya lesung pipi saat tersenyum ." jawab pak satpam .
"Benar dia Tiara , terus kemana dia pergi pak .c tanya Dimas cemas dan panik .
"Dia lari ke arah sana ." ucap pak satpam
Dimas segera meraih ponselnya untuk mencoba menghubungi Mutiara . Tapi ponsel mutiara tidak aktif , Dimas semakin panik .
"Makasih pak , kalau begitu saya pulang dulu ." ucap Dimas pada pak satpam . Sebelum pulang, Dimas menitipkan buku buku dan laptopnya pada temannya ,yang membawa mobil agar tak basah kena hujan .
Dimas segera mengeluarkan jas hujan nya , yang selalu ada di jok motor . segera Dimas memakainya dan melajukan motornya setelah memakai helmnya .menembus derasnya hujan .
"Tiara di mana kamu ," ucap Dimas yang kesusahan membawa motor di tengah derasnya hujan sambil mencari keberadaan Mutiara .
...----------------...
"Lepaskan aku ."ucap mutiara tak berani melihat wajah orang itu . Tapi ia memukul mukul tangan orang itu dengan keras , tapi orang itu tetap tak melepaskanya .
"lepaskan aku ." ucap mutiara sambil terisak .tiba tiba mutiara merasakan hujan telah berhenti mengguyur tubuhnya . Mutiara mendongak ke atas sebuah payung memayungi dirinya dari air hujan . Mutiara memberanikan diri menatap tangan orang yang memayungginya , sampai ke wajah orang itu .
"Pak A ardy ." ucap mutiara sambil menghapus air matanya .
"Kamu gila , kamu ngapain di sini malam malam ." bentak Ardy .
Mutiara teringat kembali dengan Dimas . Ia kembali menangis sesenggukan , sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya .Ardy iba dengan mutiara . Ia mengelus bahu mutiara dan menariknya untuk bersandar di dadanya .
"Kita pulang sekarang ya ."ucap Ardy dengan lembut sambil mengelus kepala mutiara . Mutiara mengangguk dengan lemah , Ardy merangkul mutiara dan membawa mutiara masuk kedalam mobilnya .
"itu Tiara kan , terus siapa laki laki itu . Apakah dia pak Ardy ." tanya Dimas pada diri sendiri .
__ADS_1
Dimas menghentikan motornya di belakang Ardy dan mutiara . Ia melihat Ardy merangkul mutiara masuk ke dalam mobil .
"Benar , itu pak Ardy ." ucap Dimas penuh dengan kecewa . Karena nasib dirinya yang terlambat datang menyusul mutiara .
" Aku tidak akan biarkan pak Ardy ,merebutmu dariku , Tiara ."ucap Dimas sambil mengepalkan tangan nya sambil memukul setang motornya .
Ardy melepaskan jaketnya untuk menutupi badan mutiara . Dimana bajunya telah basah oleh air hujan .
"kamu tidak apa apa , kamu baik baik saja kan ."tanya Ardy sedikit khawatir . Mutiara mengangguk lemah .
" Memangnya kamu sedang apa di sini malam malam . Ini bukan arah jalan ke rumah kamu kan ."tanya Ardy lagi .
Mutiara hanya menggeleng lagi . Dan menyembunyikan wajah nya . Ia tidak mau kalau Ardy melihat wajahnya yang sembab karena habis menangis .
Melihat mutiara yang tak mau lagi menjawab pertanyaan nya . Ardy juga tidak ingin bertanya lagi . Ia tak ingin mengusik ketenangan mutiara karena ia tau sepertinya mutiara sedang kecewa .
Ardy segera melajukan mobilnya meninggalkan Dimas , yang menatap mobil Ardy penuh dengan kekecewaan . Karena melihat Ardy dan mutiara begitu mesra .
"Besok kalau kamu , tidak sanggup untuk bekerja , kamu istirahat saja dulu . Kalau kamu ingin berangkat kerja , biar saya yang antar jemput kamu . supaya kamu lebih aman ."ucap Ardy lagi .
Mutiara tidak menjawab tapi badan menggigil , jaket Ardy tidak mampu menghangatkan badan nya . Dari hawa dingin air hujan yang telah menguyurnya .
" kita segera pulang ke rumahmu saja ya ."ucap Ardy menambah laju kecepatan mobilnya . Setelah melihat mutiara mengangguk lagi .
"Sebenarnya Tiara kenapa ."ucap Ardy dalam hati sambil sesekali melirik mutiara .
Ardy menambah laju kecepatan mobilnya , ia harus berbelok belok untuk menuju ke rumah mutiara . Jarak rumah mutiara dan kampus Dimas memang sangat jauh .tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah .
Ardy turun dari mobil lebih dulu . Karena hujan gerimis masih belum reda .Ardy memayungi mutiara sambil menuntun nya masuk ke dalam rumah .
Bu andini yang sudah cemas sejak sore . Menunggu kepulangan mutiara segera keluar saat mendengar suara mobil di parkir di depan rumahnya .
"kamu kenapa basah kuyup.Nak ."tanya bu andini yang melihat Mutiara masuk ke rumah sambil di payungi oleh Ardy . Bu andini khawatir sambil meraba raba wajah putrinya yang terasa sangat dingin .
__ADS_1
" Tadi tanpa sengaja saya menemukan dia kehujanan di tepi jalan , dan saya anatar kan pulang , sekarang saya pamit pulang dulu bu , Tiara saya serahkan pada ibu ."ucap Ardy dengan sopan .
"Terimakasih banyak Nak , sudah mengantar Tiara sampai ke rumah dengan selamat ."ucap bu andini , sambil menatap wajah Ardy penuh haru .