My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 140


__ADS_3

Nagita Dengan cepat dan tidak sopan nya , dia menjambak rambut Tiara dan mendorong bu andini hingga terpelanting ke belakang bersama dengan mama khanza yang mencoba membantu bu andini . Kepala bu andini kepentok sisi dinding hingga bu andini tak sadarkan diri .Dan Nagita segera berlari dengan cepat menghindari kejaran satpam dan pengawal Ardy .


"Ibu ." teriak Tiara histeris melihat ibunya tergeletak tak sadarkan diri di lantai .


"Cepat bantu angkat dan bawa ke rumah sakit ." teriak mama khanza yang juga ikut panik , melihat bu andini tidak bergerak .walau badan sendiri juga terasa sakit tapi ia tetap berusaha untuk bangkit sendiri , tapi ia juga tak bisa berdiri .


Ardy segera membawa Bu andini dan mamanya ke rumah sakit , untuk segera mendapatkan pertolongan dari dokter .


Dimas yang baru mendengar keributan ingin melihat apa yang terjadi . dia melihat Nagita berlari di kejar oleh pengawal dan satpam Ardy setelah mendorong bu andini .


"Apa yang telah terjadi ."tanya Dimas sambil ikut berlari pada salah satu satpam .


"Dia telah mendorong ibunya bu Tiara hingga pingsan ."jawab satpam itu .


"kurang ajar , serahkan padaku ." ucap Dimas yang segera berlari mengejar Nagita .


Nagita masuk ke mobil setelah lolos dari kejaran oengawal dan satpam Ardy , Nagita segara masuk ke mobil dan pergi meninggalkan tempat itu .Diam diam Dimas mengikuti mobil Nagita dari belakang .


"Mau lari kemana kamu bangsat , berani nya hanya sama orang tua ."Gigi Dimas gemeletuk menahan amarah , karena Nagita telah mencelakai ibunya Tiara , wanita yang pernah ia jaga selama ini .


Nagita memilih menghentikan mobilnya di warung kecil yang terletak di sebuah gang sempit .


"Sepertinya di sini lebih aman , aku harus segera pergi tinggalkan kota ini . Dendamku untuk mencelakai perempuan sialan itu sudah aku wujudkan , tidak dapat anaknya ibunya juga boleh ." ucap Nagita dengan tawa puasnya .tiba tiba .

__ADS_1


"Angkat tangan ."ucap beberapa polisi yang sudah menghadang jalan nya Nagita . Membuat Nagita mau tidak mau terpaksa harus mengangkat tangannya tinggi tinggi untuk menyerahkan diri .


"Memangnya saya salah apa pak ." tanya Nagita setelah tangan nya di borgol .


"Bu Nagita , Bu Nagita ." Dimas keluar dari balik badan seorang polisi.


"Tadi saya sudah peringatkan anda . Jangan kamu menganggu mereka , kalau kamu berani menganggu mereka , kamu akan merasakan bagaimana hidup di dalam penjara . " ucap Dimas mendekati Nagita sambil bertepuk tangan , merasa puas dan berhasil membawa polisi ke tempat persembunyian Nagita .


"Tak ku sangka , aku tidak perlu susah payah mencari bukti untuk menjebloskan kamu ke penjara . Bukti kelicikan mu untuk masuk ke penjara sudah cukup .karena kamu telah berani menyakiti orang tua . Makanya kamu jangan berani dengan orang tua , akhirnya kamu begini ." lanjut Dimas bicara dengan ketus kepada Nagita .


"Bajingan kamu ?. Kamu kira kamu sendiri manusia yang suci . Kamu lebih licik dan busuk di banding aku ." maki Nagita yang tidak terima karena di tangkap oleh polisi .


"Bawa pergi dia pak , saya akan hubungi orang yang bersangkutan dengan kejahatan yang telah di lakukan oleh perempuan jahat itu .biar mereka yang menyelesaikan nya ." ucap Dimas . Polisi segera membawa Nagita masuk ke mobil polisi .


"Assalamuallaikum ." Ucap Dimas kepada Ardy dan Tiara yang sedang berdiri dengan cemas di depan ruang UGD menunggu kabar kedua orang tuanya yang masih ada di dalam .


"Wa allaikum salam ." jawab Ardy dan Tiara bersamaan . Dan memalingkan wajah nya kembali panik menatap ke pintu ruangan UGD tidak memperdulikan kedatangan Dimas .


"Maaf pak Ardy , Tiara mungkin sekarang kalian bisa ke kantor polisi , untuk menuntut atas perlakuan keji bu Nagita . " ucap Dimas yang berhasil menarik perhatian Ardy dan Tiara dari pintu UGD , dan menatapnya .


"Memangnya dia sudah ketangkap ." tanya Ardy yang merasa geram dan ingin cepat cepat untuk menemui wanita yang berhati iblis itu . Untuk ia jebloskan ke penjara .


"Sudah pak , tak diam diam saya mengikutinya dari belakang bersama beberapa polisi , ibu Biar saya dan salah satu pengawal bapak yang menunguinya di sini ." Ucap Dimas menyakinkan Ardy agar cepat pergi ke kantor polisi .

__ADS_1


"Aku di sini saja Mas , aku masih khawatir dengan keadaan ibu dan mama ." ucap Tiara kepada Ardy dengan terisak . Ardy menarik nafas dalam , ia kecup kening Tiara sebelum pergi .


"Baik lah ,kamu juga jaga diri baik baik . Dimas saya titipkan Tiara sebentar padamu ." ucap Ardy dan melangkah pergi .


"Baik pak ." jawab Dimas membungkuk dwngan hormat kepada Ardy .


Ardy sebenarnya masih ragu dan sedikit khawatir menitipkan Tiara kepada Dimas .Tapi melihat sikap Dimas telah kembali seperti dulu lagi . Ardy berusaha membuang pikiran buruk nya , Dan kembali memberi Dimas kesempatan untuk menjadi orang yang baik .Dan percaya kalau Dimas tidak akan melakukan hal yang macam macam kepada Tiara . Lagi pula di sana masih ad bodyguard yang menjaga Tiara .


Ardy segera menuju ke kantor polisi . Benar seperti kata Dimas , Nagita telah berada di kantor polisi dengan keadaan tangan di borgol .


"wanita keparat menyesal aku mengenalmu dan pernah menyayangimu selama ini . Di mana otak mu tega teganya kamu mencelakai seorang ibu , darimana kamu di lahirkan ." Bentak Ardy dengan geram kepada Nagita . Ingin dia menghajar Nagita saat itu juga , tapi tangan Arsy di tahan oleh petugas polisi .


"Biar kami yang menangani nya . Dan memberi hukuman sesuai dengan perbuatan nya pak ." ucap petugas polisi di sana , berusaha meredakan emosi Ardy .


"Sayang maafkan aku , aku lakukan semua itu karena aku sayang padamu .aku ingin kamu kembali padaku seperti dulu lagi . Saling sayang dan cinta .karena itu aku ingin merebutmu kembali dari perempuan itu . Tolong jangan penjarakan aku ." pinta Nagita pada Ardy seilah tidak pernah lakukan kesalahan .


" Jangan pernah panggil aku dengan panggilan itu . Aku tidak sudi dengar suara busuk lagi . Sayang.....Cinta.....kamu hanya sayang dan cinta pada hartaku .. Dan Ibu Tiara juga sudah ku anggap sebagai ibuku sendiri .kamu mendorongnya hingga pingsan , aku sebagai anak , pantaskah kalau tidak memenjarakan kamu ." Ucap Ardy yang muak melihat drama Nagita .


"Tapi sayang ....." Nagita segera berlutut di hadapan Ardy . "Tolong bebasin aku , aku khilap . Aku janji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi ." lanjutnya dengan deraian air mata .


"Kamu pikir aku akan percaya begitu saja ,dengan ucapan kamu ,tidak akan pernah ." ucap Ardy dengan cepat .


"Masuk kan perempuan ini ke penjara hingga membusuk pak ."ucap Ardy kemudian .erang Ardy yang langsung pergi meninggalkan kantor polisi . Tidak perduli dengan teriakan Nagita .

__ADS_1


__ADS_2