My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 135


__ADS_3

"Besok mas akan datang ke rumah kamu bersama mama , untuk membicarakan hari untuk meresmikan pertunangan kita ." ucap Ardy sambil mencium jari Tiara yang telah di lingkari cincin nya .


"Dan tidak lama lagi kita akan langsung menikah , aku tidak mau menunggu lama lama lagi , mas ingin kamu selalu ada di sampingku , mas juga ingin selalu menjagamu , kamu maukan menikah denganku ." tanya Ardy yang masih tetap setia menggenggam tangan Tiara .dan lagi lagi Tiara hanya bisa mengangguk kan kepalanya saja ,dengan senyum bahagia .


"ya sudah kita pulang nanti ibu nunggu kelama'an ." ucap Ardy . Hari ini Ardy pergi tanpa membawa sopir jadi sepanjang perjalanan Ardy tidak meleoaskan tangan nya dari tangan Tiara . Hingga mobilpun sampai di pelataran rumah Tiara .


"Mas tidak usah turun , mas akan segera pulang siapkan untuk acara besok . Sampaikan salam ku untuk ibu ya , sayang ." ucap Ardy .


"hem ,hati hati di jalan Yang , sampai bertemu besok ." ucap Tiara dan segera turun dari mobil Ardy .setelah mobil Ardy menghilang dari tatapan nya . Tiara segera masuk ke dalam rumah .


"Ibu ,Assalamuallaikum Tiara pulang ."teriak Tiara .


"Waallaikum salam , Bahagia sekali apa yang terjadi di rumah sakit , bertemu ibunya ,Dimas tidak , Di salahkan lagi tidak kamu ." Tiara mengerutkan keningnya mendengar rentetan pertanyaan dari ibunya .


"Ibu tanya nya satu satu biar jelas . Sekarang ibu mau dengar kabar buruk atau kabar baik ." tanya tiara sambil memeluk lengan ibunya yang sedang menonton tv di ruang tengah .


"yang susah dulu baru bahagia ." ucap bu andini .


"Ok jawaban nya melenceng tapi Tiara paham . Di rumah sakit tidak ada hal buruk yang Tiara terima . Dengan kejadian ini membuat mamanya Dimas sadar , dan mengakui semua kesalahan nya selama ini , dia juga minta maaf sama Tiara ." bu andini menatap wajah Tiara . Tiara hanya tertawa melihat nya .


"Ibu , apa yang ibu pikirkan ."tanya Tiara .


"Inikah yang membuatmu bahagia ." tanya bu andini . Tiara menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangan kirinya sambil di goyang goyang .bu andini segera meraih tangan Tiara .


"Nak Ardy melamarmu ." tanya Bu andini bahagia .


"hemm .besok mas Ardy akan datang bersama mamanya menemui ibu .untuk membicarakan hari pertunangan kita . Tapi mas Ardy ingin segera menikah ." ucap Tiara .


Bu andini menites kan air matanya ,ia raih kepala putrinya dan ia cium keningnya .


"Selamat ya nak , semoga kalian bahagia , tapi ibu ingatkan walau pun kalian telah menikah yang namanya cobakan tidak mengenal tempat waktu status ." ucap bu Andini .

__ADS_1


"Tiara tau bu ." ucap Tiara sambil memeluk ibunya .


...****************...


Sesuai rencana Ardy keluarganya menemui keluarga kecil Tiara .mereka telah sepakat akan merayakan pertunangan mereka di gedung milik Ardy seminggu lagi .


Pagi itu Ardy dan Tiara pergi ke kantor membawa surat undangan pertunangan dan pernikahan mereka untuk seluruh karyawan kantor tidak terkecuali teman teman OB Tiara yang dulu .


"Tolong kamu sebarkan undangan ini ya, ini yang bisa hadir hanya karyawan kantor saja . Juga kalian ." ucap Tiara sambil menyerahkan kartu undangan kepada OB .


"Wahh , pak Ardy dan Bu Tiara sudah mau tunangan aja ini ." ucap OB yang baru sadar setelah membaca kartu undangan di tangan nya .


"Selamat ya bu , juga sudah mau mengundang kami ." ucap OB Ardy itu tampak senang menerima undangan dari Tiara .


"Terimakasih banyak , sama sama , udah jangan panggil bu , seperti biasa saja panggil Tiara ." potong Tiara dengan cepat .


"ehh tidak boleh , sebentar lagi kan jadi istrinya pak Bos . Ngak mungkin kan kita panggil nama saja , saya ngak mau di pelototin sama pak Bos , serem bu ." jawab teman Tiara membuat Tiara tertawa .


"ya sudah saya tinggal dulu , jangan lupa sebar undangan nya untuk yang lain nya ." ucap Tiara pamit dari hadapan mereka , dan pergi menuju ke ruangan kerjanya .


Rani segera ikut mengambil undangan nya .Dia pergi ke pojok ruangan mefoto undangan iyu dan mengirimnya kepada Nagita . Rani tidak sadar bila ada cctv di setiap sudut ruangan .


"undangan pertunangan pak Ardy dan pelakor itu ."tulis Rani mengabari Nagita .


Nagita yang melihat foto undangan pertunangan Ardy ,seketika darahnya serasa mendidih .


"kurang ajar , jadi mereka benar benar ingin tunangan ," pekik Nagita sambil meremas ponselnya dengan kesal .


Nagita melihat hari dan tanggal serta tempat di selenggarakan nya acara pertunangan itu .


"Jadi pertunangan mereka bukan di rumah Ardy atau di rumah perempuan itu , tapi di gedung mewah milik Ardy ."ucap Nagita yang semakin iri dengan pertunangan itu .

__ADS_1


"Seharusnya yang bertunangan di sana aku dan Ardy .bukan kamu perempuan kampungan ."lanjutnya lagi dengan kesal .


Nagita teringat dengan Dimas , ia segera mencari nomor Dimas dan segera menghubunginya . Ia kira Dimas masih mengharapkan Tiara , sehingga Nagita ingin segera mengatur setrategi liciknya bersama Dimas .


Drtt....Drrtt


"Siapa yang telepon ma ." tanya Dimas yang sudah siuman , tapi masih tetap di rumah sakit dalam rangka pemulihan .


"Nagita ." jawab bu denada sambil meletak kan ponsel Dimas di sampingnya .


Putri yang duduk di samping Dimas tetap meneruskan pekerjaan nya mengupas buah apel dan memotong kecil kecil ia taruh di piring untuk Dimas .


"Hallo ," ucap Dimas menerima telepon dari Nagita .


"Hallo , bagaimana keadaan kamu sudah siap beraksi lagi ? ," tanya Nagita tanpa basa basi membuat bu denada dan putri mengerutkan keningnya,.


"beraksi apa ." tanya Dimas yang tidak mengerti .


"Jadi kamu tidak tau , kalau perempuan kampungan yang kamu cintai itu , minggu depan mau bertunangan . Kamu ngak ada rencana untuk menggagalkan pertunangan mereka ." tanya Nagita dengan gamblang , dia tidak tau kalau Dimas meloudspcer ponselnya sehingga banyak orang yang dengar .


Bu denada dan putri saling pandang kemudian sama sama menatap Dimas , begitu juga Dimas menatap mamanya dan putri bergantian .


Bu denada mengelengkan kepalanya penuh harap , ia tidak mau Dimas mendapat masalah .


"Oh , jadi pak Ardy dan Tiara akan bertunangan ." tanya Dimas basa basi kepada Nagita .


"Iya , jadi kamu juga tidak mendapatkan kartu undangan nya kan ?, Hahaha kasihan banget . Nasib kita sama ya , sama sama di khianati sama orang yang kita cintai ." jawab Nagita sambil tertawa mengejek Dimas .


"Aku ingin kita kerja sama lagi untuk membuat rencana mereka gagal ." lanjut Nagita penuh dengan ambisi gilanya .


"Sudah dulu ya , aku harus istirahat ." ucap Dimas kepada Nagita . Sambil mematikan telepon nya .membuat bu denada dan putri tersenyum puas karena Dimas tidak mengiyakan ajakan gila Nagita .

__ADS_1


__ADS_2