
Kau hadir bagai dalam mimpi Dan aku tak ingin terjaga lagi Merangkai kisah seorang putri Yang jatuh cinta pada seorang pangeran
Andai kau seorang raja Aku ingin menjadi ratunya Bersama hadapi dunia Di kerajaan cinta kita berdua
Sekali seumur hidup Cukup satu kali jangan berubah Untuk selamanya seiya sekata cinta
Untuk apa harta dunia Bila tak ada cinta yang menyerta Masyur dan semua kejayaan Tak cukup membuat kita bahagia
Tulus kasih dan sehaluan Berlabuh kita di dermaga impian Jalani hidup tanpa dusta Penuh cinta dan kasih sayang
...----------------...
"Pagi sayang ." sapa Ardy menghampiri meja Tiara .
"Hai sayang , pagi juga ." jawab Tiara sambil tersenyum seperti biasa .
Kalau dulu tiara menatap wajah Ardy penuh dengan ketakutan , karena takut melakukan kesalahan yang fatal. Berbeda seperti sekarang , sekarang menatap wajah Ardy seperti sebuah ketenangan tersendiri bagi Tiara . berarti itu menandakan kalau tiara benar benar mencintai Ardy . Lelaki berparas tampan itu telah berhasil mencuri hatinya .
"Pagi ini rasanya hampa ." ucap Ardy sambil menarik kursi dan duduk di samping Tiara .
"Kenapa ." tanya Tiara yang kini telah menopang dagunya dengan kedua tangannya menatap kepada Ardy .
"Hari harus pergi kerja sendirian , aku juga beli sarapan buat kamu
, kamu makan ya , aku yakin kamu belum sempat sarapan tadi pagi ." ucap Ardy sambil mengeluarkan nasi kotak . Yang dia beli di restoran favoritnya .
"Sok tau ,"cibir Tiara
"Bapak saja yang belum makan ,saya sudah makan dan sudah kenyang ,bapak aja yang makan ."ucap Tiara .
"Bapak lagi , coba panggil yang indah bisa tidak ."tanya Ardy dengan wajah juteknya .
"hahaha bigung mau panggil apa , atau panggil bapak pacar saja gimana ." ucap Tiara terkekeh memperlihatkan kalau dirinya sedang bahagia .
"Ngak ah , panggil apa saja yang penting jangan bapak ."ucap Ardy
"Ya sudah ,panggil mas aja ." ucap Tiara yang di angguki oleh Ardy sambil menyodorkan sendok nasi ke arah Tiara .
__ADS_1
"ak makan dulu ." ucap Ardy .
"Ngak , benar aku sudah makan ." ucap Tiara sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya .membuat Ardy meletak kan sendoknya kembali dengan bibir mayun . Tiara pun terkekeh melihatnya .
"Sini sendoknya ,biar mas Ardy saja yang makan ." ucap Tiara yang akan menyuapi Ardy .
"o iya kemarin Dimas lama di rumah kamu ." tanya Ardy .
"Kenapa cemburu ya ." ejek tiara sambil mencebik kan bibirnya ke atas .
"iya dong siapa yang tidak cemburu punya pacar secantik ini , di ganggu sama lelaki lain ."ucap Ardy .
"Tidak dia tidak lama kok ."jawab Tiara .
"O saya pikir lama , karena tiba tiba kamu tadi pagi berubah , dan saya pikir kamu terkontaminasi otaknya oleh rayuan dia ."ucap Ardy dengan santai membuat Tiara termenung .
" Jadi , pak Ardy bisa merasakan ya , perubahan aku tadi pagi ." batin tiara yang merasa bersalah karena hampir menyakiti hati Ardy . Tiara hanya tersenyum pada Ardy tidak menjawab pertanyaan nya itu .
"oh saya sudah siap kan berkas berkas kemarin yang belum selesai , nanti saya antar ke ruangan mas Ardy ya ." ucap Tiara yang masih setia menyuapi Ardy .
"Tidak perlu , nanti biar saya bawa sendiri saja setelah selesai makan nya ini ." ucap Ardy .
"terimakasih ya , ahh aku tidak sabar ingin segera nikahi kamu . Dan kita akan hidup bahagia seprti ini ." ucap Ardy dengan menyandarkan kepalanya ke belakang . Menikmati kebahagiaan yang sedang ia rasakan karena sikapnya Tiara .
"Ohniya , aku pacar ke berapa kamu ,kalau boleh tau ."tanya Ardy penasaran .
"Pertama ," jawab Tiara santai membuat Ardy terkejut .
"Pertama ." tanya nya lagi tidak percaya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara .
"Iya pertama , kenapa tidak percaya . Mas kaget ya karena mas sudah gonta ganti pacar ."ucap Tiara mengejeknya .
"Tidak juga .." jawab Ardy kembali ke posisi santainya tadi .
" Saya pastikan kamu yang terakhir dalam hidup saya ." lanjutnya membuat dada Tiara kembang kempis mendengar manis nya ucapan Ardy .
"Sudah terbiasa ngegombal ya ." ejek Tiara menghadap ke 'Ardy .
__ADS_1
"Ngak juga , jangan pernah tinggalin saya ya ." jawab Ardy sambil memegang kedua tangan Mutiara .dan menatap serius ke manik mata Tiara .lalu mengecup punggung tangan Tiara .
Tiara yang baru pertama kali di perlakukan begitu oleh cowok . Nafas seperti berhenti tiba tiba , Dia bisa merasakan sentuhan bibir Ardy di kulit tangan nya yang putih dan mulus .
"Kenapa bengong ." tanya Ardy setelah mencium tangan Tiar ,tapi masih tetap mengenggam tangan Tiara .
"hemm ...tidak ." jawab Tiara sambil.menunduk karena wajahnya sudah seperti kepiting rebus .
" Apa mau di cium di tempat yang lain ."tanya Ardy dengan senyum mengejek , ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Tiara . Membuat Tiara segera memundurkan kepalanya ke belakang .
"Mas, jangan macam macam ini di kantor .cTiara mengingatkan Ardy ,wajahnya juga sudah sedikit pucat . Dia benar benar tidak siap bila harus menerima ciuman itu hari ini . Dia tidak berpengalaman .
Ardy tertawa mendengar peringatan Tiara , dan langsung berhenti mengoda Tiara lagi sambil tertawa .
"Aku tidak akan melakukan hal itu kepadamu , sebelum kita menikah ," tutur Ardy yang membuat Tiara kembali bernafas lega .
"Dan jangan pernah lakukan hal itu dengan orang lain . Kamu dengarkan ." tanya Ardy sambil mengangkat dagu Tiara .Dengan cepat Tiara langsung mengangguk .
Ardy mengacak rambut Tiara , entah kenapa sekarang dengan mengacak rambut Tiara ia merasakan satu kebahagiaan tersendiri .
Drrtt Drrrttt ponsel Ardy bergetar membuyarkan keromantisan mereka berdua . Ardy segera mengangkat nomer telepon tanpa nama .
"Hallo selamat pagi , dengan pak Ardy ,"ucap sang penelpon .
"pagi juga ada apa ya ."jawab Ardy .
" Begini pak Ardy . Apa bapak ada waktu keluar sebentar , Bos saya ingin berbicara bisnis dengan anda . Bos kami menunggu anda di cafe flamboyan ."jawab sang penelpon .
"Apa Bos kalian sudah menghubungi sekretaris saya ." tanya Ardy dan membuat Tiara mendongak kan kepalanya karena jabatan nya di sebut .
"Tidak pak Ardy ,Bos saya tidak suka di wakilkan . Dia ingin mendengar jawaban langsung dari pak Ardy ."ucap nya lagi
"Aneh , bilang tidak mau di wakilkan . Terus sekarang kenapa tak datang sendiri temui saya , kenapa harus di wakilkan pada kalian ,bertemu di cafe flamboyan segala . Memangnya siapa Bos kalian ."tanya Ardy .
"Bos kami pengusaha dari luar negri ,bagaimana apa pak Ardy bisa pergi sekarang menemui beliau." ucap sang penelpon .
" Saya bisa sebentar lagi saya akan ke sana ." ucap Ardy dan menutup telepon nya .
__ADS_1
"Dari siapa mas ."tanya Tiara .penasaran .
"Belum tau pasti , tapi katanya ingin kerja sama . Ya sudah saya pergi dulu ya ."ucap Ardy pada Tiara .