My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 155


__ADS_3

"Ini ada sedikit rejeki buat beli susu untuk adiknya biar tetap sehat ." ucap Tiara sambil menyerahkan uang beberapa lembar ke ibu pengemis itu .sambil mengelus kepala bayi dalam gendongan ibu tersebut .


"Terimakasih banyak bu , tapi ini banyak banget ." ucap Ibu pengemis dengan mata berkaca kaca . Melihat uang pemberian Tiara yang ada di dalam genggaman tangan nya .


"Anggap saja itu rejeki anak ibu , hanya satu harapan saya , agar cepat dapat momongan seperti ibu ." ucap Tiara dan pergi meninggalkan ibu dan anak itu .


"Ya Alloh kabulkan apa yang jadi keinginan bidadarimu itu ya Alloh ." gumam ibu pengemis dalam hati , yang di iringi oleh tepuk tangan dari bayinya .


langkah Tiara begitu ringan dan mengucapkan syukur berulang ulang kali , senyumnya juga terus menghiasi bibirnya .Tapi beda dengan Ardy yang sudah mengerutu .


"kamu kemana aja sih , sudah mau terlambat ini ." ucap Ardy yang hanya di balas senyuman oleh Tiara . Tiara segera menyalami ibuny dan mamanya .


"Tiara dan mas Ardy pamit dulu bu, ma . Ibu dan mama baik baik di rumah jaga kesehatan , kalau ada apa apa segera hubungi kami ." ucap Tiara kepada kedua orang tuanya .


"Iya , kaliana juga hati hati di sana sayang ,"sahut mama khanza yang di angguki juga oleh Bu andini .


"Iya ma , ibu ." jawab Tiara dan segera masuk ke mobil menyusul Ardy yang telah masuk lebih dulu . Setelah Tiara duduk dengan baik sopir segera menjalankan mobilnya menuju ke bandara .


"kemana saja sih kamu tadi ." tanya Ardy yang masih sedikit ngambek pada Tiara .Tiara melihat dan merasakan nada suara suami nya , dan raut wajah suaminya yang tidak bersahabat . Tiara meraih kedua pipi Ardy dan menarik ke dua sudut bibir Ardy dan membentuklah sebuah senyuman .


"seyum begini jangan ngambek . Biar tetap kelihatan ganteng ." ucap Tiara yang juga ikut kegegesan sendiri .


"Mas tanya itu di jawab , bukan di abaikan ."ucap.Ardy yang masih juga kesal kepada Tiara .


"Iya maaf , tadi Tiara kejar seorang ibu pengemis yang sedang bawa bayinya , bayinya gemes dan lucu ." ucap Tiara sambil melingkarkan tangan nya di lengan Ardy sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ardy .

__ADS_1


"Itu cuma modus sayang ,mas dah bilang berulang kali , jangan sembarang dekati seorang pengemis . Mereka cuma modus bahkan mereka banyak menipu dengan penampilan ,kalau ingin bersedekah lebih baik ke panti panti atau ke orang yang benar benar kelihatan tidak sempurna seperti kita ." ucap Ardy entah sudah berapa kali memperingaykan Tiara .


"Iya mas , Tiara akan lebih berhati hati lagi ." ucap Tiara yang tak ingin bertengkar atau membantah ucapan suaminya itu . Bagaimana pun apa yang di katakan oleh suaminya ada benarnya juga . Tapi ia kadang juga hatinya membantah apa yang di katakan oleh suaminya .hatinya tidak tega bila melihat ada seorang pengemis .


Tiara dan Ardy telah sampai di bandara , pesawat yang akan mereka naiki sudah akan take ouf sebentar lagi menuju kenegara yang akan mereka tuju .


...****************...


Sementara hubungan Dimas dan putri semakin hari semakin membaik dan romantis . Siang itu Dimas telah duduk di ruang kerjanya .Dan putri datang dengan membawakan sarapan pagi untuk Dimas .


"Sayang , kamu mau makan sekarang apa bentar lagi ." tanya putri sambel mengeluarkan kotak makanan dari dalam tas bekal .


"Bentar lagi ya , tinggal dikit nanggung ini , lebih baik selesaikan dulu . Karena bentar lagi kita kan harus meeting ." uvap Dimas yang kelihatan begitu sibuk di depan meja kerjanya bersama laptopnya .


Putri membawakan makanan Dimas ke meja tempat Dimas bekerja .ia ingin menyuapi kekasihnya itu biar tetap sehat .


"Sini makan dulu biar aku suapin , kasihan lambungnya di paksa kerja tapi cuma di kasih isi minum kopi ." ucap putri sambil menyodorkan sendok berisi nasi ke depan mulut Dimas . Dimas tersenyum .


"Terimakasih sayang ." ucap dimas sambil melahap nasi yang di suapkan oleh putri tanpa melihat ke arah putri, karena ia masih sibuk dengan pekerjaan nya .


"sama sama sayang , lagian bagaimana bisa bangun kesiangan , jadi ngak ada waktu sarapan di rumah ."tanya putri dengan lembut .


"bangun kesiangan , karena semalam merajut mimpi kita berdua dah menikah , dan kita tidur bersama sehingga bangun kesiangan ." jawab Dimas dengan santainya .membuat Putri melongo dan menutup mulutnya . Ia tak menyangka akan dapat jawaban seperti itu dari kekasihnya .


Putri langsung diam. Tidak menjawab lagi atau bertanya lagi , bisa bisa omongan Dimas akan semakin ngelantur .

__ADS_1


"Kenapa diam sayang ." tanya Dimas , ia tau putri malu dengan apa yang baru saja ia katakan .


"Lanjutkan kerja nya biar cepat selesai , jangan makan sambil bicara , aku takut bukan nasi yang sayang kunyah tapi lidah sendiri ...


"Aaa...." teriak Dimas yang benar benar lidahnya kegigit ." Tayang ...


Putri langsung menutup mulutnya , ia hanya mengingatkan bukan mendo'akan .


"maaf , minim dulu ." ucap Putri menyodorkan air minum kemulut Dimas .


Selesai makan Dimas dan Putri kembali menyelesaikan pekerjaan nya . Bu denada datang ke kantor Dimas .


"sayang , maafkan mama ya . Apa mama menganggu waktu kalian berdua ." ucap bu denada , yang mengundang Dimas dan putri untuk menoleh ke arah datangnya suara .


"Tante ." sapa putri dan bangkit untuk menyalami bu denada ,calon mama mertuanya .


"Hai putri , apa kabar kamu ." tanya bu denada tersenyum dengan ramah menyapa putri .


"Putri baik tante . Tante sendiri bagaimana setelah pulang dari luar negeri . Maaf putri tidak bisa ikut menjemput ke bandara . Kebetulan putri dan mas Dimas ada tugas di luar kota ." jawab putri tidak enak hati , karena tidak bisa menjemput bu denada yang pulang dari amerika , sehingga hanya sopir pribadinya yang bisa jemput .


"Tidak apa apa sayang , itu juga salah tante yang tiba tiba pulang dengan mendadak ." ucap Bu denada .


Saat bu denada pulang dua hari yang lalu dari amerika , kebetulan Dimas dan putri harus turun ke lapangan untuk pengecekan , jalannya perusahaan cabang di luar kota . Dan mendadak bu denada minta di jemput sebentar lagi akan mendarat di bandara jakarta .sementara Dimas dan Putri sudah hampir sampai di kota tujuan nya tidak mungkin untuk kembali ke jakarta . Sehingga bu denada menyuruh Dimas dan putri melanjutkan pekerjaan mereka , Dan bu denada memilih untuk di jemput oleh sopir keluarganya .


"Mama ada apa tiba tiba datang ke kantor , mama suka ya sekarang lakukan keejaan yang mendadak ." tanya Dimas yang membuat bu denada teringat dengan tujuan nya datang ke kantor Dimas .

__ADS_1


__ADS_2