My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 59


__ADS_3

Jangan kau tanya esok , ku tak ingin menerka perasaan ini , yang ku tahu hari ini ku mencintaimu , yang ku tau ku sangat menyayangimu.


Biarlah semua berlalu , jalani apa adanya , Bunga 'kan mekar meski kemarau melanda


Bukan ku ingin memastikan , akulah cinta sejatimu , yakinkan hatimu , akulah takdir yang engakau nantikan


Kuingin kau merasa ten'tram , Biarlah berada di sampingmu , kar'na diriku sangat menyayangimu


Ku akan membuktikan cinta di hatimu , satu rasa menggapai bahagia , ku pinang dirimu s'bagai teman hidupku , Berjanjilah kasih setia bersamaku .


...****************...


"Ada apa kamu kemarin ke kampus aku , kenapa kamu tidak menemui ku ."tanya Dimas


Mutiara binggung harus jawab apa , tidak mungkin ia bilang dengan jujur . Karena melihatnya bermesraan dengan perempuan lain, karena itu dia mengurungkan niatnya untuk menemuinya .


"Tiara kenapa kamu diam ."tanya Dimas lagi .


"emm aku ...aku tiba tiba teringat dengan ibu .karena tidak pamit kalau aku ke kampusmu ,jadi aku urungkan niat aku kalau aku tetap menemuimu , menemui kamu akan semakin larut pulang nanti, di tambah cuaca akan turun hujan ."ucap Mutiara memberi Dimas alasan lain .


Tidak mungkin sekali , mutiara mengatakan pada dimas , kalau dirinya sedang cemburu padanya . Bisa bisa Dimas jadi ilfeil dan tak mau berteman dengan dirinya .


"Seharysnya kamu tetap temui aku , kalau takut kemalaman aku juga bisa langsung antar kamu pulang , kamu takut kehujanan bukan nya akhirnya juga kehujanan ."ucap Dimas .


"Tidak Dim , aku tidak mau merepotkan kamu atau menganggu kuliahmu . Aku tau kamu sedang sibuk dengan skripsi kuliah . Semoga kamu cepat lulus ya ."ucap mutiara


"Amin , nanti aku wisuda kamu datang ya ."ucap Dimas

__ADS_1


"Pasti , aku pasti akan datang ."jawab mutiara .


"Datang dengan ikhlas , sekaligus melepaskan mu dengan wanita lain , yang lebih perhatian dan mesra yang lebih segala galanya dari aku ."gumam hati mutiara .


"ya sudah selamat bekerja ya , Ingat , jangan bermain hati dulu , fokus sama kerjaan kamu dulu ."ucap Dimas sambil menyindir mutiara .


Mendengar ucapan Dimas mutiara menautkan kedua alisnya hingga membentuk kerutan


"masudnya ."tanya mutiara


"Oh tidak , tidak ada apa apa . Aku mau teruskan tugas aku dulu . Kamu lanjutkan kerja saja , bulan depan aku wisuda . Pokoknya Kamu harus datang ya ."ucap Dimas


"Siap Bos ku ."jawab mutiara .


Mutiara belajar untuk tidak baper lagi , kepada kata manis dan lembut Dimas . Ia benar benar tidak ingin persahabatannya renggang hanya karena rasa kebapernya pada sikap manis Dimas .


" Aku harus minta maaf sama Dimas . Karena tadi pagi aku berangkat dengan pak Ardy .dan lupa memberi tau nya . Jadi aku harus masakin sesuatu . Semoga dengan begini aku dan dia bisa kembali akrab dan tidak salah paham lagi ."ucap mutiara pada diri sendiri .


"Kamu pulang bersama saya , saya tidak ingin kamu kenapa napa di jalan seperti kemarin . Kamu kehujanan di jalan malam malam ."ucap Ardy lirih di dekat telinga mutiara .saat mutiara sedang mengambil ponsel di tasnya .


"eehh pak Ardy ..saya ....saya..." ucap Mutiara terbata bata .ia binggung bagaimana harus menolaknya .


"Tidak ada penolak kan ."jawab Ardy lagi .


Mutiara menelan salivanya dengan pelan .terpaksa ia mengikuti Ardy dari belakang . Tidak lupa pula mutiara mengabari Dimas kalau ia pulang bersama Ardy atas permintaan Ardy .


Tentu saj Dimas yang mendapat kan kabar itu , ia semakin cemburu membakar hatinya . tapi ia harus tetap fokus pada kuliahnya yang tinggal sebentar lagi . Makin cepat ia menyelesaikan pekerjaan nya , semakin cepat ia bisa mencari pekerjaan , yang lebih baik dan bisa membeli mobil sendiri . Untuk antar jemput mutiara ke kantor .

__ADS_1


"Tapi saya harus belanja pak ."ucap mutiara yang mau masuk ke dalam mobil .


"Ya sudah kita pergi belanja ."ucap Ardy . Setelah mutiara duduk di dalam mobil . Ardy segera melajukan mobilnya meninggalkan kantor menuju ke supermarket .


Rani dan teman teman nya sempat melihat Mutiara masuk ke dalam mobil Ardy , di mana Ardy yang membukakan pintu untuknya .Rani semakin tidak suka melihat mutiara pulang pergi ke kantor bersama Ardy , Bos mereka .


"Tuh kalian lihat tidak .teman yang kalian puji puji , kalian bangga banggakan di belakang dia . Nyata nya memang dia ada hubungan kan dengan Bos kita .? Atau jangan jangan sudah dari dulu dia merayu pak Ardy . Sampai sampai Bu Nagita tidak pernah lagi datang ke kantor . ,"ucap Rani dengan tersenyum sinis .


"eh kita kan juga tidak tau , sebaiknya kita lihat saja kedepan nya bagaimana . Siapa tau Bu Nagita dan pak Ardy putus baik baik ." kilah teman yang lain .


"hallah , kalian ini . Sudah segitunya drama mereka di depan mata kalian . Sehingga kalian masih mau lihat ke depan nya , apa yang ingin kalian lihat . Kalian ingin melihat mereka menikah ." tambah Rani kembali.


"ya kalau mereka akan menikah , itu mah sah sah saja . Itu juga hak mereka ."ucap dari teman yang lain .


"Hak , kamu bilang . Eh kalian tidak sadar , mutiara telah membuktikan ucapan orang orang . Bahwa dia benar benar seorang pelakor , dan sekarang dia jadi perebut pacar orang . Kalian harus hati hati sama dia , jangan sampai kalian punya nasib yang sama seperti Bu Nagita ." papar Rani dengan mencibir .


Beberapa orang ada yang telah terhasut oleh ucapan Rani .tapi mereka tak berani ikut blak blakan seperti yang di lakukan oleh Rani . Karena yang mereka bicarakan adalah Bis mereka sendiri . Tempat ia mengantung kan nasib demi sesuap nasi . Mereka tidak mau , ucapan nya akan berimbas pada pekerjaan mereka nanti .


...----------------...


Ternyata Mutiara tidak mau belanja di supermarket . Ardy mengantar Mutiara ke pasar tradisional . Ardy menunggu Mutiara belanja dengan sabar dan telaten , sambil mengecek pekerjaan nya di dalam mobil . Tak lama kemudian Mutiara ke dalam mobil .


"Sudah selesai belanjamu ."tanya Ardy tanpa beban dan terasa santai seperti mengantar seorang istri belanja beneran .


"Sudah pak , Maaf ya pak , sudah merepotin pak Ardy . Seharusnya tadi bapak langsung pulang saja . Biar saya naik taxsi , bapak tidak usah menunggu saya belanja ."ucap Mutiara ,merasa tidak enak . merasa sudah seperti nyonya Ardy beneran .


Ardy tidak menjawab semua ucapan mutiara ia hanya pura pura sibuk dengan laptopnya . Ia sebenarnya tidak merasa di repotkan . Ia malah merasa senang bisa mengantar mutiara kemana mana dan melihat mutiara selalu dusuk di sampingnya .

__ADS_1


"Kamu belanja banyak banget , memangnya mau masak apa ."tanya Ardy .


" eemm ini ......Mau masak untuk Dimas ."ucap Mutiara lirih sambil menunduk .Ardy menoleh seketika .


__ADS_2