
Tiara memilih menu makan malam itu , semua menu yang di sukai oleh laki laki yang ia cintai .
Tiara juga sudah browsing tempat yang bagus untuk suaminya mengobati penyakit yang suaminya derita . Tinggal ia mencari alasan untuk keluar agar kedua orang tuanya tidak curiga .
Setelah semua masakan telah masak Tiara pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri . Setelah selesai mandi Tiara dan Ardy turun dari tangga bergandengan tangan . Untuk pergi makan malam bersama keluarganya .
"Bik panggilkan Ibu dan mama untuk makan malam bersama ." ucap Ardy pada Artnya yang mereka tugasi menjaga ibu dan mamanya .
"Baik pa ." para Artnya berjalan menuju kamar bu andini dan mama khaza .
Ardy duduk lebih dulu di samping Tiara . Ia melihat menu makan yang terhidang di hadapan nya .
"Dia benar benar ingin kan seorang anak ." batin Ardy melihat menu yang membantu atau merangsang kesuburan .
...----------------...
Hari pertunangan Dimas dan Putri pun tiba . Ardy dan Tiara sedang siap siap di kamarnya .
"Mas aku cocoknya pakai baju apa ya ." tanya Tiara pada Ardy sambil mengacak acak lemarinya mencari baju yang cocok untuknya .
Sudah hampir seluruh baju di almari Tiara keluarkan tapi tak satupun yang ia rasa cocok untuknya .
"Pakai apa saja kamu cocok sayang . Tapi kenapa kamu hari ini begitu aneh , biasanya asal ambil hari ini kenapa pilih pilih ." ucap Ardy yang merasa aneh dengan sikap istrinya akhir akhir ini .
"Hari ini kita mau hadiri pesta pertunangan lo mas , jadi harus pakai yang baik dan sopan kan . Jadi aku harus tampil yang maksimal , biar nanti tidak malu maluin . Apa lagi mamanya Dimas kan rekan bisnis mas Ardy . Aku tidak mau mencoreng nama baik kamu ." ucap Tiara menjelaskan .
__ADS_1
Ardy mengerutkan keningnya mendengar ucapan Tiara . Semua baju tiara bukan baju dari pasar loak . Tapi baju dari perancang yang terkenal , harganya juga tidak main main . Jadi setiap baju yang akan Tiara pakai akan tetap kelihatan mewah dan elegan di setiap mata memandangnya .
"Ya sudah kalau begitu pakai yang ini saja ." ucap Ardy sambil mengambil baju yang ia pilih .tapi Tiara tidak menerimanya tetap memilih baju yang dia rasa bagus di matanya .
Ardy hanya bisa menarik dan menghembuskan nafas bingung . Dengan sikap istrinya yang ia rasa sangat aneh . Ardy membiarkan Tiara memilih baju sendiri dan menghias wajahnya di bantu oleh artnya .
Ardy menunggu Tiara bersolek hampir 2 jam . Itu sudah hal biasa bagi Ardy , untuk menunggu istrinya Ardy menyibuk kan diri dengan urusan kantornya .
"Yuk sayang ." Ucap Tiara yang baru keluar dari kamarnya .Ardy sempat tercenggang dengan dandanan istrinya dan baju yang di pilihnya . Membuat istrinya kelihatan begitu cantik sekali , luar biasa membuat Ardy sendiri pangling .
"Kamu cantik sekali sayang ." puji Ardy .
" Makasih sayang ,yuk ah ,kita berangkat nanti kita telat ." ucap Tiara sambil menggandeng tangan Ardy untuk masuk ke dalam mobil yang di bukakan pintunya oleh sopir mereka .
Ardy dan Tiara berjalan bergandengan tangan menuju ke kursi tempat duduk Dimas . Tanpa Putri , karena putri masih di apit bersama kedua orang tuanya .
"Hai selamat ya , semoga semuanya lancar sampai hari pernikahan nanti ." ucap Tiara sambil menyalami Dimas .
Dimas sempat terpana dengan kecantikan Tiara hari itu , tapi Dimas segera sadar kalau wanita di depan nya datang bersama suaminya . Dan dirinya sebentar lagi akan bertunangan dengan putri . Ia tidak mau membuat putri kecewa karena dirinya masih mengagumi wanita di masa lalunya .
Tapi mata Ardy setajam mata elang . Ia telah bisa menangkap tatapan Dimas terhadap Istrinya . Dimas masih menyimpan rasa pada Tiara . Dia masih terpesona dengan kecantikan Tiara , yang sekarang sudah menjadi miliknya . Tapi Ardy berusaha meredam rasa cemburunya . Masa lalu yang pernah , mereka lewati sudah cukup untuk pelajaran bagi Dimas .untuk melepas Tiara dan berhenti untuk mengganggunya .
"selamat ya ." Ardy segera menyalami Dimas untuk memutus interaksi Dimas dan Tiara segera berakhir . Ardy menyalami Dimas sambil menepuk bahu Dimas .
"Terimakasih Pak Ardy telah sudi hadir di pertunangan saya ." ucap Dimas dengan kata kata yang sopan dan senyum yang ramah .
__ADS_1
"Sama sama ." jawab Ardy sambil membalas senyuman Dimas .
Tiara sedang memandangi putri yang di apit oleh kedua orang tuanya dan di hadiri oleh seluruh keluarga besarnya .
"selamat ya . Semoga lancar sampai hari pernikahan ." ucap Tiara sambil tersenyum menyalami Putri . Dan tidak lupa mereka memberikan peluk cium nya .
"Terimakasih telah datang , mari silahkan duduk ." ucap putri yang juga tersenyum ramah pada Tiara .Ardy hanya melipat kedua tangan nya di depan dada dan tersenyum pada putri . Putri mengikuti apa yang di lakukan oleh Ardy pula .
Ardy dan Tiara segera mencari tempat untuk duduk . Tiara duduk di sebelah putri dan Ardy memilih duduk di dekat Dimas .Cuaca sangat dingin bagi Tiara dan membuat dirinya ingin buang hajat ke toilet . Diam diam Ardy mengikuti Tiara dari belakang . Ia takut istrinya akan di ganggu oleh laki laki lain.
Entah kenapa akhir akhir ini Ardy begitu mencemburui Tiara , hanya Ardy tidak mau menunjuk kan nya pada Tiara , Ardy takut Tiara akan merasa risi di cemburui sebegitunya oleh Ardy .
"Ehh senja , kamu juga ada ada di sini ." sapa Rio tiba tiba yang ada di depan Tiara yang juga baru keluar dari Toilet . Membuat Ardy ikut memandang pemuda yang menyapa Tiara . Rio memandang Tiara dari ujung kaki hingga ujung rambut karena terpesona oleh kecantikan Tiara hari itu .
" Sepertinya aku pernah lihat wajah pemuda itu , tapi di mana ya ." ucap Ardy dalam hati melihat wajah Rio ,ia mencoba menginggatnya .
" Iya . Kok kamu juga ada di sini, ngapain ." tanya Tiara , Dia bersikap sedikit baik , karena menginggat Rio pernah menolong dirinya yang pernah hampir jatuh pingsan .
" Saya sepupunya Dimas , tepatnya abang sepupu kita beda dua tahun ," jawab Rio dengan senyum merekah dengan tetap.masih menatap Tiara dengan kagum .
Menyadari istrinya di kagumi oleh laki laki lain . Dan kelihatan nya laki laki itu menyukai Tiara , dan umurnya juga lebih muda di banding dengan dirinya . Dia juga sangat gagah dan tampan di balik balutan jas hitam nya . Ardy segera menghampiri mereka sambil berdehem
"ehhemm ." dehem Ardy yang segera mendekat dan merangkul Tiara
"Oh jadi kamu sepupunya Dimas , saya sahabatnya Dimas ." ucap Tiara sambil tersenyum ramah dan sedikit mengabaikan Ardy .
__ADS_1