My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 63


__ADS_3

Dimas segera melajukan motornya meninggalkan rumah mutiara .sebenarnya hatinya kesal harus cepat cepat pulang , karena Pak Ardy masih ada di rumah mutiara . Tapi hatinya merasa bahagia karena mutiara masih mengutamakan dirinya dari pada mengutamakan Ardy sebagai Bosnya .


Sementara Ardy dan bu andini juga mutiara tetap melanjutkan makan malam nya sambil ngobrol . Ardy merasa nyaman berlama lama di rumah mutiara .


"inilah hubungan yang ku inginkan , keharmonisan dan keakraban sesama keluarga . Belum pernah aku mendapatkan perlakuan , dan sambutan seperti ini selama menjalin hubungan dengan Nagita .orang tuanya Nagita selalu sibuk bekerja dan bekerja . "gumam Ardy dalam hati .Ardy melihat jam di tangan nya .


"sepertinya sudah larut malam , saya harus segera pamit bu . Takut nanti kemalaman di jalan , dan tidak lupa saya ucapkan terimakasih atas jamuan yang lezat ini ."ucap Ardy kepada bu andini .


"Ya sama sama , hati hati di jalan Nak ."ucap bu andi .


"Baiklah , o ya Tiara . Besok pagi saya akan jemput kamu lagi berangkat ke kantor . Karena besok kita harus pergi ke lapangan , proyek yang kita tanda tangani waktu itu . Kita harus lihat perkembangan proyek itu telah sampai mana ."ucap Ardy sambil menatap Mutiara .


"Baik pak , saya akan bersiap siap lebih awal ."jawab mutiara .


Ardy telah pergi meninggalkan rumah mutiara bersama mobilnya . Mutiara segera membereskan meja makan dan mencuci piring piring kotornya .


"Dimas sepertinya menyukai kamu , Dia kelihatan tidak suka melihatmu dekat dekat dengan Nak Ardy ." ucap bu andini sambil menaruh gelas kotor di samping mutiara . Yang sedang mencuci piring .


"Ah ibu , siapa yang tau isi hati orang . Kita hanya bisa menerka dan berharap , akhirnya kita sendiri yang sakit hati . Tiara tidak mau menduga duga , Tiara tidak mau sakit hati lagi bu . Lebih baik Tiara fokus pada pekerjaan Tiara yang sekarang ."ucap mutiara , sambil membilas gelas yang telah ia sabuni .


"Ibu lihat Nak Ardy ,.... sepertinya juga tertarik padamu ." lanjut Bu andini .


"Hahahaha ibu mah ada ada saja , apa ngak ketinggian bu . Ibu jangan berpikiran yang aneh aneh ,bu .mana mungkin Pak Ardy , lelaki pengusaha yang kaya raya , seorang CEO pt Nugraha jaya . Yang dulu punya segala gala nya Menyukai Tiara yang hanya bekas OB .Di kantornya ,tidak bu ."ucap mutiara menatap ibunya .

__ADS_1


"Itu mungkin saja ya Nak , ibu lihat nak Ardy orangnya tidak arogan , memandang sama kepada sesama . Tidak membedakan dia S1 , S2 atau OB . Nyatanya dia santai datang ke rumah kita yang hanya gubuk reot ."ucap bu andini .


"Sudah ya bu , jangan menerka nerka isi hati orang . Do'ain saja yang terbaik untuk Tiara . Kalau memang jodoh tidak akan kemana kan ."jawab mutiara sambil tertawa .


"Tapi benar lo , ibu lihat Pak Ardy begitu perhatian padamu . Takut kamu kepanasan , takut kamu kehujanan . Nyatanya kemarin malam kamu di panyungi di rengkuh bahumu , bahkan jaketnya pun rela dia lepas untuk kamu ."ucap bu andini .


"Tidak mungkin bu , itu karena aku karyawan dia saja . Lagian pak Ardy juga sudah punya pacar . Dan pacarnya juga bukan orang sembarangan . Jadi tidak mungkin kalau pak Ardy suka sama Tiara yang bukan siapa siapa ini ."ucap mutiara .


"Ohh... Pak Ardy sudah punya pacar to ."jawab bu andini terkejut dan sedikit kecewa .


" Iya bu , makanya jangan berpikiran yang aneh aneh , sudah ya ."ucap mutiara sambil tertawa kecil


"Ya ibu kan cuma ingin kamu bahagia . Dengan laki laki yang mencintai kamu . Akan lebih baik di cintai nak , dari pada mencintai , apa lagi saling mencintai akan lebih bahagia . Hati ibu sedih lihat kamu tiap hari begini buat ibu . Sedangkan ibu tidak bisa memberimu apa apa , selain berdo'a ibu ingin kamu dapat jodoh yang tampan dan mapan seperti pak Ardy ." ucap bu andini sendu .


"Baiklah , Iya ibu akan berharap pada Alloh . Agar Nak Ardy jadi menantu ibu . Ibu akan berdo'a tiap malam ." ucap bu andini . Sambil melenggang pergi meninggalkan mutiara seorang diri .mutiara menaikan alisnya .sambil geleng kepala .


"Hah ibu ada ada saja . Tapi memang sih akhir akhir ini pak Ardy aneh , mau makan satu sendok dengan ku , minta pula aku suapi .tapi kok ibu dah mulai cenayang ya ."ucap mutiara pada diri sendiri .


...----------------...


Dimas telah tiba ke rumahnya . Mama denada telah menunggunya di sofa ruang tamu . Dimas kelihatan kucel dan letih seharian belum mandi . Di tambah kejadian di rumah mutiara . Menambah moodnya dua kalipat buruk .


"mana ada pulang dari kerjain tugas , sampai jam segini . Lihat badan kamu juga bauk banget ."omel mama denada saat menghampiri Dimas .

__ADS_1


"Assalamualalikum ma ." ucap Dimas sambil meraih tangan mamanya dan menciumnya dengan takzim .


Mama denada terkejut dengan perlakuan Dimas . Seumur umur Dimas dah jarang melakukan itu pada nya . Apalagi saat lebaran tiba , dia lebih memilih mengurung diri di dalam kamar .


Dimas akan mengurung diri bila ada mamanya di rumah . Dan akan pergi keluar dengan teman teman nya bila tau mamanya pergi . Pergi dan tak tau waktu untuk kembali bila tak di telepon agar pulang .


"Wa waallaikum salam ."jawab mama denada dengan terbata bata karena kaget .


"Dimas ke kamar dulu ma , mau mandi dan tidur , Dimas capek sekali ."ucap Dimas dengan lembut .


"Kesambet apa ni anak , tadi di telepon aja langsung mati'in telepon tanpa pakai salam . Sekarang kenapa.begitu lembut ."batin mama denada cemas .


"Mama kenapa , lihatin Dimas seperti itu." tanya Dimas pura pura , sebenarnya Dimas tau pasti mamanya kaget dengan perubahan dirinya .


" Kamu baik baik saja kan , tidak lagi kesurupan ."tanya mama denada balik . Dimas malah tertawa .


"Ya tidak lah ma , Dimas tau selama ini mama selalu marah marah sama Dimas . Karena mama khawatir kan Dimas . Dimas minta maaf telah buat mama khawatir . Mulai sekarang Dimas akan selalu turuti semua kemauan mama . Dan akan berusaha , untuk tidak akan buat mama khawatir , sama Dimas ." ucap Dimas sambil tersenyum.


Mama denada terdiam mendengar ucapan Dimas . Di satu sisi lain mama denada terharu dengan ucapan yang di ucapkan oleh Dimas . Tapi di sisi lain ia juga ragu , benarkah itu Dimas atau hanya mimpi . Selama ini bagai mana pun ia membujuk , Dimas selalu membangkang tak pernah merespon kata katany a .


"Benar kamu tidak apa apa ."tanya mama denada .


"Benar ma ini Dimas anak kamu ." ucap Dimas tersenyum melihat mamanya tidak percaya dengan perubahan yang ia buat .

__ADS_1


__ADS_2