
"Maaf sepertinya klien kita akan datang sebentar lagi , saya pamit dulu ." lanjut mutiara
Ardy segrra menghentak kan tangan nya dari genggaman Nagita . Dan Tangan Ardy sukses terlepas dari genggaman Nagita .
"Tunggu saya ." ucap Ardy sambil menarik lengan mutiara , membuat mutiara menghentikan langkahnya . Ardy dengan cepat membereskan berkas berkasnya dan meletak kan uang kopi di atas meja .
Nagita sangat marah melihat tangan Ardy memegangi lengan mutiara . Nagita hendak menarik tangan Ardy , supaya melepaskan lengan mutiara . Tapi tangan Ardy yang satunya dengan cepat meraih pergelangan tangan Nagita .
"Kamu bisa membuat Drama , untuk membuat Tiara cemburu . Tapi kamu tetap tidak bisa memaksa aku untuk kembali pada mu ."ucap Ardy dengan tegas dan menarik tangan mutiara agar peegi meninggalkan tempat itu .
"Ayo kita pergi cari tempat baru untuk meeting ." tutur Ardy begitu lembut pada mutiara .
Mutiara hanya nurut melangkah dengan tenang di samping Ardy . Sedangkan Nagita mengepalkan tangan nya memukul mukul meja melepaskan kekesalan nya .
Ardy dan mutiara telah sampai di depan pintu keluar . Mutiara melepaskan pegangan Ardy membuat Ardy fokus menatap wajah mutiara .
"Aku dan Nagita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi . Itu ukiran dulu , dia sengaja bawa lagi untuk mengingat kan aku dengan masa lalu . Tapi aku tetap tidak goyah , aku sudah tidak mencintai dia lagi ." jelas Ardy agar mutiara tidak salah paham .
"Sebaiknya kita fokus ke meeting kita yang sebentar lagi akan di laksanakan ." ucap mutiara dengan senyum simpul , dan berjalan mendahului Ardy menuju mobil kantor yang ia tumpangi tadi .
Ardy mengikuti langkah Mutiara tanpa berbicara lagi .
Mutiara sendiri masih bingung dengan perasaan nya sendiri . Entah ada perasaan cinta atau tidak kepada Ardy , melihat Ardy bermesrakan dengan Nagita ada sedikit perasaan getir dan sakit di ulu hatinya . Tapi ia belum berani mengatakan kalau itu cinta . Ia takut dengan perasaan nya sendiri , entah itu perasaan cinta atau hanya perasaan yang ingin singgah saja , saat hatinya sedang tidak baik baik saja .
Meskipun hati mutiara terus bertanya tanya , tapi ia tetap profesional dan fokus dalam melakukan pekerjaan nya . Itu yang membuat Ardy makin kagum kepada mutiara . Mutiara tidak pernah mencampur adukan urusan pekerjakan dengan urusan pribadi nya .
Nagita yang melihat Ardy pergi.mengacuhkan dirinya . Bahkan Ardy sudah mengacuhkan kenangan nya dan memilih pergi dengan mutiara .membuat Nagita kesal dan membuang ukiran yang telah ia bela belain bawa dari rumah .
Rasa sakit hati Nagita kepada mutiara semakin menjadi jadi , karena Mutiara datang di waktu yang tidak tepat . Dan menganggu dirinya dan Ardy .
__ADS_1
"Awas kamu perempuan sialan !, lihat saja nanti , aku akan buat kamu menangis darah , kalau sampai Ardy tidak bisa menjadi milikku ." desis Nagita kesal.
"Benar benar perempuan kampret !. Padahal tadi Ardy sudah akan luluh oleh bujukan aku . Tapi gara gara kedatangan perempuan itu , Ardy langsung mengabaikan aku ."lanjut Nagita sambil pukul pukul meja lagi .
...----------------...
Jam pulang kantor telah tiba .Mutiara keluar dari ruang kerjanya dengan membawa berkas berkas yang akan ia kerjakan di rumah . Ia sudah mencoba menyelesaikan nya di kantor hingga ia lambat pulang dua puluh menit , dari jam pulang kantor .
"Pulang sama saya ya ." pinta Ardy yang sengaja menunggu mutiara keluar dari ruangan kerjanya .
" Tidak perlu pak , saya pulang sendiri saja ." ucap mutiara , dengan senyum yang di pakasakan
Ardy meraih kedua tangan mutiara dan menatap wajah mutiara dengan sendu .
"Saya cinta sama kamu Tiara , apa kamu mau menikah dengan saya ." tanya Ardy yang kembali mengutarakan perasaan nya pada Tiara . Tidak ada siapa pun di sana , hanya mereka berdua
"Lalu bagaimana dengan Bu Nagita ."tanya mutiara .
"Lupakan dia , kita sudah putus , lagian dia hanya memanfaatkan saya , dia tidak mencintai dengan kesungguhan hati ." ucap Ardy yang masih menggenggam erat tangan mutiara .
" tapi saya butuh waktu untuk menjawab pertanyaan pak Ardy ."jawab mutiara .
"Baik , tapi jangan lama lama ." ucap Ardy yang membuat mutiara mengerutkan keningnya .
"Saya takut kamu di rebut oleh laki laki lain ."tambah Ardy membuat wajah mutiara bersemu .
"Nanti saya jawab , kalau sudah menemukan jawaban yang tepat ."ucap Mutiara sambil menarik tangan nya dari genggaman tangan Ardy dengan perlahan .
"Benar kamu tidak mau pulang sama saya ." tanya Ardy lagi . Mutiara mengeleng .
__ADS_1
"pak Ardy masih sakit . Lebih baik pak Ardy langsung pulang ke rumah .istirahat biar cepat sembuh . Saya permisi dulu ." ucap Mutiara dan melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Ardy yang masih mematung .
"Pak Ardy baru saja menyatakan perasaan nya lagi untuk ku , dan dia juga mengajak ku menikah ." tanya mutiara pada hatinya sendiri sambil berlari kecil dengan senyum bahagia . Hingga tidak sadar ia sudah sampai di depan pintu gerbang .
Ternyata Dimas sudah sejak tadi menunggu mutiara , dengan mobil mewahnya , dan dengan pakaian kantornya yang masih melekat di tubuhnya . Membuat aura pembisnis muda semakin terpancar sempurna dari wajahnya .
"Tiara ." Dimas sangat bahagia , hari ini masih bisa melihat mutiara , setelah seharian lelah berkutat dengan urusan kantornya .
"Dim ." mutiara kaget dengan sapaan Dimas . Wajah cerianya berubah jadi kaku .
Mutiara menatap Dimas dari ujung rambut hingga ujung kaki . Benar benar berubah dengan Dimas yang dulu , semua berbeda , berbeda dengan Dimas yang dulu . Dulu berpenampilan sederhana apa adanya . Bahkan mutiara merasa berhadapan dengan orang yang baru ia kenal .
"Aku datang untuk menjemputmu , maaf tadi pagi tidak bisa mengantarmu ke kantor . Karena harus pergi meeting pagi pagi ." ucap Dimas memberi penjelasan
"Tidak apa apa Dim lagian....." mutiara menarik nafas dalam dalam ." lagian aku bisa pergi sendiri ."
"Sepertinya kamu tadi kelihatan senang sekali , senang kenapa ." tanya Dimas yang tidak lupa memasang senyum di wajahnya .
"Tidak ...tidak kenapa napa ." jawab mutiara .
"Aku mau ngajak kamu keluar sama aku malam ini , kamu masih bisa kan ." tanya Dimas .
mutiara ingin menolak .tapi ia tidak bisa terus terusan menjauhi Dimas . Bagaimana pun Dimas sufah banyak berjasa dalam hidupnya . Ia tidak mau karena setitik kesalahan membuat persahabatan mereka bubar .
"Bisa ." jawab mutiara sambil tersenyum .
"Kalau begitu aku antar kamu pulang dulu ya ."ucap Dimas .
Mutiara mengangguk , dimas membukakan pintu mobil dan mutiarapun masuk ke mobil Dimas . Yang di saksikan oleh Ardy yang menatap nya sejak tadi . Dari kejauhan tanpa mau menganggu mereka .
__ADS_1