
Ardy segera mengelengkan kepalanya .
"Ardy ini masih pagi ." batin Ardy mengingatkan diri sendiri yang mempunyai pikiran seperti itu .
"Aku pergi dulu ,ya ." ucap Ardy kemudian dan memastikan Tiara tidak akan punya pikiran aneh padanya , karena dirinya sedang menahan hasrat .
Tiara mengangguk sambil tersenyum , membuat Ardy cepat cepat istifar dan masuk ke dalam mobilnya . Dan langsung melajukan mobilnya . Ardy merutuki dirinya sendiri yang terhipnotis oleh senyum Tiara .
Tiara segera masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil Ardy hilang dari pandangan nya .
"Apa apaan aku ini , Hanya melihat senyum manisnya saja , hampir membuat aku mabuk oleh gejolak ini , Ahh ! Aku harus cepat cepat selesaikan urusan kantor ini , Dan aku akan segera menikah dengan Tiara ." gumam Ardy yang kembali teringat dengan senyim manis Tiara yang mampu membangkitkan gairah lelakinya . Entah sejak kapan pikiran yerkutuknya itu hadir dikepalanya .
...----------------...
Dimas pergi meluncurkan mobil mewahnya untuk mencari cari tempat untuk melancarkan aksinya bersama Nagita nanti .
Tit..tit...Dimas menekan klakson mobilnya . Saat melihat seorang gadis sedang memarkirkan motornya di tengah jalan Pedesaan itu .
Terlihat seorang gadis melambaikan tangan dan mendekati mobilnya . Dan gadis itu mengetok kaca jendela mobilnya . Dimas menurun kaca mobilnya .
"Ada apa ." tanya Dimas ketus pada gadis itu .
"Mas bisa tolong aku tidak ." pinta gadis itu dengan memohon .
"Bantu apa ." tanya Dimas datar .
"Tolong cek motor aku sebentar mas , motor aku mogok padahal bensinnya masih full ." ucap Gadis itu .
Dimas turun dari mobilnya dan mendekati motor tua gadis itu . Dimas mulai dari mengengkol selah motor itu dan menstarternya , hingga ke busi motor itu .Dimas membersihkan busi motor tua gadis itu . Dengan meniup niupnya kotoran yang ada di busi .
Gadis itu mendekati Dimas ingin tau apa yang di lakukan Dimas pada motornya dengan membungkukkan badan nya di samping Dimas , hingga rambutnya terurai lurus ke bawah hingga menjadi tirai antara Dimas dan gadis itu .
__ADS_1
"Sepertinya busi nya sudah tidak bisa di pakai ." ucap Dimas yang masih fokus dengan busi di tangan nya , yang sudah menghitam .
Perlahan Dimas menoleh ingin melihat gadis itu tapi ." Astaqfirulloh .allohuakbar ."
Pekik Dimas yang kaget melihat ada rambut terurai di samping wajahnya , hingga Dimas terpental ke belakang .
"eh mas kamu tidak apa apa ." tanya gadis itu dan ingin membantu Dimas untuk duduk kembali .
"Kamu itu ya kenapa kamu biarkan rambutmu terurai seperti ini , dekat sekali dengan wajahku . Aku kira aku lihat mbak kunti tau ."ucap Dimas sambil meraba dadanya .
"Ya maaf aku kan hanya ingin lihat , biar tau nanti cara memperbaikinya saja . " jawab gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya . Membuat Dimas teringat pada Tiara , saat melihat wajah gadis itu yang kelihatan memelas .
Dimas segera berdiri membersihkan celananya dan juga tangan nya dengan tisue .
"motor kamu itu businya sudah tua , minta di ganti.sama busi yang baru , di sini ada bengkel tidak ."tanya Dimas pada gadis itu .
"Ada sih mas ,tapi jauh dari sini , harus lewati dua tanjakan lagi di depan ." ucap gadis itu cemas .
"Loh ngapain kamu ngikuti saya ." tanya Dimas , melihat wajah gadis itu begitu cemas .
"saya ikut ya ."pinta gadis itu memelas .
"Lah kalau kamu mau ikut , terus motor kamu gimana , apa aman motor kamu di tinggal di tempat yang sepi begini ." tanya Dimas yang hanya dapat jawaban gelengan kepala dari gadis itu .
"Terus kamu suruh saya harus bagaimana lagi ." tanya Dimas dan lagi lagi gadis itu hanya mengelengkan kepala lagi . Gadis itu juga tidak tau harus bagaimana .
"Saya takut sendirian di sini ." ucap Gadis itu sambil meraba tengkuknya . Membuat Dimas mencebik , membuat dia berpikir semua wanita sama saja , menginggatkan dia pada Tiara dulu yang juga suka seperti itu . Takut sendirian di pinggir jalan saat akan ia tinggal beli bensin , saat motornya kehabisan bensin .
Dengan alasan takut hantu sambil meraba tengkuknya , Dimas tertawa terbahak bahak karena Tiara bilang takut hantu di siang hari .
" Saya ikut ya ." mohon gadis itu lagi yang membuyarkan lamunan Dimas .
__ADS_1
"Ya boleh saja kamu ikut saya , tapi bagaimana dengan motor kamu , kan tidak mungkin motor kamu di tinggal di sini ."ucap Dimas , Dimas berpikir beberapa saat
"Begini saja , bagaimana kalau motor kamu di ikat di belakang mobil saya , saya ada tali di bagasi . nanti motornya kamu naiki terus saya tarik dengan mobil saya .." ide Dimas yang ia kira masalahnya sesimpel itu .
"Saya takut seperti itu , saya tidak bisa ." geleng gadis itu . Membayangkan saja takut .itu motor rida dua bukan roda empat yang akan mudah di tarik .
Dimas menepuk jidatnya sendiri dan menatap gadis itu .
"Terus bisa mu apa , kamu sudah banyak membuang buang waktu saya . Saya tidak bisa bantu kamu lagi , sudah percuma buang waktu juga ."ucap Dimas dengan kesal .
"Tinggal naik di atas motor saja dan saya tarik pakai mobil saja juga tidak bisa, bisa nya apa , apa lagi bawa mobil ."gerutu Dimas .
"Saya bisa bawa mobil ." teriak gadis itu dengan cepat membuat langkah Dimas mengambang dengar ucapan gadis itu . Dimas membalik kan badan nya , Dan menanyakan kembali pada gadis , yang dia anggap gadis kampungan seperti dia .
"Apa kata kamu , gadis kampungan sepertimu bisa bawa mobil ." Tanya Dimas dengan ekspresi tak percaya , tapi dengan cepat gadis itu mengangguk kan kepalanya .
"Kalau mas izinkan biar saya bawa mobilnya dan mas yang duduk di motor ." ucap gadis itu dengan menampak kan sedikit senyum cerahnya .
"Kamu yakin bisa bawa mobil ." tanya Dimas ragu .
"Bisa ,mana talinya ayo kita segera ikat motornya ." ucap gadis itu .
"Di sana , dalam bagasi , biar aku ambil dulu ." ucap Dimas dan pergi membuka bagasi mobil dan mengambil sebuah tali .kemudian keduanya mulai mengikat motor tua gadis itu .
Selesai mengikat motor , gadis itu segera masuk ke dalam mobil Dimas dan menyalakan mesin nya , Dimas sedikit terkejut melihat gadis itu benar benar bisa membawa mobil , buktinya dia tau cara menyalakan mobil nya.
"Ayuk ." ajak gadis itu yang melihat Dimas masih bengong di tempat nya tadi berdiri .
"O ." jawab Dimas dan segera menaiki motor tua gadis itu . Gadis itupun menjalan kan mobil Dimas dengan pelan dan hati hati .
"Perempuan aneh ,dandanannya saja seperti gadis biasa , naikannya motor buntut , tapi bisa bawa mobil ." gumam Dimas dalam hati .
__ADS_1