My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 56


__ADS_3

" Pernah , dia jadi tulang punggung keluarga ini .Tiara pernah bekerja di rumah makan . Dia yang membiaya rumah sakit ibu , beli obat untuk ibu ,biaya makan dan keperluan sehari hari , semua dari Tiara ." ucap bu andini . Walau tersenyum Ardy bisa melihat air mata bu andini yang tanpa sengaja jatuh . Tapi Arsy pura pura tidak melihatnya , takut akan menambah kepedihan hati bu Andini .


Ardy merasa nasib nya sama dengan Mutiara sebagai tulang punggung keluarga . Bedanya Ardy hanya tinggal meneruskan perusahaan peninggalan papanya . Kalau mutiara dia harus mengais dari nol bahkan dari belas kasihan orang orang yang memandangnya rendah .


"Nak Ardy sudah sarapan , bagaimana kalau kita makan bersama "tanya Bu Andini .menawari Ardy .


"Tidak usah bu ,terimakasih . Tadi saya sudah makan di rumah . Ibu pergi saja sarapan dulu , ibu juga harus jaga kesehatan ibu . Biar Tiara tambah semangat untuk jadi tulang punggung . Biar saya menunggu di sini saja ."ucap Ardy .


"Ya sudah kalau begitu ibu masuk dulu . Jangan lupa kopi nya di minum ." ucap bu Andini .


"Baik bu , silahkan ."jawab Ardy sambil tersenyum .


Bu andinipun masuk ke dalam rumah untuk sarapan . Dia tidak boleh telat makan , karena asam lambung yang dia derita .mutiara sudah selesai mandi ia dandan ala kadarnya dan segera menuju ke ruang makan dan meraih kotak makan .


"Kamu tidak makan di rumah nak ."tanya Bu Andini .yang melihat mutiara memasukan nasi dan lauknya ke dalam kotak bekal makanan nya .


"Tidak bu , kasihan pak Ardy menunggu terlalu lama ."ucap mutiara yang telah selesai menyiapkan bekalnya dan langsung pergi keluar menemui Ardy .


"Tiara berangkat dulu bu ,"ucap Mutiara sambil meraih tangan ibunya untuk ia cium .


"Hati hati ya ."ucap bu andini .mutiara segera menemui Ardy yang sedang menikmati kopi buatan bu andini dengan nikmat .


"Kita berangkat sekarang pak ."ucap Mutiara .


"ehh cepat sekali kamu dandan nya , kamu mandi tidak ." ledek Ardy dengan memasang wajah pura pura terkejut .


"Untung Bos . Kalau bukan Bos sudah aku keplak pakai tas ini ."balas mutiara lirih yang sengaja dia dengarkan untuk Ardy sambil menepuk nepuk tas pemberian Ardy .


"Sopan sedikit saya Bos kamu ," ucap Ardy sambil merapikan dasinya .


"Iya pak Bos , CEO pt Nugroho jaya ."sunggut mutiara sambil membungkuk .

__ADS_1


"kamu sudah siap ," tanya Ardy mulai serius .


" sudah ini ,"jawab mutiara sambil membenahi tas slempang di bahunya .


"Kamu bawa bekal ya."tanya Ardy lagi .


"Iya pak ."jawab mutiara .


"Sudah pamit sama Ibu ."tanya Ardy lagi.


"hemm sudah , saya duduk di belakang saja ya pak ."ucap mutiara .


"enak aja , emang kamu pikir saya sopir kamu ." ucap Ardy tanpa menoleh .


Mutiara hanya mencebik dan masuk ke dalam mobil . Ardy segera melajukan mobilnya ke kantor . keduanya diam seribu bahasa hingga sampai ke kantor .


"Eh pak , bukankah itu istrinya pak anton ."ucap mutiara saat melihat seorang wanita dengan pakaian lusuh berdiri di depan pintu gerbang kantor .


"mau apa lagi dia ke sini ."tanya Ardy kesal .


"Maaf bu , ibu indah kemari lagi ada apa ."tanya mutiara pada indah yang kelihatan begitu acak acakan keadaan nya .


"Mbak tolong saya , bujuk pak Ardy untuk memaafkan kesalahan mas Anton . Saya mohon , saya sedang hamil , saya tidak punya uang , juga tidak punya tempat tinggal . Saya mohon mbak , biar saya bisa kembali lagi ke rumah suami saya ."pinta indah sambil menggenggam tangan mutiara . Dengan air mata yang deras membasahi pipinya .


Mutiara sangat iba melihat keadaan indah . Ia hanya bisa mengangguk saja . Tanpa bisa membantah ucapan indah . mutiara melihat perut indah yang kelihatan buncit menandakan kalau dia benar benar hamil .


"Ini ada sedikit uang , ibu pakai dulu untuk beli makan . Saya akan masuk , kembali kerja lagi . Nanti saya akan coba bicarakan dengan pak Ardy . Tapi saya tidak janji akan berhasil membujuk nya ."ucap mutiara sambil meletakkan uang di tangan indah .


Indah hanya bisa menghapus air matanya , saat melihat mutiara masuk ke dalam kantor . Mutiara juga buru buru masuk takut kena marah Ardy , tapi baru melangkah beberapa langkah ..


Bruuug...

__ADS_1


terdengar sesuatu yang jatuh , mutiara membalik kan badan dan melihat indah jatuh pingsan . Mutiara segera lari mendekat .


"ya ampun ibuk , kok bisa dia jatuh pingsan seperti ini ."ucap mutiara sambil mendekati tubuh indah .


"pak tolong , panggilkan pak Ardy . Kita harus bawa dia ke rumah sakit , dia pingsan ." ucap mutiara kepada pak satpam . Pak Satpam segera lari menuju ke ruangan Ardy .


TOK ...TOK ...TOK..


" masuk ."jawab Ardy dari dalam .


"Maaaf pak , Di suruh panggil bapak sama mbak Tiara . Perempuan tadi pingsan , mbak Tiara bilang harus bawa perempuan itu ke rumah sakit ."ucap pak satpam terengah engah karena berlari lari .


"merepotkan saja ."Hardik Ardy geram . Ardy melangkah menghampiri mutiara .


" Ngapain kamu tolong dia ?, sudah biarkan saja ,ini perbuatan dia sendiri , biar dia tanggung sendiri ." hardik Ardy . Mutiara berdiri menatap tajam ke arah Ardy .


"Pak Ardy saya tau bapak masih kecewa dengan mereka . Tapi bapak lihat sekarang , ibu ini sedang mengandung . Apa bapak mau di cap sebagai pembunuh , bila terjadi sesuatu pada ibu atau bayi dalam kandungannya , karena bapak tidak mau menolong , apa lagi kejadian nya di depan kantor bapak ."bentak balik mutiara .


Ardy mendengus kesal dan pergi mengambil mobilnya dan menghentikan nya di depan mutiara . Ardy dan mutiara memapah indah masuk ke dalam mobil . Tanpa bicara lagi Ardy segera melarikan indah ke rumah sakit .


"Tolong sus dia sedang hamil ."ucap mutiara pada suster di ugd .yang segera keluar membawa tempat tidur dorong khusus pasien .mereka mengadakan pemeriksaan dengan teliti .terutama dengan kandungan indah .


Tak lama kemudian Dokterpun keluar menemui mutiara dan Ardy.


"keluarga pasien ." ucap dokter .


"bagaimana keadaan nya dok ."ucap mutiara . Ardy tak bergeming dengan kedatangan dokter , yang mengurus indah .


"Apa kandungan nya baik baik saja dok ."tambah mutiara harap harap cemas .


" Syukur Alkhamdulillah , kalian cepat mengantarnya kemari , kalau tidak mungkin ibu dan bayinya tidak akan tertolong , Di karenakan ibunya kurang sehat dan sudah lama kelaparan . Apa dia tidak punya keluarga dan tempat tinggal."tanya sang Dokter .

__ADS_1


Mutiara tak bisa menjawab , ia menatap Ardy yang masih diam tak bergeming .


"Saya kurang tau Dok , karena saya bukan keluarganya . Tadi kami kebetulan saja lewat dan menemukan nya pingsan di tepi jalan ."ucap mutiara sambil menelan ludahnya susah payah dengan menatap Ardy .


__ADS_2