My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 164


__ADS_3

Jam kuliah sudah selesai , sesuai pesan Ardy kalau hari itu Ardy pergi mengecek cabang kantor lain . Tiara menunggu kedatangan sopir nya yang akan menjemputnya .


"Sudah mau pulang ." tanya Rio yang mengaget kan Tiara . Karena tiba tiba Rio laki laki yang ingin ia jauhi , tiba tiba sudah ada di sampingnya .


"Iya ." jawab Tiara sambil terpaksa tersenyum untuk Rio .


"Kamu pucat sekali , kamu sedang sakit ." tanya Rio kembali .


"Tidak , aku baik baik saja ." jawab Tiara yang merasa Rio terlalu memperhatikan dirinya , membuat Tiara semakin tak nyaman untuk berdiri di samping Rio .


"Tapi kamu kayaknya pucat sekali , seharusnya kamu sepulang dari sini ke dokter saja ." ucap Rio pada Tiara , Tiara hanya tersenyum dan mengangguk .


"Iya Terimakasih , saya buru buru dan harus segera pergi dulu ."jawab Tiara . Dia semakin cepat melangkah , tapi bukan nya cepat pergi tapi kepala nya semakin pusing dan sakit bahkan hampir jatuh ke lantai .


Rio dengan cekatan menangkap tubuh Tiara yang kecil di banding tubuh Rio yang besar tinggi dan kekar .


Menyadari badan nya berada di tubuh laki laki lain Tiara segera bangkit dan menjauhkan dirinya dari Rio dan berdiri seperti semula . Walau sebenarnya kepala nya masih terasa pusing .


"Maaf karena kamu tiba tiba mau jatuh jadi saya reflek aja menangkap tubuh kamu ." ucap Rio yang merasa bersalah ,dan canggung di mata Tiara .


"Iya terima kasih banyak ." ucap Tiara sambil memberikan senyuman yang Tulus pada Rio . Karena Rio sudah membantunya .


"Mari saya antar ke depan , Biar kamu bisa menunggu di depan saja , saya takut nanti kamu pingsan lagi di sini."ucap Rio menawarkan diri .


Tiara merasa ucapan Rio ada benarnya juga . Ia pun mengangguk dan , Mereka pun berjalan bersama ke depan dengan suasana yang sama sama diam . Tiara tidak tau apa yang ada di pikiran laki laki itu sekarang , yang berjalan dengan canggung . Itu yang di rasakan oleh Tiara dengan sikap Rio yang sedang berjalan di sampingnya .

__ADS_1


"Terimakasih , saya sudah tidak apa apa , kamu bisa pergi duluan ." ucap Tiara , saat melihat Rio masih berdiri di dekatnya .menemaninya menunggu jemputan Tiara tiba .


"Sama sama , baiklah kalau begitu saya 0ergi dulu . Kalaupun terjadi sesuatu lagi padamu di sini juga masih banyak mahasiswa yang lalu lalang , mereka juga pasti mau menolongmu ." ucap Rio sambil tersenyum .


" Kalau begitu saya pulang dulu ya ."ucap Rio yang tersenyum pada Tiara . Tapi Tiara menatap Rio bukan nya pergi ke parkiran atau ke jalanan yang menuju pulang . Tapi Rio malah masuk ke dalam sebuah kelas .


Tapi Tiara tak ambil pusing dengan itu semua , ua juga tak ingin tanya atau ingin tau .Tak lama kemudian jemputan Tiara datang , sopir pribadinya yang menjemput Tiara pun segera masuk ke dalam mobil untuk segera pulang .bersamaan dengan Rio yang muncul dari dalam kampus lagi .yang mungkin ada kepentingan lain sebelum ia pulang .


"Syukurlah dia sudah di jemput ." ucap Rio yang keluar dari oersembunyiaan nya .Rio bersembunyi ingin memastikan keadaan Tiara ,ia takut Tiara pingsan lagi . Rio segera pergi ke parkiran dan mengambil mobilnya untuk segera pulang.


Sementara Tiara yang merasakan sakit di kepala tidak reda ia pijit pijit dahinya .


"pak , kita berhenti di apotik sebentar ya , saya mau beli obat sakit kepala sebentar ." ucap Tiara .


"Tidak usah panggil dokter ke rumah , saya cuma sakit kepala saja kok . Beli obat ke apotik saja ." ucap tiara yang mengira mungkin dirinya terlalu capek memeras pikiran nya , untuk urusan kuliah .


Tidak mau berdebat dengan nyonya nya sopir keluarga Ardy pun menuruti permintaan Tiara dan memarkirkan mobilnya di tepi jalan depan apotik .


Tiara segera turun dan minta obat pereda sakit kepala , dan sebotol air mineral .Tiara langsung meminum nya di tempat , swlwsai minum obat Tiara kembali masuk ke dalam mobil dan segera pulang .


Sampai di rumah Tiara langsungbmasuk ke dalam kamar dan membaringkan badan nya yang ia rasa sangat lelah . Tak lama kemudian mata Tiara terpejam .


Bu andini pergi menemui sopir , menanyakan tentang Tiara .


" Apa Tiara sudah pulang pak ." tanya bu andini .

__ADS_1


"Sudah bu . Kelihatan nya bu Tiara butuh istirahat dia kelihatan sangat lelah "ucap Sopir memberi tahu .


"Baiklah , kalau begitu biarkan dia istirahat ."jawab bu andini .


Ardy pulang dari kantor langsung masuk ke dalam kamar , karena dapat kabar dari sopir keluarganya . Sampai di dalam kamar tepat Tiara baru saja membuka matanya .


"Sayang , aku dengar sopir bilang kamu pergi ke apotik beli obat , kamu sakit ." tanya Ardy sambil mendekati Istrinya yang masih terbaring di tempat tidur .dan meletak kan tangan nya di kening Tiara . Semua normal tidak ada demam .


"Oh itu tadi , aku merasa pusing dan sakit kepala .jadi aku mampir sebentar ke apotik beli obat ." ucap Tiara . Yang merasa badan nya sudah membaik .


"Kan Mas dah sering bilang jangan sembarang beli obat di apotik , kalau sedang sakit . Lebih aman panggil dokter pribadi keluarga kita . Dia akan datang di mana pun kamu berada , dan kamu tidak perlu beli sembarangan obat seperti tadi ." ucap Ardy


"Iya mas , sudah sana mas mandi dulu , mas kelihatan lelah sekali ." Tiara mengalih kan percakapan malah mengkhawatirkan Ardy .


" kamu itu selalu begini . Tidak pikirkan diri sendiri yang sudah sakit , malah pikirkan aku , kamu benar benar keras kepala, tidak mau dengar kata orang lain ." protes Ardy sedikit kecewa dengan Tiara . Yang tidak mau perhatikan kesehatan sendiri tapi malah memperhatikan nya .


"Bukan begitu , tadi Tiara hanya kecapekan saja , sudah sekarang mas mandi dulu , jangan khawatirkan Tiara ." ucap Tiara .


"Ya sudah , kalau begitu mas mandi dulu , kalau kamu masih kurang sehat , tidur lagi istirahat jangan banyak gerak kalau belum benar benar sehat ." ucap Ardy .


"Iya mas , Tiara sudah sedikit baikan kok ." jawab Tiara . Ardy tersenyum sambil merapikan anak rambut Tiara yang berantakan karena bangun tidur . Dan segera pergi ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badan nya .


Tiara tiba tiba teringat wajah Rio yang telah menolongnya . Tiara swgera menepis bayangan itu ia tidak mau memikirkan laki laki lain selain suaminya sendiri . Ia percaya Ardy lah laki laki yang baik untuk dirinya .


Tiara bangkit dari tempat tidurnya dan segera menganti bajunya . Dan turun ke dapur untuk menyiapkan masakan makan malam yang di bantu oleh para Artnya .untuk menyiapkan bahan bahan yang akan di masak .

__ADS_1


__ADS_2