My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 198


__ADS_3

"Tiara mana tidak bersamamu ." tanya bu andini yang siap siap berangkat ke pesta pernikahan Dimas , dan sedang menunggu di ruang tamu bersama mama khanza,.


"Tiara tiba tiba mual mual Bu , tidak bisa bangun badannya lemas .jadi tidak bisa ikut aku juga ingin menemani nya saja , tapi Tiara bilang tidak enak sama keluarga Dimas kalau semua tidak datang ." ucap Ardy .


"Ya sudah kalau begitu ibu saja yang temani dia ." ucap bu andini .


"Jangan bu , tiara tidak akan setuju , ibu tidak usah khawatir , Ardy sudah suruh bibi temani Tiara di kamar , Ardy juga tidak akan lama di sana bu , Ardy akan segera pulang temani Tiara lagi jadi Ibu dan mama harus tetap pergi ." ucap Ardy pada bu andini .


"Ya memang kamu harus begitu sebagai suami. Selalu memastikan istrimu baik baik saja . walau kamu dalam keadaan sibuk ." ucap mama khanza , dan bu andini tersenyum karena isi hatinya dah di ucapkan oleh mama khanza .


"Baik ma , ibu ." ucap Ardy .


Ardy kemudian pergi sendiri ke pernikahan Dimas dan putri membawa kado yang jauh jauh hari telah Tiara siapkan .


Sementara bu Andini dan mama khanza pergi di antar oleh sopir pribadi mereka .


Sedangkan pembantu Ardy masuk ke dalam kamar Tiara setelah mendapat izin dari Tiara baru pembantunya berani masuk ke dalam kamar .


"Bu , apa ibuk butuh sesuatu , biar saya yang ambilkan atau saya pijitin kaki ibu , biar enakan sedikit " tanya bibi pelan pelan pada Tiara .


"Tidak usah bibi , bibik ke dapur saja masakan saya makanan . Sepertinya saya sudah lapar lagi ." ucap Tiara .


"Tidak bisa bu , saya takut , saya tidak boleh tinggalkan ibu di kamar sendirian . Untuk makan siang biar pembantu lain yang memasaknya ." ucap pembantu Tiara .


"Bibi kenapa kelihatan begitu takut ." tanya Tiara . Yang melihat ketakutan di wajah pembantunya dan enggan untuk pergi meninggalkan kamarnya dan pergi masak .


"Bukan apa apa bu , saya takut melanggar perintah bapak , saya kena pecat ." ucap pembantunya .


"mas Ardy bilang begitu sama bibi ." tanya Tiara yang di angguki oleh pembantunya , sambil menunduk dengan tangan nya yang memilin milin ujung bajunya .


"jangan suruh saya keluar bu , kalau Ibu lapar saya bisa panggil amel antar makanan ke sini ." ucap pembantunya dengan wajah memelas membuat Tiara tertawa .

__ADS_1


"Ya sudah terserah bibi gimana baiknya saja ." ucap Tiara tidak ingin mempersulit para pembantunya dengan hal hal kecil itu .


"Terimakasih bu ," ucap pembantunya dan mengeluarkan ponsel dari saku bajunya segera menghubungi teman nya untuk membuatkan makanan untuk Tiara , dan mengantar nya ke kamar Tiara .


"wah ponsel bibi canggih benar kenapa apelnya di gigit ." ucap Tiara bercanda setelah pembantunya selesai menghubungi teman nya .


"Ih ibu emang sengaja bu sebagai logo dari hp ini bu ." jawab pembantunya itu tersipu .


"ini juga anak saya yang belikan , katanya biar bisa vidio coll kalau lagi kangen ." jawab nya malu malu .


"oh biar bisa ngobatin rindu sama bibi mungkin ." ucap Tiara .


"Ahh dia mah bukan rindu sama saya Bu . Tapi kangen sama uang saya , tiap hari suruh ngisi pulsa katanya pulsa nya habis di sedot . Ya iyalah habis di sedot , wong tiap hari telponan sama pacarnya . " ucap pembantu Tiara yang membuatnya tertawa , kehadiran pembantunya di dalam kamar nya membuatnya terhibur , tidak merasa sepi lagi .mereka berdua asyik bercerita .


kadang pembantu Tiara sampai lupa kalau yang di ajak bicara adalah majikan nya , malah kebablasan bukan bercerita tapi malah curhat . Bagi Tiara tidak masalah pembantu juga sama dengan dirinya , manusia yang punya kekurangan dan kelebihan . Itu juga yang membedakan kedudukan dan status mereka .


Bagi Tiara pembantu juga patut di hormati ,karena sudah rela kerja di rumahnya meninggalkan keluarga .


"Selamat menempuh hidup baru semoga bahagia dan langgeng selama lamanya ." ucap Ardy sambil menjabat tangan Dimas dan melipatnya untuk putri .


"Amin.....amin..terimakasih sudah hadir ." ucap Dimas dan putri hanya tersenyum .


"Alkhamdulillah , maaf sangat di sesalkan , Tiara tidak bisa hadir di pernikahan kalian , menyaksikan kebahagiaan kalian . Karena tadi pagi tiba tiba dia merasa tidak enak badan ." ucap Ardy menyampaikan ketidak hadiran Tiara .


"Tidak apa apa ,bawaan ibu hamil , yang penting kesehatan dia , juga kebahagiaan kami ." ucap Dimas tidak mempermasalahkan ketidak hadiran Tiara .


"Kalau begitu , saya minta maaf tidak bisa lama lama di sini , dan saya harus pamit pulang takut terjadi apa apa sama Tiara ." ucap Ardy yang membuat Dimas kagum akan sikap Ardy yang sebenarnya terhadap Tiara .


"Silahkan , memang dia lebih butuh banyak pengawasan dalam keadaan nya sekarang ." jawab Dimas berbesar hati .


Ardy segera meninggalkan Dimas dan Putri . Putri juga kagum dengan perhatian Ardy kepada Tiara .

__ADS_1


"Suami mbak Tiara sangat perhatian ya ." ucap putri .


"Mas juga akan lebih perhatian padamu . Melebihi dia ." ucap Dimas yang tak mau pesonanya di kalahkan oleh Ardy di depan istrinya sendiri .


"harus kalau tidak aku akan bawa lari anak kita dari mas Dimas ." ucap Putri membuat Dimas tertawa .


"Anak kita yang mana , emang kita dah pernah buat anak ." ucap Dimas yang dapat cubitan dari Putri .


"aw sakit mas kan bercanda , memangnya kamu mau kita punya anak berapa ." tanya Dimas pada putri sambil membawa putri untuk dusuk di pelaminan .


"Dua anak saja cukup mas ." ucap Putri .


"Itu terlalu sedikit sayang ,mas maunya 6 atau 12 ." ucap Dimas .


"memangnya kita mau buat ajang perlombaan atau klub sepak bola ." ucap putri melotot pada Dimas . Membuat Dimas tertawa .


Ardy telah sampai di rumah . Ia langsung berlari ke kamar Tiara . Tepat saat itu Tiara di dalam kamar sedang makan dengan lahap .


Tok...tok...tok..


"Masuk ."jawab Tiara dari dalam kamar .Pembantu Tiara oergi membuka kan pintu ia terkejut melihat Ardy telah berdiri di depan pintu .


"loh Bapak sudah pulang atau ada yang ketinggalan ." tanya pembantu nya .


"Tidak ada , kamu sudah boleh pergi ke belakang ." ucap Ardy .


"Baik pak ." jawab pembantunya dan pamitan pada Tiara untuk pergi ke belakang . Kini tinggal lah Ardy dan Tiara yang ada di dalam kamar .


"Mas cepat sekali perginya , cuma 30 menit ." Tanya Tiara heran pada suaminya itu .laki laki yang tampan tapi otot otot badannya masih kelihatan kekar walau pakai kemeja .


"Mas kangen sama kamu , tidak bisa mas lama lama jauh darimu ." ucap Ardy ngegombal yang bikin Tiara tertawa terbahak bahak .

__ADS_1


__ADS_2