My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 143


__ADS_3

"Ya siapa tau , kamu kan sukanya bermain ke sungai ,jadi bisa cuma cari kecebong dan berenang , siapa tau kamu juga bisa di bagian dapur ." jawab Dimas tak menghiraukan ucapan Putri yang menyinggung tentang Tiara .


"Hus kamu kalau ngomong . Masakan Putri enak sekali lo . Sono kamu cepat pulang cicipi masakan putri baru komentar . Ibu nya tiara biar mama sama putri yang jagain ." ucap bu denada .


"Tapi ma , ngak enak sama Tiara , tadi udah janji jagain ibunya , nyatanya Dimas pulang juga ." ucap Dimas .


"Kan masih ada mama dan putri yang jagain di sini .Nanti biar mama yang bilang ke Tiara kalau kamu juga pulang ganti baju nanti juga ke sini lagi . Sudah cepat pulang sana ." ucap bu denada .


Dimas akhirnya menyetujui perintah mamanya . Karena tubuhnya juga sudah gerah dengan jaket yang ia pakai . Ia ingin segera menguyur badan nya dan mengisi perutnya .


"Ya sudah kalau begitu Dimas pulang dulu . Titip tante Andini ya ,kalau ada apa apa segera kabari Dimas ." ucap Dimas kepada mamanya dan juga putri .


"Siap , sudah sana pulang ,nanti masakan putri keburu basi ." goda bu denada membuat putri merona kalau malu .


Dimas juga hanya tersenyum simpul dan oergi dari sana .


...****************...


Ardy membawa pulang Tiara ke rumahnya bukan rumah Tiara lagi .


"Kalian sudah pulang ." tanya mama khanza yang membukakan pintu untuk mereka . Karena dokter telah mengizin kan mama khanza untuk pulang , Ardy menyuruh sopir dan pengawalnya mengantar mamanya pulang lebih dulu untuk istirahat di rumah .


"Iya ma ." jawab Ardy yang pulang bersama dengan Tiara .


"Bagaimana keadaan ibunya Tiara ." tanya mama khanza cemas .


" Ibu masih ada di ruang operasi ma , operasi masih berlangsung . Di sana ada mamanya Dimas juga Dimas yang menjaga ibu . Mereka menyuruh kami pulang untuk menganti baju , biar rileks ." ucap Ardy .


"oh begitu , iya memang sebaik nya kalian bersihkan badan kalian dulu biar kelihatan segar . Tiara sini kamu ikut mama ."ucap mama khanza sambil meraih tangan Tiara .


Tiara menatap Ardy bingung . Dengan Ardy yang mengajak nya pulang ke rumahnya saja sudah membuat Tiara bingung . Semua baju baju nya ada di rumah nya sendiri . Bagaimana bisa Ardy membawanya Ardy bukan nya mengantar pulang ke rumahnya tapi malah di bawa pulang ke rumah Ardy .

__ADS_1


"Kamu ikut dengan mama ya , mulai sekarang kamu dan ibu kamu akan tinggal di sini sampai hari pernikahan kita nanti .kami sudah menyiapkan kamar untuk kamu dan ibu kamu . Aku tidak bisa membiarkan kamu tinggal jauh dari aku . Aku takut akan banyak orang , yang akan menyakiti kamu lagi ." ucap Ardy yang menambah rasa haru di dalam hati Tiara .


Tiara mengangguk dan mengikuti langkah mama khanza . Mama khanza menunjukkan sebuah kamar untuknya dan ibunya .


"nah ini kamar kamu dan ibumu sementara waktu ya ." ucap mama khanza .


"satu minggu lagi kalian kan akan menikah , setelah kalian menikah , kamu kan akan pindah ke kamar Ardy . Biarkan ibumu tetap tinggal di sini sama sama kita .Dan kamar ini biar tetap di tempati oleh ibumu . Biarkan ibumu juga tinggal di sini ,biar rumah ini tambah regeng , ramai banyak penghuninya , ya ." lanjut mama khanza sambil mengelus kepala Tiara .


"Terimakasih , tante ." ucap Tiara dengan mata berkaca kaca . Ia sangat bersyukur mendapatkan calon ibu mertua yang sangat perhatian padanya , juga memikirkan kehidupan ibunya .


"Jangan panggil tante lagi , mulai sekarang kamu panggil mama saja ,biar sama seperti Ardy ." pinta mama khanza .


" Iya ma ."jawab Tiara .


"kalau begitu mama tinggal dulu . Baju baju kamu ada lemari , kamu tinggal pilih mana yang mau kamu pakai ." ucap mama khanza sebelum pergi meninggalkan kamar Tiara yang juga cukup besar .


"Baik ma ,terimakasih ." jawab Tiara .


Tiara telah memilih satu stel baju yang ingin dia pakai . Yang kelihatan sopan untuk di pakai ke rumah sakit . Setelah selesai mandi dan bersiap siap Tiara menunggu Arsy di ruang tengah untuk kembali lagi ke rumah sakit .


...****************...


Dimas juga telah sampai di rumah . Seperti pesan mamanya untuk makan masakan putri . Ia melangkah ke meja makan tapi meja makan telah kosong tidak ada hidangan .


"Apa bibik menyimpan nya di kulkas ya , " gumam Dimas


"bibik ,"panggil Dimas kepada artnya .


"Iya den , ada apa ." tanya Art .


"Apa makanan yang di masak putri sudah habis ." yanya Dimas .

__ADS_1


"Oh itu den , belum bibik simpan di kulkas den , tadi nyonya pesan begitu sama bibik ." jawab Art .


"Ya sudah , tolong bibik hangat kan lagi , saya tunggu di meja makan bik ." ucap Dimas yang tidak langsung mandi , malah duduk di meja makan sambil mainkan ponselnya


Dia sedikit tidak sabar ingin mencicipi masakan buatan putri . Entah kenapa tapi rasanya ia sangat penasaran sama masakan gadis ceria itu .


Pembantunya Dimas telah menghidangkan beberapa piring masakan putri di meja makan . Dengan aroma masakan yang sangat lezat . Dimas langsung meraih sendok dan mulai mencicipinya .


"Hem enak banget ."gumam Dimas dengan mulut penuh makanan . Saat lidah Dimas merasakan bumbu masakan putri bisa ia terima .


"Bik benar ini putri yang masak ." tanya Dimas ingin memastikan . Ia masih ragu kalau putri bisa masak seenak itu .


"Iya den , tadi non putri yang masak berdua dengan nyonya ."jawab pembantunya Dimas .


Dimas mengangguk ia tahu rasa masakan mamanya . Karena mamanya juga bukan orang yang hoby memasak . mamanya lebih banyak mengunakan waktunya untuk berbisnis .


Dimas memakan semua masakan putri , hidangan yang ada di hadapan nya ia makan dengan lahap .


"kalau aku tiap hari makan dengan hidangan seenak ini , bisa bisa berat badanku naik . Karena porsi makanku tidak main main ." ucap Dimas sambil tertawa kecil .setelah membersihkan mulutnya setelah makan .


Selesai makan Dimas segera ke kamar membersihkan dirinya dan harus kembali ke rumah sakit secepatnya .


Ardy dan Tiara juga telah sampai di rumah sakit . Mereka segera menghampiri bu denada dan putri .


"Maaf tante lama menunggu , bagaimana apa ada kabar tentang ibu saya dari dokter ."tanya Tiara .


"Belum sayang kamu harus sabar ya , kita di sini sama sama berdo'a agar ibu kamu , operasinya berjalan dengan lancar . Dan bisa cepat berkumpul lagi dengan kita ."ucap bu dwnata menenangkan hati Tiara .


"Iya tante makasih banyak untuk do'anya ." ucap Tiara menahan sedih , karena ibunya sejak tadi tidak ada kabarnya dan juga belum keluar dari ruang operasi .


"Sama sama sayang , kamu duduk dulu , oya kalian sudah makan belum ."tanya bu denada .

__ADS_1


__ADS_2