
"Oh iya , mama jadi lupa , begini mama punya teman di Batam , dia punya tempat usaha kuliner ,Dan menu menu yang mereka jual , sudah jadi menu favorit orang orang di sana ,dan para pelanggan dari jauh . dia ingin jual tempat kulinernya karena butuh uang . Dan dia juga meminta mama untuk membelinya , Tapi kamu juga tau , mama juga baru saja beli Vila di Bali .Dan uang mama tidak cukup untuk beli tempat kuliner dia ."ucap bu denada .
"Oh maksud mama mau pinjam uang ." ucap Dimas langsung pada intinya biar tidak kelamaan .
"Ayoh bukan , bukan itu maksud mama , sejak kapan mamamu suka berhutang . Mama cuma ingin kamu yang membelinya dan mengelolanya ." ucap bu denada .
"Ingin Dimas yang kelola sendiri ." tanya Dimas tidak paham maksud mamanya . Karena ia tak percaya dirinya mampu terjun di bisnis kuliner .
"iya sayang , penghasilan nya di sana sangat menjanjikan lo , kamu bisa mencobanya , untung rugi itu bukan masalah , kalau kamu kelola tidak bisa jalan . Kamu juga bisa rubah menjadi penginapan atau usaha lain nya sesuai dengan kemampuan kamu ." ucap bu denada menyemangati Dimas .
Dimas melirik putri dengan kerutan di alisnya sebagai tanda ia minta pendapat dari putri .
"Yang mama bilang ada benarnya juga mas . Batam juga tempat yang lumayan bagus .tempat bertemu nya para wisatawan dan turis juga . " jawab putri .
"Tu putri saja tau , kamu jangan terlalu banyak mikir . Itu Batam Dim hampir setara dengan Bali , banyak orang yang menginginkanya , kalau kamu Kelamaan mikir nanti kamu nyesal , dan keburu di ambil orang lain ." ucap bu denada untuk membujuk putranya .
"Iya deh ma , tapi Dimas tinjau dulu tempat nya , strategi tidak bila di pakai untuk usaha yang lain ." ucap Dimas .
"Baiklah ,kapan kamu mau ke sana untuk meninjau nya ." tanya bu denada .
"Besok saja ma , Bagaimana sayang apa kamu mau ikut , sekalian kita bisa nyicil bulan madu ." tanya Dimas pada putri , Dimas ingin mengoda putri sambil mengedipkan matanya .
"Belum nikah , mau bulan madu apa , adanya bulan maret , halalin dulu anak orang kalau ingin bulan madu ." ucap bu denada sambil menjewer telinga Dimas hingga kesakitan .
"Bercanda ma , ah mama kelamaan ngejomblo sampai ngak paham cara ngerayu pasangan ." ucap Dimas sambil mengelus elus telinganya .
"Kamu tidak ada sopan sopan nya ya jadi anak ." ucap bu denada sambil geleng geleng kepala mendengar ucapan absrut anak nya itu .
__ADS_1
"Mama cepat cari papa baru , biar ada teman di ajak jalan jalan ," ucap Dimas lagi .
"Yang ada tuh kalian , cepat nikah dan kasih mama cucu yang banyak biar mama pulang tidak kesepian ," potong Bu denada yang membuat Dimas tertawa, tapi beda dengan Putri mendengar perdebatan ibu dan anak itu pipinya langsung merah merona .
"Sayang , mama suruh kita cepat nikah ." ucap Dimas kepada putri .
"Tanda tangani dulu ini pak Dimas , bercanda nya lain hari ." ucap Putri menyodorkan berkas yang ada di tangan nya . Ke depan Dimas , membuat muka Dimas berubah masam . Bu denata tersenyum melihat kedekatan Dimas dan putri .
"Ya sudah mama pulang dulunya , nanti kalian pulang dari kantor segera siap siap untuk keberangkatan kalian besok . Biar mama yang belikan tiket pesawat untuk kalian berdua ." ucap bu denada .
" Baik terimakasih banyak mama ku yang cantik dan baik hati , semoga cepat dapat jodoh lagi ." ucap Dimas yang langsung dapat pelototan dari mamanya .
"Berhenti berdo'a khoyol Dimas . Mama tidak mungkin untuk menikah lagi , mama sudah tua . Cukup papamu laki laki yang pertama dan terakhir mama dunia akhirat ." ucap bu denada dengan tegas , membuat bibir Dimas manyun .
"Ya sudah kalau begitu , aku akan menikah dengan putri secepatnya . Untuk mewujudkan impian mama mendapatkan banyak cucu ." ucap Dimas yang sontak membuat putri susah payah menelan ludahnya .
"Sayang , besok kita jalan jalan ke Batam ya ." ucap Dimas sambil menaik turunkan alisnya .
"Kita kesana survei tempat mas , bukan untuk jalan jalan ." sahut putri sambil duduk dikursi kerjanya dan kembali fokus dengan laptop dan berkas berkas yang ada di depan nya .
"Iya deh , tapi kita juga bisa ambil ehem ehem di sana ." goda Dimas lagi .
"Mas , jangan macam macam kalau tidak , aku laporkan ke tante denada atau mas tak akan melihatku selamanya ." ancam putri yang hanya ingin menakuti Dimas .tapi bukan Artinya Putri mau seperti apa yang di ucapkan Dimas .
"hahaha , sayang aku cuma bercanda , tidak mungkin aku merusak wanita yang aku cintai sebelum aku halalkan ."ucap Dimas .
...****************...
__ADS_1
Ardy dan Tiara juga telah sampai di negara tujuan nya , setelah mereka rasa cukup istirahat nya , mereka pergi bermai dan jalan jalan sepuasnya .setelah senja menjelang mereka kembali ke penginapan .setelah selesai makan malam mereka duduk di atas tempat tidur sambil ngobrol .
"Sayang ." ucap Ardy sambil meraih cangkir yang sudah di sediakan di kamarnya dan menuang kopi herbal nya .
"seduhkan kopi ini buat mas sebentar ya ." ucap Ardy . Tiara segera mencolokan termos air di sampingnya . Setelah air mendidih Tiara segera menuangkan air panas itu ke cangkir dan menyeduhnya .
"Ini mas , aku mau ke toilet dulu ." ucap Tiara sambil buru buru ke kamar mandi .
"Terimakasih sayang ." ucap Ardy .sambil tersenyum genit pada Tiara , membuat Tiara merasa aneh dengan tingkah Ardy .
"kenapa mas ."tanya Tiara yang menahan pipis .
" Tidak ada apa apa , mas cuma ingin mengoda kamu saja .kalau kamu kebelet sudah cepat ke toilet jangan di tahan tahan seperti itu , ngak bagus buat kesehatan " jawab Ardy . Sambil menyeruput kopinya yang khas dengan aroma herbal terapi orang jawa .
Tiara hanya mencebik mendengar ucapan suaminya . Ia tahan juga karena suaminya juga . Tiara segera lari ke dalam kamar mandi menuntaskan hajat nya .
keluar dari toilet ,Tiara langsung duduk di dekat Ardy . Jemarinya asik bermain main di atas layar ponselnya untuk mencari tempat wisata yang bagus untuk mereka kunjungi besok .
"Mas lihat ini ,besok kita ke sini ya sepertinya ini sangat bagus juga ."ucap Tiara menunjukkan layar hp nya ke Ardy .
"iya sayang ." ucap Ardy swtelah menghabiskan kopinya dan meletakkan cangkirnya di meja . Setelah Ardy bicara Tiara baru mencium bau kopi yang Ardy minum dari mulut Ardy .
"Eh mas , yang baru saja mas minum tadi kopikan , kenapa Tiara mencium bau jamu jawa ."ucap Tiara .
"Namanya juga kopi herbal sayang , ya pasti ada bau jamunya ." jawab Ardy .
"Jamu buat apa mas , memang mas tidak enak badan ." tanya Tiara .
__ADS_1
"Bukan tidak enak badan . Itu kopi bisa untuk meningkatkan stamina aja ." ucap Ardy yang tak mau Tiara banyak bertanya ia ikut ikutan mengeser layar hp Tiara .