My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 108


__ADS_3

Baru kali ini Ardy jadian dengan wanita seunik dan selucu Tiara . Menunggu jawaban cinta dari Tiara saja , harus menunggu berhari hari , dan sekarang setelah jadian Tiara tidak berani menatap wajah Ardy .


"Sa.....sayangggg." ucap Tiara .


"iyaa sayaaaaang ." jawab Ardy tegas seolah tidak mau di bantah oleh Tiara .


"Dan satu lagi , Saya nanyanyakan mau tidak kamu menikah denganku . Kok kamu jawabnya , saya mau jadi pacar pak Ardy ." goda Ardy yang ingin melihat wajah Tiara saat salah tingkah , dengan pertanyaan nya .


"eemm.."


"Jadi kamu cuma mau pacaran saja dengan saya , tidak mau kamu menikah dengan saya ."potong Ardy sebelum Tiara melanjutkan kalimatnya .


"Bukan , bukan begitu ," jawab Tiara dengan cepat .


"kalau bukan , berarti mau dong kalau kita langsung menikah ."ucap Ardy ,


"Ya bukan begitu juga ."lirih Tiara .


"lalu maunya bagaimanaaaa ." Tanya Ardy dengan pelan membuat jantung Tiara Makin deg degan.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau jawab , tapi boleh saya minta sesuatu dari kamu ." tanya Ardy yang terus mengoda Tiara .


"Minta apa ."tanya Tiara . Mengkeret karena melihat tatapan Ardy yang dalam .


"Coba panggil sayang sekali lagi ." pinta Ardy yang lagi lagi membuat wajah Tiara berubah seperti kepiting rebus .


"Sa....sayang ."ucap Tiara dengan gugup dan memalingkan wajahnya ke jendela . Wajahnya meringis seperti habis makan lemon karena kecut ,tapi ini karena Tiara merasa malu .


Ardy tersenyum bahagia menatap ekspresi Tiara . Ia menepuk puncak kepals Tiara beberapa kali .


"terimakasih sayang ." ucap Ardy .


Tiara yang mendengsr Ardy memanggilnya ssyang , tentu hatinya bahagia dan berbunga bunga . Ini pertama kalinya ia pacaran dan Ardy adalah orang yang pertama mengatakan cinta padanya .


" kita sudah mau telat ." ucap Tiara .tetap tidak mau menoleh menatap wajah Ardy . Membuat Tiara kelihatan mengemaskan di mata Ardy .

__ADS_1


"Iya sayang , kita pergi sekarang . "ucap Ardy menambah kecepatan laju mobil nya .


"Ya ampun ,Aku mimpi apa selama ini , sampai di panggil sayang sama pak Ardy ." batin Tiara sambil memainkan jari jari tangan nya .


Ardy yang melihat apa yang di lakukan oleh Tiara . Ia segera meraih telapak tangan kiri Tiara dan ia genggam di telapak tangan nya sendiri .Tiara sepontan menatap wajah Ardy .


"Kasihan jarinya kamu pelintir pelintir terus ." ucap Ardy sambil tersenyum .


"Tangan kamu sangat dingin ya ." goda Ardy lagi .


Jangan tanya lagi bagaimana suasana jantung Tiara , detakkan nya membuat Tiara panas dingin . Semua karena perlakuan Ardy yang menggenggam tangan Tiara seakan tidak mau melepaskan nya . Sebelum mereka sampai ke tempat tujuan .


"Terimakasih ya sayang , sudah mau menerima aku jadi pasangan kamu . Aku sangat beruntung memiliki wanita seperti kamu " ucap Ardy , .membuat Tiara menelan ludahnya dengan susah payah . Mendengar ucapan manis Ardy .


"I ini bukan gombalan kan ." ejek Tiara yang sedikit berani menatap wajah Ardy .


"Ya terserah kamu mau nilai apa , yang pastinya kamu sangat manis dan sangat cantik ." jawab Ardy lagi , yangvmembuat wajah Tiara tak berhenti bersemu bahagia .


" Kita sudah sampai ." ucap Tiara sambil melirik tangan nya yang masih di genggam oleh Ardy . Ardy yang tau maksud Tiara tersenyum sebelum melepas tangan Tiara .


Tiara menarik nafas lega setelah Tangan nya terlepas dari Ardy , selama dalam genggaman Ardy sulit bagi Tiara untuk bergerak , jantungnya terus deg degan .


"Maaf ya pak , saya sedikit terlambat ."ucap Ardy kepada klien nya . Sambil menyalami klien nya .


"Tidak apa apa pak Ardy , saya juga baru saja sampai , silahkan duduk ."ucap klien Ardy .


Mereka pun mulai membahas tentang kerja sama mereka . Proyek yang Ardy tanganni kali ini lebih besar dari proyek sebelum sebelum nya .hingga akhirnya mereka dapat kesepakatan .


"Anda sudah matang untuk menyerahkan proyek ini ke saya ." tanya Ardy basa basi .


"Saya percaya , proyek saya pasti akan sukses ada di tangan pak Ardy . Saya sudah banyak melihat hasil proyek di bawah pengawasan pak Ardy . Karena saya juga sudah menyaksikan bagaimana perusahaan pak Ardy yang dah ada di ambang kebangkrutan mampu bangkit kembali seperti sekarang ." ucap klien Ardy sambil menjabat tangan Ardy , karena meeting mereka juga sudah selesai .


" terimakasih banyak Atas kepercayaan nya . seperti pepatah mengatakan keberhasilan seorang suami karena seorang istri yang hebat . Tidak jauh juga dengan saya , keberhasilan saya juga karena ada wanita hebat di samping saya ." ucap Ardy sambil melirik Tiara .


"Oh selamat ya . semoga keberhasilan pak Ardy langgeng ."ucap klien Ardy .

__ADS_1


"Terimakasih , kalau begitu kami pamit dulu ." ucap Ardy .


"Baik pak Ardy silahkan ."..


Ardy dan Tiara segera membereskan berkas berkas dan melangkah pergi meninggalkan klien nya , untuk kembali ke mobilnya .


" Kita ke rumah sebentar ya ." ajak Ardy .


"Ke rumah ." tanya Tiara yang bingung , rumah siapa yang Ardy maksud .


"Iya rumah saya , kamu maukan ."tanya Ardy sambil tersenyum jahil .


"Janganlah pak saya turun di kantor saja ." rengek Tiara yang lupa dengan panggilan nya . Tiara tidak mau ikut Ardy pulang , karena takut untuk bertemu mamanya Ardy . Menginggat pertemuan dengan mamanya Dimas aja meninggalkan trauma untuknya .


"Panggil apa tadi ." tanya Ardy melotot ke arah Tiara .


"Maaf , sayang ." jawab Tiara sambil mencebikkan bibirnya .


"Kita berangkat sekarang ya , sudah tenang saja , mama tidak makan orang kok ." ujar Ardy tetap dengan senyum jahinya .


Tanpa menunggu jawaban dari Tiara Ardy melajukan mobilnya menuju ke rumahnya .sepanjang jalan Tiara tidak mau bicara .Ardy memarkir mobilnya di halaman rumahnya .Tiara turun dari mobil ,tatapan matanya terpaku ke sebuah pintu . Hati ragu masuk.atau tidak . Welcom no welcom.


" ayo masuk sayang ." Ajak Ardy sambil menggenggam tangan Tiara .


Tiara sudah hafal dengan ruangan ruangan di rumah Ardy . Ia melangkah dengan ragu dan menarik tangan nya dari genggaman tangan Ardy . Saat langkah mereka hampir sampai di depan pintu utama menuju ruang tamu .


"Maaf pak ,eh sayang , saya tidak usah masuk . Saya tunggu di luar saja pak eh sayang ." ucap Tiara dengan gugup .Ia takut dan cemas , ia benar benar trauma dengan penghinaan yang di berikan oleh mamanya Dimas , karena kemiskinan nya .


" jangan takut sayang , mama baik kok ."ucap Ardy sambil mengelus punggung tangan Tiara . Sambil membuka pintu rumahnya .


"Assalamuallaikum ma ." salam Ardy sambil memanggil mamanya .


"wa' allaikum salam , Ardy lo kamu kok sudah pulang cepat sekali ." tanya mama khanza . Sambil menghampiri putra semata wayang nya itu .


"Tidak ma , Ardy cuma mau ambil beberapa berkas penting , yang ketinggalan di ruang kerja ." ucap Ardy .

__ADS_1


" Ma , sekalian Ardy mau kenalkan ke mama . Ini sekretaris Ardy sekaligus wanita yang telah mengisi kekosongan hati Ardy selama ini ." ucap Ardy mengenalkan Tiara pada mamanya .


.


__ADS_2