
"Iya sayang , istirahatlah jangan terlalu capek ya ." ucap bu andini .
Tiara segera masuk ke dalam kamarnya , dan merebahkan badan nya ke kasur milik nya dulu . Ia meraih ponselnya dan menatap foto Ardy .
"Mas , apakah pernikahan kita akan berakhir begitu saja , hanya karena kesalah pahaman yang terjadi di antara kita berdua ." gumam Tiara dalam hati . Mata bya menatap foto Ardy , dan tangan nya meraba perutnya yang masih datar . Tiara meletak kan foto Ardy dan dirinya yang begitu mesra dalam ponselnya , ke atas dadanya . Pelan pelan Tiara memejamkan matanya .
...----------------...
Setelah Tiara tidak ada Ardy benar benar kalang kabut . Pagi itu ia terperanjat dari tidurnya karena terbangun telat . Baju kerja dasi juga belum di siapkan .
"ah aku kesiangan , dasi di mana biasa nya Tiara bangunin aku , baju juga dasi selalu dia siapkan lebih dulu sebelum keluar kamar . Tiara kemana sih ada apa dengan dia hari ini ." gumam Ardy gedumel di bibir , ia lupa dengan apa yang di lakukan pada tiara kemarin .
" bibik ...bibik.."teriak Ardy dari depan pintu kamarnya .
"Ya bapak , ada yang bisa saya bantu ." jawab Pembantu Ardy berjalan dengan cepat menemui Ardy .
"Dasi saya yang berwarna biru di mana ." tanya Ardy dengan nada ketus .
"Dasi warna biru sudah saya cuci kok pak ,dan sudah saya simpan di kamar bapak .saya taruh di laci ."ucap pembantu Ardy .
"Coba kamu cari , Tiara ada di mana .panggil dia suruh carikan dasi saya , mungkin dia yang pindahin ."ucap Ardy yang buru buru karena ada meeting dengan klien pagi itu .
"Ibu ." tanya pembantu Ardy .
"Iya , siapa lagi ." bentak Ardy .
"Tapi ibu sudah tidak tinggal di sini pak ." ucap Pembantu Ardy dengan hati hati .
Ardy mematung seketika mengingat apa yang baru saja ia katakan pada pembantunya .
__ADS_1
"ya sudah cepat cari dasi saya , saya harus pergi sekarang juga , saya ada meeting ." ucap Ardy pada pembantunya setengah membentak , untuk mengalihkan pandangan aneh pembantunyanpada dirinyab.
"Iya pak ." jawab pembantu Ardy dan melangkah pergi . Dengan cepat pembantunya mencari dasi yang Ardy minta "Ini pak ." ucap pembantunya sambil menyerahkan dasi pada Ardy .
"Kalau sudah saya pamit ke belakang Pak ." ucap pembantu Arsy .
"hem ." jawab Ardy dengan cuek .
Ardy duduk di ujung tempat tidur sambil memasang dasinya . Dulu semua kebutuhan nya tiara yang menyiapkan dan mengerjakan . Ardy teringat saat dirinya bertengkar dengan Tiara . Tiara masih juga perhatikan kebutuhan nya dan melayaninya dengan baik .
Termasuk penampilan nya . Kalau ia lihat dasinya tidak rapi ia tetap merapikan nya walau tidak saling tatap dan bicara satu sama lain nya .
Tapi sekarang dia harus melakukan nya sendiri , bukan dirinya tidak bisa , di dalam lubuk hatinya yang terdalam ia sangat merindukan wanita yang sangat ia cintai itu . Wanita yang telah mengisi hari hari penuh dengan warna , dalam kehidupan nya .
Tapi sekarang warna itu telah berubah abu abu dan suram . Tapi warna baru itu tidak mampu merubah semua warna indah yang sudah tercipta sejak lama dalam lubuk hatinya .
"Aku penasaran dengan kehidupan kamu Tiara .apa kamu bisa hidup tanpa bergantung pada diriku ." gumam Ardy .
"Saya mau kamu cari tau , keberadaan Tiara dan ibunya tinggal ." ucap Ardy dan langsung mematikan pangilan telepon nya dan segera keluar dari kamar .
Ardy segera menuju ke meja makan , di sana ia melihat mamanya juga sudah duduk di sana sedang mengaduk aduk susu di gelasnya . Piring di depan nya juga masih kosong .
"mama tidak makan ." tanya Ardy ,mama khanza menarik nafas berat .
"Bagaimana mama bisa makan . Sedangkan mama tidak tau bagaimana nasib dan keberadaan Tiara dan ibunya di luar sana . Ada yang di makan tidak ,bagaimana dengan kandungan dia . Kalau anak yang dia kandung adalah cucu mama, mama benar benar tidak bisa memaafkan diri mama sendiri , kalau terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka ."ucap mama khanza dengan tatapan mata kosong .
"mama tidak akan bisa memaafkan diri mama , karena mama tidak bisa mencegah mereka agar tidak keluar dari rumah ini ." lanjut mama khanza dan meminum susunya sedikit .
Ardy tidak menjawab apapun ucapan mamanya .ia tau apa yang di katakan oleh mamanya adalah sindiran untuk dirinya , yang tidak mau menghalangi kepergian Tiara dari rumah ini .Ardy menuangkan nasi ke piringnya dan menyendoknya ke dalam mulutnya .
__ADS_1
"kenapa hambar sekali , apa kalian semua tidak bisa masak ." ucap Ardy setelah memuntahkan sayur yang telah masuk ke dalam mulut nya .
Mama khanza mengerutkan keningnya . Ia mencoba mencicipi sayur yang baru di makan oleh Ardy .
"Rasanya lumayan , asinnya cukup . Cuman tidak seenak masakan Tiara ." ucap mama khanza sambil meletak kan sendoknya kembali ke piringnya sendiri .
"Tadi bibik bilang , kamu panggil Tiara untuk membantumu mencarikan dasi kamu ." tanya mama khanza yang tidak di tanggapi oleh Ardy karena sibuk mengelap bibir nya .
"Cari dia , minta maaf sama dia , dan b!wa dia pulang sebelum kamu menyesal ." pinta mama khanza kepada Ardy .
"Tidak semudah itu ma ." ucap Ardy yang akhirnya bersuara kembali .
"kenapa , kamu sudah siap kehilangan untuk selamanya ." ucap mama khanza .
"Aku akan menjemputnya setelah dia melahirkan anak nya , aku tidak ingin merawat anak laki laki lain ." sahut Ardy dengan tegas
Mama khanza menarik nafas dengan berat lalu menghembuskan dengan kuat .
"Sebaiknya kamu mengecek kesuburan kamu ke dokter lain . Siapa tau dianogsa dokter satu dan satu nya berbeda ." ucap mama khanza . Ardy mencerna ucapan mamanya , tanpa menjawab ucapan mamanya . Ardy meraih tasnya dia harus cepat pergi ke kantor .
"ardy harus berangkat sekarang ke kantor . Ardy ada rapat di kantor pagi ini ." pamit Ardy kepada mama nya .
Ardy segera masuk ke dalam mobil yang di sopiri oleh sopir pribadinya .
Ting ada notifikasi di dalam ponsel Ardy . Ardy segera membuka pesan yang di kirim oleh anak buah Ardy . Tiara dan Ibunya yang tidak mau menghilang dari orang orang yang mengenalnya , Tiara dan ibunya tetap tinggal di rumah lamanya .sehingga anak buah Ardy juga mudah untuk mencari keberadaan nya .
Anak buah Ardy mengirim foto Tiara dan ibunya yang sedang menyapu di halaman rumahnya , dengan pakaian yang dulu .
"Aku memberimu tempat yang bagus , pakaian yang bagus tapi kamu malah mengkhianatiku dengan cara berselingkuh ."ucap Ardy sambil mengusap wajah Tiara di ponselnya.yang baru saja di kirim oleh anak buahnya .
__ADS_1
Ardy merasa iba kepada Tiara . Ia segera menhubungi pembantunya untuk mengemasi baju baju Tiara untuk di kirim ke rumah Tiara .