
Di dalam mobil Ardy terkejut dengan nyayian lagu dari dalam perut Mutiara .
"kruk....kruk....
"Kamu laper ."tanya Ardy ,sambil menyetir karena mendengar suara dari perut mutiara .
"Maaf , menganggu konsentrasi pak Ardy ."ucap mutiara sambil nyegir malu malu .
"Bukan nya kamu tadi bawa bekal dari rumah ."tanya Ardy lagi .
"O iya saya hampir lupa ."ucap mutiara .
Mutiara segera mengambil kotak bekalnya yang masih ada di dalam mobil Ardy . Mutiara segera membuka dan melahapnya . Ardy mengendus aroma masakan mutiara jadi ikut merasa lapar .
"Pak Ardy juga mau makan , tapi saya cuma bawa satu kotak saja ." ucap mutiara .
"Kamu kalau mau nawari yang ikhlas ."ucap Ardy cemberut .
"Ikhlaas banget pak , cuman ya begini , tidak ada makanan yang lain ."ucap mutiara .
" Aku mau , tapi Kamu harus suapi saya , saya lagi nyetir ."ucap Ardy cari alasan .
Mutiara mengerutkan alisnya ragu , apa benar Ardy mau di suapi . Sementara ia hanya bawa satu sendok saja .
Mutiara menyendok nasinya dengan ragu ragu ia menyodorkan sendok nya ke arah Ardy . Dengan santainya Ardy melahap nasi yang ia sodorkan dan menguyah dengan santainya .
Mutiara melirik Ardy dengan ekor matanya . Ia tak berani menatap Ardy .Dis hanya ingin lihat apakah Ardy akan marah atau muntah , karena makan satu sendok dengan nya .
"Rendang buatan kamu enak . Bagaimana kalau kamu setiap hari , bawakan saya bekal untuk makan siang saya "ucap Ardy .
"ngak ah pak , ngerepotin ."ucap mutiara blak blakan .
"Oh , ngerepotin , baiklah gaji kamu bulan ini saya potong ."ucap Ardy tanpa bersalah .
"eee kok main potong potong gaji sih pak , "ucap mutiara cemberut .
__ADS_1
"Baiklah besok tak bawakin , tapi ngak janji bisa bawa in tiap hari ."ucap mutiara mengalah .
"ok ."jawab Ardy yang penting bisa makan masakan mutiara walau pun tidak tiap hari . Dengan senyum sumringgah .
mutiara kembali menyuapi Ardy bergantian dengan dirinya hingga habis . Terpaksa karena ia juga laper .tak lama kemudian Ardy dan mutiarapun sampai di kantor . Telah di sambut oleh kepala stap di kantor .
"pak Ardy membebaskan Anton ."tanya kepala stap kantornya .
"iya kenapa ."tanya Ardy menatap kepala stap heran .
" Apa tidak akan membahayakan perusahaan kita pak ." tanyanya ragu .
"Sudah , kamu tenang saja . Saya membebaskan dia bukan tanpa syarat , saya bebaskan dengan syarat harus melunasi semua hutang hutang nya . Baru dia bisa menghirup udara dengan tenang . Jadi kalian tenang saja ."ucap Ardy .
"Semoga saja pak , dia mau mengembalikan apa yang telah dia ambil ." ucap kepala stap .
"Aminn."ucap Ardy.
Mutiara tak berani ikut campur , atau memotong ucapan dua laki laki yang lebih berpengalaman darinya . Dia hanya ingin memastikan , Ardy tidak berubah pikiran dengan keputusan nya .
"Negara kita negara hukum .saya bebaskan dia bukan berarti dia bebas . Karena selama hutang belum lunas jangan berharap dia bisa kabur ke luar negri ."ucap Ardy .
"Bapak memblacklis dia ."tanya mutiara .
"hemm ."jawab Ardy . Dan pergi menuju ke ruang kerjanya . Mutiara juga mengikuti Ardy hingga ke ruangan kerjanya .
"Pak Ardy ." panggil mutiara sambil menatap Ardy dengan serius . Begitu pula Ardy ia juga menatap.mutiara.seperti yang Tiara lakukan .
"Makasih karena pak Ardy telah melakukan hal yang lebih dari yang perempuan itu inginkan ."ucap mutiara .
"Saya lakukan semua itu , hanya karena kasihan pada bayi yang ada di kandungan nya , tidak lebih. "ucap Ardy menekan kan kata terakhirnya .Mutiara hanya mengangguk ngangguk , tanda mengerti .
"Baiklah saya mengerti , kalau begitu saya kembali ke ruangan kerja saya dulu ." pamit mutiara .Ardy mengangguk kan kepalanya .
Setelah mutiara pergi Ardy menghembuskan nafas lega .selama mutiara di samping nya , rongga dadanya terasa sesak .
__ADS_1
"Kamu harus profesinal Ardy , kali ini kamu boleh menuruti permintaan nya . Tapi tidak untuk yang kedua kalinya . Jangan sampai Tiara merasakan , kalau kamu akan selalu menuruti kemauan nya . Dan akhirnya dia semena mena padamu ,dan mengetahui kalau kamu menyukainya ." ucap hati Ardy yang lain .
...----------------...
Dimas telah sampai di kampusnya , tapi pikiran nya masih mengarah pada mutiara . Ia merasa aneh dengan sikap mutiara yang dulunya tak pernah cuek padanya .
"Tiara tak pernah cuek , padaku selama ini , kenapa . Ada apa ? Begitu besar kah oengaruh Pak Ardy padanya . Selama dia jadi sekretaris Tiara pelan pelan berubah ."gumam Dimas dalam hati .ia terus berjalan tanpa menghiraukan sapaan teman teman nya .
" kamu tidak bisa perlakukan aku seperti ini ,Tiara .aku sangat mencintaimu . Aku harus tau apa alasan kamu , tidak mengabari aku kalau kamu pergi dengan Ardy sialan itu ."ucap Dimas penuh emosi .
Dimas merogoh saku celana nya , dan mengambil ponselnya . Ia mencari nomor mutiara untuk menghubungi nya .
"Dimas ."gumam mutiara yang masih kerja di ruangan nya .melihat ponselnya bergetar dan tertera nama pemanggil Dimas . Dengan perasaan yang masih kecewa , mutiara mengeser tombol hijau di ponselnya .
" Hallo Dim ." ucap mutiara berusaha bicara pada Dimas seperti biasanya .
"Kenapa kamu pergi kerja sama pak Ardy tidak memberi tau aku ." bentak Dimas dalam sekali tarikan nafas .karena emosi dan cemburu yang menjadi satu .
" Ya ampun , aku minta maaf banget ya . Aku benar benar lupa , sorry aku lupa ." ucap mutiara dengan tulus lupa dengan kekecewaan di hatinya pada Dimas .
"Jadi mentang mentang sudah jadi sekretaris , seorang CEO perusahaan besar . Kamu begitu mudah melupakan sahabat terbaikmu ini ." ucap Dimas yang masih mengunakan nada menyindir .
"Bukan ...bukan begitu , hari ini pak Ardy datang ke rumahku pagi pagi sekali . Sehingga aku ikut ikutan gugup , dan tergesa gesa berangkat ke kantor , sehingga aku lupa semuanya untuk mengabari kamu . "jawab mutiara .
Dimas terdiam sebentar . Ia semakin cemburu setelah mendengar penjelasan mutiara . Dan ia kembali teringat dengan kejadian semalam .kejadian yang membuat dirinya terbakar cemburu , meski dalam guyuran air hujan .
"Lalu semalam , bagaimana kamu bisa pulang bersama dengan pak Ardy , enak kan berada dalam dekapan pak Ardy ."ucap Dimas .
Mutiara terkejut mendengar ucapan Ardy .
"Dari mana dia tau , kalau aku semalam pulang dengan pak Ardy . Apa lagi dia tau aku dalam dekapan pak Ardy , dalam ke adaan basah basahan lagi . Atau jangan jangan ada yang memberi tau Dimas . Atau Dimas melihatnya dengan mata kepala.nya sendiri ."gumam Mutiara dalam hati .
"Kamu jangan salah paham dulu . Aku semalam kehujanan . Pak Ardy tidak sengaja sedang lewat dan melihat aku kehujanan dan memberi aku tumpangan , apa ada yang salah ." tanya mutiara kepada Dimas .
"kenapa aku harus menjelaskan begitu detail , apa dia ada memikirkan perasaan aku ."batin mutiara lagi .
__ADS_1