My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 58


__ADS_3

Di dalam mobil Ardy terkejut dengan nyayian lagu dari dalam perut Mutiara .


"kruk....kruk....


"Kamu laper ."tanya Ardy ,sambil menyetir karena mendengar suara dari perut mutiara .


"Maaf , menganggu konsentrasi pak Ardy ."ucap mutiara sambil nyegir malu malu .


"Bukan nya kamu tadi bawa bekal dari rumah ."tanya Ardy lagi .


"O iya saya hampir lupa ."ucap mutiara .


Mutiara segera mengambil kotak bekalnya yang masih ada di dalam mobil Ardy . Mutiara segera membuka dan melahapnya . Ardy mengendus aroma masakan mutiara jadi ikut merasa lapar .


"Pak Ardy juga mau makan , tapi saya cuma bawa satu kotak saja ." ucap mutiara .


"Kamu kalau mau nawari yang ikhlas ."ucap Ardy cemberut .


"Ikhlaas banget pak , cuman ya begini , tidak ada makanan yang lain ."ucap mutiara .


" Aku mau , tapi Kamu harus suapi saya , saya lagi nyetir ."ucap Ardy cari alasan .


Mutiara mengerutkan alisnya ragu , apa benar Ardy mau di suapi . Sementara ia hanya bawa satu sendok saja .


Mutiara menyendok nasinya dengan ragu ragu ia menyodorkan sendok nya ke arah Ardy . Dengan santainya Ardy melahap nasi yang ia sodorkan dan menguyah dengan santainya .


Mutiara melirik Ardy dengan ekor matanya . Ia tak berani menatap Ardy .Dis hanya ingin lihat apakah Ardy akan marah atau muntah , karena makan satu sendok dengan nya .


"Rendang buatan kamu enak . Bagaimana kalau kamu setiap hari , bawakan saya bekal untuk makan siang saya "ucap Ardy .


"ngak ah pak , ngerepotin ."ucap mutiara blak blakan .


"Oh , ngerepotin , baiklah gaji kamu bulan ini saya potong ."ucap Ardy tanpa bersalah .


"eee kok main potong potong gaji sih pak , "ucap mutiara cemberut .

__ADS_1


"Baiklah besok tak bawakin , tapi ngak janji bisa bawa in tiap hari ."ucap mutiara mengalah .


"ok ."jawab Ardy yang penting bisa makan masakan mutiara walau pun tidak tiap hari . Dengan senyum sumringgah .


mutiara kembali menyuapi Ardy bergantian dengan dirinya hingga habis . Terpaksa karena ia juga laper .tak lama kemudian Ardy dan mutiarapun sampai di kantor . Telah di sambut oleh kepala stap di kantor .


"pak Ardy membebaskan Anton ."tanya kepala stap kantornya .


"iya kenapa ."tanya Ardy menatap kepala stap heran .


" Apa tidak akan membahayakan perusahaan kita pak ." tanyanya ragu .


"Sudah , kamu tenang saja . Saya membebaskan dia bukan tanpa syarat , saya bebaskan dengan syarat harus melunasi semua hutang hutang nya . Baru dia bisa menghirup udara dengan tenang . Jadi kalian tenang saja ."ucap Ardy .


"Semoga saja pak , dia mau mengembalikan apa yang telah dia ambil ." ucap kepala stap .


"Aminn."ucap Ardy.


Mutiara tak berani ikut campur , atau memotong ucapan dua laki laki yang lebih berpengalaman darinya . Dia hanya ingin memastikan , Ardy tidak berubah pikiran dengan keputusan nya .


"Negara kita negara hukum .saya bebaskan dia bukan berarti dia bebas . Karena selama hutang belum lunas jangan berharap dia bisa kabur ke luar negri ."ucap Ardy .


"Bapak memblacklis dia ."tanya mutiara .


"hemm ."jawab Ardy . Dan pergi menuju ke ruang kerjanya . Mutiara juga mengikuti Ardy hingga ke ruangan kerjanya .


"Pak Ardy ." panggil mutiara sambil menatap Ardy dengan serius . Begitu pula Ardy ia juga menatap.mutiara.seperti yang Tiara lakukan .


"Makasih karena pak Ardy telah melakukan hal yang lebih dari yang perempuan itu inginkan ."ucap mutiara .


"Saya lakukan semua itu , hanya karena kasihan pada bayi yang ada di kandungan nya , tidak lebih. "ucap Ardy menekan kan kata terakhirnya .Mutiara hanya mengangguk ngangguk , tanda mengerti .


"Baiklah saya mengerti , kalau begitu saya kembali ke ruangan kerja saya dulu ." pamit mutiara .Ardy mengangguk kan kepalanya .


Setelah mutiara pergi Ardy menghembuskan nafas lega .selama mutiara di samping nya , rongga dadanya terasa sesak .

__ADS_1


"Kamu harus profesinal Ardy , kali ini kamu boleh menuruti permintaan nya . Tapi tidak untuk yang kedua kalinya . Jangan sampai Tiara merasakan , kalau kamu akan selalu menuruti kemauan nya . Dan akhirnya dia semena mena padamu ,dan mengetahui kalau kamu menyukainya ." ucap hati Ardy yang lain .


...----------------...


Dimas telah sampai di kampusnya , tapi pikiran nya masih mengarah pada mutiara . Ia merasa aneh dengan sikap mutiara yang dulunya tak pernah cuek padanya .


"Tiara tak pernah cuek , padaku selama ini , kenapa . Ada apa ? Begitu besar kah oengaruh Pak Ardy padanya . Selama dia jadi sekretaris Tiara pelan pelan berubah ."gumam Dimas dalam hati .ia terus berjalan tanpa menghiraukan sapaan teman teman nya .


" kamu tidak bisa perlakukan aku seperti ini ,Tiara .aku sangat mencintaimu . Aku harus tau apa alasan kamu , tidak mengabari aku kalau kamu pergi dengan Ardy sialan itu ."ucap Dimas penuh emosi .


Dimas merogoh saku celana nya , dan mengambil ponselnya . Ia mencari nomor mutiara untuk menghubungi nya .


"Dimas ."gumam mutiara yang masih kerja di ruangan nya .melihat ponselnya bergetar dan tertera nama pemanggil Dimas . Dengan perasaan yang masih kecewa , mutiara mengeser tombol hijau di ponselnya .


" Hallo Dim ." ucap mutiara berusaha bicara pada Dimas seperti biasanya .


"Kenapa kamu pergi kerja sama pak Ardy tidak memberi tau aku ." bentak Dimas dalam sekali tarikan nafas .karena emosi dan cemburu yang menjadi satu .


" Ya ampun , aku minta maaf banget ya . Aku benar benar lupa , sorry aku lupa ." ucap mutiara dengan tulus lupa dengan kekecewaan di hatinya pada Dimas .


"Jadi mentang mentang sudah jadi sekretaris , seorang CEO perusahaan besar . Kamu begitu mudah melupakan sahabat terbaikmu ini ." ucap Dimas yang masih mengunakan nada menyindir .


"Bukan ...bukan begitu , hari ini pak Ardy datang ke rumahku pagi pagi sekali . Sehingga aku ikut ikutan gugup , dan tergesa gesa berangkat ke kantor , sehingga aku lupa semuanya untuk mengabari kamu . "jawab mutiara .


Dimas terdiam sebentar . Ia semakin cemburu setelah mendengar penjelasan mutiara . Dan ia kembali teringat dengan kejadian semalam .kejadian yang membuat dirinya terbakar cemburu , meski dalam guyuran air hujan .


"Lalu semalam , bagaimana kamu bisa pulang bersama dengan pak Ardy , enak kan berada dalam dekapan pak Ardy ."ucap Dimas .


Mutiara terkejut mendengar ucapan Ardy .


"Dari mana dia tau , kalau aku semalam pulang dengan pak Ardy . Apa lagi dia tau aku dalam dekapan pak Ardy , dalam ke adaan basah basahan lagi . Atau jangan jangan ada yang memberi tau Dimas . Atau Dimas melihatnya dengan mata kepala.nya sendiri ."gumam Mutiara dalam hati .


"Kamu jangan salah paham dulu . Aku semalam kehujanan . Pak Ardy tidak sengaja sedang lewat dan melihat aku kehujanan dan memberi aku tumpangan , apa ada yang salah ." tanya mutiara kepada Dimas .


"kenapa aku harus menjelaskan begitu detail , apa dia ada memikirkan perasaan aku ."batin mutiara lagi .

__ADS_1


__ADS_2