
Hari itu Rio datang ke kantor Dimas ,jiwa dan pikiran nya tidak tenang ia hanya jalan mondar mandir di ruangan kerja Dimas yang membuat konsentrasi Dimas terganggu .Dimas terpaksa menutup berkas berkas yang ada di depan nya . Karena konsentrasinya teralihkan kepada tingkah Rio abang sepupu kecilnya itu .
"Ada apa lagi dengan mu ? Datang ke kantor aku hanya mondar mandir tidak jelas . Kamu ada masalah apa lagi ." tanya Dimas pada Rio .
"Aku hanya kepikiran pada Senja . Beberapa hari ini dia tidak lagi masuk kuliah ." ucap Rio sambil duduk di kursi depan meja kerja Dimas dengan tenang .
"Mungkin sakit , bukankah kemarin kamu bilang , kalau dia hampir pingsan bahkan sudah sempat pingsan ." jawab Asal Dimas , agar sepupunya itu tidak bertambah khawatir .
"Aku punya dua kemungkinan . Satu ya mungkin dia benar sakit . Ke dua , mungkin mereka suami istri bertengkar . Aku benar benar merasa bersalah , gara gara aku mereka bertengkar ." ucap Rio sambil menekuk wajahnya .
"Tapi kamu kan tidak ada niatan untuk menganggu rumah tangga mereka . Sudahlah kamu jangan terlalu merasa bersalah , yang penting sekarang atur jadwal prewedding aku dengan putri , hari pernikahan aku tinggal sebentar lagi . Tapi sampai sekarang aku belum nentuin mau prewed dimana ." ucap Dimas yang hanya ingin membuat Rio agar tidak merasa bersalah tentang masalah Tiara .
"Ah kamu kalau ngomong enteng banget , karena kamu tidak ngerasain rasa bersalah seperti aku . Kalau kamu di posisi aku kamu baru tau , pantas Senja tidak mau dengan mu .laki laki tidak peka ." sahut Rio sedih .
Tenggorokan dimas terasa tercekat mendengar ucapan Rio . Karena dia juga pernah di posisi itu .semua yang di katakan Rio pernah dia alami semua , menyakiti Tiara , jadi laki laki tak peka semua pernah Dimas alami .
"Aku paham , paham sekali apa yang kamu rasakan . Tapi aku percaya kamu anak baik , tidak mungkin sengaja merusak rumah tangga orang .jadi daripada kamu terus terusan kepikiran dan merasa bersalah . Mendingan kamu cari tempat yang cocok untuk aku dan calon istri aku prewed , percaya deh dengan kamu sibuk , kamu akan lupakan semuanya ." ucap Dimas .
"Alasan kamu aja , biar dapat gratisan . Kalau dengan cara sibuk bisa lupain segalanya , kenapa ngak dulu dulu kamu lakuin . Kenapa kamu harus lompat dari jembatan ." cebik Rio pada Dimas .bohong bila Dimas tidak tersentil hatinya .
__ADS_1
"itu ..... karena itu aku jadi punya pengalaman ,dan sekarang aku beri tau kamu .kamu kan sepupu dan sahabat terbaik aku ." ucap Dimas sambil menepuk bahu Rio .
"Halahh kenapa kamu tidak prewedding di atas jembatan itu saja , atau di tepi sungai aku percaya akan banyak makna di sana ." ucap rio yang dapat pelototan dari Dimas .
Akhirnya Rio mengikuti saran Dimas . Ia menyibuk kan dirinya untuk mencari tempat yang baik untuk prewedding Sepupunya ,dan mencoba melupakan tentang Tiara .
...----------------...
Mama khanza baru saja pulang dari belanja . tidak lupa ia membelikan tiga susu kotak ibu hamil untuk Tiara .
"Ini ada susu untuk ibu hamil , jangan lupa di minum biar kandungan kamu sehat juga bayi di dalam nya ." ucap mama khanza meletak kan susu kotak itu di atas meja makan . Karena tiara sedang menyiapkan makan siang mereka .
Tiara berharap mertuanya itu tidak lagi terhasut lagi, dengan tuduhan tuduhan yang di lontarkan oleh Ardy untuknya .
"Mama begitu perhatian banget sama bayi itu , mama sudah percaya kalau itu cucu mama ." ucap Ardy yang berada di ruang tengah ,membuat hati Bu andini sangat sakit mendengarnya saat ia baru saja keluar dari kamarnya .
Mama khanza tidak menjawab ucapan Ardy , terlihat jelas di wajahnya ia penuh dilema antara percaya kepada anak sendiri atau menantunya .
"Astaqfirulloh mas , Demi alloh ini anak mas Ardy . Bagaimana aku harus ngejelasin agar mas percaya kalau ini anak kandung mas , aku juga siap melakukan tes DNA kalau anak ini dah lahir ." ucap Tiara dengan jelas . Tapi pertahanan nya hampir runtuh pelupuk matanya telah berembun .butir butir kristal berjatuhan .
__ADS_1
Baru saja ia merasakan bahagia di perhatikan oleh mama mertuanya , tapi datang ucapan ucapan Ardy setajam pisau .
"Selamat ya . Kamu hampir saja berhasil ngeyakini mama , tapi tidak dengan aku ." sahut Ardy membuat darah bu denada sebagai orang tua Tiara berdesir panas .
"Mas , aku tidak mengarang cerita ,untuk mendapatkan belas kasihan , agar mama percaya kalau bayi dalam kandungan ku adalah cucu mama , darah daging kamu . Tapi ini kenyataan nya ,dia anakmu mas ." ucap Tiara lagi untuk menyakinkan Ardy .Tapi Ardy hanya tersenyum mengejek dan mencebik mendengar ucapan Tiara .
Bu andini sudah tidak tahan . Ia merasa ucapan Ardy hari ke hari sudah sangat keterlaluan .
"Tiara ." panggil bu andini dengan suara keras mengundang ke tiga orang itu untuk menatap kedatangan bu andini yang jalan mendekati mereka .
"Ayo kita keluar dari sini , jangan bawa sedikitpun harta dari dia , bukankah dia telah menuduhmu , kalau kamu tidur dengan laki laki lain untuk mendapatkan anak , supaya kamu bisa menguasai harta dia . Tinggalkan dia , tunjuk kan pada dia walau kita miskin , kita tidak gila harta , kita tidak gila akan harta dan kekayaan dia ." ucap bu andini sambil menarik tangan Tiara untuk keluar dari rumah Ardy .
"Tapi bu , mas Ardy masih suami Tiara . Tiara masih harus berbakti sama mas Ardy ." sahut Tiara dengan linangan air mata ia tidak tau harus ikut ibunya atau suaminya .
"Tidak perlu lagi Tiara , dia tidak menganggap kamu istrinya lagi ." ucap bu andini dengan marah .
"Dan kamu Ardy , ingat baik baik , putriku bukan wanita yang murahan dengan mudahnya berani tidur dengan sembarang laki laki di luaran sana .Tidak seperti dirimu yang mungkin bisa tidur dengan wanita yang menjajakan dirinya . Aku tidak pernah mendidik putriku sehina itu . Karena sejak ayah dia meninggal aku tetap berjuang sendiri membesarkan dia . Aku juga tidak menghadirkan ayah tiri untuk dia yang mungkin bisa membantuku membesarkannya . Tapi itu tidak aku lakukan . Karena itu hargai putriku , karena dia aku sendiri yang membesarkan dia susah payah , mendidiknya agar menjadi perempuan yang benar ." ucap bu andini menunjuk wajah Ardy .
Ardy sedikit terperanjat mendengar ucapan ibu mertuanya yang panjang lebar , dan kasar serta marah marah selama ia mengenal bu andini .bahkan amarah nya kali ini melebihi amarah nya di saat Dimas menculik mereka dulu .
__ADS_1