
Tak pernah ku bayangkan , kau t'lah tinggalkan aku sendiri
Pertemuan ini ,pertanda kisah kita berakhir
Di tempat ini , kita berjanji 'tuk selamanya
Menjalin kisah asmara , antara kita berdua selamanya .
Takdir memisahkan kita , Belum sempat kita merasakan bahagia
kini kau t'lah pergi untuk selamanya
Tinggalkan cerita kisah cinta kita
Jatuh air mata ini , karna ku tak sanggup kehilangan kamu
Kaulah bahagiaku di dunia ini
...****************...
Lama Ardy menatap Indah , dia sedang hamil. Keluarga Karyawan nya juga ada yang hamil , tapi mereka rela bekerja demi kebangkitan perusahaan nya tanpa gaji .
"Tidak akan semudah itu . Walaupun kamu memohon . Kamu tau para karyawan saya rela.bekerja tanpa di gaji hampir lima bulan . keluarga mereka juga ada yang hamil , aku tidak sudi membebaskan bajingan itu ."ucap Ardy sambil menunjuk pada indah .
Mutiara segera mendorong tubuh Ardy sedikit menjauh dari tubuh indah .
"Sabar pak Ardy , bapak harus sabar bu indah sedang hamil . Jangan sampai dia kenapa napa , lebih baik kita pulang ."ucap mutiara sambil menarik lengan Ardy , untuk masuk ke dalam mobil .
"Bu indah pulang saja , ini ada sedikit uang buat bu indah dari saya , buat bu indah wajah bu indah pucat sekali ."ucap mutiara sambil membukantas slimpangnya . Tanpa mutiara sadari ia mengapit lengan Ardy .
Ardy memejamkan mata nya sambil mengatur degup jantungnya . Ia merasakan lengan nya menempel di tempat paling berharga milik mutiara . Ardy menekan jantungnya . Mutiara mengulurkan uang selembaran berwarna merah , kepada indah .
__ADS_1
"eheem ," Ardy berdehem mutiara menatap wajah Ardy .mutiara segera melepaskan tangan Ardy saat melihat arah pandangan Ardy .
"Maaf ."ucap mutiara .
"Untuk apa kamu beri uang kepadanya . Kamu dah banyak uang ,dah kaya ." hardik Ardy geram .sambil masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh mutiara .
"Bukan , bukan begitu pak , saya kasihan melihat Ibu tadi . Sepertinya dia belum makan , badan nya kelihatan lemas sekali ."ucap mutiara merasa sangat kasihan .
"kalau kamu masih tetap bahas mereka . Saya akan turunkan kamu di sini ."hardik Ardy lagi .
"maaf pak ."mutiara tak bicara lagi ia hanya menunduk .
Ardy segera menyalakan mobilnya dan meninggalkan indah yang masih berdiri di sana . Dengan mengenggam erat uang dari mutiara . Matanya sayu menatap uang di genggaman nya .dan sekarang ia melangkahkan kakinya menuju ke warung penjual makanan , karena perutnya juga sudah keroncongan .
Mutiara dan Ardy telah tiba di parkiran kantor . Semua karyawan telah menunggu kabar hasil meeting mereka . Ardy langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya tanpa menyapa karyawan nya . Ardy masih kesal dengan kejadian kejadian di luar kantor .
Mutiara juga merasa kasihan melihat wajah wajah tegang para karyawan . Tak tega mutiara membiarkan mereka bertanya tanya di dalam hatinya .
"ssttt ,"ucap mutiara agar tidak ramai dan cukup mendengarkan saja sambil berbisik .
"Baguslah kalau menang tender , setidaknya selama Tiara di angkat , jadi sekretaris pak Ardy , pak Ardy tidak terus terusan mengalami kesialan ." cibir Rani pada teman temannya .
"Kamu bicara apa sih Ran ."tanya teman nya .
"Coba kamu pikir , selama pak Ardy jadikan Tiara sebagai sekretaris nya . Perusahaan mengalami kebangkrutan kan . Sebelum Tiara ngelamar jadi OB perusahaan baik baik saja kan . Setelah Tiara di jadikan sekretarisnya belum genap seminggu kita dapat kabar perusahaan bangkrut .pasti jabatan yang di berikan pada Tiara membawa sial ."ucap Rani .
"yang membawa sial orang nya atau jabatan nya ."teman yang lain nya juga usul .
"dua duanya , Tiara bukan di takdirkan jadi orang yang berderajat tinggi ,"jawab Rani .
"Kamu punya masalah apa sama Tiara . Jelas jelas pak Ardy bilang karyawan lamanya ada yang korupsi . Tidak ada sangkut pautnya sama Tiara . Kok kamu jadi salahkan Tiara ."ucap teman yang lain nya .
__ADS_1
"Ya itu karena imbas dia ngelamar kerjaan di kantor ini ."ucap Rani kekeh memojok kan Mutiara .
"Hati hati lo kamu kalau bicara . Untung Tiara sudah pergi . Kalau benar Tiara begitu dan Pak Ardy suka sama Tiara . Terus Tiara melapor ke pak Ardy , kamu tidak takut kita semua di pecat . "ucap teman Rani mengingatkan .
"Kalau begitu Sudah seperti posisi bu Nagita saja , semua ucapan nya sekalu di turuti oleh pak Ardy . Apa jangan jangan Tiara benar benar seorang pelakor ya ."tuduh Rani semakin gencar .
"Ih Rani , maksud aku suka , suka dengan kinerja Tiara . Bukan suka dalam arti itu , kamu suka nuduh sih , ngomong juga suka ngawur benar benar di pecat baru tau rasa kamu ." ucap teman nya yang lain .
Rani tidak lagi melanjutkan ucapan nya , saat melihat mutiara jalan ke arahnya untuk menuju ruangan kerjanya . Mutiara tersenyum pada mereka teman teman OB nya dulu .mereka membalas senyum mutiara kecuali Rani , yang memandang mutiara penuh dengan iri .
"Aku sudah kangen sama Dimas , kira kira dia sedang apa ya ."gumam mutiara pada diri sendiri . Sambil meneruskan langkahnya untuk menuju ruang kerjanya . untuk mengambil ponsel dan menghubungi Dimas .
Mutiara segera memencet nomor ponsel Dimas .Dimas yang berada di kantin kampus .merasa bahagia melihat mutiara menghubunginya .
"Tiara menghubungiku ."ucap Dimas sambil meraih ponselnya yang ada di meja .
"Hallo sayang ."sapa Dimas begitu ceria setiap kali menerima telepon dari mutiara .
""Hallo Dim . Kamu lagi ngapain ."tanya Mutiara yang hati yang badmood .
"Aku lagi di kampus , biasa ngerjain tugas . Kamu kenapa telepon aku , kangen sama aku ya ."ucap Dimas sambil terkekeh mengoda .
"Iya nih , aku pengen bercanda dengan kamu . Kamu pulang jam berapa dari kampus . Kita ketemuan di rumah aku ya , atau kita pergi jalan jalan berdua nanti malam ." ajak mutiara dengan wajah masam di balik ponsel .
"Wahh sepertinya aku tidak bisa . Aku ada tambahan pelajaran , mungkin nanti malam aku pulang larut malam . Untuk menyelesaikan tugas aku ." ucap Dimas .
"heem gitu ya , ya sudah besok sore saja kita ketemuan nya . Aku dah kangen ingin ngobrol dengan mu , biasanya kita sering bertemu ."ucap mutiara .
"ya besok sore aku bermain ke rumahmu ,kalau kamu sudah pulang kerja ."jawab Dimas .
"ya sudah , aku lanjut kerja dulu . Kamu belajar yang baik baik , biar cepat lulus kuliahmu ."ucap mutiara .
__ADS_1
"Aminnn ."jawab Dimas bahagia .
Mutiara mematikan sambungan telepon nya . Mutiara segera melanjutkan kerjaan nya .sementara Dimas hatinya berbunga bunga dan senyum senyum sendiri setelah menerima telepon dari mutiara .