My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 102


__ADS_3

"Sejak kapan kamu berubah kasar seperti ini padaku , apa sejak kehadiran perempuan itu , sehingga mata hatimu benar benar tertutup untuk ku ." ucap Nagita dengan deraian air mata .


Ardy melihat Nagita menangis di depan nya juga merasa kasihan pada perempuan itu . Tapi ia harus tetap berpendirian kokoh . Ia masih belum bisa membuka hatinya untuk Nagita


"Apa arti hubungan yang kita bangun bersama bertahun tahun , hubungan yang sudah kita pertahan kan bertahun tahun . Yang sama sama kita perjuangkan bersama , mimpi mimpi yang telah kita lukis berdua . Bukan kah kamu dulu , yang sangat berharap kita untuk segera menikah .untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis . Bukankah kamu bermimpi agar bisa cepat punya anak anak yang lucu lucu dari rahimku . Lalu kemana mimpi mimpi itu ." Nagita terus mengungkit masa lalu nya bersama Ardy .


"Tanyakan pada dirimu sendiri , mungkin pergi bersama dengan dirimu , waktu aku sedang terpuruk saat aku rapuh . Dan itu semua sirna semenjak aku tau siapa kamu yang sebenarnya ."ucap Ardy


"Berapa kali aku katakan , kalau aku pergi keluar negri karen kerjaan , aku tidak tau menahu tentang kamu yang terkena musibah ." ucap Nagita mempertahan kan diri .


"Dan selama kamu pergi , kamu tidak pernah memberiku kabar sedikitpun . Apa aku masih pantas , menganggapmu sebagai kekasihku . Aku rasa hanya laki laki yang bodoh yang mau beranggapan seperti itu ." ucap Ardy dengan datar .


"Aku tidak bersungguh sungguh pergi untuk meninggalkanmu , setiap saat aku merindukan mu , aku selalu memandangi foto kita berdua . Aku selalu membawa lukisan ini kemanapun aku berada .kamu masih selalu ada di hati aku . Selalu dan selamanya .kamu tidak akan pernah ada gantinya dalam hidup aku . Aku mohon percayalah padaku ,dan kembalilah seperti dulu . Aku rindu saat saat kita bersama , saling melengkapi satu sama lain nya ."


Nagita kembali memohon dan meraih tangan Ardy . Ardy menarik tangan nya dengan cepat dan menjauhkan nya dari Nagita . Ia tak sudi di sentuhlagi oleh Nagita .


"Ardy aku cinta padamu sampai detik ini , dan rasa cinta itu sedikitpun tidak pernah berubah ."ucap Nagita


"Maaf Nagita , aku sudah tidak punya perasaan apa apa padamu ." ucap Ardy dengan datar sambil menatap ke arah Nagita .


Sorot mata Ardy berkata dengan jujur . ia benar benar tidak ada perasaan apa apa lagi kepada Nagita . Nagita sendiri bisa merasakan dan melihat dari tatapan mata Ardy .

__ADS_1


Tapi Nagita tidak akan membiarkan Ardy pergi begitu saja dari hidupnya . Ardy terlalu tajir untuk dia biarkan jatuh ke dalam pelukan wanita lain . Apa lagi wanita itu hanya seorang OB di kantor Ardy .


"Lalu bagaimana dengan perasaan aku yang masih sangat mecinta kamu ." tanya Nagita dengan nada yang sangat berat


"Maaf aku merendahkan diri aku sendiri di hadapan kamu , tapi aku tidak peduli akan hal itu , aku hanya ingin kamu tau , kalau aku masih sangat cinta dan sayang padamu , maaf kan aku yang terlalu bodoh karena pergi tanpa pamit padamu . Sampai sampai kamu mengira aku pergi meninggalkan kamu . Maafin aku , sekali lagi maafin aku ." ucap Nagita sambil menghapus air matanya .


"Aku tau maaf itu tak bisa aku dapatkan lagi darimu , aku terlalu bodoh , aku benar benar wanita paling bodoh di dunia ini karena hanya mementingkan diriku sendiri ,tidak memikirkan perasaan kamu ." Nagita berucap lagi sambil menutup mukanya . Dengan ke dua tangan nya seakan akan dia benar benar terpukul .


Ardy merasa iba juga kepada Nagita , Tapi ia engan menyentuh Nagita walau hanya sekedar menenangkan dia seperti yang ia lakukan dulu saat Nagita ada masalah .


"Sudah jangan nangis lagi , ini minim dulu ." ucap Ardy yang merasa iba pada Nagita , ia menyodorkan air putih pada Nagita .


Nagita semakin terisak , Ardy hampir iba dan ingin menyentuh Nagita tapi tiba tiba ponsel Ardy berdering , Ardy segera meraih dan menganggkat telpon nya .


"Hallo ." sapa Ardy tetap di tempat tidak pergi menjauh dari Nagita . Sehingga Nagita bisa mendengarkan percakapan mereka .


"Bapak duduk di meja nomer berapa . Saya tidak bisa menemukan bapak ." Sayup sayup Nagita mendengar suara penelpon dari sebrang . Suara seorang wanita , Nagita hafal benar suara siapa itu . Mutiara si sekretaris abal abal dan cupu itu ." gumam Nagita .


Nagita mendesis geram dalam isakan nya , padahal ia lagi sedang berusaha mendekati Ardy .tapi sialnya mutiara datang menganggu drama Nagita .


"Saya ada di meja paling belakang , bagian pojok , apa perlu saya jemput saja ." jawab Ardy bertanya pada Mutiara . Membuat Nagita panas karena Ardy begitu perhatian pada mutiara

__ADS_1


"Oh tidak perlu pak , saya bisa sendiri , saya sudah sampai di pintu ." jawab Mutiara membuat Nagita semakin mendegus kesal .


" Benar benar perempuan laknat ." umpat Nagita dalam hati .


Ardy menutup panggilan telepon nya . Dan menengok ke depan melihat kedatangan Mutiara . Ardy juga mengacuhkan keberadaan Nagita yang masih sembab oleh air mata buaya . Dan mengucek ngucek matanya biar kelihatan benar benar menangis .


Ardy terlihat sangat bahagia dan tenang menunggu kedatangan mutiara . Membuat Nagita gerah melihat Ardy seperti anak ABG yang baru pertama kali jatuh cinta .


"Ardy ." panggil Nagita lagi sambil meraih ke dua tangan Ardy . Nagita sengaja lakukan itu karena ia tau Mutiara sebentar lagi akan sampai di depan meja mereka .


"Apa yang kamu lakukan , lepaskan tangan saya ." erang Ardy sambil menarik tangan nya dari tangan Nagita , tapi Nagita tak ingin melepaskan sedikitpun .


Nagita kini malah mencium dan menempelkan tangan Ardy di pipinya . Ia sengaja melakukan itu . Karena ia tau kalau saat ini Mutiara telah berdiri di belakangnya menyaksikan apa yang telah ia lakukan .


"Makasih sayang ,ya . Kamu dah kasih aku ini ." tutur Nagita sambil menunjukkan kayu ukiran itu pada Ardy lagi . Ia lakukan itu supaya mutiara cemburu . Dan berpikir kalau ukiran itu baru Ardy berikan.


"Aku sangat bahagia , punya pacar kamu.. Dan sebentar lagi kamu akan jadi suami aku ." ucap Nagita .sambil mengelus tangan Ardy .


Ardy jadi pucat pasi melihat kedatangan mutiara . Dan menyaksikan semua yang di lakukan Nagita .mutiara menunduk dan tersenyum pada Ardy .


"Maaf pak kalau saya menganggu kalian berdua . Ini berkas berkasnya saya taruh di sini saja , biar saya duduk di meja lain . Kalau pak Ardy butuhkan saya , bapak telepon saja ." ucap mutiara sambil meletak kan berkas berkas yang di minta oleh Ardy untuk bahan rapat dengan klien , yang telah berjanji untuk bertemu di cafe itu .

__ADS_1


__ADS_2