
"Sekarang dia di mana , apa sudah di laporkan ke kepolisian ,atau sudah di jebloskan ke penjara ." tanya Pak Abraham .
"Suda , sudah .Dia sekarang sudah nyaman menikmati kehidupan nya yang baru ."jawab Ardy .
Drrrt......drttt
Tiba tiba telepon Pak Abrahan bergetar . Keningnya sedikit berkerut , melihat nomor dari sebuah kantor polisi menghubunginya .
"Ada apa pak ," tanya Ardy yang merasa penasaran melihat ekspresi pak Abraham yang kebingungan.
"Dari kantor polisi ." jawab pak Abraham dengan cepat membuat Ardy dan Tiara juga Dimas menatap pak Abraham .
"Hallo selamat sore pak ." jawab pak Abraham membuka pembicaraan dari ponselnya .
"Hallo mas Braham tolongin aku , aku sekarang ada di penjara , ku mohon ,mas ke sini tolongin aku ya . Aku tidak punya teman siapa siapa lagi , selain mas Abraham ,tolongin aku ya mas ." rengek Nagita di sebrang telepon .
"Kamu kenapa bisa sampai di penjara ." tanya Pak Abraham .
"Panjang ceritanya , pokoknya ini semua gara gara mantan aku , yang lebih memilih perempuan kampungan itu .dan malah putusin aku ." jawaban Nagita membuat Pak Abraham mengerutkan kening nya lagi .
"Apa mantan pacar kamu pak Ardy ." tanya pak Ardy pada Nagita . Yang membuat mereka semua menatap pak Abraham kembali dengan sejuta tanda tanya .
"Iya apa mas kenal dengan dia ." tanya Nagita .
"Iya kenal , kenal banget , juga wanita yang kamu katakan kampungan itu . Dia lebih baik dari kamu . Maaf Nagita sepertinya aku tidak bisa bantu kamu . Kali ini kamu sudah sangat keterlaluan , kamu sudah berani menyakiti orang tua . Dan aku paling benci pada wanita yang berani pada orang tua . Maaf banget Nagita ." ucap pak Abraham dengan cepat ,dan menutup ponselnya seketika .
Pak Abraham menunduk kan wajahnya tidak berani menatap , Ardy maupun Tiara . Memang dulu dia juga pernah menaruh hati pada Tiara , tak taunya Tiara adalah pacar Ardy yang merangkap sebagai sekretaris . Bahkan kini sudah tunangan dan sebentar lagi akan menikah . Tapi ia harus berbesar hati mungkin Tiara bukan jodohnya .
"Pak Abraham kenal dengan Nagita ." tanya Ardy mewakili rasa penasaran Tiara dan Dimas juga .Pak Abraham mengangguk pasti .
__ADS_1
"Ya kami kenal , saat bertemu di sebuah butik termahal di kota ini ." jawab Pak Abraham .mendengar cerita Ardy siapa Nagita . Ia ingat bagaimana Keagresipan Nagita yang begitu ngebet ingin berkenalan dan berteman dengan nya . Karena ia kelihatan berduit dan kaya . Karena berada di butik mahal itu .
"Terimakasih banyak pak Abraham , karena pak Abraham tidak berkenan untuk membebaskan nya , kami hanya ingin memberi dia pelajaran agar jera berada di sana ." ucap Ardy .
"Sudah pasti , saya tidak akan mau membantu orang . yang memang sengaja membuat kesalahan . Apa lagi itu pada seorang ibu , saya sangat tidak suka . Tapi pak Ardy , saya kira kenalan dia tidak hanya saya seorang . Jadi tetap lah berhati hati , mungkin hari ini saya tidak membantu nya . Tapi saya percaya di luar sana masih banyak laki laki lain yang dia kenal ." ucap Pak Abraham mengingatkan Ardy .
Ardy mengangguk ." Saya tau setidak nya dia masih akan bisa merasakan hidup di penjara beberapa hari . Semoga bisa membuat dia untuk segera tobat ,Tidak semua cinta di dasari oleh harta ." ucap Ardy .yang di angguki oleh mereka .
"Kalau begitu saya permisi dulu , semoga ibu segera membaik ." ucap Pak Abraham kepada Ardy dan Tiara .
"Terimaksih atas kehadiran nya Pak .hati hati di jalan ." Ucap Ardy mewakili .
Tiara dan Ardy masih menunggu bu andini di depan pintu operasi .
Bu denada yang mendengar ibunya Ardy dan Tiara masuk rumah sakit segera datang untuk menjenguk , ke rumah sakit bersama dengan putri .
"Assalamu 'allaikum ." ucap bu denada dan putri bersamaan .
Tiara sedikit mengerutkan keningnya menatap putri , sepertinya ia pernah melihat perempuan yang ada di hadapan nya ,tapi ia lupa di mana ia melihatnya .
"Saya putri , yang menyelamatkan Dimas waktu atraksi ke dalam sugai ." jawab putri sambil bercanda melihat Tiara yang sedang berpikir . Ada tawa kecil dari mereka dengar candaan putri .
"Oh ya , maaf saya lupa lupa ingat ."jawab Tiara .
"Bagaimana , belum ada kabar tentang bu andini ." tanya bu denada pada Tiara yang hanya mengeleng lemah . Bu denada meraih tmTiara ke dalam pelukan nya . Membuat Dimas membuang pandangan nya . Ada rasa nyeri di hatinya . Ia akan bahagia bila itu di lakukan oleh mamanya dari dulu .
"Kalian sebaik nya pulang dulu , gantilah baju kalian baru ke sini lagi . Bu andini biar kami yang menjaganya ya , kalau ada berita apa apa nanti kami akan segera mengabari kalian .." ucap bu denada kepada Ardy dan Tiara .
"Tidak apa apa , tante . Kalau ibu sudah keluar baru kami pulang ." ucap Tiara yang tidak enak harus merepoti bu denada .
__ADS_1
"Tidak , Tante tau kamu gadis baik , tante minta maaf , Di sini tante ingin menjadi saudara kamu . Jadi jangan merasa kamu merepoti tante ya . Gantilah baju kamu biar kelihatan tenang dan segar . Ya ." ucap Bu denada dengan lembut .
"Baiklah kalau begitu tante , kami merepoti sebentar ."Ucap Tiara
"Sama sama ."
Tiara menatap Ardy yang sudah berdiri .dan mengajak nya pulang sebentar .
"Kita pulang sebentar ." ajak Tiara .
"Iya sayang ." jawab Ardy meraih tangan Tiara .
"kami pamit pulang sebentar , sini merepoti bu denada sebentar ." ucap Ardy .
"Kalau kalian anggap kita teman atau keluarga , jangan pernah katakan merepoti , " ucap bu denada yang di angguki oleh Ardy . Tiara dan Ardy segera pergi meninggalkan rumah sakit .
Ardy dan Tiara pulang sesuai permintaan Bu denada , untuk menganti pakaian nya . Dengan kesediaan bu denada tinggal di rumah sakit bersama putri dan Dimas menjaga bu andini .
"Mas Dim , sudah makan belum ," tanya putri pada Dimas .
"Panggil Dim aja , jangan panggil mas , seolah olah aku lebih tua dari umurmu , padahal kita cuma beda tiga tahun ." ucap Dimas membuat putri terkekeh .
"Ya sudah , kamu sudah makan Dim ." putri mengulangi pertanyaan nya .
"Putri sudah masakin kamu banyak lo di rumah , enak enak . Kami pikir kamu akan pulang makan di rumah ." jawab bu denada ,membuat Dimas memalingkan wajahnya menatap putri yang tersenyum malu .
"memang nya kamu bisa masak ." tanya Dimas .
"Bisalah ,ih kamu ngremehin aku banget , memang pacar kamu dulu tidak bisa masak ." ucap Putri sambil mencubit bahu Dimas .
__ADS_1
"Ups , maaf." putri tiba tiba menutup mulutnya karena keceplosan , mengungkit kekasih Dimas karena merasa di remehkan oleh Dimas .
"Sakit tau , kamu dan dia sama , sama sama bisa masak , sama sama suka KDRT ." ucap Dimas sambil mengelus bahunya , bekas cubitan Putri ..