My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 60


__ADS_3

Ardy mengangkat wajahnya menoleh menatap mutiara secepat mungkin . Jawaban mutiara sangat melukai hati dan perasaan nya .


"Maksudmu apa ."tanya Ardy dengan nada kaget campur kecewa .


" ka kami tidak pacaran kok pak . Ini saya masakin Dimas , karena . Saya cuma ingin minta maaf sama Dimas , karena tadi pagi saya lupa mengabari Dimas , kalau saya berangkat kerja sama bapak ."ucap mutiara dengan suara gugup karena takut salah bicara .


" sebegitu pentingkah Dimas di hatimu . Sehingga kamu sebegininya kamu , untuk berusaha mendapatkan hatinya ." gumam Ardy dalam hati .


"Bapak tidak apa apa , pak ....bapak baik baik saja ." tanya mutiara yang melihat Ardy benggong


" ya daya baik baik saja ." ucap Ardy sambil menetralkan hati dan perasaan nya .


" saya baru ingat , kenapa kalau untuk Dimas kamu sebegininya usahamu , untuk memasak kan Dimas . Tapi kenapa kalau untuk saya kamu tidak ingat ya ?.padahal tadi siang saya sudah pesan untuk, bawakan saya bekal makan besok siang .tapi sepertinya kamu tidak belanja untuk pesan saya ." ucap Ardy ingin melihat reaksi mutiara .


Mutiara mengerjapkan matanya mengingat ingat apa ada yang telah ia lupakan , dari pesan Ardy.


"Oh iya saya lupa , tapi belanjaan ini cukup kok untuk makan besok siang ."ucap mutiara .


" Saya tidak mau yang bekas , atau sisa orang ."ucap Ardy .


" Aduh pak Ardy .Ya sudah kalau begitu nanti malam datang ke rumah saya saja , biar kita makan sama sama dengan Dimas ." gumam mutiara yang di dengar oleh Ardy dan langsung di setujui . Mrmbuat Mutiara terkejut dan sadar dengan apa yang baru ia katakan .


"Ok ."jawab Ardy dengan lantang mengejutkan mutiara


"Ehh barusan saya ngomong apa ." tanya mutiara .


"ah sudah kamu jangan sok sokan tidak tau . Untuk membatalkan undangan kamu padaku . Untuk datang makan nanti malam . Dan kamu akan ngedate dengan Dimas iya kan ." ucap Ardy sewot .


"Ihh pak Ardy main tuduh tuduh sembarangan . Saya orangnya tidak seperti itu pak , ya sudah deh . Nanti malam pak Ardy ke rumah saya , nanti kita makan malam bersama sama ," ucap Mutiara .

__ADS_1


"Nah , gitu dong . Kan enak jadinya ."ucap Ardy sangat bahagia .


"Sepertinya aku dah tak bisa memendam rasa ini . Memendam perasaan ini pada Tiara . Dan berlagak sok sok an . Berlagak tidak pedulikan Tiara . Aku tidak bisa , apalagi harus jauh . Dan melihatnya dekat dengan lelaki lain .Tidak , tidak akan aku biarkan hal itu terjadi ," batin Ardy.


Ardy segera meluncurkan mobilnya menuju ke rumah mutiara . Setelah menurun kan mutiara Ardy segera pulang ke rumah akan bersiap siap , untuk makan malam di rumah mutiara , malam ini .


Mutiara segera menyiapkan keperluan untuk makan malam bersama nanti . Ia menyiapkan masakan untuk acara makan malam bersama .


Walaupun bagaimana mutiara tidak melupakan ibunya . Untuk ikut bergabung , karena mutiara selalu menjaga pergaulan .


Mutiara tidak mau berdua duaan dengan laki laki di rumahnya , bila malam hari ,ia selalu melibatkan ibunya ada di sampingnya untuk menemaninya .


"Kamu sudah menelpon Dimas nak , untuk datang ke sini ."tanya bu andini yang datang menghampiri mutiara ke dapur .


"Sudah bu , kata Dimas selesai mengerjakan tugas , dia akan mampir ke sini ." ucap mutiara .


"Belum bu , biar jadi kejutan untuk Dimas ,"jawab mutiara .


"kejutan apa ."tanya bu andini sedikit terkejut .


"Pak Ardy kan juga Bosnya Dimas dulu . Siapa tau Dimas ada sesuatu yang ingin di tanyakan , sama pak Ardy . Pak Ardy punya pengalaman yang banyak . Siapa tau bisa membantu Dimas dalam meraih ke suksesan dia yang akan datang ."jelas mutiara .


"emm bagus kamu benar , kalau begitu ibu bereskan dulu meja makan nya ,dan ibu juga akan tambah kursinya ."ucap bu andini .


" iya bu , pelan pelan saja ."pesan mutiara .


Mutiara melanjutkan masakan nya , untuk makan malam . Tak lama kemudian hidangan makan malam telah tertata rapi di meja makan . mutiara bersiap siap menunggu tamunya datang .


Tak lama kemudian Mutiara lari keluar mendengar suara motor Dimas . Mutiara melihat wajah lelah Dimas . Ia pun berusaha ceria dan tersenyum .

__ADS_1


"Selamat datang bapak mahasiswa ."sambut mutiara pada Dimas di teras rumah nya .


"Hai ibu sekretaris , apa kabar ?. Sepertinya kita sudah lama tidak ngobrol bareng ya ."ucap Dimas .


"ya kan kamu juga harus fokus dengan kuliahmu , bagai mana kuliah kamu lancar kan ." tanya mutiara lagi .


"Alkhamdulillah ." jawab Dimas . Dimas mendaratkan pantatnya duduk di kursi teras depan rumah . Mutiara juga ikut duduk di kursi seberang meja ,sebelah Dimas .


" Bagaimana denganmu , apa kamu betah bekerja di kantor itu ."tanya Dimas .


"yahh lumayan , betah . Memangnya kenapa ."tanya mutiara .


"Tidak , kalau kamu tidak betah . Aku bisa carikan kamu kerjaan yang lain ."jaqab Dimas sambil melirik Mutiara .


"Dimas sangat perhatikan padaku , masalah pekerjaan saja dia juga perhatian , takut kalau aku tidak betah . Padahal aku sudah nyaman dengan pekerjaan ini . Dia masih juga cemas tanya aku betah atau tidak . Apa mungkin ini sifat baik Dimas pada semua orang , sehingga dia di luar juga mudah untuk mendapatkan pasangan di luar . Dan aku , aku bukan siapa siapa untuk dia . Aku dan dia hanya sebatas teman , tidak lebih ."batin mutiara .


"kenapa diam sayang ."tanya Dimas yang mulai mengoda mutiara kembali .


Mutiara menelan salivanya dengan pelan agar tidak kelihatan gugup di mata Dimas . Mungkin dulu ia akan baper dengan panggilan itu . Dulu bisa olah raga jantung bila dengar Dimas memanggilnya sayang , tapi tidak untuk sekarang .


Mutuara telah membuat benteng di hatinya . Untuk menerima serangan godakan dari Dimas seperti sekarang . Sudah cukup ia menangisi kebodohan nya ,hanya karena mencintai lelaki yang hanya menganggap dirinya sebagai teman saja .


"Aku nyaman kok kerja di kantor pak Ardy . Aku dah bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan di kantor ." ucap mutiara dengan tersenyum pada Dimas .


Dimas terjesima dengan senyum yang di berikan oleh Mutiara . Penampilan mutiara sudah banyak berubah sejak dia bekerja sebagai sekretaris . Dulu ia tak berani merubah penampilan mutiara , ia hanya berani mencibir . Sekarang mutiara telah bisa memoles bibir ranumnya dengan lipstik pink natural .


Aura kecantikan mutiara keluar 100% , sempurna . Dimas selalu mencuri pandang , melihat kecantikan mutiara saat mutiara tak menatapnya . Dimas akan membuang wajahnya bila mutiara menatapnya . Ia takut akan kepergok oleh mutiara bila dirinya mengaguminya .


" Aku yang tidak nyaman , kamu bekerja di kantor itu , Tiara . Aku takut kamu akan di ambil orang lain . Aku sangat takut ." gumam Dimas dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2