My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 105


__ADS_3

Ardy menghapus air mata Tiara , yang membuat Tiara sadar kalau dirinya masih bersandar di dada Ardy . Tiara segera menjauhkan kepalanya dari dada bidang milik Ardy .


"Kamu jangan sedih lagi ya ." ucap Ardy sambil memegang kedua pipi Tiara sambil menghapus air matanya yang masih setia jatuh .


"Maaf pak Ardy , ya.. Saya jadi curhat sama bapak ." ucap Tiara sambil memaling kan wajahnya dan menghapus sendiri air matanya hingga kering .


"Tidak apa apa kok ."jawab Ardy sambil tersenyum . " kamu sudah makan? Kita pesan makanan dulu ."ucap Ardy .


"Tudak usah pak , saya sudah tidak berselera lagi ."ucap mutiara .


" Loh jangan gitu dong .pokoknya aku mau pesankan makanan untuk kamu . Dan kamu harus makan ."ucap Ardy dengan tegas dan bangkit dari tempat duduknya . Dan mencari cari tempat jual makanan .


"Saya tidak pernah beli makanan di sini , apa kamu sering makan di sini ."tanya Ardy yang binggung harus beli apa .


"Sering kok pak , makanan di sini enak enak saya sering makan di sini bersama....."Bibir Tiara langsung berhenti saat akan mengucapkan kata Dimas , ia langsung mengurungkan niat nya untuk menyebut nama itu .


"Sama siapa .."tanya Ardy yang melihat Tiara mendadak melamun .


"Tidak penting pak Ardy , ya sudah , pak Ardy mau pesan makan apa , ayo ikut saya ke sini ." ucap Tiara sambil menarik tangan mutiara . Tanpa Tiara sadari , tapi bahagia buat Ardy ini yang peetama Tiara mau menyentuh dirinya .


"Bang , pesan sate kambing satu bungkus , ciloknya satu bungkus ya ." pesan Tiara .


"kamu suka sate kambing ."tanya Ardy


"Saya .. Tidak begitu , biasa saja .pak Ardy ngak suka sate kambing ." tanya Tiara .


"kamu pesan untuk saya ."tanya Ardy kembali .


"Iya ,sayakan ngak mungkin pesan cilok untuk pak Ardy ." ucap Tiara sambil terbahak kecil .


"Bang saya jangan sate deh , samakan dengan pesan yang satu tadi ." pinta Ardy pada abang penjual sate dan cilok .

__ADS_1


"Oh berarti sate nya tidak jadi , pesan cilok dua bungkus ." tanya abang penjual


"Nah iya itu ci....ciloknya dua bungkus ."ucap Ardy terbata bata . Karena ini ia yang pertama kali memakan jajanan yang suka di kerumuni anak SD .saat mereka melewati gang sekolahan saat akan pergi makan siang .


"Yang benar saja BOS besar makan cilok , bapak makan sate saja ya ." pinta Tiara yang merasa tidak enak karena Ardy ikutan makan cilok .


"Sudah tidak apa apa , tidak beracun kan ."tanya Ardy lagi .


"ya tidaklah pak , kalau beracun mana laku , lihat tuh di belakang kita dah banyak yang ngantri ." tunjuk Tiara ke belakang Ardy yang dah banyak orang untuk beli , Ardy ikut menoleh ke belakang sempat matanya membola .


Pesanan mereka sudah jadi , Tiara sengaja minta di taruh di mangkok tidak plastik putih seperti biasa saat bersama Dimas . Dulu dia sering makan cilok dengan dimas sambil.nongkrong di atas motor bersama Dimas .


Tiara meletakkan mangkok xilok di atas meja . Bau wangi khas cilok mengepul menerobos ke dalam penciuman Ardy . Ardy mengendus bau harum cilok .


"ini pakai bumbu kacang ya ." tanya Ardy sambil mengaduk aduk cilok berlahan .


"Iya bumbu kacang kenapa , pak Ardy tidak suka dengan bumbu kacang , makanya tadi Saya sudah bilang , suruh bapak makan sate kambing saja , pak Ardy keras kepala ." sungut Tiara sambil memSuk kan satu butir cilok ke mulutnya .


"Eh..maaf saya tidak bermaksud..."Tiara menghentikan kalimatnya , ia kunyah cilok dalam mulutnya dan menelan nya . Takut sambil makan cilok sambil bicara akan tersedak .


"Maaf bukan maksud saya , berani sama bapak , saya cuma bercanda kok ."ucap Tiara .Ardy cuma manggut manggut , matanya fokus kepada cilok yang ada di hadapanya . Ia ragu antara mau makan dan tidak campur menjadi satu .


"Pak Ardy suka makan pedas ." tanya Tiara yang sudah memegang botol sambal cabe rawit .


"Tidak , jangan , perut saya tidak tahan pedas ." jawab Ardy cepat .ia ngeri lihat sambal cabe yang telah di tuang Tiara ke dalam mangkoknya .


"Jangan banyak banyak , nanti sakit perut ." ucap Ardy sambil menahan tangan Tiara yang menuang cabe ke dalam mangkoknya .


"Ahh ,saya sudah biasa pak , lagian makan pedas bisa hilangin rasa galau ."ucap tiara keceplosan . sambil terkekeh kecil . Sambil mengaduk sambal di mangkoknya .


Ardy mencoba menggigit cilok itu , ia ingin mencoba rasanya sebelum benar bemar memakan nya .

__ADS_1


"Lumayan enak ."jawab Ardy sambil manggut manggut "Nah , saya bilang juga apa , pak Ardy saja yang tidak pernah merasakan , jadi anak jalanan . Jadi tidak tau bagaimana rasanya cilok itu ." cibir Tiara yang tak di gubris oleh Ardy .


"Tadi kamu bilang kamu ingin menghilangkan galau , memang kamu galau kenapa ." tanya Ardy sambil memasukan butir cilok ke dalam mulutnya .


Tiara menghentikan kunyahan nya , mendengar pertanyaan dari.Ardy .


"Apa aku harus bilang jujur sama pak Ardy ."gumam Tiara dalam hati .


"Kok diam , kamu galau kenapa , Apa karena..... pertanyaan dari saya tadi sore ." ucap Ardy sambil menatap mangkok ciloknya sambil tersenyum kecil .


"e hehehe ." Tiara tersenyum malu dengar ucapan Ardy .


" Oh iya , Memangnya kamu ke sini tadi dengan siapa . Mau ngapain ?, terus kenapa malah nangis di pinggiran jalan ."cecar Ardy yang membuat Tiara bingung harus jawab yang mana dulu .


"Kita jangan bahas itu lagi boleh tidak ." Tiara bernego dengan Ardy . Ardy menatap wajah Tiara serius .


"Sebenarnya saya pengen tau , karena menyangkut diri kamu . Tapi kalau kamu merasa tidak nyaman cerita dengan saya . Ya saya boleh buat apa ." jawab Ardy sambil memberikan senyum manisnya kepada Tiara . Yang selalu bisa membuat hati Tiara berdendang ria di dalam nya .


"Kamu cobakin deh cilok racikan saya , ini mantep banget lo ." ucap Ardy sambil menyendokan satu butir cilok menyodorkan ke arah mulut Tiara .


"Racikan dari mana , haha jelas jelas tadi beli sama abang abang itu ."cibir Tiara


"Tadi si abang cuma tidak ngasih kecap dan saos . Tapi sekarang saya kasih , apa itu bukan termasuk racikan juga ." bela Ardy yang tidak mau kalah dan ingin Tiara mau makan cilok dari sendok nya .


Tiara membuka pelan mulutnya perlahan dan Ardy menyuapkan cilok yang ada di sendoknya , dengan senyum bahagia , karena ia berhasil membuat Tiara mau makan satu sendok dengan nya .


"Bagaimana ." tanya Ardy dengan serius menatap wajah Tiara .


"Ah sama saja , rasanya seperti biasa , ngak ada yang istimewa ." jawab Tiara yang benar benar merasakan rasa cilok tersebut .


"Ahh kamu , seharusnya kan kamu jawab dengan kata kata yang bisa bikin aku bahagia ." gerutu Ardy sambil melanjutkan makan nya hingga habis .

__ADS_1


__ADS_2