My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 68


__ADS_3

"Ya ma ngerjain tugas kuliah , tapi ngak di kampus di rumah Rio ma ."ucap Dimas berbohong sambil tersenyum .


"Baiklah , sesekali datanglah ke perusahaan mama , biar kelak tidak terasa asing , saat masuk kerja ."ucap mama denada


" siapa ma , bulan depan Dimas wisuda . Setelah itu Dimas akan ke kantor mama tiap hari ."janji Dimas .


"Nah gitu dong . Baru anak kesayangan mama . Sekalian mama kenalkan kamu dengan putri teman mama . Anaknya cantik dan pintar lagi .


Dimas terpaksa tersenyum sambil mengaruk tengkuknya . Ia mulai tidak nyaman mendengar ucapan mamanya .untuk mengenalkan dirinya dengan seorang wanita . Sementara di hatinya sudah ada mutiara .


"ma Dimas ke kamar dulu ya . Mau mandi ."ucap Dimas dan langsung masuk ke kamar ia tak ingin lepas kendali menjawab bahasan mamanya .


Sampai di dalam kamar Dimas menghempaskan badan nya ke atas kasur .ia hapus wajahnya dengan kasar .


"Mama buat drama apa lagi ," erang Dimas . Tiba tiba Dimas ingat dengan foto fotonya dengan mutiara tadi sore .Dimas segera mengambil ponselnya dan membuka galeri fotonya . Ia ingin mengusir gundah di hatinya karena ucapan mamanya .


"ini baru manis sekali , aku serasa benar benar mencium mu Tiara . Kapan ini akan jadi kenyataan ."ucap Dimas menatap hasil ceoretan nya yang terakhir kali .dan meletakkan ponselnya di atas dada .


Dimas tersenyum sambil memejamkan matanya . Larut dalam hayalan nya , bahagia bersama mutiara hingga terbuai ke alam mimpi .


...----------------...


Keesokan harinya . Dimas memberi tau mutiara kalau ia akan datang menjemput nya .

__ADS_1


"Baiklah , lebih baik aku di antar jemput oleh Dimas .dari pada aku pulang pergi bersama pak Ardy .Sepertinya Rani mengusik aku , sepertinya dia tidak suka padaku , Dia telah mengingatkan aku . aku tak mau di cap sebagai pelakor lagi . Padahal aku tidak merebut laki laki orang ."gumam mutiara sambil memasukan ponselnya ke dalam tas .


"Bu , Tiara berangkat dulu ya . Dimas sudah menunggu aku di luar ."ucap mutiara pada bu andini . Sambil mencium tangan ibunya .


"Ya , kalian hati hati ya ." ucap bu andini ikut mengantar kepergian mutiara sampai di teras rumah .


"Tiara sudah mau berangkat kerja ." ucap bu dwi yang datang dengan menenteng kresek hitam di tangan nya . Bu dwi jarang masak dia lebih suka beli sayur dan lauk siap hidang di warung mbak yayuk . Tempat mutiara dulu bekerja . Bu dwi juga langanan di warung itu . Hingga beredar gosip bila dirinya jadi seorang pelakor .


Padahal suami mbak yayuk juga tidak ganteng ganteng amat . Lubang sedotan aja tak mampu menunjuk kan kegantengan nya , mana ada yang naksir dia . Tapi entah dari mana datangnya isu isu bila dirinya telah merebut suami mbak yayuk .sementara mutiara juga tau desas desus itu juga dari mulut bu dwi juga .


" iya bu , saya sudah di jemput oleh Dimas itu ."ucap tiara menunjuk mobil Dimas yang ada di sebrang jalan .


"enak ya , setelah kamu merubah penampilan kamu , Dimas jadi antar jemput kamu pakai mobil . Apa dia tidak rugi ya cuma di manfaatin saja ." cibir bu dwi sambil tetap menampakkan senyum nya .


"kamu marah dengan ucapan saya , ? Saya kan cuma bercanda tadi . Maksud saya itu , apa Dimas punya uang untuk bayar sewa mobil itu , kan bensin juga mahal . Saya tidak ada maksud apa apa , aku cuma kasihan sama dia , jangan hanya karena ingin tampil keren . Rela ngutang ke sana kemari ." ucap bu dwi tanpa merasa berdosa .


Darah muda mutiara telah mendidih , mendengar cerocosan dari bu dwi . Mutiara menarik nafasnya dalam dalam , ia sudah siap akan menjawab semua ucapan bu dwi . Tapi di halangi oleh ibu nya . Bu andini mengelus lengan mutiara dan dadanya sendiri untuk bersabar . Agar tidak meladeni ucapan bu dwi .


"Sudah kamu nanti terlambat , ayo ibu antar sampai ke mobil Dimas . Ibu juga mau lihat mobil Dimas , siapa tau nanti Dimas ajak ibu jalan jalan ."ucap bu andini , sambil menarik tangan mutiara untuk jalan . Bu andini sengaja mengatakan itu hanya untuk memanas manasi bu dwi kembali .


Mutiara dan bu andini telah sampai di dekat mobil Dimas . Melihat bu andini Dimas segera turun dari mobil dan menyalami bu andini , sambil membungkuk sopan .


"Ibu sehat , Dimas sudah lama tidak mampir , kapan kapan Dimas akan mampir ,Dimas juga kangen ngobrol sama ibu . Akhir akhir ini Dimas terlalu sibuk urusan kuliah "ucap Dimas dengan sopan tanpa di tanya .

__ADS_1


"Tidak apa apa Nak , ibu tau . Kamu sedang mengejar skripsi , tugas kampus , Tiara sudah cerita sama ibu . Kalau bulan depan kamu akan wisuda kelulusan kan ."ucap bu andini .


"Iya bu , do'akan yang terbaik untuk Dimas ya bu ."ucap Dimas .


"Iya ibu pasti do'akan . Ya sudah kalian cepat berangkat , nanti terlambat ."ucap bu andini .


"Iya bu ." jawab mutiara dan Dimas bersamaan .Dimas dan mutiara masuk ke mobil . Sebelum menjalankan mobilnya Dimas sempat melirik bu dwi yang masih berdiri di teras rumah mutiara . Dimas tersenyum dan mengangguk kecil tanda pamit dan segera meluncurkan mobilnya , meninggalkan rumah mutiara .


Bu andini kembali menghampiri bu dwi yang masih setia berdiri di teras rumahnya .


"Enak ya bu andin , kalau kita punya anak perempuan yang sedikit cantik , langsung banyak laki laki yang ngantri ." kelakar bu dwi , membuat bu andini merasa dongkol hatinya .tapi ia tetap tersenyum . Ia tak ingin meladeni ucapan bu dwi .


"itu bu dwi lagi beli apa , lauk . Ibu dwi belum sarapan ."tanya bu andini sambil mengintip ke dalam kantong plastik bu dwi . Bu dwi cemberut menjauhkan kantong plastiknya . Ia tak suka dengan tindakan bu andini yang mengintip belanjaan nya .ia tak ingin bu andini tau apa yang ia beli .


"Iya saya belum sarapan .jadi saya pulang dulu ." ucap Bu dwi dengan sewot pergi meninggalkan bu andini sendirian di teras rumah .


Bu andini geleng kepala tak habis pikir dengan tetangga satu nya itu . Ia selalu mengusik kehidupan orang lain . Tapi kehidupan sendiri tak mau di usik .


Sepanjang perjalanan ke kantor mutiara hanya diam membisu . Dimas tau kalau mutiara tidak sedang baik baik saja . Dimas menarik nafas agar suaranya bisa lembut tak melukai mutiara .ia tatap wajah mutiara .


"kamu kenapa , kok mukanya di tekuk seperti itu ." tanya Dimas .


"itu tadi tetangga rempong banget . Hidupnya ngak nyaman lihat orang lain bahagia ."ucap mutiara ketus .

__ADS_1


"Memangnya ada apa ? Cerita ke aku , biar aku tau titik permasalahan nya dan tau cara penyelesaian nya ."ucap Dimas .


__ADS_2