My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 115


__ADS_3

Ardy nasih setia menemani Tiara di sisi ranjang menunggu Tiara sadar dari pingsan nya . Ardy terus mengenggam tangan Tiara tak henti hentinya Ardy meminta maaf pada Tiara .


"Kamu ngapain sih , harus mengorbankan diri untuk nyelamatin aku ." ucap Ardy sambil menyisihkan rambut Tiara yang menutupi wajah Tiara .


"Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu , aku takut kalau sampai kamu kenapa kenapa ." lanjut Ardy sambil mencium tangan Tiara . Satu bulir air mata jatuh di tangan Tiara .


Perlahan Tiara membuka matanya .Ia melihat Ardy masih mengenggam tangan nya


"Mas Ardy ." panggil Tiara dengan suara lemah .membuat Ardy terkejut sekaligus bahagia mendengar suara kekasihnya yang lemah lembut itu .


"Tiara , sayang . kamu sudah sadar sayang ." tanya Ardy sambil mengelus kepala Tiara .


"Iya sayang ,"jawab Tiara , ia berpikir apa yang terjadi sehingga ia harus berada di rumah sakit . Ia baru ingat kalau kalau terakhir kali ia ingin menyelamat kan Ardy dari pukulan para geng motor .yang akan memukuli Ardy .


" Sayang , senang sekali melihatmu siuman , lain kali jangan pernah lakukan hal bodoh itu lagi , aku takut , aku takut kehilangan kamu ."ucap Ardy sambil mengelus kepala Tiara .


"Sayang , bagaimana keadaan kamu , ada yang luka tidak ." Air mata Ardy tak dapat ia bendung lagi terpaksa harus jatuh di depan mata Tiara . Ia terharu dengan kekasihnya yang sudah terluka tapi masih mengkhawatirkan dirinya yang baik baik saja .Tiara tersenyum menghapus air mata Ardy .


"Kita pulang saja ya mas ." ucap Tiara yang bangun dari tiduran nya .


"Jangan sayang , kamu masih sakit tiduran saja dulu di sini , istirahat." ucap Ardy .


"Tidak apa apa mas . Saya istirahat saja di rumah ." desak Tiara


"Baiklah kalau mau mu begitu , mau aku gendong apa jalan sendiri ." tanya Ardy .


"Jalan sendiri saja mas , aku bisa ." ucap Tiara yang segera turun dari ranjang dan di bantu jalan oleh Ardy .

__ADS_1


Setelah membayar semua biaya rumah sakit Tiara dan Ardy segera pulang , Sampai di rumah ternyata Dimas ada di sana juga . Sedang ngobrol bersama bu andini .


"Tiara , kamu kenapa lagi sayang ." tanya Bu andini yang langsung menyambut Tiara dengan wajah cemas .


Dimas juga ikut berdiri melihat Tiara yang sudah masuk ke dalam rumah bersama Ardy .


"Maafkan saya bu , Tiara begini karena ingin menolong saya ."ucap Ardy .


"Menolong Anda ." sahut Dimas dengan gigi gemeletuk karena kesal .


"Dim , aku tidak apa apa , pak Ardy sebaik nya kembali saja ke kantor . Kamu juga Dim , bukan nya kamu harus sering sering ke kantor ." ucap Tiara dengan suara lemah


"Iya Nak , sebaiknya kalian pergi dulu , biar Tiara istirahat ."ucap bu andini .


Ardy dan Dimas melangkah dengan berat meninggalkan rumah Tiara . Sampai di luar Dimas meraih krah beju Ardy dengan kasar .


"Dim , kamu ini apa apaan ." bentak Ardy dengan terkejut ,sambil berusaha melepas tangan Dimas yang masih meremas kuat krah bajunya .


"Bu kok ada ribut ribut di luar , ada apa ya ." tanya Tiara kepada ibunya . Bu andini mengeleng dan Tiarapun bangkit dan pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar rumahnya .


"Dimas , hentikan ." teriak Tiara yang melihat oerlakuan Dimas yang kurang ajar kepada Ardy .


"Terus saja kamu belain dia , terus saja Tiara ." teriak Dimas kesal sambil melepaskan cengkraman di krah baju Ardy .


"Kamu tidak pernah menghargai aku , selama ini aku yang selalu ada untuk kamu . Bahkan kamu tidak pernah terluka seujung kuku pun , saat kamu bersama aku . Tapi lihat saat kamu bersama laki laki itu , kamu terluka dah berapa kali . Berapa kali kamu celaka karena dia ." teriak Dimas dengan itonasi yang tinggi .


"Dimas , kenapa kamu jadi kasar seperti itu , aku seperti ini tidak ada hubungan nya dengan Pak Ardy ." jawab Tiara berusaha menjelaskan pada Dimas walau dirinya terasa lemah .

__ADS_1


"Sayang , sudah kamu istirahat saja . Kamu kelihatan lemas sekali ." ucap Ardy yang mendekati Tiara dan merangkul bahu Tiara yang membuat Dimas semakin kepanasan .


"Tidak apa apa , "jawab Tiara sambil tersenyum ia raih tangan Ardy dari bahunya .


"Pak Ardy kembali ke kantor saja ya ." ucap Tiara .


"Iya saya pergi sekarang ." ucap Ardy dan dengan perlahan melangkah pergi sambil menatap Dimas yang masih menatapnya dengan tatapan penuh kebencian , lalu Ardy dengan cepat pergi meninggalkan rumah Tiara .


"Dim , kamu jangan seperti itu ." pinta Tiara dengan suara yang parau ,ingin rasanya ia menangis , melihat Dimas sekasar itu pada Ardy .


"Bagaimana aku bisa diam lihat kamu dalam keadaan seperti ini , Taiara ." tanya Dimas dengan suara lirih .


Bu andini memegangi Tiara yang kelihatan lemah ,takut Tiara akan tumbang di tempat .


"Dim ini bukan salah pak Ardy , Aku cuma membantunya , dia hampir di keroyok oleh kumpulan geng motor ." jawab Tiara berusaha menjelaskan pada Dimas .


"Sebegitu cintanya kamu sama pak Ardy ?. Sampai sampai kamu rela korbanin diri kamu untuk pak Ardy . Lalu kamu anggap apa aku ini Tiara , Aku juga punya perasaan yang sama seoerti pak Ardy untuk kamu . Aku juga cinta sama kamu ." ucap Dimas dengan nada kecewa .


"Dim ." Tiara tak tau harus bicara apa .matanya telah berkaca kaca mendengar semua ucapan Dimas . Ia seperri makan buah simalakama .


"Maaf aku pamit dulu , kalau aku tidak ada harga nya untukmu ." ucap Dimas yang membuat sukses mata Tiara jatuh membasahi pipinya .


"Bu , kenapa Dimas seperti itu bu ."tanya Tiara sambil memeluk ibunya .


" sudah ayo masuk ."ajak bu andini . ia tidak tega melihat perasaan putrinya yang terpukul . Bu andini membawa Tiara masuk ke kamarnya dan membiarkan Tiara membaringkan badan nya dengan air mata yang masih membasahi pipinya . Bu andini menepuk bahu Tiara dengan pelan memberi nya ketenangan .


"Mungkin Dimas merasa kehilangan kamu , karena kamu sudah menjadi pacar pak Ardy ."ucap bu andini . Sambil mengelus kepala Tiara .

__ADS_1


"Tapi bu , ibu juga tau kan Alasan Tiara menerima cinta pak Ardy . Tiara telah membunuh habis perasaan Tiara untuk Dimas . Tiara sudah belajar melupakan perasaan cinta Tiara pada Dimas . Penghinaan mamanya Dimas , sudah cukup untuk Tiara tidak mendekati Dimas lagi , selain dekat sebagai seorang sahabat . Lalu Tiara harus bagaimana lagi bu Tiara bingung ." lirih Tiara dalam tangisnya . Bu andini hanya bisa memeluknya dalam hangat nya jasih sayang seorang ibu . Seperti induk ayam yang melindungi anak anaknya .


"Kamu yang tenang ya , ibu tau ini berat untuk kamu . Kamu yang sudah mencintai nak Ardy ,dan kamu yang sudah berpacaran dengan Nak Ardy , tapi Dimas masih tetap ingin di sampingmu . Seperti dulu ."ucap bu andini .


__ADS_2