
"Nak , maaf kan mama mungkin Tiara juga bukan jodoh kamu , ikhlaskan dia ya nak , kemarin Dia juga datang menjengukmu ." ucap bu denada .
Dimas menarik nafas dalam dalam sambil memejamkan matanya .ia tatap wajah mamanya .
"insyaAlloh ma , Dimas akan ikhlaskan . Dimas juga akan menebus kesalahan Dimas kepada Tiara dan ibunya ." ucap Dimas .
"Apa yang telah kamu lakukan nak , maafkan mama ." ucap bu denada .
" Dimas juga minta maaf ma ." ucap Dimas yang juga merasa bersalah selama ini sudah membangkang pada mamanya .
Nagita sangat murka karena Dimas mematikan telepon nya secara sepihak
"Kurang ajar , dia mematikan telepon dari aku . Baiklah kalau memang kamu tidak mau , bekerja sama dengan aku , aku akan beraksi sendiri ." ucap Nagita dengan senyum liciknya .
Bu denada menepuk punggung tangan Dimas dengan tatapan mata kosong penuh penyesalan .
"Tiara mau tunangan . Mama minta maaf ya , dulu mama selalu melarang kamu berhubungan dengan Tiara . Mama terlalu egois hanya mementingkan kepentingan mama sendiri ."ucap bu denada yang menyesali apa yang telah ia lakukan di masa lalu , terhadap Dimas dan Tiara .
Putri yang ada di situ hanya diam mendengarkan percakapan antara anak dan ibu tanpa ingin ikut campur .
"Sudah ma , semua dah berlalu , Dimas sudah tidak apa apa , Dimas juga akan berusaha mengikhlaskan seperti kata kata mama tadi ." ucap Dimas pada mamanya . Sambil menarik sedikit sudut bibirnya .
Bu denada mengelus rambut Dimas penuh dengan kasih sayang , ia juga mencium kening Dimas .
"Maafkan mama ya sayang , mulai sekarang mama janji , kedepan nya mama tidak akan pernah mengatur dan mencampuri lagi apa yang ingin kamu lakukan . Mama lupa kalau putra mama ternyata sudah dewasa , sudah tau mana yang terbaik untuk dirinya sendiri ." ucap bu denada .
Dimas menarik tangan mamanya , dan menciumnya dengan takzim .
" Dimas yang seharusnya minta maaf sama mama , karena selama ini Dimas telah membangkang sama mama , Dimas minta maaf ." ucap Dimas sambil mencium tangan mamanya lagi . Air matanya telah menganak sungai di kelopak matanyanya .
Putri yang melihat kemesraan anak dan ibu itu pun ikut meneteskan Air matanya terharu , putri akhirnya tau banyak sedikit masalah yang terjadi , sehingga membuat Dimas ingin bunuh diri , dan meloncat ke sungai .
"Putri , terimakasih sebanyak banyaknya kamu telah menyelamatkan Dkmas , kalau kamu tidak selamatkan Dimas , tante tidak tau , bagaimana hidup tante tanpa Dimas ," ucap bu denada pada putri .
"Sama sama tante ."ucap putri pada bu denada sambil tersenyum .
"Aku juga mengucapkan terimakasih banyak ya put ." ucap Dimas pada putri .
__ADS_1
"Sama sama mas Dimas , jangan lakukan itu lagi , Aku tidak kuat , aku bisa bisa jantungan , tau tidak ." ucap putri yang hanya di balas senyuman dari Dimas .
"Lagian kenapa kamu tiba tiba muncul di sana ,memangnya kamu dari mana ." ucap Dimas .
"Itu tanda putri , perempuan yang di kirim sama Alloh , sebagai dewi penyelamat kamu ." jawab bu denada yang membuat putri dan Dimas tersipu malu .
"Sudah jangan dengarin kata mama , memang kamu dari mana put ."potong Dimas karena penasaran , membust putri terkekeh .
"Aku kebetulan ingin pulang mas ." jawab putri .
"Jadi kamu sudah tidak KKN lagi di kampung Arungan ."tanya Dimas .
"Tidak mas , sudah selesai ." jawab Putri
" Ini buahnya mau makan sekarang atau nanti saja ." tanya putri
"Sekarang saja , tolong suapi sebentar ya , tante mau keluar sebentar cari udara segar ." ucap bu denada yang langsung berdiri dan meninggalkan Dimas dan putri berdua di ruangan rawat Dimas .
"Mama alasan saja ." batin Dimas melihat punggung mamanya yang keluar dari ruang rawatnya .
"Boleh ." jawab Dimas ,putri mulai menyuapi Dimas buah dengan hati hati , sesekali putri membersihkan bibir Dimas dengan tisue .
"Di pandang lama lama , putri cantik juga , baik pula ." batin Dimas diam diam mengagumi kecantikan putri .
"Kenapa mas Dim ." tanya putri membuyarkan lamunan Dimas .
"Tidak , tidak ada apa apa ,"jawab Dimas dengan cepat .
"O iya tanyakan sama dokter , kapan aku boleh keluar dari rumah sakit ." ucap Dimas pada putri .
"Yang penting itu sehat dulu , baru mikirin kapan keluar rumah sakit . Kalau belum sehat bagaimana mau keluar rumah sakit coba ." ucap Putri .
"Bawel banget ." jawab Dimas .
"Apa , aku bawel , ini biar tau kalau aku tidak cuma bawel ."ucap putri sambil memberi cubitan di bahu Dimas .
"Eh sakit ." ucap Dimas sambil meraih tangan putri dan menggenggam nya dengan erat agar tidak mencubit lagi . Malah berakhir temu pandang , lama keduanya saling menatap .putri menatap Dimas karena tangan nya di genggam erat oleh Dimas .
__ADS_1
" Maaf maaf ." ucap Dimas dan lansung melepaskan tangan putri .
...****************...
Akhirnya Dimas di izinkan untuk pulang , putri juga mengantar Dimas pulang hingga ke rumahnya .
"Makasih ya sudah antar aku pulang sampai rumah ." ucap Dimas.
"Sama sama mas , kalau begitu aku pamit pulang dulu ya ." ucap Putri
"sebentar ." cegah Dimas meraih lengan putri .
"Ada apa lagi mas ." tanya putri .
"Aku minta nomor telepon kamu , boleh ." tanya Dimas yang membuat Air muka Putri berubah .
"Aku tidak punya maksud apa apa kok . Aku cuma ingin menyambung silaturahmi sama orang yang telah banyak membantu aku , Bahkan sangat berjasa dalam hidup aku ." lanjut Dimas dengan cepat .
"Bukan , bukan itu maksud aku . Bukan nya kemarin mamanya mas Dimas nelpon aku pakai ponselnya mas Dimas ya ." ucap Putri sambil menatap bu denada .
Bu denada hanya tersenyum malu ,dan salah tingkah , sambil mengusap tengkuknya .
"Iya Dim , waktu itu mama telepon putri pakai ponsel kamu . Karena ponsel mama lagi ngak ada pulsa ." ucap bu denada yang sangat terbaca oleh Dimas kalau mamanya sedang berbohong.
"Oh gitu , ya sudah terimakasih kalau gitu ya , kamu hati hati di jalan ya ."ucap Dimas pada putri .
Putri segera menyalami bu denada untuk pamit pulang , putri segera masuk ke mobilnya dan segera meninggalkan rumah Dimas .
Dimas segera mengambil ponselnya dari saku celananya , dan mencari panggilan keluar dari mamanya , saat dirinya masih belum sadarkan diri saat di rumah sakit .
"Dewi fortuna ." baca Dimas dengan lantang di depan mamanya . Bu denada hanya tersenyum simpul .
"Maksud mama apa ." tanya Dimas .
"Yaa kan putri itu dewi penyelamat kamu , Dan mama kasih nama itu biar kamu cepat ingat itu nomor siapa ."ucap bu denada tanpa rasa berdosa .
"Mama ada ada saja ." ucap Dimas sambil megotak atik ponselnya .ia membuka galeri fotonya dan terpampang kembali foto foto Tiara dan dirinya .bukan hanya satu dua lembar foto tapi ribuan .
__ADS_1