
Disana ada sinar mentari , dan sebuah pelangi
Mengukir senja mengukir pahitnya kata pamit .
Betapa sunyi sebuah sepi.
Ada kapal di tepi dermaga , tapi Air tiada mengalir
Bagaimana caranya aku pergi menemui dia .
Bila kapalpun tak mampu berlayar .
Buah duku tumbuh di tengah perkampungan , aku ada sebuah rindu , kemana aku harus melabuhkan .
Basah pita di depan kaca , basah semua baju kemeja . Salahkah bila ada cinta di depan mata . Aku sambut dengan lapang dada.
...****************...
Ardy menatap mutiara dengan tatapan yang aneh .
"Terus kamu jawab apa ."tanya Ardy yang penasaran dengan jawaban Mutiara pada teman temannya .
"Tidak jawab apa apa , karena saya tidak tau apa apa ."ucap Mutiara .
"Apa kamu tidak ingin tahu ." tanya Ardy kembali .
"heemm ingin sih , tapi takut menganggu privasi bapak . Jadi lebih baik saya tidak bertanya ." jawab mutiara segan .
"ooo ."jawab Ardy
"memangnya bu Nagita kemana ." keluar juga pertanyaan mutiara .
"pergi keluar negri ."jawab Ardy tanpa beban .
Makanan Pesanan mereka pun datang , mutiara segera menata posisi makanan dengan rapi di depan Ardy dan dirinya .
"Terimakasih ya bik ."ucap mutiara dengan sopan dan ramah kepada ibu kantin .
"sama sama non ."jawab ibu kanti tak kalah ramah .
"Silahkan pak Ardy , di nikmati ."ucap ibu kantin mempersilahkan Ardy untuk menyantap makanan nya . Ibu kantin segera pergi meninggalkan mereka .mutiara kembali menanyakan tentang Nagita .
__ADS_1
"kenapa Bu Nagita keluar negri , apa bu Nagita kuliah , atau bisnis ."tanya Mutiara pada Ardy .
"Entahlah , saya juga tidak tau ."ucap Ardy sambil memasukan sepotong buah apel ke mulutnya .
" loh kok tidak tau , kita bicara serius lo . Pak Ardy masih juga bisa bercanda ."jawab Mutiara sambil terkekeh .
" ya memang saya benar benar tidak tahu ."jawab Ardy santai .Mutiara mengerutkan keningnya , mendengar jawaban Ardy .
"memangnya Bu Nagita tidak mengabari atau memberi tau pak Ardy ." tanya mutiara .
"tidak , dulu dia pernah mengajak saya berulang ulang kali , untuk jalan jalan keluar negri , tapi selalu saya tolak . Pada saat itu pekerjaan kantor padat padatnya . Mungkin sekarang dia pergi sendiri jalan jalan keluar negri ."ucap Ardy.
"lalu pak Ardy tidak kepikiran untuk menyusul ."ucap Mutiara .
"kau pikir luar negri itu kecil , ? Mau susul ke mana . Sementara saya petunjuk saja tidak ada , Dia juga titip pesan ke Artnya , agar saya tidak mencari dia . Nanti kalau dia sudah pulang , dia sendiri yang akan menemui saya ." ucap Ardy .
"ciee ternyata Bos saya Romantis juga sama pacarnya ." goda mutiara .
Ardy mengeryitkan alisnya mendengar mutiara mengodanya bilang Romantis dengan Nagita .
"Apa yang ada dalam pikiran dia , bilang aku dan Nagita romantis . Dia tidak tau kalian berdua sama sama menyiksaku . Ah percuma juga aku bicarakan pada Tiara . Hubungan yang tidak jelas di bilang romantis ."gumam Ardy .
"paling paling Bu Nagita akan beri supraise atau hadiah yang besar untuk pak Ardy ."gumam mutiara.
"Eh pak ada email dari pt indo jaya group ."ucap Mutiara.
"Coba kau baca ."perintah Ardy .
" Intinya ,mereka ingin mencari rekan bisnis pak . Meminta kita berkumpul. dengan perusahaan perusahaan lain nya .dan mereka ingin memilih siapa kiranya yang pantas mereka ajak kerja sama ."jelas mutiara.
"Menurutmu gimana , kalau ok segera balas kita menyanggupinya ."ucap Ardy .
"Tidak ada salah nya kuta mencoba pak , asal sesuai dengan kemampuan kita tak perlu ngaji pumpung ."jawab Mutiara yang membuat Ardy bisa tersenyum .
"habiskan dulu makanmu , biar bisa konsentrasi kerja otakmu ."ucap Ardy .
"oh iya pak ,hehehe ."jawab mutiara malah cengegesan .
Sesuai perintah Ardy , mutiara menyelesaikan makanan nya terlebih dulu dengan tenang .setelah selesai makan Mutiara segera membalas email itu , sekalian membuat jadwal temu , untuk negosiasi . Mutiara mencatat semua yang telah di sepakati serta alamat temu mereka .
Ardy melihat semua kerja Mutiara yang begitu cekatan . Dileher mutiara masih bertengker pita yang ia ikatkan tadi pagi .masih dengan letak dan bentuk yang sama .
__ADS_1
Mutiara merasa Ardy terus menatapnya membuat mutiara ikut menatap Ardy .Dan Ardy segera membuang tatapan nya membuat mutiara merasa aneh dengan sikap Ardy.
...****************...
Waktu pulang kerja telah tiba , Dimas telah datang menjemput mutiara , di depan gerbang kantor Ardy . Ardy melihatnya semakin meradang ,ia akui Dimas memang tampan dengan balutan jas kampusnya . Walaupun hanya naik motor buntut . Tapi motor itu telah di modifikasi oleh Dimas sehingga kelihatan keren .
"kamu mau pulang sama Dimas , " cegat Ardy saat mutiara tiba di loby kantor .
"hemm ia pak , tidak masalahkan ."tanya mutiara .
"mulai besok kamu pulang pergi naik taxsi ."ucap Ardi .
"kenapa pak saya dan Dimas tidak pacaran kok ."protes mutiara .
"kamu tidak dengar, dengan apa yang saya bilang ."ucap Ardy dengan nada tinggi sehingga karyawan yang berjalan di sampingnya ikut terkejut , dan ikut menoleh padanya .
"pokoknya besok pagi kamu datang ke kantor naik taxsi ."ucap Ardy sebelum pergi melangkah meninggalkan mutiara .yang masih bingung .
"pak Ardy kenapa ya kok cuma aku yang di larang larang . Karyawan lain bebas di antar jemput sama pacarnya ."gerutu mutiara .
Mutiara berjalan sambil menghentak kan kakinya .ia tak perduli dengan Ardy yang ada di mobil melewatinya . Mutiara berjalan menuju ke arah Dimas , dengan kesal .
Semua karyawan telah meninggalkan kantor ,begitu juga mutiara . Ardy melihat wajah bete mutiara dari kaca spion , Ardy bukan sedih , tapi malah tersenyum bahagia . Ia percaya mutiara akan menuruti kata katanya , tidak akan di antar jemput oleh Dimas .
Mutiara berjalan mendekati Dimas yang duduk di atas motornya dengan wajah yang bete .
"kamu kenapa , kamu lelah ya kerja seharian ."tanya Dimas dengan lembut .
" Bukan , Aku kesal sama Pak Ardy , dia semena mena padaku ."ucap mutiara .
"Semena mena bagaimana maksudnya ."tanya Dimas cemas .
"Masak dia ngelarang aku , di antar jemput sama kamu ,aku kan kesel ."ucap mutiara sambil meraih helm dari tangan Dimas dan memasangnya dengan kasar , di kepalanya .
"jangan kasar kasar dong kasihan kepalamu . Kalau kepalamu penyok gimana ."goda Dimas kepada mutiara
^ngak usah bercanda , ngak lucu , aku lagi kesel ."jawab mutiara ingin langsung naik ke atas motor .
"iya hati hati jangan sampai jatuh . Kalau memang pak Ardy larang aku antar jemput kamu . Aku kan masih bisa antar kamu sampai ujung jalan sana ."ucap Dimas sambil terseyum .
"eh benar juga , lagian aneh tu pak Ardy . Walaupun aku selalu jalan sama kamu , aku juga tetap fokus dengan pekerjaan aku . Aku selalu bertanggung jawab sama semua pekerjaan aku ."ucap mutiara .
__ADS_1