
Mutiara tidak merespon Dimas yang berlari lari sambil miring , sambil tertawa seakan memintanya untuk mengejar . Mutiara sebenarnya ingin lakukan momen itu tapi ia tahan .
"Katanya mau foto , foto di mana , kok malah lari ke situ . Mau foto di mana ." tanya mutiara memecah suasana sambil teriak .
Dimas pun kembali mendekati mutiara . Mataharinsudah hampir tenggelam , suasana sore yang indah . Hamparan sawah yang menghijau dengan semilir angin yang begitu segar . Pemandangan irigasi di tengah sawah juga menambah keindahan yang alami .
"Kita selfi di sini saja ya ." ucap Dimas sambil mengeluarkan ponsel barunya . Dan menyalakan kamera .
" wah sepertinya ponsel baru ya , kayaknya kamu baru kejatuhan hoky ya , semua serba baru ,penampilan juga baru . Tidak seperti biasanya ."tutur mutiara .
"Tidak ada yang berbeda dariku . Aku tetap Dimas yang dulu . Sahabat yang sangat menyayangimu ." bisik Dimas di telinga mutiara . Hingga Mutiara merasa geli oleh hembusan nafas Dimas .
"Apaan sih , pakai bisik bisik segala , di sini ngak ada orang yang akan mencuri dengar ."ucap mutiara sambil mencubit Dimas . Sebenarnya Mutiara hanya ingin , Dimas tidak kelewat batas bercanda dengan dirinya . Dimas hanya bercanda biasa . Tapi dirinya tak mampu tidak baper oleh perlakuan Dimas .
"kita mulai ya ." ucap Dimas menyalakan kamera depan . Untuk mengambil foto berdua bersama mutiara .
Mutiara dan Dimas membelakangi matahari . Mengambil pemandangan mentari yang akan terbenam ke balik bukit . Dimas mengambil benerapa foto dalam pose yang berbeda beda .
"Sudah cukup itu saja , nanti kepenuhan memory nya ."ucap mutiara sambil menjauhkan dirinya dari badan Dimas . Sejak tadi berselfi dengan Dimas hanya membuat jantung mutiara tidak karuan . Tapi Mutiara tetap berusaha menguasai detak jantungnya dengan sebaik mungkin .
" Dimas hanya menyayangimu sebagai sahabat baiknya , tidak lebih . Jadi kamu jangan baper ." batin mutiara untuk menginggatkan dirinya .
"ehh sekali lagi saja , pakai kamera belakang ."ucap Dimas yang sudah menyalakan kamera belakang .
"tidak mau ah . Nanti jelek karena salah gaya ." ucap.mutiara sambil menepis tangan Dimas yang telah merangkul bahunya .
"tidak apa apa , sekali saja sudah cukup ."ucap Dimas . Mutiarapun akhirnya menuruti keinginan Dimas . Mutiara mulai tersenyum ke arah kamera . Tanpa mutiara sadari Dimas memalingkan wajahnya ke arah wajah mutiara yang sedikit mundur kebelakang . Dimas seakan sedang menciumnya . Dimas segera mengambil foto mereka berdua .
"Coba lihat hasil fotonya ."pinta mutiara sambil mengulurkan tangan nya . Tapi Dimas tak memberikan nya , dia langsung mematikan ponselnya dan menyimpan nya ke dalam saku celananya .
__ADS_1
"Udah yuk kita pulang , sudah mau magrib ."ucap Dimas yang pura pura panik takut kemalaman sampai di rumah . Seketika mitiara juga ikut panik dan melupakan keinginan nya untuk melihat fotonya dengan dimas .
Mutiara segera naik ke dalam mobil Dimas . Di tengah perjalanan Dimas melihat penjual es krim .ia pelankan laju mobilnya dan menawari mutiara .
"Itu ada penjual es krim . Kamu mau tidak ."tanya Dimas .
" Boleh juga , seoertinya enak . Itukan es krim favorit kita berdua ."jawab mutiara sambil tertawa dengan penuh semangat . Dimas segera memarkirkan mobilnya .
"kamu tunggu dulu di sini , biar aku yang turun dan beli ."ucap Dimas segera pergi beli es krim kesukaan mereka berdua . Dimas beli es krim dua bungkus , rasa cokelat kesukaan mutiara dan rasa vanila untuk dirinya sendiri .
"ini untuk kamu ."ucap Dimas .
"makasih ya , kamu dah repot repot menjemput aku , membawaku jalan jalan melihat matahari tenggelam . Sekarang belikan aku es krim ."ucap mutiara .
"Mau yang lebih baik lagi dari ini tidak ."tanya Dimas
"Apa itu ."tanya mutiara .
" Halllahhhh , kirain apaan . Kalau hanya buka plastik es krim , aku sendiri juga bisa ."ucap mutiara mencibir Dimas .
"eee ."Dimas menghalangi mutiara yang ingin mencicipi es krim nya dengan tangan Dimas .
"jangan main main gitu , nanti es krim aku mencair ."ucap mutiara ..
" Aku akan suapin kamu ."ucap Dimas meraih kembali es krim mutiara . Seketika mutiara jadi membeku dengar ucapan Dimas
"hahaha , kamu jangan bercanda . Aku bisa makan sendiri . Sini kembalikan padaku es kri. Aku ."pinta Mutiara dengan degup jantung tak beraturan .
"Tidak , aku yang akan suapi kamu ." kekeh Dimas dan menyodorkan se krim itu ke bibir mutiara .mutiara tak ingin berdebat , akhirnya ia mencicipi es krim itu dari tangan Dimas dengan memalingkan wajahnya . Karena jantung nya dah tidak beraturan .
__ADS_1
"Jangan baper Tiara , aku mohon jangan baper . Jangan salah tingkah , Dimas sudah biasa seoerti ini pada semua perempuan ." tegas mutiara dalam hati untuk membentengi diri sendiri .
"Dimas memandang mutiara penuh dengan kekaguman , tapi itu semua mutiara tepis dengan perasaan mutiara .
"Apa kamu tidak bisa melihat , rasa cinta ini . Yang begitu besar untukmu Tiara ."tanya Dimas dalam hati , yang masih terus menatap mutiara .
"Kamu kenapa , seperti itu memandangku ."tanya mutiara sambil merapikan posisi bajunya . Takut ada yang kebuka atau salah tempat .
"Kamu sangat cantik ." puji Dimas .
"Kamu ngak usah mengejek ku , "ucap mutiara ketus .
"Sebenarnya aku tak nyaman pakai baju seperti ini .tapi mau bagaimana lagi ." jawab mutiara dengan wajah pasrah .
" ya sudah , kalau tidak nyaman kamu kembali ke styel kamu yang dulu . Pakaian kamu yang dudlu kan lebih tertutup . Dan yang penting nyaman buat kamu ."ucap Dimas .
"Tapi ini ketentuan dari pak Ardy . Aku harus berpakaian seperti ini kalau ke kantor ." ucap Mutiara .
Dimas diam tak menjawab . Karena swbenarnya Dimas juga suka melihat mutiara berpakaian seperti ini . Tapi ia lebih takut Mutiara di taksir oleh cowok lain . Tapi sepertinya permintaan nya tidak akan merubah apa pun . Karena Ardy telah membuat peraturan untuk mutiara seoerti itu .
"Ya sudah , jangan di pikirkan lagi. Aku akan selalu ada , untuk menyuapimu es krim . Ayo cepat habiskan es krim mu ini ."ucap Dimas sambil tertawa kecil . Membuyarkan lamunan mutiara .
"Ngak ah , ada di tangan kamu tidak bisa bikin aku kenyang . Sini kembalikan padaku , biar aku makan sendiri . "ucap mutiara dengan cepat mengambil es krim nya , secepat kilat dari tangan Dimas , dan segera melahapnya hingga habis . Membuat Dimas tak tau harus buat apa dan membiarkan mutiara menghabiskan es krim nya .
Dimas segera melajukan mobilnya dengan santai . Sedangkan es krim nya belum ia makan sama sekali .
"bukankan es krim aku ."ucap Dimas .
"manja ," cibir mutiara .dan membukakan bungkus es krim Dimas .
__ADS_1
"ini ."mutiara menyodorkan es krim nya , tapi Dimas bukan nya mengambil tapi malah menggigit ujungnya sedikit . Dan fokus kembali menatap lurus ke depan jalanan.
"Pegangin terus ya , aku lagi fokus nyetir . Ini jam padat orang orang pulang dari kerja jalanan bisa macet ."ucap dimas .