
Mutiara kembali berdiri dan menghadap Ardy kembali , yang telah duduk di depan laptopnya . Ardy tau keseriusan mutiara dalam bekerja . mutiara juga sangat rajin , baru sampai kantor dia langsung menyelesaikan pekerjaannya.
"Saya tanya sekali lagi , katakan dengan jujur , apa kamu Pacaran dengan Dimas ."Tanya Ardy
"Ti tidak pak , kami tidak pacaran ."jawab mutiara terbata bata .
"Terus tadi pagi apa yang kalian lakukan di depan kantor saya ."Ardy menatap mutiara dengan ekor matanya .
" Oh itu ...itu aku minta tolong Dimas ,untuk bukain kain pita di leher saya . Iya bukain kain pita ini ."ucap mutiara sambil menunjuk kan kain pita yang ia taruh di meja kerjanya .
"Kain pita apa itu ." Tanya Ardy yang sengaja mengiterogasi mutiara , ia ingin tau apa yang terjadi sedetail detailnya . Demi menentukan jalan kedepan nya . Ia sebenarnya tau tidak ada hal aneh di antara mereka . Tapi ia telah di kuasai cemburu dan telah kepalang membentak mutiara juga . Sebagai pelampiasan kecemburuan nya .
"I ini kain pita di beli oleh ibu semalam . Dan pagi ini ibu pakaikan di leher saya ,tapi saya merasa kurang nyaman . Ibu mengikatnya terlalu kuat ,saya sendiri tidak bisa membukanya . Jadi saya minta tolong Dimas untuk membukanya kembali ."ucap mutiara .
"jadi kamu lebih memilih membantah ibu kamu ,"ucap Ardy emosi .
"Tapi pak..hanya saja.."Ardy memotong ucapan mutiara
"pakai kembali kain pita itu ."perintah Ardy .
Mutiara menatap Ardy , ia merasa ada yang aneh pada diri Ardy , tapi entah apa itu . Yang penting sekarang bagi mutiara mengikat lagi kain pita di lehernya .
"Ba ..baik pak ."ucap mutiara dengan suara bergetar .ia segera melaksanakan tugas dari ardy .memasang kembali pita di lehernya .
"Ini gimana caranya ."ucap mutiara dalam hati . Ikatan nya tidak sama dengan ikatan ibunya tadi pagi . Ardy jengah melihat mutiara mengikat pita nya tak selesai selesai hanya di bolak balik .
"Sini ."pinta Ardy . Yang telah berdiri di samping mutiara , membuat mutiara terkejut .mutiara mengulurkan kain pita itu kepada Ardy . Ardy mulai melingkarkan kain pita itu di leher jenjang dan putih milik mutiara .
__ADS_1
Ardy mengecek letak kain di leher belakang mutiara . Sehingga letak Ardy seperti akan memeluk mutiara . Mutiara bisa mencium bahu harum parfum di tubuh Ardy . Begitu juga Ardy yang bisa mencium bahu harum rambut Mutiara .
"Dengarlah debaran jantung ini , saat aku berada di dekatnya . Ini bukan debaran yang biasa , bahkan aku rasanya susah untuk manarik nafas , saat dengan dengan seperti saat ini ."gumam Ardy dalam hati . Ardypun tersenyum bahagia , untung mutiara tidak dapat melihatnya .
Mutiara meremas jemarinya sendiri .lihat tingkah laku Ardy . posisi mereka sekarang seperti orang yang sedang berpelukan .berulang ulang kali mutiara menghirup bahu badan Ardy , membuat mutiara mati kutu .seluruh badan nya jadi kaku.
"sudah selesai ."ucap Ardy sambil mundur satu langkah . Ia Ingin melihat hasil karyanya , di leher gadis yang ia sukai dengan diam diam .
Ardy tersenyum tipis melihat kain pita yang telah melingkar kembali di leher mutiara , dengan sempurna . Ardy menatap wajah mutiara setelah memakaikan kembali pita di leher mutiara .
"cantik dan elegan ."gumam Ardy dalam hati .
"Seharusnya kamu berterimakasih pada ibumu . Setidaknya ibumu tidak kolot seperti mu . Kasihan ibumu , punya anak kolot dan pembangkang sepertimu ."cibir Ardy .
"Ini orang bicara asal ceplos . Minta di cabaein kali ya ."gumam Mutiara dalam hati .mendengar ocehan Ardy tentang dirinya .
"Iya pak , saya janji tidak akan pacaran ."ucap Mutiara sambil menunduk .
"Bagus aku pegang omongan mu ."ucap Ardy , tak lama kemudian mata Ardy berbinar , saat menatap bekal Mutiara. Di samping laptop , pasti enak sekali , pikir Ardy sambil menelan air liurnya .
"kamu sedang sarapan ."tanya Ardy .
"iya pak . Kebetulan tadi di rumah tidak sempat sarapan ."jawab mutiara .
"Kamu pergi ke kantin , belikan aku makan ."ucap Ardy sambil mengambil selembar uang berwarna merah , kepada mutiara .
Mutiara oergi dengan hormat setelah menerima uang dari Ardy . Sementara Ardy masih berada di ruangan mutiara . Ardy menatap bekal mutiara , yang ia rasa sangat mengugah selera .
__ADS_1
"Bekalnya di makan sama bosnya kan tidak apa apa , dia tidak akan marah dan proteskan ."ucap Ardy sambil menyendok makanan mutiara yang mungkin udah mutiara makan sebelumnya . Ardy menguyah makanan itu penuh dengan kenikmatan .
"lihatlah , masakan nya saja begitu lezat , tiada tandingan nya . Sudah seperti masakan seorang chep ternama ."puji Ardy sampai makanan itu habis . Setelah makan habis Ardy juga meraih air putih di botol milik mutiara .
"Biar kamu jatuh cinta dengan saya ."ucap Ardy sambil bersendawa , ia merasa kenyang . Ardy terkekeh kecil , ia sengaja minum dengan menempelkan bibirnya di permukaan botol air Mutiara . Lalu Ardy meletak kan kembali botol air yang masih sisa itu , ke meja .
"Nikmat sekali ."ucap Ardy sambil bersandar di kursi dan menepuk nepuk ringan perutnya .ia merasa kenyang dengan masakan yang begitu nikmat .
Sambil menunggu mutiara kembali , Ardy memeriksa pekerjaan mutiara . Tak lama kemudian mutiara pun datang .
"Ini pak nasinya ."ucap mutiara .
"Kamu kelamakan , saya dah kenyang , makan bekal kamu . Jadi nasi itu buat kamu , sebagai ganti bekal kamu yang saya makan ."ucap Ardy sambil pergi meninggalkan mutiara yang masih benggong mendengar ucapan Ardy .ia tidak begitu paham .
"Maksud nya ini apa ." tanya mutiara pada diri sendiri saat dengar suara pintu di tutup . Mutiara berjalan mendekati meja dan melihat kotak bekalnya sudah kosong .
"Pak Ardy makan bekal aku , sisa aku , Aneh sekali marah tidak dia kalau tau makanan itu dah aku makan duluan ."ucap mutiara .yang akhirnya ia tak mau ambil pusing . Dengan perilaku Ardy pagi ini , yang hampir membuatnya jantungan karena akan memecatnya . Dan sekarang di kagetkan dengan bekalnya yang di habiskan oleh Ardy . Mutiara segera melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda .
Sementara Ardy masuk ke ruangan kerja nya sambil tersenyum senyum sendiri .ia mengingat kejadian saat ia memasangkan pita di leher mutiara . Juga memakan bekal mutiara yang sudah di makan oleh mitiara .bukan nya merasa jijik tapi Ardy merasa candu . Iya tau akan kebersihan dalam hidup mutiara .ingin sebenarnya ia makan masakan mutiara tiap hari tapi ia malu memintanya .
"Aku tidak akan biarkan kamu pulang pergi dengan lelaki itu lagi ."ucap Ardy pada diri sendiri .
"Tapi bagaimana alasan nya , kalau aku ingin Tiara pulang pergi bersamaku . Aku tidak boleh sembrono , dan membuat Tiara mengetahui kalau aku naksir berat dengan nya ."Ardy kembali duduk di kursi kerjanya sambilncari alasan agar mutiara tak sering bersama Dimas .
"ayo gimana alasan nya , ada yang punya ide .
Maaf author hari ini sibuk uap satu aja ya .nanti malam di sambung lagi ...
__ADS_1