
"Ahh terserah kalian aja lah ,kalau Tiara juga embat pacar kalian . Kalian baru tau rasanya ." ketus rani berlalu dengan wajah kesal .
"eehh ,dia ngegass ." kekeh teman rani .
Sementara Nagita di luar sedang menghubungi orang orang suruhan nya . Ia mengira orang yang ngeroyok Ardy orang suruhan nya . Tanpa bertanya Nagita langsung memarahi mereka .
"Kalian sudah menyerang Ardy , kalian bodoh , kenapa kalian tidak kabari aku dulu . Lihat kalian hajar Ardy sampai babak belur , tapi bukan aku yang menolongnya , tapi wanita cupu di kantornya itu , kalian bodoh benar benar bodoh ." umpatan dan maki makian tidak jelas Nagita pada orang orang suruhannya ,tanpa memberi mereka kesempatan unyuk ngomong .
"Maaf bu Nagita kami belum melakukan apa apa ." jawab mereka yang membuat Nagita terkejut karena sudah memarahi mereka . Dan mengatai mereka orang bodoh .
"jadi yang buat Ardy babak belur bukan kalian ."tanya nagita .
"Makanya bu jangan suka marah marah tidak jelas , juga ngata ngatain orang sembarangan sebelum tau bukti aslinya . Kalau begini kiya jadi malas kerja sama dengan ibu ."ucap mereka dengan ketus .
"Loh loh loh tidak boleh begitu , kita sudah buat kesepatan . Kalian tidak bisa batalkan kesepakatan kita sembarangan dong . Pokoknya aku tidak mau tau , kabari aku bila kalian akan beraksi ." ucap Nagita segera memutus pangilan nya di ponsel .
"Jadi bukan mereka yang menghajar Ardy ,
apa mungkin di tengah jalan Ardy mau di rampok ya ." Nagita bertanya tanya pada diri sendiri .
"Ah sekarang tidak penting siapa yang hajar Ardy . Yang penting sekarang aku harus bisa ambil kembali hati Ardy . Aku tidak mau perempuan cupu dan kampungan itu yang jadi pacar Ardy , dan bisa menikmati kekayaan Ardy .tidak akan pernah ," Desis Nagita dengan pikiran liciknya . Ia masukkan ponselnya ke dalam tas dan melangkah masuk ke dalam ruangan Ardy kembali .
"Ardy , loh Ardy kemana kok ngak ada di sini ." gumam Nagita yang melihat ruangan Ardy kosong .
"ehh kalian , lihat Bos kalian tidak , dimana ."tanya Nagita pada rombongan Rani dan teman teman nya .
__ADS_1
Teman teman Rani saling pandang . Mereka enggan memberi tau keberadaan Ardy pada Nagita . Hanya Rani yang bersemangat untuk membuat Mutiara sengsara .
"pak Ardy ,ada di ruangan itu ." ucap Rani pada Nagita . Dengan memajukan bibirnya membuat Nagita mendengus dengan kesal dan pergi menuju ke ruangan mutiara .
"Rani , dendam sekali kamu sama Tiara ." swnggol seorang teman nya yang sejak tafi udah menyinggol nya agar tidak memberi tau .tapi Rani tidak perduli .
"Biar si Tiara tau rasa , dan tidak cari perhatian lagi sama pak Ardy ." gumam batin Rani dan tersenyum puas .
Nagita membuka pintu ruangan mutiara dengan kasar . Hingga membuat mutiara dan Ardy kaget . Tapi Ardy dan mutiara tidak perduli dan kembali fokus pada kerjaan masing masing . Mutiara fokus mengobati Ardy , sedang Ardy fokus menatap wajah cantik Mutiara .
"Kamu apa apaan sihh ? Tidak punya tata krama sedikit pun ." ucap Ardy ketus .karena risi dengan tatapan Nagita yang ingin ia abaikan .
"perempuan itu yang apa apaan . Kenapa dia bawa kamu masuk ke ruangan nya sendiri . Benar benar perempuan gatal , perempuan perusak hubungan orang lain ." maki Nagita dengan kasar , membuat Ardy bangkit dan menyeret Nagita keluar dari ruangan mutiara .
"Sayang.....tidak mungkin dong aku tidak samperin kamu . Kamu kan pacar aku , sebentar lagi kita akan menikah lo ." protes Nagita dengan cepat dan meraih tangan Ardy , yang masih menunjuk wajahnya . Dan menempelkan punggung tangan Ardy di pipinya .
"Aku sudah tau kebusukan mu , aku sudah tau apa yang kamu inginkan dari aku , sebelum aku permalukan kamu di depan orang banyak lebih baik kamu cepat keluar ." bentak Ardy dengan menarik tangan dengan kasar . Sebenarnya Arsy hampir luluh dengan sikap manja Nagita padanya . Nagita selalu bersikap manja .
"Aku tidak takut sayang , memangnya aku salah apa dengan kamu . Aku mencintai kamu dengan tulus ."tantang Nagita .
"Bagus , kamu tidak takut ." ucap Ardy dengan senyum sinis .Mutiara yang menguping pertengkaran Nagita dan Ardy , menarik nafas dengan berat dan kembali fokus ke meja kerjanya .
"Kalian semua tau perempuan yang berdiri di depan kalian ini ." teriak Ardy pada semua karyawan nya yang sedang lalu lalang .
"Dia perempuan yang suka memanfaatkan orang lain demi kesenangan nya sendiri . Seperti pepatah mengatakan , ADA UANG ABANG DI SAYANG ... TIDAK ADA UANG ABANG AKU TENDANG .," ucap Ardy sambil melirik raut wajah Nagita dengan sudut matanya . Wajah Nagita merah padam menahan amarah karena ucapan Ardy .
__ADS_1
"Kamu jahat Ardy . Setelah kamu dapatkan perempuan lain kamu campak kan aku begitu saja . Dan sekarang kamu terang terangan menghina aku . Kamu benar benar jahat Ardy ." ucap Nagita dengan deraian air mata dan lari pergi keluar dari kantor Ardy .
Nagita segera masuk ke dalam mobil dan menangis sesengukan .
"Kenapa sakit sekali hatiku , ketika hinaan itu keluar dari mulut Ardy ." gumam Nagita sambil menghapus air matanya . Nagita segera melaju kan mobilnya menuju ke rumah teman nya .
Tok tok tok .Nagita mengetuk pintu apartemen yang lumayan mewah juga . Pintu apartemen terbuka muncul seorang laki laki tampan tinggi besar juga .
"Abraham ...
" Nagita , kenapa kamu menangis . Ayo masuk duduk dulu . Katakan ada apa ."tanya Abraham pada Nagita . Mereka bertemu di sebuah Butik . Mereka berkenalan ingin nagita menjadikan Abraham pacarnya . Tapi Abraham mengatakan dah punya seseorang yang dia cintai .
"Pacar aku , pacar aku kurang ajar banget ." ucap Nagita sambil sesengukan dan mengusap Air matanya dengan kasar yang masih membasahi pipinya .
"Loh kamu sudah punya pacar lagi ,? Bukan nya kamu kemarin baru putus dari siapa itu , Reno mantan kamu kan ." ucap Abraham .
Nagita menarik nafas dalam dalam , sebenarnya Nagita memutus kan Reno untuk bisa pacaran dengan Abraham . Lelaki yang kaya raya dan sedang kerja sama dengan Ardy . Karena Abraham sudah mempunyai wanita yang ia cintai , Akhirnya Nagita kembali mengejar cinta Ardy .
"Iya kami baru jadian lagi beberapa minggu yang lalu ." bohong Nagita .
"Maksudnya , kamu balikan sama mantan kamu ."tanya Abraham .
"Iya , tapi dia kurang ajar banget tau , dia tega banget , permalukan aku di depan orang lain ."ucap Nagita .
"Iya kalau dia tidak menghargai kamu , untuk apa kamu balikan . Jadi kan benar waktu itu kamu minta putus dengan nya ." ucap Abraham .yang langsung membungkam mulut Nagita . Nagita juga tidak mau nantinya ia salah ngomong .
__ADS_1