
Tiara terharu mendengar jawaban dari Ardy , sungguh tadi Tiara hanya mengertak Ardy saja , ia tidak benar benar menggugat cerai Ardy .Bahkan Tiara takut Ardy akan mengunggat cerai dirinya , terlebih dahulu .ia takut anak di dalam kandungan nya akan menjadi korban dari kesalah pahaman mereka .
"Untuk apa .? Bukan mas Ardy tidak mau merawat anak dalam kandungan aku , karena ini bukan anak mas Ardy .? apa mas Ardy kira aku akan membuang anak ini begitu saja demi mas Ardy , tidak mas ." ucap Tiara sambil membuang tatapan nya dari Ardy .Air matanya sudah membasahi pipi .Ia sudah tidak ada kata kata lembut untuk Ardy . Mengatakan bila itu darah daging Ardy .
"Kenapa bahas masalah anak itu lagi , sekarang aku membahas masalah antara kita berdua . Bukan anak itu ." jawab Ardy yang kembali emosi mendengar ucapan Tiara .
"Anak ini akan terus bersamaku , karena aku mencintai ayah dari anak ini , maka aku juga harus mencintai darah daging nya juga , karena ini bukti cinta darinya untuk aku ." ucap Tiara dengan tegas .
Ardy yang masih beranggapan bahwa , anak yang ada di dalam kandungan Tiara itu bukanlah darah dagingnya , mendengar ucapan Tiara Ardy naik pitam . Ia merasa sakit hati dan cemburu karena Tiara memilih mencintai laki laki lain dari pada mencintai dirinya .
"Kamu sudah puas menyakiti aku ," ucap Ardy dengan suara parau . Terlihat mata nya telah memerah menahan air mata yang hendak keluar .
"Aku menyakiti mas Ardy . Hahahaha .....yang ada mas Ardy menyakitiku dan anak mas Ardy sendiri ." ucap Tiara .
"Dia bukan Anak aku ." tegas Ardy .
"Tapi kenyataan nya memang begitu . Aku tidak pernah tidur dengan laki laki lain selain dengan dirimu . Karena kamu suami aku ."lanjut Tiara
Ardy tersenyum sarkastis ." Kalau kamu sudah melahirkan hubungi aku , aku akan segera menjemputmu , kita akan memulai hidup yang baru , tentunya tanpa anak itu ." ucap Ardy dengan tegas dan pergi masuk kedalam mobil , meninggalkan Tiara yang masih berdiri mematung di sana .
Tiara masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya . Lutut Tiara sudah tidak mampu untuk melangkah . Ia terduduk lemas di lantai depan pintu . Air mata Tiara menetes dengan deras .
__ADS_1
Tiara teringat kembali dengan sikap kekeh Ardy kalau anak dalam kandungan nya bukan lah anak kandung nya .
"Maafkan bunda nak , maafkan bunda yang lagi lagi belum bisa meyakin kan ayah kamu , kalau kamu benar benar anak Ayah .Tapi bunda akan berusaha menyakin kan ayah kamu kalau kamu benar benar anaknya , sebelum kau lahir ke dunia nak .Bunda ingin melihat Ayah kamu , mengelus kamu saat kamu masih ada di dalam kandungan bunda nak . Bunda ingin merasakan itu nak ." ucap Tiara kepada janin yang ada di dalam kandungan nya dwngan linangan air mata , sambil mengelus oerutnya yang mulai kelihatan buncit .
Sementara Ardy di dalam mobil berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya .
"Aku juga ingin melihat Tiara hamil , aku juga ingin mempunyai anak , Tapi bukan seperti ini caranya , dengan membohongi aku seperti ini . Tiara , kalau memang kamu ingin punya anak dariku , seharusnya kamu sabar menunggu aku , sampai aku selesai berobat . Bukan malah melakukan nya dengan laki laki lain , Dan kamu mengatakan kalau itu anak akau ." gumam batin Ardy sambil menghapus air matanya yang sudah turun di sudut matanya .
"Ah ...sialan ." gertak Ardy membuat sopir Ardy terkejut .
"Bapak tidak apa apa ."tanya sang sopir .
"Emm ." jawab Ardy dengan datar .
Ardy diam memikirkan ucapan sopirnya . Tapi ia malah semakin ragu bila hasilnya akan lebih parah bukan lagi gangguan kesuburan tapi total dan di vonis sebagai laki laki yang mandul , Ardy akan semakin kecewa terhadap Tiara .
"yang kami datangi adalah Dokter yang terbaik ." jawab Ardy yang tak ingin melanjutkan omongan itu .
Ardy menatap keluar jendela mobil .matanya menangkap bayangan sepasang suami istri . sang suami mengendong bayinya dan sang istri meneteng barang barangvkeperluan bayinya . Mereka kelihatan sangat bahagia .Ardy memejamkan matanya dalam bayangan kegelapan itu ia melihat dirinya sedang mengelus perut besar Tiara .
Ardy kembali membuka matanya ia kembali melihat keluar jendela Ada pasangan yang sedang duduk di pinggir jalanan taman .sepasang suami istri duduk bersanding di mana sang suami memberikan kasih sayang pada anak dan istrinya . Sang suami berjongkok mengelus perut istrinya sesekali juga mencium perut istrinya .betapa bahagianya mereka .
__ADS_1
Tapi jauh di dalam hatinya ia juga ingin melakukan cek kembali . Tapi tak di pungkiri rasa ragu itu masih ada . Dan takut hasilnya meleset jauh dari harapan nya .
Tiara dengan semangat nya menjual kue keliling perkampungan nya dengan berjalan kaki .Dengan penampilan nya yang memakai baju sederhana dan lusuh , tak akan ada orang yang mengira kalau Tiara istri seorang pengusaha kaya raya , dan sukses seperti Ardy .
Berpenampilan lusuh seperti itu memang sudah di pikirkan matang matang oleh Tiara . Dengan alasan untuk menjaga nama baik Ardy yang sampai.sekarang masih bersetatus sebagai suaminya .
"Kue ..kue..kue ." teriak Tiara setiap.kali menjajakan dagangan nya saat melewati kerumunan ibu ibu yang ia lewati .
"Mbak kuenya ,berapaan , mbak jual apa aja ." tanya seseorang ibu dari gerombolan itu .karena anak kecilnya sudah merengek minta di belikan kue .
"Iya bu , ini ibu lihat sendiri mau apa silahkan . ..."ucap Tiara menunjuk kan kue kue yang di bawanya .
"mbak orang baru kan di sini , jadi saya beli dua saja dulu , takut ngak enak nanti mubazir kalau ngak di makan ." ucap ibu pembeli itu . Tiara hanya tersenyum menangapinya .
"Iya bu , tidak apa apa ." ucap Tiara menyerahkan kue yang sudah ia bungkus plastik ke tangan ibu itu tapi langsung di rebut oleh anak nya dan langsung di makan di depan Tiara .
"ini mbak uangnya ." ucap ibu pembeli .
"Terimakasih banyak bu ." ucap Tiara dengan sopan . Saat Tiara akan melangkah pergi anak itu merengek kembali .
"Mama , mama kue nya enak sekali., beli lagi ya aku mau lagi ." rengek anak itu .
__ADS_1
"masak sih , enak biasanya yang keliling ibu ibu itu kamu juga ngak makan habis ."ucap ibunya .