
Mungkin aku salah , sikapmu selalu ramah
Aku terbawa perasaan
Tapi tuk menghilangkan mu
Hapus dari pikiranku
Tak kan mudah , cinta buatku lemah
Sungguh aku kalah
Benar benar kalah
Aku cemburu , mengapa dia
yang dapatkan cintamu , bukan aku
Aku cemburu saat kau berdua
Bermesraan di hadapanku
Lebih baik kau bunuh aku
...****************...
"iihh ibu pakai ngambek segala . Ya sudah sini biar Tiara pakai sendiri ."ucap Mutiara kesel .
"Bener kamu mau pakai , ibu tidak percaya ."ucap bu andini dengan mata berbinar .
"iya sini ."ucap mutiara sambil mengulurkan tangan nya .
"Biar ibu saja yang ikatkan ."ucap bu andini .
"ya boleh juga ."jawab mutiara pasrah . Bu andini mengikatkan dengan hati hati .ia sering melihat cara memakai pita di televisi .
"sudah , nah lihat anak ibu tambah cantik kan ."ucap bu andini bangga . Mutiara hanya tersenyum menghargai usaha ibunya . Sebenarnya ia tidak nyaman sekali .
__ADS_1
"ya sudah Tiara pamit dulu ibu ."ucap mutiara meraih dan mencium tangan bu andini .
"Assalamu allaikum ."ucap mutiara .
"wa alaikumsalam hati hati di jalan . Kamu di jemput Dimas kan ."ucap bu andini menatap kepergian putrinya .
"iya bu , aku menunggu Dimas di depan aja biar cepat ."jawab mutiara sambil jalan .
Bu andini tidak percaya dengan putrinya akan tetap memakai pitanya , sengaja ia mengantar putrinya dari teras rumah nya . Mutiara yang sudah ingin sekali meleoas pita di lehernya ia urung kan saat menoleh kebelakang di sana ada ibunya .
Tak lama kemudian Dimas datang dengan motornya .dan menatap mutiara dari atas hingga bawah dengan menyembunyikan rasa terkejutnya .mutiara jadi salah tingkah .
"aduh Dimas jangan menatap aku seperti itu , aku kan jadi salting ."gumam mutiara dalam hati . Yang dah seperti cacing kepanasan lihat tatapan terpesona Dimas .
"penampilan kamu hari ini beda sekali , kenapa , ada acara ya di kantor ."tanya Dimas biasa aja . Sebenarnya dalam hati ia terpana dan kagum dengan kecantikan mutiara , ia merasa tidak salah menilai dia selama ini . Ingin sebenarnyansejak dulu Dimas ingin menyuruh mutiara merubah penampilan ,tapi takut akan menyinggung perasaan mutiara .
"Tidak ada , ini perminta'an pak Ardy , agar merubah penampilan aku jadi feminim , biar aku percaya diri dalam menghadapi rekan rekan kerja pak Ardy ."ucap Mutiara .tapi tatapan Dimas membuat hati mutiara berdetak kencang dan pipinya juga terasa panas karena malu tidak pede .
"oh begitu to , ya udah ayok berangkat ,ini helmnya ."ucap Dimas .hati mutiara sedikit kecewa karena ternyata jauh dari halusinasinya semalam .tiada pujian dan ungkapan cinta .
"tetap aja , aku berubah bagaimana tetap saja tiada pujian dan kata cinta kamu ." kesal dan kecewa hati mutiara .
"Ayo kok malah benggong , udah telat ini ."ucap Dimas mengagetkan mutiara . Dari lamunan nya .
"Eh iya , ayo ."ucap mutiara cepat memakai helmnya .saat mau naik mutiara baru sadar jika dirinya pakai rok .
"aku harus bagaimana duduk ini , harus menyampingkan ."gumam mutiara menatap penampilan nya sendiri .yang ternyata gumamannya di dengar oleh Dimas .
"ya iyalah , duduk menyamping kan sekarang kamu pakai rok ,bukan celana kolor dan longgar kayak kemarin kemarin ."ucap Dimas .
"ya udah ,tapi pelan pelan ya jangan ngebut , aku takut jatuh ."ucap mutiara .
"siap tuan putri ."banyolan Dimas muncul kembali , tadi dia hanya spicles melihat perubahan penampilan mutiara .
"pegangan begini ."Dimas menarik tangan mutiara melingkari pinggangnya . Membuat mutiara terpaku .
"Ha ha harus sekali begini ya pegangan nya ."ucap tiara dengan gugup . Membuat Dimas tertawa .
__ADS_1
"ya harus , biar tuan putri tidak jatuh ."jawab Dimas .
"Ah modus kali kamu ."ucap Mutiara sambil mencubit pinggang Dimas . Mutiara sekarang berpegangan dengan bahu Dimas . Tidak melingkar kan tangan nya di perut Dimas .Dimas hanya tersenyum kecewa .tak lama kemudian kedua nyapun berangkat .
Bu andini yang masih duduk di teras juga ikut tersenyum melihat keakrapan mereka berdua . Ia berharap Mutiara juga dapat pendamping seperti Dimas yang juga begitu perhatian kepada mutiara .
...****************...
Motor Dimas telah sampai di depan perusahaan Ardy .sepanjang jalan mutiara telah berusaha melepas kain pita di lehernya . Semakin ia tarik pita itu semakin kencang ikatan nya , karena mutiara melepas pita hanya dengan satu tangan , tangan satunya tetap berpegangan di bahu Dimas .
"Dim ." panggil mutiara berjalan ke depan Dimas .
"kenapa ."tanya Dimas melihat mutiara memegangi lehernya .
"Tolong lepaskan pita ini aku tidak nyaman ."ucap mutiara .
"loh kenapa sayang , ini cantik sekali lo kenapa di lepas ."ucap Dimas .
"sstt di sini jangan panggil panggil sayang , nanti kedengaran pak Ardy habis aku ."ucap mutiara .
"loh emang kenapa , tidak boleh panggil sayang ."tanya Dimas .
"Aku tidak boleh pacaran selama bekerja dengan nya , pak Ardy ingin aku fokus dengan pekerjaan aku , untuk membangkitkan kembali perusahaan nya lagi ."jelas mutiara .sambil mencari ujung kain di lehernya , agar bisa di buka .
"Peraturan yang aneh ."ucap Dimas yang baru sekali ini mendengar peraturan kerja di kantor.
"Ya sudah lah tidak apa apa . Aku juga sangat membutuhkan pekerjaan ini . kamu lihat aku hanya lulusan SMK tapi aku bisa jadi sekretaris tak perlu ijasah s1 s2 .yang oenting di luar kita masih bisa.."mutiara menghentikan kata katanya.
Mutiara yang hilang kontrol hampir saja keceplosan , yang mungkin akan membuat dirinya malu sendiri . Juga harga dirinya sebagai seorang wanita , hilang begitu saja .
Dimas mengerutkan keningnya .melihat mutiara tiba tiba menutupi mulutnya sendiri dengan tangan nya .
"Bisa apa ."tanya Dimas penasaran .
"tidak maksud aku , kita di luar masih bisa bertemu dan tertawa tawa bebas , Seperti biasa ." jawab mutiara berbohong , sebenarnya yang ingin ia katakan . "yang penting di luar kantor masih bisa jalan bersama dengan romantis bersama Dimas .
Kalau sampai kata kata itu terucap harga diri Mutiara benar benar jatuh . Karena bukan Dimas yang mengatakan cinta ,tapi dirinya yang sangat mengharapkan Dimas menyatakan cinta .
__ADS_1
"Ya Alloh , bahagianya bila cintaku tak bertepuk sebelah tangan . Kalau dayung tak bersambut bukankah aku yang akan karam sedalam dalam nya .sementara dalam nya lautan tak dapat di ukur ."mutiara menarik nafas panjang .pasrah dengan takdir yang akan di jalani . cukup bahagia ia bersahabat dengan Dimas . akan menyesal kalau hanya karena ungkapan perasaan persahabatan mereka benar benar putus .