My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 133


__ADS_3

Dimas menatap ngilu ke bawah jembatan , sangat tinggi dan sangat dalam .setitik air matanya jatuh bersatu dengan air sungai yang dalam .


Dimas memanjat ke atas dengan tenang dan menarik nafas dalam dalam .putri yang kebetulan juga lewat terkejut melihat Dimas naik ke atas jembatan .


"Itu seperti mas Dimas ...apa yang dia lakukan di sana , itu sangat berbahaya berdiri di atas sana ."ucap putri yang segera turun dari mobil dan berlari mendekati Dimas .


"Mas Dimas turun ." panggil putri sambil menarik tangan Dimas .


"Sudah lah put , lepaskan aku , jangan campuri urusan aku , pergilah dari sini ." ucap Dimas dengan mata memerah .


Melihat oertengkaran sepasang pemuda di tepi jalan . Mengundang banyak perhatian penguna jalan yang lain . Membuat mereka ikut ikutan meminta Dimas untuk turun .Dan tidak melakukan perbuatan konyol .


" Ingat orang tuamu mas , mereka telah susah payah ngebesarin mas Dimas . Masalah apa yang tidak bisa di selesaikan dengan bicara baik baik mas , sehingga mas Dimas harus memilih jalan ini . Ayo turun kita selesaikan masalah kamu ." teriak putri yang membuat Tersenyum kecut .


"Peduli apa mama dengan aku , dia hanya memikirkan kebahagiaan sendiri ." batin Dimas , ia melepaskan pegangan nya di besi jembatan membuat putri ikut naik untuk mengagalkan niat Dimas .


Sreeet Dimas meluncur dengan bebas jatuh ke dalam sungai , putri yang ingin menyelamatkan Dimas ,meraih tangan Dimas karena kaki putri yang terpeleset pun ikut ke tarik Dimas masuk ke dalam sungai .


Badan Dimas dan putri sama sama masuk ke dalam air sungai yang sangat dalam dan deras pegangan merekapun terlepas .Dimas bisa berenang tapi ia tak berusaha untuk keluar dari tempat itu .


Dimas dah pasrah ingin menghentikan hidupnya sampai di situ . Ia biarkan air membawanya pergi, mungkin lebih jauh lebih baik .


Putri berusaha berenang untuk mencari badan Dimas ia tau badan Dimas mungkin telah di bawa arus sungai ke bawah .


"Mas Dimas kamu di mana ." teriak putri di sela sela nafasnya yang telah gelagapan . Putri terus berenang mencari keberadaan Dimas .


Sementara orang orang yang di atas jembatan banyak teriak neneriaki teman nya untuk cari bantuan .

__ADS_1


" Cepat cari bantuan , mereka jatuh ke dalam sugai ." teriak dari salah satu di antara kerumunan orang orang . Kemacetan kendaraan pun terjadi parah , di sekitar jembatan . karena insiden yang di lakukan oleh Dimas .


Mereka mulai menurunkan bantuan untuk menyelamatkan Dimas dan putri .


Bu denada yang kebetulan juga lewat di jalan itupun merasa aneh , tidak biasanya jalan itu mengalami kemancetan .


"Ada apa pak , kenapa jalan ini bisa macet , biasa nya tidak pernah ." ucap bu denada yang terganggu dengan kemacetan itu .ia sedang buru buru harus pergi untuk menemui rekan bisnisnya .


"Sepertinya telah terjadi sesuatu di depan bu . Bagaimana kalau saya carikan ojek saja untuk ibu , biar ibu tidak terlambat sampai tujuan ." ucap sopir pribadi bu denada . Bu denada menarik nafas kasar .


"Ya sudah , cepat kamu carikan ojek saja , daripada saya kehilangan rekan bisnis terbaik saya ." jawab bu denada pasrah yang sebenarnya ia tidak suka naik ojek .tapi apa boleh buat kemacetan masih sangat panjang .


Ojek pesanan sopir bu denada sudah datang . Mereka segera pergi menyelinap di antara deretan panjang mobil mobil di sepanjang jalan .


Bu denada penasaran dengan apa penyebab terjadinya kemacetan itu . Mata dia mencoba menerobos ke dalam kerumunan orang tapi matanya menatap ke pada mobil Dimas .


"Tolong berhenti , cepat ." teriak bu denada paada tukang ojek yang menghentikan motornya seketika .


"Ada apa bu ." tanya tukang ojek kepada bu denada .


"Tunggu sebentar itu sepertinya mobil anak ku ." ucap bu denada dengan bibir bergetar .bu denada segera mendatangi kerumunan orang orang .


"Apa yang terjadi ." tanya bu denada pada salah mereka .


"Ada seorang anak muda yang sepertinya ingin bunuh diri . Dan ada seorang anak gadis yang menghalanginya ,mungkin gadis itu mengenal pemuda itu , iya ingin menolongnya tapi malah dua dua ikut jatuh ke dalam sugai ." jawab salah satu di antara mereka .


"Apa pemuda itu , pemilik dari mobil ini ." tanya bu denada dengan tubuh yang gemetar .

__ADS_1


"Iya bu dan gadis nya yang memakai mobil itu ."jawaban lelaki itu membuat sendi sendi badan bu denada menjadi lunak . Badannya merosot ke tanah .


"Tolong , tolong selamat kan anak saya . Tolong berapapun yang kalian mau akan saya kasih , tolong selamat kan anak saya ." ucap bu denada kepada orang orang di sekitarnya . Bibirnya bergetar tak dapat lagi ia berbicara


Pikiran bu denada kembali ke beberapa jam yang lalu saat dirinya sedang menelpon Dimas . Dengan egonya ia telah memaki maki anak satu satunya ,sekarang menyesal tapi masih kah ada kesempatan .


"Dim , maafkan mama telah memarahi kamu , kembalilah nak dalam pelukan mama , beri mama kesempatan , mama akan turuti apa kemauan mu asal kau bahagia dan tetap ada di samping mama .kamu anak mama satu satunya , jangan tinggalin mama sayang ." gumam bu denada isak tangis yang membuat tubuhnya terguncang , di samping mobil Dimas .


Sopir bu denada datang setelah mendapat kabar dari tukang ojek yang di pesan nya tadi .


"Bu sudah bu jangan menangis kita berdo'a saja semoga mas Dimas segera di temukan ."ucap sopir bu denada menangkan .Dan mencoba membantu bu denada bangun .


Bu denada bangun dan menatap aliran air sungai di bawah jembatan itu .membuat hatinya makin hancur .


"Dim maaf kan mama ." ucap Be denada sambil menangis sesengukan membuat dirinya lemas dan jatuh pingsan .


"Tolong , bantu saya angkat majikan saya ke dalam mobil ." ucap pak sopir minta bantuan pada orang yang ada di sekitarnya . Merekapun dengan suka rela membopong bu denada masuk ke dalam mobil . Sopir bu denada langsung membawa bu denada pulang agar bisa istirahat dengan tenang .


Sementara putri masih belum menyerah ia terus mencari Dimas ." Mas Dimas kamu di mana ." batin putri .


Putri percaya tubuh Dimas belum jauh meninggalkan sungai itu . Ia kembali menyelam mencari keberadaan Dimas .putri memunculkan kepalanya di permukaan air menengok ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Dimas .


Putri kembali menyelam setelah tidak melihat tanda tanda keberadaan Dimas . Tidak lama lama kemudian putri berteriak bahagia .


"itu mas Dimas ." putri segera berlari mendekati Dimas yang telah lemah kehabisan tenaga .putri segera merangkul bahu Dimas untuk dia bawa ke tepian sugai . Tapi selalu gagal karena derasnya arus sugai .


"Ayo putri semangat kamu pasti bisa ." ucap putri menyemangati diri sendiri .

__ADS_1


__ADS_2