
Kau hadir bagai dalam mimpi , Dan aku tak ingin terjaga lagi
Merangakai kisah seorang putri , Yang jatuh cinta pada seorang pangeran .
Andai engkau seorang raja , Aku ingin menjadi ratunya
Bersama hadapi dunia , Di kerajaan cinta kita berdua
Sekali seumur hidup , Cukup satu jangan pernah berubah
Untuk selamanya , seiya sekata ,cinta
Untuk apa harta dunia , Bila tak ada cinta yang menyerta
Masyhur dan semua kejayaan , Tak cukup membuat kita bahagia
Tulus kasih dan sehaluan , Berlabuh kita di dermaga impian
Jalani hidup tanpa dusta , hidup penuh cinta dan kasih sayang .
...****************...
"Ardy !...Ardy ! Aku mohon jangan penjarakan aku ." teriak Nagita dari belakang ,memohon kepada Ardy . Ardy terus berjalan bahkan tidak menghiraukan perempuan itu lagi .
Sudah cukup kesabaran Ardy untuk perempuan licik seperti Nagita . Ardy segera kembali ke rumah sakit , ia masih mencemaskan keadaan mamanya dan calon ibu mertuanya .
"Sayang bagaimana keadaan mama dan ibu ." ucap Ardy sambil berlari mendekati Tiara .
"Belum ada kabar Yang ." jawab Tiara sambil memeluk Ardy dengan perasaan yang cemas .Ardy menarik nafas dalam mengusap punggung tunangan nya dengan lembut .
"Maafkan mas ya , ini semua gara gara mas juga ." ucap Ardy . Tiara hanya mengeleng kan kepala nya di dada Ardy .
"Kita berdo'a ya , semoga semua akan baik baik saja .jangan terlalu cemas ." ucap Ardy yang sebenarnya hatinya tak kalah cemas . Memikirkan dua orang Ibu yang berharga dalam hidupnya .selama ini Ardy besar hanya dengan ibu begitu juga Tiara , hati dia pasti lebih sakit . Karena hidup Tiara selama ini hanya untuk ibunya .
__ADS_1
Dimas yang masih berada di sana hanya bisa menunduk , melihat kasih sayang dan kemesraan kedua pasangan itu . Ia sudah mulai mengikhlaskan rasa cinta nya kepada Tiara yang tak terbalas .
Apa lagi dengan melihat cinta Tiara dan Ardy yang begitu besar , ia percaya Tiara hanya bisa hidup bahagia dengan Ardy bukan dirinya .
" keluarga pasien ." panggil dokter dari pintu ruang UGD .
"Kami Dok ."ucap Ardy dan Tiara bersamaan .
"Keadaan ibu khanza , alkhamdulillah baik baik saja dan bisa pulang ." ucap Dokter tersebut .
"Lalu bagaimana dengan keadaan ibu saya Dok ." desak Tiara yang sangat mencemaskan keadaan ibunya .
Ardy mengelus punggung Tiara dengan lembut untuk memberikan nya ketenangan . Dan kekuatan bila terjadi sesutu kepada ibunya .
"Untuk ibu andini . Kita harus melakukan operasi , karena ada pembuluh darahnya yang pecah ." ucap Dokter yang membuat Tiara tak berdaya dan tubuhnya lemas luruh duduk di lantai .
"Lakukan yang terbaik untuk calon mertua saya dok ." ucap Ardy dengan cepat .
"Ardy segera mengangkat tubuh Tiara untuk duduk kembali di kursi tunggu .Tiara masih terus terisak ia tidak perduli dengan pakaian nya , yang masih memakai gaun kebaya pertunangan nya .yang ada dalam pikiran nya hanya ibunya .
Dimas mendengar kabar bu andini yang semakin memburuk , ia mengeratkan kepalan tangan nya dengan kuat .ia semakin geram kepada Nagita .
"ini semua gara gara wanita sialan itu . Dia benar benar kurang ajar beraninya menyakiti orang tua . Apa selama ini dia tidak ada orang tua yang mendidik nya ." geram Dimas sambil meremas kepalan tangan nya sendiri .
"Permisi , aku pergi sebentar ." ucap Dimas dengan nada bicara kesal , yang di tangkap oleh Tiara .
"memang nya kamu mau kemana ." ucap Tiara sambil menarik kepala nya dari dekapan Ardy dan menghapus air matanya dengan kasar .
" Aku ingin memberi pelajaran pada wanita sialan itu , karena dia telah membuat tante andini seperti ini ." ucap Dimas tanpa menoleh ke arah Tiara .
"Tak cukup kah kamu melihat apa yang terjadi hari ini , sehingga kamu ingin oergi dan menambah masalah lagi . Dim , biar kepolisian yang mengurus semua ini , Aku , mas Ardy dan Kamu . Di dunia ini hanya punya seorang ibu . Jadilah anak yang berbakti , jangan jadi anak pembakang bahagiakan ibumu , turuti kemauan ibumu , surga kita ada di telapak kakinya Dim ." ucap Tiara dengan linangan Air mata .
"Tapi dia sudah kurang Ajar , beraninya dia mencelakai orang tua ." ucap Dimas yang tetap tidak terima .
__ADS_1
"Sudah Dim tenangkan dirimu , jangan marah marah kepada Nagita , tidak akan menyelesaikan masalah .Benar kata Tiara biar kepolisian yang menjatuhi hukuman untuk nya . Lebih baik sekarang kita berdo'a untuk kesembuhan bu andini ." ucap Ardy sambil menyodorkan sapu tangan nya untuk menghapus air mata Tiara .
Dimas mengurungkan niatnya mendatangi Nagita ke kantor polisi . Ia dusuk kembali ke kursinya menuruti ucapan Ardy dan Tiara .
Ardy membawa Tiara untuk duduk kembali dan menyodor kan air putih kepadanya . Tapi Tiara mengelengkan kepala nya .
"Kamu harus minum sayang , kamu dah lama menangis , nanti kalau terjadi apa apa denganmu , siapa yang akan merawat ibu ." ucap Ardy membujuk Tiara agar mau minum .
Tiara tidak berani menolak perintah Ardy kalau menyangkut ibunya . Tiara segera meraih pipet untuk meminum air .untuk membasahi kerongkongan nya yang sebenarnya sudah kering .
"Lapor pak Ardy ." ucap salah satu pengawal Ardy .
"Ada apa ." tanya Ardy .
"Ada pak Abraham yang igin bertemu dengan bapak ." ucap bodyguard Ardy .
"Suruh dia kemari ." jawab Ardy .
"Baik pak ." ucap pengawal itu dan segera mengundurkan diri .
Tak lama kemudian pak Abraham datang , ia berjabat tangan dengan Tiara dan Ardy .
"Apa yang telah terjadi pak Ardy ." tanya Pak Abraham yang sebenarnya ia juga dapat undangan dari Ardy . Tapi karena suatu hal yang membuatnya tidak bisa hadir . Dan sekarang ia datang karena berita yang dia lihat di media .
"Mama saya dan calon ibu mertua saya ,masuk fumah sakit karena perbuatan wanita yang kurang waras ." ucap Ardy geram
"Perempuan kurang waras ," pak Abraham mengerutkan keningnya .
"Iya dia mantan saya , yang berusaha mendekati saya lagi , ingin kembali lagi kepada saya karena harta . Dia pergi tinggalkan saya saat saya bangkrut . Dan sekarang dia tau saya jaya kembali , dia juga ingin kembali . Tapi saya menolaknya , Akhirnya dia dendam pada Tiara dan melukai Ibunya Tiara ." ucap Ardy .
"Benar benar perempuan biadap , berani nya mencelakai orang tua ."Gumam Abraham yang juga ikut kesal mendengar penjelasan Ardy .
"Maaf pak Ardy , saya jadi ikutan kesal kalau sudah menyakut orang tua ." ucap Pak Abraham yang merasa tidak sopan mengumam di depan Ardy .
__ADS_1
"Tidak apa apa pak , saya juga tidak habis pikir dengan jalan pikiran dia , kenapa juga dulu mama saya bisa mengenal perempuan seperti itu ." ucap Ardy . Mau menyesali juga sudah tak berarti .