
Ku hanya sebatas mengenang wajahmu kasih
Walau kita pernah saling mencintai
Aku juga kasih ,hanya sebatas memandang
Walau kita pernah , sama sama sayang
Walau seberat apa pun rinduku padamu , walau sedalam apa pun cintaku padamu
Ku sadari tak mungkin ku memiliki
Kau telah pergi , kau telah dapatkan tambatan hati
Kita bagai bulan dan matahari , walau saling sayang tak mungkin hidup bersama .
...---------------...
" Pak Ardy , kamu baik baik saja ." tanya mutiara yang memberanikan diri masuk ke ruangan mutiara , yang mengagetkan Ardy .
"Iya ." jawab Ardy cuek . Tapi ia masih sempat memperhatikan penampilan mutiara yang sangat manis pagi itu . Mutiara memakai kemeja pink dan rok hitam mini . Rambut mutiara yang di ikat ekor kuda pakai pita berwarna pink juga .dengan anak rambut yang menjuntai di depan kedua telinga nya .
Mutiara duduk di samping Ardy sambil meraih kedua tangan Ardy agar tidak mengacak acak rambutnya lagi .
"Saya tau pak Ardy pasti sedang ada masalah , apa kantor ada masalah lagi ? ," tanya mutiara masih tetap menggenggam tangan Ardy . Agar tidak melakukan hal konyol lagi . Rambutnya telah acak acakan seperti orang yang baru keluar dari kandang singa .
Alan mengeleng lemah , ia manatap wajah mutiara . Di sana ia mendapatkan kedamaian , saat dirinya berbicara dengan gadis cantik yang ada di depan nya itu .
"Lalu ada apa dengan pak Ardy , kenapa begini , saya khawatir lihat bapak seperti ini ." ucap Mutiara sungguh sungguh .
__ADS_1
Ardy menarik nafas dalam dalam . Ia juga tak berniat menarik tangan nya dari genggaman mutiara . Membiarkan kenyamanan itu menjalari ke seluruh tubuhnya .
"Pak Ardy sudah makan , kebetulan saya bawa bekal , pak Ardy mau ." tawar mutiara yang telah kehabisan akal membujuk Ardy yang tak kunjung mau berbicara apa masalah yang membuat dirinya seperti itu .
Tidak ada penolakan dan pengiyakan dari mulut Ardy , mutiara langsung mengeluarkan bekal dari tas jinjingnya . Awalnya ia akan pergi ke pantri ambil air sekalian makan .
"Tunggu sebentar saya buatkan kopi susu , biar pak Arsy bisa tenang ." ucap mutiara yang langsung menuju ke pantri .
Rani melihat mutiara tergesa gesa membuat kopi susu ia mendekati mutiara . Rani tau itu kopi buat pak Ardy .
" Kamu kenapa buru buru sekali , ada apa dengan pak Ardy ." tanya Rani .
Mutiara tidak ingin berbuat hal bodoh lagi . Mutiara sudah tau pikiran Rani selama ini tentang diri dan Pak Ardy . Rani menganggap mutiara sangat spesial bagi pak Ardy , itu yang Mutiara tau dari teman teman OB mutiara yang lain .
"Pak Ardy sedang emosi , dia ingin menyuruh OB untuk buat kopi , aku takut dia akan melampiaskan emosinya ke OB . Karena menunggu terlalu lama . Jadi lebih baik aku sendiri yang turun membuat kopi . Dari pada kalian semua kena marah ."ucap mutiara dan langsung pergi meninggalkan Rani sworang diri di pantri .
Rani yang sudah pernah kena marah pun bergidik ngeri , kalau ingat wajah marah Ardy . Dengan cepat ia pergi bekerja menyembunyikan diri dari amukan Ardy .
"Maaf pak Ardy , saya lihat pak Ardy masih dalam keadaan kacau , biar saya yang suapi pak Ardy ." ucap Mutiara dengan rasa takut bila dapat penolakan . Tapi ternyata Ardy mengangguk kecil , mutiara pun lega melihatnya .
Mutiara segera menyuapi Ardy . Di mata muatiara sekarang Ardy bagai patung yang bernyawa . Pak Ardy yang hari hari bersemangat dalam bekerja , hari ini berubah terbalik 180 derajat .
Mutiara mengambil tisue untuk mengelap sudut bibir Ardy , dengan hati hati . Tapi masih saja Membuat Ardy terkejut dan meraih pergelangan tangan mutiara .
"Maaf pak ,kenapa ? ," tanya mitiara sambil menari tangan nya dari genggaman Ardy .
"Kamu kenapa begitu perhatian pada ku ." tanya Ardy sambil menatap mutiara dengan serius . Dari kemarin , semenjak kehadiran Nagita kembali , hati dan perasaan nya menjadi hampa . Hatinya bertanya tanya , harus atau tidak ia kembali kepada Nagita . Tapi setelah menatap mutiara , ia merasakan ada getaran halus di dasar hatinya . Sehingga Ardy memantapkan hati untuk meninggalkan Nagita . Dan memperjuangkan perasaan nya kepada mutiara .
"Karna ...karna pak Ardy Bos saya ." jawab Mutiara dengan gugup .
__ADS_1
"Tidak lebih ."? Tanya Ardy memastikan .
"Ti ....tidak , tidak pak Ardy . Saya menganggap Pak Ardy sebagai Bos saya ." ucap mutiara . Ia tidak mau lancang menaruh perasaan 0ada Bosnya itu .
" Tapi saya nyaman di dekat kamu ." ucap Ardy , sebenarnya ia ragu mengucapkan kata kata itu . Setelah mendengar ucapan mutiara tadi .
"Maksud nya .?" mata mutiara terbelalak mendengar ucapan Ardy .
"Apa pak Ardy sedang mengigau ya , sehinga ucapan nya jadi ngawur begini ." gumam mutiara dalam hati .
"saya nyaman dengan mu , jadi mulai sekarang kamu harus selalu di sisi saya , saya tidak mau mendengar penolakan dari kamu ." ucap Ardy membuat jantung mutiara seperti sedang berdendang riuh sekali .
"Ta ...tapi ," mutiara ingin protes tapi Ardy dengan cepat meletak kan jari telunjuknya di bibirnya . mutiara menjadi kaku . Di tempat duduknya .
"Kan sudah saya bilang , saya tidak mau dengar kata penolak kan dari kamu ." tegas ardy sekali lagi .
Tiba tiba dari arah pintu terdengar suara sepatu highels menuju ke ruangan Ardy . Ardy dan mutiara sama sama menoleh melihat siapa yang datang . Pintu ruangan Ardy terbuka . Muncullah wajah Nagita yang merah padam , melihat Ardy dan mutiara duduk berduaan tanpa penyekat .
" Jadi ini alasan kamu , tidak mau terima aku lagi . Dan kamu lebih memilih perempuan kampungan ini dari pada aku ." teriak Nagita yang masih berdiri di depan pintu ruangan Ardy .
Kehebohan pun terjadi di kantor Ardy .
"Bu Nagita ." ucap mutiara dan segera menjauh dari Ardy . Tapi Ardy dengan cepat menarik kembali lengan nya .
"Jangan pak Ardy , biarkan saya pergi . Saya tidak ingin menjadi penganggu hubungan Pak Ardy dan bu nagita ." ucap mutiara yang mencoba melepas tangan Ardy dari lengan nya
" Baguslah kalau kamu tau diri ."ucap Nagita dengan sinis . Mutiara berlari keluar dan di ikuti oleh Ardy dari belakang .
" Ardy kamu mau kemana , ? Sudah biarkan perempuan kampungan itu pergi ."ucap Nagita yang menahan lengan Ardy . Agar tidak meninggalkan dirinya . Tapi Ardy menghentak kan tangan nya dengan keras , hingga penganggan Nagita terlepas . Ardy segera mengejar mutiara kembali .
__ADS_1
"Tiara tunggu ." teriak Ardy yang melihat mutiara akan keluar dari kantor Ardy .
"Aku dan Nagita tidak ada hubungan apa apa lagi , Aku dan dia sudah putus ." ucap Ardy . Suasana kantor sepi ,tidak banyak karyawan yang lalu lalang . Hanya ada beberapa saja yang lewat . Dan mengetahui apa yang terjadi di tempat mereka bekerja .