
Dulu memang kita saling bersama , ku mengira tulus dalam kata
Tapi kini kamu memang berbeda , ku terluka untuk selamanya
Caramu yang membuat diriku jauh , kecewa di dalam hatiku
Ku tak mengerti cinta , indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau benar , dan aku selalu salah
Kini memang kita saling berpisah , ku merasa sesal dalam kata
Tapi kini kamu memang bersalah , kamu berubah untuk selamanya
Sifatmu yang membuat diriku jenuh , mendua di balik mataku
...----------------...
"Bu , Tiara sudah siap masaknya , Tiara siap siap ke kantor ya . Mama makan saja , terus istirahatblagi . Tiara akan makan di kantor nanti ." ucap Mutiara pada ibunya .
"Iya Nak ."jawab bu andini .
Mutiara melangkah ke kamar untuk siap siap . Ia bergegas menganti bajunya , tapi tidak lagi memoles wajahnya seperti yang di saran kan oleh Ardy waktu itu . Tetapi ia tetap pakai pakaian style wanitanya .
"Bu ,Tiara berangkat dulu ya ."pqmit mutiara sambil menjabat tangan ibunya dan cipika cipiki .
"Iya sayang , kamu hati hati ya ." pesan bu andini .
"Iya bu ."ucap mutiara dan langsung melangkah ke luar . Mutiara melihat mobil Ardy telah di parkir di depan halaman nya . Tapi Mutiara mengabaikan Ardy , untuk tetap terus berjalan cari angkutan .
"Pagi Tiara ." sapa Ardy sambil tersenyum sumringah .
"Ada apa ya pak ."tanya mutiara dingin dan masih saja judes pada Ardy .
"Kita ke kantor sama sama ya ." jawab Ardy memasang senyum manisnya .
"Apa pak Ardy lupa dengan ucapan saya kemarin ." tanya Mutiara , menatap Ardy dengan tajam .
__ADS_1
"Perkataan kamu yang mana ..hemm.."Ardy berusaha berpikir lagi .
"Apa tidak bisa di pertimbangkan lagi dengan konsekuensi yang lebih ringan dari itu ." tanya Ardy sambil mencondongkan wajahnya ke wajah Mutiara yang tingginya hanya sebahu Ardy .
Dengan cepat mutiara membuangbpandangan nya menjauhkan dari wajah Ardy .
"Maaf saya harus pergi ." ucap mutiara yang hendak pergi ,tapi Ardy menahannya dengan memegangi lengan nya .
"Lepaskan saya pak Ardy ." mutiara berusaha berontak . Tapi karena badan nya yang kecil dan lemah , membuat tenaganya tidak ada apa apanya di banding dengan tenaga pak Ardy , walaupun hanya ujung jari dan ibu jari yang mengait lengan kecilnya .
"Sudah jangan membantah , ayo berangkat sama saya . saya lihat kamu juga kelihatan pucat . Saya tidak bisa biarkan kamu pergi sendiri ke kantor sendirian ."ucap ardy
"Saya bisa pergi sendiri ."ucap mutiara yang masih memaksakan diri melepaskan diri dari pegangan Ardy . Ardy juga merasa kasihan pada mutiara akhirnya melepaskan juga pegangan nya .
Mutiara segera berlari dan memberhentikan taxsi yang kebetulan lewat . Mutiara segera naik taxsi meninggalkan Ardy . Tapi Ardy tidak membiarkan mutiara begitu saja ia terus mengikuti taxsi yang di tumpangi mutiara dari belakang . Ia tak mau terjadi sesuatu kepada mutiara .
"Kenapa sih pak Ardy ngikuti terus ," gumam mutiara dalam hati . Melihat mobil Ardy berjalan pelan di belakang taxsi yang ia tumpangi .
"pak jalan nya yang cepat , kalau bisa ngebut pak ."ucap mutiara pada sopir taxsi .
Tapi naas sampai di jalanan sepi jauh dari perumahan penduduk , tiba tiba ban mobi taxsi yang di tumpangi oleh mutiara kempis membuat jalan nya oleng .
"kenapa pak ."tanya mutiara panik .
"sebentar mbak , sepertinya ban nya kempes ."ucap sopir .
"kok bisa pak ."tanya mutiara lagi .
"mungkin kena paku di jalan mbak ."ucap sopir taxsi sambil menepikan mobilnya .
"bagaimana ini pak ."tanya mutiara panik karena mereka berhenti di tengah tengah kebun jauh dari rumah penduduk .
"sebentar mbak saya turun cek dulu ."ucap sopir taxsi dan segera turun dari dari mobilnya di ikuti oleh mutiara.
" Bagimana pak ."tanya mutiara ikut melihat apa yang terjadi .
"Benar mbak ban nya ke tusuk paku ."ucap sang sopir .
__ADS_1
"terus bagaimana ini pak ."tanya mutiara panik .ia merinding melihat suasana di sekeliling . Banyak rumah tua tak terurus dan alas jati yang rimbun .
"sepertinya saya ada ban serep ,mbak bisa tunggu dulu saya ganti ban nya kan."ucap sang sopir .
" Baik pak , tidak masalah ." jawab mutiara dengan cepat ,dan merasa lega bisa segera tinggalkan tempat itu .
sopur taxsi mulai mendongkrak taxsinya akan menganti ban nya yang kempis dengan ban yang baru . Setelah semua sudah beres , ban sudah di ganti semua baut sudah di pasang dengan kencang tiba tiba .
"serahkan kunci mobilmu padaku ." ucap suara seorang laki laki yang ada di belakang mutiara dan sopir taxsi itu , entah sejak kapan mereka datang .dan berdiri di belakang mutiara dan sopir taksi .
"Apa apaan , kalian siapa , ini kunci mobil saya , kenapa saya harus serahkan pada kalian ." ucap sopir taxsi ,dengan tegas kepada kedua orang laki laki yang berwajah sangar itu .
"oh jadi kamu mau ngelawan ya ."ucap laki laki yang berperawakan tinggi besar .
"Ambil tas dia ." perintah dia pada teman nya . Agar ambil tas mutiara , dia sendiri akan merebut kunci mobil sopir taxsi .
"lepaskan tas saya ."ucap mutiara sambil menarik narik tas nya dari preman itu . Hingga tas murahan mutiara sobek dan jatuhlah sebuah ponsel murahan juga . Membuat preman itu mendengus , kecewa tak mendapati apa apa dari tas mutiara .
"Dalam tasnya tidak ada barang berharga ." bisik preman itu kepada teman nya . Yang masih melotot ganas menatap sopir taxsi yang masih kekeh mempertahankan kunci mobilnya .
"Rampas kunci mobil itu dari dia ," perintahnya lagi .
"serahkan kunci mobilmu dengan baik baik atau aku berbuat kasar pada mu ." gertak preman itu. Sopir taxsi tetap kekeh mempertahan kan barang miliknya .
"Tidak ini mobil saya , kalian tidak berhak dengan ini semua ." ucap sopir taxsi mendorong preman itu ingin lari menyelamatksn diri .
"oh jadi kamu cari mati ." kesal preman itu dan melayangkan tendangan nya ke arah perut sopir taxsi .membuat mutiara ikut meringis ketakutan melihat perlakuan kedua preman itu .
Sooir taxsi mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya . Karena kunci yang ia pegang telah terlempar dari tangan nya .mutiara yang melihat ke dua preman akan mengambil kunci itu .dengan cepat kilat mutiara menendang kunci mobil itu hingga melayang entah kemana .
Kedua preman itu mengerang kesal atas perbuatan mutiara . Keduanya menatap mutiara sambil tersenyum penuh nafsu .
"kamu mau cari masalah dengan kami ."tanya preman yang bertubuh kekar itu . Dan langsung mencekik leher mutiara , dengan kuat membuat mutiara hampir kehabisan nafas .
Mutiara meronta ronta kesakitan , sedang tenaganya tidak sebanding dengan tenaga kedua laki laki preman itu .
BUG BUG .....
__ADS_1