My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 61


__ADS_3

Dimas dan Mutiara terus ngobrol , bercerita akan kegiatan mereka sehari hari , selama mereka tidak bisa bertemu . Mereka kadang tertawa bila merasa ada cerita yang di rasa lucu . Keseriusan mereka pudar kala sorot lampu mobil menerangi keduanya . Membuat raut bahagia di wajah Dimas memudar seketika .


"Kamu juga mengundang pak Ardy untuk makan malam ."tanya Dimas penuh dengan rasa kecewa .


"Iya aku mengundang pak Ardy , kamu tidak keberatan kan .? Aku hanya berniat , biar kamu bisa belajar banyak dari pak Ardy . Biar kamu bisa sukses seperti pak Ardy ."ucap mutiara memberi alasan pada Dimas .


Dimas menatap menyeringai kepada Ardy yang baru turun dari mobil .


"selamat malam , maaf saya datang terlambat ."ucap Ardy sambil menjabat tangan Dimas , dan menyatukan ke dua tangan nya di depan dada untuk mutiara .


"Selamat malam ," jawab mereka berdua .


"Bapak kan Bos tidak apa apa telat .kita tetap menunggu ."ucap Dimas .


"Dim...maaf pak . Silahkan bapak duduk dulu , saya mau panggil ibu dulu untuk kita makan bersama ."ucap mutiara meninggalkan mereka berdua di teras rumah .


Dimas dan Ardy tinggal berdua di teras . Mereka berdua diam , ada rasa canggung di antara mereka . Akhirnya Ardy mengalah menyapa Dimas lebih dulu .


"Bagaimana dengan kuliahmu , Dim ."tanya Ardy basa basi .


" Lancar pak ."jawab Dimas dengan senyum tipis yang di paksakan .


" Alkhamdulillah , semoga lancar sampai wisuda . Setelah wisuda rencana kamu , mau kerja di mana ."tanya Ardy kembali .


"Belum tau nih pak , masih nimbang nimbang nih . Tapi Maunya sih kerja lagi satu kantor dengan Tiara ."jawab Dimas tanpa menoleh kepada Ardy .


" Sepertinya Dimas tahu , kalau aku menyukai Tiara . Sehingga dia memberiku jawaban seperti itu . Jangan takut Dim . Aku akan bersaing denganmu pakai cara yang sehat , untuk mendapatkan cinta Tiara ."ucap Ardy dalam hati dengan senyuman sarkastis .


Belum sempat Ardy membalas ucapan Dimas , mutiara datang bersama bu andini .

__ADS_1


"Kalian sudah datang , Nak Ardy ayo masuk kita makan sama sama . Dimas ayo masuk ."ucap bu Andini pada mereka berdua .


"Terimaksih ibu , maaf merepotkan ."ucap Ardy dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan percaya diri , mendahului Dimas . Karena Ardy juga tidak mau di nomor duakan oleh Tiara dan Ibunya .


"Sepertinya Pak Ardy benar benar ingin bersaing dengan ku . Tidak aku tidak akan biarkan pak Ardy merebut Tiara dariku . Sepertinya aku sudah harus minta bantuan kepada mama , tapi bagaimana caranya bilang ?. Mama sangat tidak menyukai aku berteman dengan Tiara .Apalagi mama kalau tau aku mencintai Tiara ."batin Dimas gundah .


Dimas berjalan di belakang sambil melamun hingga tanpa ia sadari kalau telah sampai di meja makan . Sampai akhirnya terjadi insiden.


Bruk... ."Dimas menabrak punggung mutiara hingga terpental kebelakang . Sedangkan mutiara terhuyung ke depan . Dengan cekatan Ardy melindungi jidat mutiara , yang akan mencium sudut lancip meja makan .


Dimas yang sadar dengan apa yang terjadi dengan cepat segera bangkit dan berdiri mendekati mutiara mengecek mutiara ada yang yang terluka atau tidak .


"Maaf Tiara , aku tidak sengaja . Kamu ada yang luka tidak ." ucap Dimas ambil membolak balik badan mutiara .


" Sudah kamu jangan lebay , tanya tu Pak Ardy tangan nya luka tidak , sakit tidak . Karena dia mengunakan tangannya untuk melindungi jidat aku dari lancipnya tu ujung meja ."ucap mutiara heran .


"kamu kenapa , capek , atau sedang ada masalah di kampus ."tanya mutiara lagi . Dan membalik kan badan nya meraih tangan Ardy yang dia jadikan pelindung jidatnya .


"Untung tangan kiri Nak , kalau tangan kanan kamu harus suapi pak Ardy malam ini ." ucap bu andini .mutiara dan Ardy saling pandang , Ardy tersenyum tipis .


"iya ya , benar juga kata ibu . Kenapa aku tadi tidak pakai tangan kanan aku . Kan dapat untung di suapi oleh Tiara di depan Dimas ."batin Ardy berbunga bunga .


"Tidak apa apa , kepala kamu juga tidak sekeras batu . "ucap Ardy sambil menarik kembali tangan nya dari tangan mutiara . Walau sebenarnya ia ingin lama lama tangan nya berada di genggaman mutiara , tapi ia harus jual mahal dulu .


"Kamu kenapa , ada masalah apa ."tanya mutiara kembali perhatian pada Dimas .


Ardy yang merasa senang dapat perlakuan lembut dari Mutiara , karena telah menyelamatkan mutiara dari keteledoran Dimas . Kembali merasa cemburu karena mutiara memperhatikan Dimas kembali .


"Tidak . Aku tidak apa apa ." jawab Dimas yang merasa malu terhadapa bu andini .

__ADS_1


Ardy menelan salivanya berat karena mutiara hanya menarik kursi untuk Dimas , bukan untuk pahlawan penyelamatnya . Terpaksa Ardy menarik kursinya sendiri dengan satu tangan nya . Karena tangan satunya sangat ngilu kalau boleh jujur


"Ayo silahkan di makan ." ucap bu andini keoada Ardy dan Dimas .


Mutiara mengambil nasi yang pertama untuk ibunya ke dua untuk Dimas dan baru Ardy membuat Dimas besar kepala. Karena Mutiara masih mendahulukan nya di banding Ardy .


"Dim aku undang kamu datang kemari makan malam , karena aku ingin minta maaf ."ucap Mutiara .


"minta maaf , kenapa .." tanya Dimas yang juga mengundang Ardy untuk ikut fokus dengan jawaban mutiara .


"Ya karena aku tadi pagi lupa pamit sama kamu . Dan tadi pagi kamu capek capek mau jemput aku , tapi aku nya sudah berangkat duluan dengan pak Ardy ." jelas mutiara .


"Oh tidak masalah , terus pak Ardy kamu undang untuk apa ." cecar Dimas ketus .


Ardy dan mutiara saling pandang , juga bu andini . Mendengar pertanyaan Dimas yang terasa ketus . Dimas yang merasa aneh dengan nada bicaranya sendiri . Dan menjadi pusat perhatian mereka , cepat cepat memberikan penjelasan .


" Aku cuma berjanda , tidak ada maksud apa apa kok . Aku cuma merasa pertemuan ini sepertinya di sengaja , benarkan tebakkan aku ."ucap dimas sambil melirik Ardy .


"Ngak Ada unsur sengaja . Ini juga ucapan terimakasih aku pada pak Ardy . Yang telah sudi repot repot mengantar aku belanja ke pasar untuk menjamumu . Sekalian pak Ardy ceritakan kesuksesan pak Ardy pada Dimas . Agar dia bisa belajar dan bisa sukses seperti pak Ardy ."ucap mutiara .


"Nak Ardy tadi ikut Tiara belanja ke pasar ."tanya bu andini terkejut . Ia terharu dengan jiwa Bosinya masih sudi mengantar putrinya ke pasar . Biasa orang kaya belanjanya ke supermarket dan moll .


"Tidak bu cuma ngantar dan nunggu di mobil saja kok ."ucap Ardy .


"kirain ."celetuk Dimas .


"Kenapa , kamu mau saya temani Tiara masuk ke pasar . Bawakin tas belanjaan nya . Itu tidak tidak masalah buat saya ...


"Cukup ."potong mutiara yang di senyumin oleh bu andini .

__ADS_1


"Aku sengaja undang pak Ardy khusus buat kamu , Biar kamu belajar dari apak Ardy . Aku juga ingin kamu sukses seperti pak Ardy ."ucap mutiara .


__ADS_2