
Aku siap jadi milikmu , Siapkah engkau jadi imamku
Aku takut fitnah dan dosa , Bila berdua dua denganmu
Apa lagi yang kau tunggu , jadikan halal aku untukmu
Ayah ibu beri restu , Bawa aku ke penghulu
Pernah merasa sakitnya cinta hati kecewa , lalu kau hadir aku terlena tiada berdaya
Bunga yang layu kini mekar kembali , kau siram dengan cinta sepenuh jiwa
...****************...
Ardy tersenyum menatap wajah Tiara .
"Siapkah kau jadi milik ku ."
"Siapkah kau jadi imam ku ."
Dua kata terucap bersamaan di bibir sepasang kekasih yang sedang di landa Asmara .membuat keduanya tersenyum tanpa kata .
"Ok mas siap akan segera membawamu menjadi halal , Dandan yang cantik ya ." ucap Ardy yang sia sia , karena tanpa dandan pun Tiara sudah sangat cantik di mata Ardy . Memang calon istrinya sudah sangat cantik alami . Ia hanya ingin basa basi sebelum acara di mulai untuk mengusir rasa grogi .
"Tentu , sudah pasti itu , sudah pasti Tiara akan di dandani dengan sangat cantik sekali oleh perias pilihan mama ." jawab mama khanza yang tiba tiba sudah ada di belakang Ardy . Entah kapan datang .
"Eh mama ," ucap Ardy sambil nyengir ia meraba tengkuknya yang berubah jadi merinding seketika , karena Ardy telah di ingatkan oleh Mama nya kalau tidak boleh bertemu dengan Tiara dulu , hingga sampai ijab qobul selesai . Tapi dasar Ardy keras kepala , masih saja sembunyi sembunyi menemui Tiara padahal dirinya habis mandi pagi ,baju juga belum di pakai masih memakai bathrobe .
"Kamu ya ,di bilangin susah banget ." ucap mama khanza sambil menjewer telinga Ardy . Membuat Ardy mengeluh kesakitan .
"Maaf ma ,maaf , kan Ardy hanya rindu , sama wanita yang sebentar lagi akan sah jadi Istri Ardy ." ucap Ardy sambil mengelus elus telinga nya bekas jeweran dari mamanya .
"Simpan saja tu rindu kamu dan cepat masuk kamar , lihat tu apa yang pakai sekarang . Sebentar lagi perias akan datang ." ucap Mama khanza sambil mendorong Ardy agar kembali lagi ke kamarnya .
__ADS_1
Tiara yang melihat pertengkaran antara anak dan ibu itu hanya bisa tersenyum .
"Iya ma , iya , Ardy ke kamar sekarang , Ardy mau hafalin kalimat ijab qobul , nanti biar tidak salah ucap , ya ma ." ucap Ardy sambil menggoda mamanya .
"Na itu kamu tau sendiri , kalimat ijab qobul aja belum hafal , malah dah ngak sabar main ketemu saja ." ucap mama khanza yang membuat Ardy tertawa sedang Tiara hanya bisa menunduk malu .
"Aku ke kamar dulu ya sayang , udah di usir sama mama ." ucap Ardy yang langsung lari cepat meninggalkan Tiara dan mamanya , karena takut dapat jeweran lagi dari mamanya .
Tiara hanya bisa mengangguk tersenyum . Dan mama khanza hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak bujangnya yang sebentar lagi akan menyandang status suami orang .
"Ya sudah Tiara kamu masuk ke kamar dulu rilekskan badan kamu , bentar lagi perias akan datang buat dandani kamu ."ucap mama khanza lembut pada calon menantunya itu .
"Iya ma , kalau begitu Tiara masuk dulu ."ucap Tiara dan meninggalkan calon ibu mertuanya . Sampai di dalam kamarnya Tiara melihat ibunya baru keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang rapi .
"Tadi suara siapa di luar ." tanya bu andini .
"Oh itu , mas Ardy dan mamanya bu ." jawab Tiara
"kok jadi ibu yang tidak sabar . Buru buru sekali bu , ada apa ." tanya Tiara bergelanjut manja di lengan ibunya . Padahal hari masih benar benar pagi . Tapi ibunya benar benar sudah tidak sabar .
"Iya ibu tidak sabar ingin melihat kalian duduk di pelaminan ."ucap Bu andini sambil mengelus lembut kepala Tiara .
"Do'akan semoga acaranya berjalan dengan lancar ya bu ." ucap Tiara sambil mengenggam tangan ibunya .
"Tentu sayang , ibu tidak hanya mendo'akan kelancaran pernikahan kamu saja . Ibu juga berdo'a untuk kelanggengan rumah tangga kalian ."ucap bu andini sambil mengecup puncak kepala Tiara .
"Amin ." jawab Tiara mengaminin do'a ibunya .
...****************...
Tiara sudah di rias dengan cantik dan natural . Begitu juga dengan Ardy , dia juga sudah kelihatan tampan . Semua para undangan telah hadir ingin menyaksikan Tiara dan Ardy mengucapkan ijab qobul .
Dimas terlihat datang bersama bu denada dan putri .mereka memakai baju sarimbit sesuai dengan permintaan bu denada . Dimas menerimanya tidak ingin menolak kemauan mamanya lagi .
__ADS_1
"Hai bu denada , alhamdulillah kita bertemu di sini ." sapa rekan kerja bu denada yang juga dapat undangan dari Ardy .
Memang bukan hal yang sulit bagi Ardy untuk mengundang para pembisnis handal untuk datang ke pesta pernikahan nya walau tanpa kerja sama . Karena mereka mereka lah yang sangat berharap dapat kesempatan untuk bisa kerja sama dengan Ardy .karena Ardy juga seorang pembisnis yang cukup berhasil dan terkenal . Sejak kebangkitan dia dari kebangkrutan kemarin .
"Senang juga bisa bertemu dengan anda tuan Roi , "sapa bu denada balik .
"Oh ini si tampan , pasti putra bu denada ya , dan ini calon nya cantik juga sangat serasi ." ucap tuan Roi membuat Dimas dan Putri mengulum senyum dan menjabat tangan tuan Roi.
"Iya benar tuan Roy , ini putra saya . Dan do'akan saja ya tuan ." ucap bu denada sambil melirik dua orang yang sedang berdiri di sampingnya itu sedang tersenyum malu .
"Ya baik , kalau begitu kita langsung masuk saja . Acara nya sudah akan di mulai ."ucap tuan Roi .
"Mari pak silahkan ."ucap bu denada .
Mereka pun sama sama masuk ke dalam . Ardy telah duduk di depan penghulu .
Bu andini yang melihat Dimas telah datang ia segera menghampiri keluarga Dimas .
"Nak Dimas ." sapa bu andini .membuat Dimas sedikit tersentak dan mundur selangkah . Ia merasa kaku menghadapi bu andini , karena ingat cerita Tiara yang masih kecewa dengan nya .
"Tante ." jawab Dimas dan memberanikan diri untuk menyalami tangan Bu andini .
"Terimakasih banyak ya , kalian sudah simpati.dengan keluarga kami ," ucap bu andini .
"sama sama Tante , i ya kenalkan ini mama saya dan ini teman Dimas putri ." ucap Dimas mengenalkan mamanya yang belum pernah ia kenalkan pada bu andini .
"Andini ibunya Tiara ." jawab bu andini .
"Denada , mamanya Dimas . Maaf kalau selama ini saya sudah banyak berbuat salah pada keluarga ibu secara tidak langsung ." ucap bu denada merasa malu .
"Tidak ,bu . Saya berterimakasih Ibu telah berkenan menunggui saya di rumah sakit , selama menjalani operasi ." ucap Bu andini .
"sama sama bu ," ucap bu denada yang tersenyum melihat bu andini menatap putri dari atas hingga bawah .
__ADS_1