
"Patuhlah calon nyonya Ardy nugroho ," ucap Ardy yang lagi lagi membuat wajah mutiara bersemu merah seperti tomat menggemaskan .
Suara langkah kaki Mama khanza dan bu andini mendekati kamar Tiara .membuat ardy dan Tiara menghentikan canda mereka .
"Ardy , kita pulang yuk , sudah larut malam ,besok kalian ketemuan lagi , ya ." ucap mama khanza mengoda .
"Iya ma , makan Tiara juga sudah habis ." jawab Ardy sambil menunjuk kan piring kosong nya dan ia letak kan di meja
"Tiara , tanate dan Ardy pamit pulang dulu ya , kamu harus cepat sehat .
Ardy galau banget setengah hari saja tidak dapat kabar dari kamu .c ucap mama khanza membuat Ardy tersenyum nyegir pada bu andini karena malu .
"Iya tante ,bterimakasih banyak karena tante sudah menjenguk Tiara , hati hati di jalan tante .ya .c jawab Tiara .
"pulang dulu ya sayang ." ucap Ardy sambil mengacak acak rambut Tiara .
"Jahil banget ," gerutu tiara karena rambutnya sudah tidak rapi lagi . Tapi Ardy tidak perduli . Mengacak acak rambut Tiara sudah menjadi candu untuknya .
"Hati hati di jalan ." ucap Tiara walau sedikit ngambek .tetap memberi Ardy perhatian .
"Iya sayang , bu Ardy pulang dulu ." ucap Ardy sambil menyalami Bu andini .
"Iya nak hati hati di jalan ." jawab bu andini .
"Kamu tetap berbaring istirahat yang cukup , tidak usah antar kami , besok pagi Ardy akan datang lagi kok ." ucap mama khanza sambil tersenyum .
"makasih tante ." ucap Tiara sambil menjabat tangan mama khanza .
Bu andini mengantar Ardy dan mamanya sampai ke teras rumah .
"Sudah bu sampai sini saja . Ibu masuk dan istirahat yang cukup ."ucap Ardy pada bu andini .bu andini tersenyum dan membungkuk pada mama khanza yang juga membungkuk padanya .
Ardy dan mama khanza segera masuk ke mobil dan meninggalkan rumah Tiara .
__ADS_1
" kamu berencana menikah dengan Tiara atau bagaimana ." tanya mama khanza di dalam mobil .
"Ardy ingin menikahinya ma , Ardy yakin Tiara perempuan yang tepat dan baik untuk Ardy , apa mama setuju ." tanya Ardy .
"Tentu mama setuju tapi kapan kamu akan menikahi Tiara ." tanya mama khanza yang ingin segera punya menantu .Ardy menarik nafas panjang .
"Ardy sekarang belum seratus persen siap ma , mama sendiri tau , perusahaan Ardy juga baru saja bangkit ma , Dan Tiara mungkin belum kepikiran untuk menikah sekarang ." jawab Ardy datar .
" Ya kamu ajak lah dia menikah , soal untuk menjaga ibunya , kan kalian bisa bawa bu andini tinggal bersama kita , kita juga bisa jaga bersama kan . Niat baik itu jangan di tunda tunda ." ucap mama khanza .
Ardy tersenyum mendengar saran mamanya , yang mau menerima kehadiran bu andini di rumah tangga nya nanti . Yang lebih membahagiakan Ardy adalah lampu hijau yang di berikan mamanya .
...----------------...
Sementara Dimas yang masih gelisah di kamarnya , sejak pulang dari kantor ia terus duduk di sofa sambil menatap foto Tiara dan dirinya terakhir kali mereka bersama . Foto itu ia ambil dalam pose seperti dirinya sedang mencium Tiara , dengan backgrund sunset sedang tengelam . Dengan sinar kuning keemasan di belakangnya .Terlihat sangat romantis dan sepadan dengan nya .
"Maafin aku Tiara , maafin aku kalau aku terpaksa berbuat jahat padamu . Tapi satu hal yang harus kamu tau , aku lakukan semua ini demi kebahagiaan kamu . Kebahagiaan kita berdua , aku yakin kita bisa bersama ." ucap Dimas sambil mengecup foto mereka berdua di layar ponselnya , dengan mata terpejam merasakan seakan yang dia cium benar benar Tiara .
Dimas mencari nomor kontak ponsel Nagita yang dia dapat kan tadi siang dari teman kantornya .
"Hallo , ini dengan siapa ya ." tanya Nagita di sebrang telepon yang tidak mengenali suara Dimas . Dengan suara ketus Nagita menjawab karena tidak ingin bicara lama lama dengan orang yang tidak dia kenal.
"Ini saya Dimas mantan karyawan pak Ardy ." jawab Dimas .
"Oh Dimas mantan OB itu ya saya ingat . Memang nya ada apa kamu telpon saya .? Kamu mau minta pekerjaan dengan saya ,? Maaf , saya tidak buka lowongan pekerjaan ." ucap Nagita dengan cepat .
"Bukan ,bukan , dengar kan saya dulu bicara bu Nagita ." potong Dimas dengan cepat sebelum Nagita menutup panggilan nya .
"saya bukan mencari pekerjaan Bu ."ucap Dimas .
"Lalu kamu mau apa telepon saya ."tanya Nagita ketus .
" Saya ingin tawarkan kerja sama dengan Anda , sepertinya anda punya masalah dwngan hubungan Ardy dan Tiara ."ucap Dimas ,yang tidak lagi mau memanggil Ardy dengan sebutan pak Ardy .
__ADS_1
Nagita berpikir sejenak dengan tawaran Dimas , ia sedikit bingung dengan tawaran itu , Nagita baru ingat dulu Dimas dan tiara sama sama kerja sebagai OB di kantor Ardy . Keakrapan mereka dah seperti sepasang kekasih.
"Apa Dimas juga mencintai perempuan kampungan itu , sepertinya ini tawaran yang bagus .untuk aku , tidak perlu keluarkan uang sewa preman yang tidak becus seperti kemarin ."gumam Nagita sambil tersenyum licik .
"Bagaimana Bu nagita ." ucapan Dimas membuyarkan lamunan Nagita .
"eemm ok , kamu punya rencana apa ."tanya Nagita sangat serius .
Fimas mulai merencanakan misi nya kepada Nagita . Nagita hanya mangut mangut mendengarkan ide dari Dimas .
"Dan satu lagi saya minta sama bu Nagita . Jangan pernah menyakiti Tiara seujung kuku pun , atau kerja sama ini akan saya batalkan ." ancam Dimas pada Nagita .
" Emm , Ok . saya tidak akan pernah menyentuh perempuan kampungan itu ."ucap Nagita dengan suara ketus .
"Sombong sekali , pantas Ardy membuangmu ." gumam Dimas setelah memutus sambungan telepon dengan Nagita . Dimas tersenyum kembali mengingat rencananya untuk merebut Tiara dari Ardy pasti akan berhasil . Karena rencananya telah ia susun dengan sempurna .
...----------------...
Ardy bangun pagi pagi sekali ,untuk segera mandi dan pergi menemui Tiara . Ardy selesai mandi ia keluar dari kamar mandi hanya selembar handuk yang melilit di pinggangnya .
"Sebaik nya hari ini Tiara tidak usah ke kantor dulu , aku takut terjadi apa apa dengan nya ." gumam Ardy dalam hati , Di dalam otak nya sekarang yang ada hanya Tiara . Semenjak Tiara mengiklarkan dirinya mau jadi pacarnya .
"Aku harus menghubunginya agar dia tidak pergi ke kantor ." ucap Ardy dan pergi mengambil ponselnya . Ia tidak perduli kalau dirinya belum memakai baju .
Tiara yang masih baringan mendengar ponselnya bergetar ia segera meraih nya . Semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak karena tengkuknya terasa sakit .Tiara melihat ID sang penelpon .
"Mas Ardy , kenapa pagi pagi sekali dia sudah menelpon , tidak seperti biasanya ." gumam Tiara dalam hati dan mengeser tombol hijaunya untuk menerima telpon dari Ardy .
"Hallo Mas Ardy ." sapa Tiara .
"Kamu baru bangun ya , maaf ya , kalau mas sudah ngangu tidur mu ." ucap Ardy .
"Tidak kok mas , ada apa pagi pagi telepon ." tanya tiara .
__ADS_1
"Kangen...