My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 79


__ADS_3

"Oh tenang saja bu . Karena saya Bosnya , jadi saya bukan laki laki sembarangan ....yang tidak jelas asal usulnya . Dan karena ibu sudah baik dengan Tiara . Ini saya ingin memberi ibu sedikit oleh sebagai ucapan terimakasih dari saya . Kedepan nya saya masih ingin dengarkan terus cerita kebaikan kebaikan ibu sama Tiara , karena itu membuat saya semakin kagum sama ibu ."ucap Ardy


Ardy menyerahkan kresek belanjaan nya kepada bu dwi . Bu dwi menerima pemberian Ardy sambil menelan ludahnya . Mengendus Aroma makanan yang di berikan Ardy .


"Makasih banyak ya , sering sering antar Tiara pulang . Biar ada teman nya , kasihan kan kalau dia pulang harus naik angkot ."ucap bu dwi , yang ingin buru buru untuk cepat pulang , untuk mencicipi makanan di tangan nya .


"Oh sudah pasti bu , jangan takut . Saya pasti akan antar Tiara pulang setiap hari , biar dia selamat sampai ke rumah ."jawab Ardy .


Mutiara hanya bisa membelalakan matanya . Mendengar jawaban Ardy yang ikut ikutan somplak seperti bu dwi . Mutiara hanya bisa tersenyum nyengir menyaksikan dua orang itu .


"Ya sudah saya pulang dulu , saya sudah tidak tahan ingin nyicipi makanan ini . Di cium dari aroma aromanya kelihatan nya lezat sekali ."ucap bu dwi sambil cengegesan .


"Tentu bu itu lezat sekali . Ibu harus cepat cepat mencicipinya mumpung masih anget ." kompor dari Ardy .


"Iya deh , kalau begitu pamit dulu , Tiara ibu pamit dulu ya ." ucap bu dwi segera melangkah pergi menuju rumahnya .


Baru saja bu dwi masuk ke dalam rumah ia sudah tidak sabar untuk membuka kotak pizza dan KFC pemberian Ardy . Dan langsung melahapnya sambil jalan menuju ke meja makan .


"ya Ampun ini lezat sekali , ini benar benar enak . Ternyata Bosnya Tiara orang nya baik banget . Aku harus baik baiki itu Tiara , Biar Bosnya itu sering antar Tiara pulang dari kerja . Dan saya akan kebagaian makan enak enak lagi ." ucap bu dwi dengan mulut penuh dengan makanan .


Setelah bu dwi pulang mutiara tertawa lepas di depan Ardy . Ingat tingkah konyol Bosnya . Ardy merasa semakin terpesona melihat tawa lepas mutiara , yang semakin memancarkan aura kecantikan nya .


Ardy merasa ingin lama lama ia melihat mutiara bisa tertawa lepas seperti itu , karena ia semakin nyaman berada di sisi mutiara .


"Sejak kapan pak Ardy kagum sama bu dwi ." tanya Mutiara sambil tertawa lagi .


"pak Ardy ngaco banget , sejak kapan saya bilang dia baik dan ngejaga saya dan ibu saya , tapi ide pak Ardy cemerlang banget . Bisa kepikiran sampai ke situ ." lanjut mutiara memuji kegeniusan bosnya .

__ADS_1


Ardy ikut tertawa mendengar ucapan mutiara .


" Asal kamu tau , semua orang di dunia ini , kalau sudah di suguhi makanan enak , apalagi gratis , yang semula galak dan benci pasti langsung anteng ." ucap Ardy .


" kenapa bisa begitu ."tanya mutiara penasaran .


"ya kan dia lagi asik menguyah makanan , jadi tidak fokus dengan yang lain ."jawab Ardy asal .


"Astaqfirulloh pak , saya kira apa , di mana mana orang kalau lagi nguyah jangan ngomong , entar lidah sendiri ke kuyah tau rasa ." ucap mutiara .


"rasa apa ."tanya Ardy .


"sakittt ." jawab mutiara sambil mencibir Ardy .


"Kamu balas dendam sama saya ." tanya Ardy .


" iya kamu tidak keberatan kan ." tanya Ardy . Sambil mengikuti mutiara masuk ke dalam rumah . Mutiara hanya menjawab pertanyaan ardy pakai senyuman , tepat bersamaan bu andini baru keluar dari kamarnya .


"Kalian sudah pulang ,"tanya bu andini tanpa melihat Ardy .


"Iya bu ."jawab mutiara sambil mencium tangan ibunya . Ardy juga ikut mencium tangan bu andini .


"Eh ada Nak Ardy , silahkan duduk Nak ." bu andini mempersilahkan Ardy duduk . Ardy pun mengangguk dan duduk sesuai perintah bu andini .


"Tadi dari dalam , ibu dengar ada suara bu dwi . Kemana dia sekarang ."tanya bu andini . Ardy dan mutiara saling tatap dan tertawa kecil bersama .


"loh kok kalian malah tertawa , ada apa ."tanya bu andini .

__ADS_1


"Begini lo bu , tadi bu dwi samperin Tiara sama pak Ardy . Ibu sendiri kan tau sikap bu dwi kepada Tiara .tapi karena Pak Ardy , tiara selamat dari cibiran bu dwi ."ucap mitiara memuji Ardy .


"Selamat bagaimana maksudnya ."tanya bu andini oenasaran .


"Pak Ardy kocak banget bu . Pak Ardy swngaja beli pizza dan Kfc yang mahal hanya untuk di berikan pada bu dwi . Udah gitu pak Ardy puji puji bu dwi lagi . Bilang kalau Tiara pernah cerita kalau bu dwi sangat baik pada Tiara dan ibu ." ucap Mutiara sambil tertawa .


Bu andini ikut tersenyim mendengar cerita Mutiara . Dia tidak menyangka Ardy laki laki dingin , masih bisa berpikir kocak pula .


"Lumayanlah bu , setidak nya dia tidak akan menjelek jelek kan Tiara lagi ." ucap Ardy yang masih saja merendahkan diri di depan bu andini .


" ya sudah ibu siapkan makan dulu , kalian istirahat saja nanti barunmakan sama sama ."ucap bu andini .


"Tidak usah ibu , biar Tiara saja yang masak lagi buat pak Ardy . Ibu istirahat saja pasti lelahkan seharian beresin tanaman . aku lihat pot potnya udah rapi semua ."ucap Mutiara pada ibunya .


"oh itu , habis ibu bosan ngak ngapa ngapain . Jadi ibu ingin bergerak sebentar sekalian olah raga ."ucap bu andini .


"ya sudah , kalau begiyu ibu istirahat dulu , biar Tiara yang ngurusi makan pak Ardy ." ucap mutiara ingin mengantar ibunya masuk ke kamar nya untuk istirahat .


" Maaf ya bu , jadi ngrepotin ." ucap Ardy yang sadar diri kedatangan nya tentu akan menganggu keluarga kecil itu .tapi Ardy benar benar sangat merindukan masakan mutiara .


"Tidak apa apa Nak . Makanan nya juga hanya ala kadarnya saja , yang penting Nak Ardy bisa menikmati . Ya sudah ibu ke kamar istirahat dulu . Sudah kamu tidak usah antar ibu ." ucap bu andini .


Bu andini pergi menuju ke kamar melanjutkan istirahatnya . Sementara mutiara pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan bahan bahan masakan untuk Ardy . Ardy gemes melihat gerak gerik mutiara di dapur seorang diri . Tergugah hatinya untuk melakukan sesuatu bersama mutiara .


" ada yang bisa saya bantu ." Ardy mendekati mutiara , yang sedang mengupas bawang , dan menawarkan diri untuk membantu . Seumur umur Ardy belum pernah menginjak kan kakainya di dapur . Walaupun bersama mamanya . Tapi beda saat melihat Mutiara , rasanya ingin selalu bersama sama dalam melaksanakan sesuatu .


" Ini kupas bawang saja . Biar saya siapkan bahan yang lain nya ." ucap mutiara dan pergi meninggalkan Ardy . Ardy memegang pisau sedikit takut dan tidak tau bagaimana cara mengupas bawang pakai pisau . Akhirnya Ardy mengupas bawang pakai kuku jarinya .

__ADS_1


__ADS_2