My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 188


__ADS_3

Rio diam di samping mereka . Mendengarkan perdebatan Dimas dan Tiara , ia tau Dimas bukan sedang merayu Tiara . Tapi sedang membujuk Tiara , agar tidak bekerja keras dalam keadaan hamil . Sebagai seorang sahabat ia pasti akan sedih bila terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu .


Ardy yang kebetulan bertemu dengan klien nya di kafe yang sama di mana Tiara bersama Rio dan Dimas . Saat akan keluar matanya melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hati dan matanya .


Tanpa berpikir panjang Ardy langsung menarik kerah baju Dimas dan langsung menghajar Dimas hingga mengila .


"Mas Ardy ...mas Ardy ... berhenti mas ."teriak Tiara yang langsung menarik tangan Ardy agar berhenti memukul Dimas .Rio membantu Dimas berdiri yang jatuh tersungkur dengan muka yang sudah babak belur .


Tiara membawa Ardy keluar dari dalam cafe yang sudah menjadi perhatian orang orang sejak tadi .ia tidak ingin terjadi sesuatu di dalam cafe .


"Mas Ardy , kamu apa apaan main pukul tidak jelas ." ucap Tiara sambil membanting tangan Ardy dengan kasar dari cengkeraman nya dengan wajah kesal.


"kenapa , kamu tidak tega lihat selingkuhan kamu , aku hajar babak belur ." ucap Ardy dengan tatapan tajam .


"Aku tidak selingkuh , sudah berapa kali aku bilang , aku tidak selingkuh ." tegas Tiara pada Ardy .


"Oh , kamu tudak selingkuh , tapi mereka member kaimu uang untuk modal jualan kue , dan biaya hidup kamu , baik sekali mereka , kamu kasih dia imbalan apa ." ucap Ardy sambil menjawil dagu Tiara dengan senyum mengejek , Tiara menepis tangan suaminya.dari dagu nya .


"Aku tidak seburuk apa yang kamu pikirkan Ardy , aku tidak seoerti dirimu membiarkan istrimu kesusahan di luar sana . Aku ikhlas membantu nya tanpa imbalan apa pun ." ucap Dimas yang telah menyusulnya keluar bersama Rio .


Melihat Ardy yang telah mengeraskan rahang dan mengepal kan tangan siap untuk menghajar Dimas kembali .Tiara segera berdiri di tengah tengah mereka .


"Rio , Dimas kalian sebaiknya pergi saja , jangan khawatirkan aku , aku tidak akan kenapa napa ." pinta Tiara pada Dimas dan Rio .


Terpaksa mereka mengikuti keinginan Tiara , karena mereka sejak tadi sudah menjadi perhatian banyak orang .karena keributan yang mereka buat .

__ADS_1


"Baik kami akan pergi tapi ingat , kami berdua minta mulai besok kamu jangan jualan lagi seperti ini ." ucap Dimas pada Tiara .


"Baik , kamu tenang saja ." ucap Tiara dengan senyum ramah kepada Dimas dan Rio ,membuat Ardy semakin kepanasan .


Dimas dan Rio telah pergi meninggalkan Tiara dan Ardy berdua .


"oerhatian banget ya mereka berdua , aku sekarang menjadi binggung , dia anak siapa , anak Rio atau anaknya Dimas ya ." tanya Ardy pada Tiara .


PLAAAK sebuah tamparan terpaksa Tiara layangkan ke pipi Ardy dengan keras .


"Cukup mas Ardy , sudah cukup kamu menghina aku .kalau kamu memang sudah tidak percaya lagi dengan ku , jangan pernah perdulikan lagi hidup aku , aku tidak butuh hinaan kamu ." ucap Tiara dengan air mata yang tumpah begitu saja di depan Ardy .Dia tidak perduli lagi Ardy melihat kelemahan nya .


"Kalau memang kamu tidak hina , tunjukkan padaku kalau kamu tidak menerima pemberian dari laki laki lain .tidak mengemis pada laki laki lain ." ucap Ardy dengan sinis .


"Terserah aku terima pemberian siapa saja , aku juga butuh makan ." ucap Tiara sambil menghapus air matanya , dan sedikit berlari pergi meninggalkan Ardy , ia sudah tidak kuat mendengar ucapan Ardy yang terus terusan menghina dirinya .


Ardy tidak melarang Tiara memakai uangnya untuk keperluan apa saja . Tapi kemarahan Bu andini yang membuat Tiara tak berani memakai uang atau menerima pemberian dari Ardy . Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya .


Ardy tidak merasa sakit oleh tamparan Tiara .yang baru saja Tiara berikan , walaupun jemari lembut Tiara membekas di pipinya , Ardy lebih tersakiti karena Tiara tidak lagi bergantung pada dirinya .


Ardy merasa tiada semangat untuk bekerja lagi . Ia bekerja selama ini hanya untuk Tiara , tapi sekarang Tiara sudah tidak bergantung lagi pada dirinya , untuk apa lagi ia mencari harta .


"Aku hanya mau kamu bergantung sama aku , aku hanya tidak ingin kamu dekat dekat dengan laki laki lain . Hanya itu , kenapa kamu susah memahami ini semua ." desis Ardy yang mengusap wajahnya dengan frustasi .


Tiara telah sampai di rumah . Ia letak kan keranjang kuenya di atas meja . Ia dusuk bersandar sambil memijit keningnya .

__ADS_1


"kamu sudah pulang ,? Apa kamu lelah ." tanya bu andini pada Tiara .


"Ehh ibu , ya sedikit lelah , karena cuaca hari ini sedikit panas , tapi aku tidak apa apa kok ." ucap Tiara berusaha menyembunyikan kesedihan di wajahnya ,karena pertengkaran nya dengan Ardy .


"Besok kamu tidak usah keliling lagi , kita cukup menitipkan nya di warung warung dan supermarket terdekat saja . Kamu juga harus jaga kesehatan kamu ." ucap bu Andini .


"Tiara baik baik saja ibu , sayang kalau Tiara berhenti berjualan , penghasilan hari ini cukup lumayan ." ucap Tiara sambil mengeluarkan uang hasil penjualan nya yang hampir mendapat dua ratus lebih .dan ia serahkan kepada ibunya .


Tiara tidak boleh berhenti jualan . Ia tak mau menambah kebencian Ardy pada dirinya . Karena terus bergantung pada Dimas .ia harus berdiri sendiri di atas kakinya .


"Tapi ibu khawatir sama kamu ,dan kandungan kamu ." ucap bu andini .


"Ibu tidak usah khawatir , Tiara baik baik saja kok . Nanti kalau tiara lelah , Tiara akan berhenti jualan ." ucap Tiara bersemangat untuk menenangkan ibunya .


Dimas dan Rio tidak percaya dengan Janji Tiara , karena Dimas tau sifat Tiara yang sesungguhnya .pagi.itu mereka berdua memata matai Tiara kembali , apa Tiara benar benar memegang janjinya .


"Tiara ." panggil Dimas sambil memegang keranjang kue Tiara .membuat Tiara terkejut .


"Dim ."sapa Tiara sambil menunduk .ia merasa tidak enak hati dengan Dimas .


"kenapa kamu masih jualan ." tanya Dimas .


"Maaf Dim , sepertinya aku harus mengembalikan ATM milik kamu . Dan uang yang telah aku pakai banyak , aku akan berusaha untuk mengembalikan nya . Aku janji akan mengembalikan secepatnya ." ucap Tiara sambil menyodorkan kembali kartu ATM milik Dimas .


"Tapi kenapa , aku ikhlasnya memberikan ini untuk kamu pakai , untuk kebutuhan kamu dan ibu sehari hari ." ucap Dimas . Sambil meletak kan kembali ke tangan Tiara .

__ADS_1


"Aku tidak enak sama mas Ardy , walau bagaimana aku ini masih istri sah mas Ardy ." ucap Tiara dengan tersenyum kecut .


"Oh jadi karena suamimu yang tidak bertanggung jawab itu . Ok ,kalau begitu biar aku menemuinya dan menyuruhnya bertanggung jawab terhadapmu dan ibumu ." ucap Dimas geram dengan kelakuan Ardy .


__ADS_2