
"Perasaan aku mau pergi , semua pintu pintu aku tutup , apa ibu yang buka ya ." gumam Tiara sambil menutup kembali pintu jendela dan masuk melihat ibunya di kamar .
"Loh ibu , ibu kok ngak ada ,ibu ke mana ." pekik Tiara saat melihat kamar ibunya kosong .
"Ibu , ibu di mana , ibu ." Tiara mencari sambil memanggil ibu nya sampai ke sudut sudut ruangan tapi nihil tidak menemukan ibunya .
Mata tiara melihat pintu belakang rumah terbuka , tiara pergi keluar rumah , Tiara mencari ibunya hingga ke pekarangan belakang rumah tapi tidak juga ketemu .
"Ibu kamu kemana ," gumam Tiara tak terasa air matanya sudah menetes .
Tiara berlari pergi ke rumah bu dwi menanyakan pada bu dwi ada lihat ibunya tidak .
" Bu dwi kamu lihat ibuku tidak ."tanya Tiara .
"Aku sejak duduk di sini , tapi tadi lihat ibumu ." ucap bu dwi .
Drrtttt drttttttt.. Ponsel tiara bergetar ia berharap ibunya yang kirim pesan .
" baik lah terimakasih bu ." ucap Tiara dan kembali pulang sambil melihat sms di ponselnya .
"Kamu tenang saja , ibumu aman dan baik baik saja di tangan kami . Kalau kamu ingin ibumu kembali , keluar dari rumah itu , dan pergilah jauh jauh jangan pernah kembali lagi ke rumah itu .
"Pesan apa apaan ini , aku harus pergi kemana , ibu ku dimana ." tanya tiara pada diri sendiri yang makin panik dengan keadaan dan keberadaan ibunya . Tiara berlari ke luar rumah saat itu datanglah mobil Dimas .
"Dim , kenapa kamu ada di sini ." tanya Tiara yang sedikit lega melihat kedatangan Dimas .
"Kamu lihat ponselku tidak , sepertinya ponselku jatuh , tapi jatuh di mana aku lupa , udah aku cari di semua tempat yang aku singgahi , tapi tidak ada , di dalam nya banyak hal penting tentang perusahaan ."ucap Dimas dengan mata mencari cari ponsel di pekarangan rumah Tiara , tanpa melihat ke panikan yang di alami Tiara .
"Aku coba telepon ya , kamu dengarkan baik baik ." ucap Tiara dengan suara seraknya yang sudah ingin menangis .
__ADS_1
"Maafkan aku Tiara , hanya ini jalan satu satunya , agar kamu kembali padaku , karena aku juga sangat mencintaimu ." gumam Dimas dalam hati .sambil menatap wajah mutiara dengan kasihan .tiba tiba terdengar bunyi ponsel di sekitar mereka menyadarkan lamunan Dimas
" Oh itu pasti suara ponsel aku ." ucap Dimas sambil berjalan menuju ke taman bunga milik Tiara .
" Nah ini dia , ini pasti jatuh pas aku mau pulang tadi , aku sempat mencium dulu . Bunga mawar kamu yang baru mekar ini . Wangi sekali baunya ." ucap Dimas sambil menampak kan senyum di wajahnya berbeda dengan wajah Tiara .
"Tiara kamu kenapa ," pura pura Dimas memegang kedua pipi tiara yang terus basah oleh air mata .
"Ibu Dim , ibu di culik ." Tiara tidak kuat dan menangis dalam pelukan Dimas .
"Di culik , kok bisa ." tanya Dimas pura pura kaget .
Tiara menyodorkan ponselnya dan menujuk kan pesan yang di kirim oleh seseorang , Dimas meraih ponsel Tiara dan terkejut melihat isi pesan nya .
"Coba kamu hubungi nomor itu , tanya apa maksudnya ." ucap Dimas dan menyerahkan kembali ponsel tiara .
Tiara melakukan usul Dimas menghubungi nomor itu .tapi telepon nya di riject dan sebuah pesan masuk lagi .
Tiara membaca kembali isi pesan itu , yang membuatnya histeris kembali .memikirkan nasib ibunya ..
"Ya sudah ayo kita cari ibu ." ucap Dimas kepada Tiara dan membawa Tiara masuk ke dalam mobilnya . Dan segera melanjukan mobilnya .
"Coba kamu tanya alamat mereka . Kemana mereka membawa ibumu ," tanya Dimas yang di turuti saja oleh Tiara .
Tak berapa lama pesan alamat terkirim ke ponsel Tiara . Alamat di mana yang harus ia tuju .
"Dim ini alamat nya . Itu alamat sebuah desa terpencil di dalam hutan Dim ." Tiara menyerahkan ponselnya kepada Dimas . Dan menangis kembali .
"kamu yang tenang ya , kita sekarang akan ke sana mencarinya ." ucap Dimas sambil menggenggam tangan Tiara memberi kekuatan pada Tiara .
__ADS_1
"Aku harus beri tahu Mas Ardy ." ucap Tiara yang langsung menelpon Ardy .
"Kenapa Mas Ardy meriject telpon aku ."gumam Tiara dengan wajah kecewa dan tidak lagi berharap bantuan dari Ardy .
Dimas tersenyum puas dengan ekspresi wajah kecewa Tiara terhadap Ardy .
Mereka telah tiba di hutan sesuai dengan yang di minta oleh pemilik nomor itu .
"Di sini tidak ada siapa siapa Dim aku takut ." ucap Tiara mengeratkan dirinya ke dalam pelukan Dimas . Tiba tiba keluar beberapa laki laki bertubuh tinggi besar mendekat membuat Tiara semakin ketakutan .
"Siapa kalian , mana yang namanya Tiara ." bentak laki laki itu dengan kasar .membuat Tiara terkejut . Tawa laki laki itu pecah melihat Tiara yang ketakutan .
"Santai aja manis , ibu kamu baik baik saja . Kalau kamu mau ibumu selamat kamu harus ikut tinggal di sini dan jangan pernah kamu hubungi laki laki yang bernama Ardy ," ucap laki laki itu dengan tawa sinis .
"Iya aku akan turuti , asal kamu katakan di mana ibuku berada ." jawab Tiara dengan cepat .
"Ada satu lagi , serahkan ponsel kalian berdua ,cepat . Kalau tidak jangan berharap kalian bisa bertemu dengan orang yang kalian cari ."bentak laki laki itu lagi .
"Ini ambil ." ucap Tiara dengan cepat , ia menyerahkan ponselnya kepada preman itu , tanpa memikirkan yang lain lagi , yang ia pikirkan saat ini hanya keselamatan ibunya .Dimas juga ikut ikutan menyerahkan ponselnya kepada preman itu .
" Bagus ,ibu mu ada di ujung kampung ini di lorong D , ingat jangan pernah hubungi polisi atau orang yang bernama Ardy , kalau kamu tidak mau ibumu mati ." bentak nya lagi .
"Iya aku janji . "Jawab Tiara dengan cepat .
"Ayo Dim kita temui ibu ." ajak Tiara yang di angguki oleh Dimas . Dan mereka berdua langsung menuju ke ujung kampung seperti yang di katakan oleh preman tadi .
"Apa kah di sini Dim ."tanya Tiara pada Dimas yang tidak percaya melihat rumah kecil yang kelihatan Asri , di jadikan sebagai tempat untuk menyekap ibunya , sebagus itu . kalau dari berita berita penculikan mereka akan di sekap di sebuah rumah kosong yang mengerikan .
"ya sudah kita cek saja dulu . Karena Hanya rumah ini yang ada di lorong D ." jawab Dimas yang berjalan berlahan mendekati pintu rumah itu .
__ADS_1
Tok Tok Tok tidak ada jawaban satu orang pun .Dimas mencoba membuka pintunya , ternyata pintunya tidak di kunci .Tiara langsung lari masuk ke dalam mencari keberadaan ibunya .