
"Ini beda mama , kue tante cantik itu enak sekali beli lima lagi ya ." rengek anak itu.
"lima kebanyak kan ." protes ibunya .
"Cepat mama , beli lagi nanti keburu tantenya jalan jauh ."rengek anak laku laki kecil itu .
" Iya iya sebentar ......Mbak ,tunggu ." teriak ibu itu lagi , Tiara yang sudah jalan beberapa langkah pun menghentikan langkahnya . Dan berjalan lagi mendekati ibu dan anak itu .
"Iya bu , ada apa ." tanya Tiara .
"Itu kata anak saya , kue buatan kamu enak , dia pingin nambah lagi ." ucap Ibu itu , Tiara tetap memberikan senyum nya .
" Oh boleh bu , ibu mau berapa ." tanya Tiara .
"Saya cicipi dulu satu ya , kalau benarbenak saya akan beli banyak ."ucap ibu itu sambil mengambil satu kue dan ia masuk kan ke mulut nya .
"Terimakasih ya dik , sehat sehat selalu , dengar kata mama ya , " ucap Tiara pada anak laki laki ibu itu .
"eemm benar kata anak saya kue buatan kamu ini benar benar enak , kalau begitu saya beli 20 ribu ya ." ucap ibu itu .
"Baik bu , terimakasih . Ibu tenang saja kue buatan saya , buatan tadi pagi bersama ibu saya , tidak pakai bahan pewarna dan pemanis jadi aman untuk anak anak .setelah kue masak saya baru keliling ."ucap Tiara sambil mempromosikan dagangan nya .
"Benar ini kue kamu enak banget , eh ibu ibu ini kue buatan mbak ini enak banget , kalian nyesel lo ngak nyicipi . Anak aku sudah habis banyak lo ." ucap ibu itu memanggil teman teman nya .
__ADS_1
Para ibu ibu itu pun datang berhamburan membuat Tiara sedikit kewalahan .Tiara akhirnya bernafas lega dagangan nya terjual semua . Lelah nya juga sudah terbayarkan . Sebelum pergi untuk pulqng Tiara istirahat sebentar . Ia tatap kepergian ibu ibu dengan jajanan di tangan menimbulkan kebahagiaan tersendiri terhadap Tiara .
"Mbak besok ke sini lagi ya bawa kue yang banyak , dan kalau bisa kue nya tiap hari ganti ganti biar ngak bosan kita untuk memakan nya ." Tiara tersenyum mengingat pesan dari salah satu dari ibu ibu itu .tanpa sadar Tiara mengelus perutnya sendiri .
Tiara bangkit dari duduknya dan berjalan untuk pulang , tak lupa Tiara tetap bersyukur dalam hati karena dagangan nya hari ini laris manis . Di tengah jalan tiara melihat seorang pemulung dan membawa anak kecilnya untuk mengais rejeki .
Tiara mengeluarkan kue yang sengaja ia simpan dan ingin ia bagikan pada orang yang membutuhkan , sebagai tanda bersyukur nya atas rejeki yang ia terima hari ini .
"Ibu maaf , ini ada beberapa potong kue untuk ibu dan anak ibu , ini saya buat tadi pagi semoga bisa mengenyang kan perut ibu dan anak ibu ." ucap Tiara pada ibu pemulung itu .
"Alkhamdulillah terimakasih nak ,atas kebaikan mu , semoga semua keinginanmu segera di kabulkan oleh Alloh SWT . Sejak tadi pagi anak ibu merengek minta jajan , tapi ibu belum dapat uang , terimakasih banyak sekali lagi nak ." ucap ibu pemulung itu .
"sama sama buk , terimakasih juga di'a ibu , kalau begitu saya pamit dulu ." ucap Tiara pada ibu dan anak pemulung itu .Tiara membalik kan badan nya sambil mengelus perutnya lagi .
Tiara menarik nafas nya dalam dan menghembuskan nya ke udara , ia tak ingin menangis di jalanan , ia tak mau orang mengira diri kenapa napa .Tiara menghapus air matanya dan tersenyum .setelah itu ia melangkah kan kakinya lagi .
"Senja ." tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya dengan suara lantang .Tiara menoleh ke arah datangnya suara .
"Rio , Dimas kenapa kalian ada di sini ."tanya Tiara pada dua laki laki yang sedang duduk minum kopi di warung kopi tepi jalan .
"Seharusnya aku yang tanya padamu , ngapain kamu di sini , dan ini apa untuk apa ." tanya Rio memegang keranjang kue Tiara yang sudah kosong .
Tiara diam tidak menjawab pertanyaan Rio . Banyaknya mata yang memandang Tiara dan Rio .membuat Dimas tidak nyaman .
__ADS_1
" sebaiknya kita pindah dari sini , Tiara , kamu harus jelaskan semua ini kepada ku , apa maksud kamu dengan semua ini . Ayok masuk ke dalam mobil aku sekarang " ucap Dimas menyuruh Tiara masuk ke dalam mobil Dimas .
Tidak enak menolak akhirnya Tiara mengikuti ajak kan Dimas . Ia duduk sendirian di belakang sementara Rio dan Dimas duduk di depan .Dimas melajukan mobilnya menuju ke sebuah kafe yang sekiranya nyaman ia gunakan untuk menginterogasi Tiara .
"Sekarang jelaskan sama aku , kenapa kamu berjualan kue . Bukan kah Dimas sudah memberi uang , atau dia hanya menipu aku ." tanya Rio yang sudah tidak sabar untuk menginterogasi Tiara , semntara pantat mereka belum sempat ia duduk kan di kursi .
Dengan cepat pula Dimas menoyor kepala Rio yang telah menuduhnya berbohong .
"Memangnya kenapa kalau aku jualan . Kalian lihat sekarang jam berapa , dagangan aku juga sudah terjual semua kan ." ucap Tiara sambil menwpuk keranjang kue nya .
Rio dan Dimas saling pandang satu sama lain .
" Bukan begitu Tiara , bukan aku menyalahkan kamu untuk jualan . Tapi kami tidak ingin melihatmu bekerja dalam keadaan hamil seperti ini ." ucap Dimas .
"Iya senja , semua permasalahan ini muncul karena aku . Aku merasa sangat bersalah padamu , dalam keadaan hamil harus banting tulang seperti ini ." ucap Rio dengan wajah lesu .
"ada apa dengan kalian berdua , lembek sekali . Aku tidak apa apa , aku jualan juga sekalian olah raga , orang hamil juga harus gerak , Biar anak dalam kandungan juga sehat , kalau lelah aku juga bisa istirahat ." ucap Tiara dengan sedikit tersenyum pada mereka berdua .
"Tidak Tiara ,pokoknya mulai besok kamu jangan jualan lagi . Berapa pun uang yang kamu butuhkan , akan aku penuhi semuanya ,jangan kamu menyiksa dirimu seperti ini . Kasihani bayi dalam kandungan mu . Kamu tidak mau kan dia kenapa kenapa ." ucap Dimas dengan tegas dan tak bisa di tawar lagi .
"Aku hanya ingin cari masukan sendiri , agar tidak banyak berhutang pada kamu ." ucap Tiara dengan wajah memelas . Sebenarnya ia sudah kelelahan karena berjalan kaki keliling kampung untuk jualan kue .
Dimas memegang tangan Tiara dan menepuk nepuk tangan halus itu karena sedikit kotor .
__ADS_1
"Aku tidak pernah menganggap uang , yang aku berikan kepada kamu sebagai hutang . Tidak pernah , jadi aku mohon sama kamu . Berhenti bekerja seperti ini atau aku yang tidak akan memaafkan diri aku sendiri .kalau sampai terjadi apa apa pada dirimu . Dan aku lalai menjaga kamu ." ucap Dimas memohon pada tiara .