
Biar ku tutup luka , meski aku tersakiti , cukup aku yang rasa
Biarkan aku pergi dan tak akan kembali , jauh dari hatimu biar ku yang tersakiti .
Waktu tlah berlalu , ku coba menjauh darimu , ku coba tinggalkan kamu .
Saat ku sadar selama ini , ku yang ada untukmu ,dan tak kan pergi
Apakah bisa cinta bersama , ketika kita t'lah beda arah .
Biarlah semua berlalu pergi , dan takkan kembali , kini aku relakan
...----------------...
"Kita tidak pernah putus tau , kamu jangan mengada ngada Ardy ." bantah Nagita yang masih mengikutinya mereka .
Mutiara melihat ke arah Nagita , dan beralih menatap Ardy dengan marah .
"Jangan pernah libatkan saya dalam hubungan pak Ardy ."desis mutiara menahan marah .
" Ok Nagita , kita belum putus ya kan, baik ! . Jadi mulai detik ini juga kita putus ." ucap Ardy ketus .
"Tidak , aku tidak mau putus sama kamu . Apa lagi , kamu putusin aku karena perempuan kampungan ini , aku ngak terima ."protes Nagita .
"Tolong pak Ardy , lepaskan saya . Jangan libatkan saya dalam situasi seperti ini ." pinta mutiara memelas dengan mata yang mulai berkaca kaca .sudah ingin menangis .
"Tiara , Saya cinta sama kamu , Saya sadar dan saya sudah berpikir dengan matang . Kalau saya sangai mencintai kamu , dan saya ingin kamu mau menikah dengan ku ." ucap Ardy dengan tegas . Sambil menggenggam kedua tangan mutiara .
Mutiara terkejut dan kaget mendengar permintaan Ardy . Termasuk karyawan Ardy yang mendengar kan ucapan Ardy . Nagita menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar .
"Ardy '! Ardy kamu jangan gila ." teriak Nagita sambil menarik tangan Ardy dengan kasar hingga kedua tangan mutiara terlepas dari genggaman Ardy .
__ADS_1
"Aku tidak gila , aku sadar dengan apa yang baru saja aku ucapkan ."jawab Ardy dwngan suara tegas .
Tidak , aku yakin kamu hanya melampiaskan amarahmu kepada wanita kampung itu , aku yakin itu ." ucap Nagita dengan tersulut emisi , ia baru menyadari terlalu sakit menyaksikan Ardy menembak cewek lain di depan matanya .
"Dan kamu perempuan kampungan , kamu jangan jadi pelakor ," ucap Nagita PLAK ..Nagita memberi sebuah tamparan keras kepada mutiara .
"pergi dari sini pelakor , semua orang tau aku lah pacar Ardy . Jauh sebelum kamu datang , kita baik baik saja dan sekarang kamu datang ingin merebut Ardy dariku ." maki Nagita yang membuat Air mata mutiara luruh seketika .
Mutiara lari keluar dari kantor Ardy , Ardy ingin mengejarnya mutiara , tapi langsung di halangi oleh Nagita .
Ardy menatap tajam ke Arah Nagita . Karena Nagita sudah keterlaluan kepada mutiara .
"Apa apaan kamu ini , kamu sudah terlalu kurang ajar kepada Tiara . Mulai sekarang jangan sekali kali kamu menyakiti dia ."ucap Ardy .
"Sayang ," panggil Nagita sambil memegang ke dua pipi Ardy dengan tangan nya .
"Aku tau kamu marah , dan sakit hati sama aku . Tapi kamu harus tau , aku masih sangat cinta pada mu! . Aku tidak mau kamu berpaling dari aku ." ucap Nagita sambil memeluk erat tubuh Ardy .
Mutiara menghapus air matanya , dan jalan mendekat ke arah suara tersebut . Ia ingin mendengarkan apa sebenarnya yang telah terjadi .
"kenapa kamu pakai mobil jelek begini ." tanya wanita yang membelakangi mutiara .
" Itu ma .....Tadi Dimas hanya ingin mencobanya saja ."ucap Dimas gugup di hadapan mamanya .
"Di mana mobil barumu !? Terdengar bu denada membentak Dimas .
"Tidak apa apa ma , mobil baru Dimas ada di rumah kawan . Dimas pakai ini cuma sebentar kok ,habis ini Dimas pasti tukar kembali ." Dimas berusaha menjelaskan sama mamanya .
"Apanya yang tidak apa apa , kamu tau berapa banyak mama keluarkan uang untuk membelikan kamu mobil itu . Satu miliyar lebih , dan kamu dengan seenak nya main tukar tukar dengan mobil rongsokan ini ."marah bu denada .
Mutiara yang mendengarkan itu juga kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangan nya , agar tidak berteriak .
__ADS_1
"Ma sudah jangan marah marah , pelan kan suara mama . Nanti tidak enak di dengar orang ma ."ucap Dimas menenangkan bu denada .
"Bagaimana mama tidak marah marah . Kamu itu anak mama satu satunya . Anak pemilik salah satu perusahaan terbesar di kota ini . Bagaimana kalau rejan kerja mama tau , anak mama pakai mobil rongsokan seperti ini . Mau di taruh di mana muka mama ini ." geram bu denada .
Lengkap sudah , sempurna sudah penderitaan mutiara hari ini . Mutiara mendengarkan semua ucapan Dimas dan mamanya , sesuatau hal yang tidak pernah mutiara bayangkan sebelumnya . Kini mutiara dengar dengan telinganya sendiri , juga id lihat dengan mata kepalanya sendiri .
Membuat mutiara kembali menelan pahitnya kenyataan yang harus ia hadapi hari itu , kenyataan pahit sekaligus dari laki laki yang dekat dengan nya selama ini . Sahabat baiknya telah membohonginya selama ini . Mutiara menguatkan hati dan diri menyapa mereka .
"Dimas ."panggil mutiara . Dimas dan bu denada menoleh bersamaan .
"Tiara ."jawab Dimas yang membuat bu denada terperanjat .
"Jadi kamu , anaknya bu denada ." tanya Mutiara dengan bibir bergetar .
Dimas terkejut mendengar pertanyaan mutiara , Dimas juga melihat mata mutiara telah sembab dan pipinya telah basah oleh air mata .
" Tiara bukan maksud..."Dimas diam tak tau harus mulai menjelaskan dari mana .
Bu denada yang juga ikut terkejut . Karena Tiara yang di maksud Dimas adalah sekretaris cantik pak Ardy .yang pernah ia temui beberapa waktu yang lalu .
"Tidak bermaksud apa , selama ini kamu bilang orang miskin , ibumu bekerja mencari nafkah di gunung ." ucap mutiara kecewa .
" Jadi inikah alasan kamu bertahun tahun berteman dengan ku , tapi kamu tidak pernah memperkenalkan ibu kamu sama aku ." lanjut mutiara yang berusaha tersenyum dalam kecewa di bawah linangan air mata yang tak dapat ia tahan .
Ardy yang berlari menyusul mutiara terkejut , karena melihat ada Dimas dan bu denada di sana .Ardy berpikir kedatangan bu denada pasti akan mengambil uang pembelian rumah lama nya . Sedangkan Dimas datang pasti ingin bertemu dengan mutiara .
"Tunggu seperti telah terjadi sesuatu di antara mereka bertiga , ada apa ya ." batin Ardy yang merasakan ketegangan di antara mereka bertiga , mutiara dan Dimas dan tamunya .
"Stop di situ ."teriak mutiara , yang menghentikan langkah Dimas dan Ardy yang kebetulan juga akan melangkah mendekati mutiara .
"Tidak ada hal yang perlu kalian jelaskan . Cukup selama ini kalian membodohi aku . Sudah cukup kalian jadikan aku patung bernyawa , yang kalian jadikan permainan selama ini ." teriak mutiara meluapkan amarahnya .
__ADS_1