
Pagi itu Ardy menikmati sarapan sederhana dengan mamanya .
"Mama , do'akan proyek yang sedang Ardy lakukan ini akan berhasil ,dan sukses kembali , kalau sukses kita bisa menebus kembali rumah kita yang dulu ."ucap Ardy pada mama khanza minta do'a dan restu .
"Amin , apa tidak sebaiknya kamu pakai untuk membeli kembali cabang perusahaan lama kamu saja , daripada membeli rumah ."ucap mama khanza yang tidak berambisi hidup mewah .
"Tidak bisa ma , waktu Ardy menjual anak cabang perusahaan tidak ada perjanjian , jadi tidak bisa kita beli kembali . Tapi kalau dengan rumah kita Ardy pernah bilang pada yang membeli rumah . Kalau rumah itu , sangat berarti buat kita .banyak menyimpan kenangan untuk kita Sang pembeli ijinkan Ardy membelinya lagi , kalau Ardy dah ada uang dengan harga yang tetap sama , ma ."jelas Ardy.
"Alkhamdulillah , mama pikir kita akan kehilangan rumah itu selama lamanya , bahkan mama sudah mengikhlas kan walau berat di hati mama . Karena rumah itu satu satunya benda , peninggalan almarhum papamu ."ucap mama khanza dengan mata berkaca kaca .
"Iya ma , kita bisa beli kembali rumah kita .mama do'akan saja ya , proyek Ardy berhasil dan perusahaan Ardy juga semakin sukses ."ucap Ardy .
"oh iya , kalau kamu sudah punya uang , kamu susul Nagita keluar negri ya , ajak dia pulang dan ajak dia untuk segera nikah ."ucap mama khanza . Ardy mendengar ucapan mamanya jadi tersedak .
"uhuk uhuk ." mama khanza segera menyodorkan air minum pada Ardy .
" pelan pelan kamu kenapa sih ."tanya mama khanza .
"menikah dengan Nagita ma ."tanya Ardy tak percaya .
"Iya , kamu belum melupakan diakan , atau kamu sudah punya pacar baru ." selidik mama khanza .
"Ma , untuk apa Ardy menikah dengan wanita yang meninggalkan Ardy , kala Ardy susah dan terpuruk ."tanya Ardy .
"Tapi kan Nagita tidak tau . Karena dia pergi sebelum kamu dapat masalah . Saat dia pergi keadaan kamu baik baik saja ." ucap mama khanza .
"Iya juga sih . Nagita tidak tau apa apa dengan kebangkrutan aku . Tapi di hati aku , aku sepertinya telah mencintai orang lain , yaitu Tiara ."batin Ardy .
"kamu kenapa malah bengong ? , kamu tidak mau jemput Nagita . Kalau tidak mau biar mama , yang jemput Nagita keluar negri saja ."ucap mama khanza .
__ADS_1
" Bukan begitu ma , itu kita pikirkan nanti saja ya . Kalau Ardy dah banyak uang . sekarang Ardy mau fokus sama pekerjaan Ardy saja . Ardy berangkat kerja dulu ma , "ucap Ardy yang tiba tiba tidak berselera makan . Setelah mendengar nama Nagita di sebut .
"loh kok buru buru , sarapan kamu belum habis lo ."ucap mama khanza .
"Ardy banyak kerjakan ma , mama sendiri tau bagaimana sibuknya Ardy sejak dulu , Ardy pamit dulu ma ."ucap Ardy sambil meraih tangan mamanya untuk di cium agar dapat restu dan berkah dari mamanya .
"Baik hati hati di jalan ."pesan mama khanza , yang tidak menaruh curiga pada putranya . Bila selama ini Ardy dan Nagita telah los contac . Dan sekarang di hati anaknya tumbuh cinta baru yang sekarang akan ia jemput orangnya .
Matahari belum sepenuhnya menampak kan dirinya . Mutiara sibuk berkutat di dapur untuk masak . Tiba tiba ia mendengar ada suara mobil di halaman rumahnya .
"siapa pagi pagi begini dah datang ."gumam mutiara sambil berlari ke depan rumah .
"Loh pak Ardy , Bapak kenapa datang pagi pagi sekali ." ucap mutiara terkejut .sambil meraih pinggiran kerah baju tidurnya yang sudah longar . Agar kelihatan sopan di depan Ardy .
" saya mau menjemput kamu ," jawab Ardy dengan santai dan langsung duduk di kursi teras tanpa di persilahkan .mutiara tersentak .
"kamu lagi masak ."tanya Ardy yang mencium aroma masakan .
"oh iya saya hampir lupa ."ucap Mutiara dengan ekpresi terkejut dan langsung lari ke dapur .ia lupa kalau sedang mengoreng ikan . Bu andini yang mencium bau gosong pun datang mendekati mutiara .
"Siapa di luar nak ,"tanya bu andini .
"Pak Ardy bu."ucap mutiara yang sibuk mengangkat ikan dari pengorengan nya .
"kenapa dia datang pagi pagi sekali . Mau menjemput kamu kerja ." tebak bu andini .
"Ngak tau tu bu , mungkin lagi eror ."bisik mutiara di telinga ibunya takut kedengaran Ardy . Bu andini langsung mencomot bibir putrinya itu .
"Kamu itu kebiasaan , mengejek orang lain yang sudah berbuat baik denganmu . Dulu saat Dimas sering datang ke rumah kita , kamu juga bilang dia eror .akhirnya jatuh cinta sama dia to sekarang ."ucap bu andini .
__ADS_1
Mutiara hanya cegegesan mendapat teguran dari ibunya .dan melanjutkan masaknya .
"kamu dah buatkan kopi untuk Bos kamu di luar ."tanya bu andini .
"Ah iya bu , Tiara lupa ."ucap mutiara
"ya udah biar ibu yang buatkan lanjutkan pekerjaanmu ."ucap bu andini langsung meraih cangkir dan membuatkan kopi untuk Ardy . Ardy terkejut melihat kedatangan bu andini dengan membawa kan kopi untuknya .
"Eh ibu , jadi ngerepotin ."ucap Ardy sambil menerima cangkir kopi dari bu Andini , tidak lupa pula Ardy menyalami dan mencium tangan bu andini .
" Tidak ,cuma kopi saja , Sudah lama Nak sampainya ." tanya bu andini .
"belum bu ,baru saja sampai .kebetulan sambil jalan jalan pagi . Jadi pagi pagi dah sampai di sini ."jawab Ardy canggung kepada bu andini .
"sekali kali memang perlu , menghirup udara segar . Biar paru paru kita juga sehat . Seharian mengurung diri di ruangan ."balas bu andini dengan ramah .Ardy hanya mengangguk sambil tersenyum .
"Maaf ya ,Tiara belum siap siap . Memang dia setiap hari seperti ini . Sebelum pergi kerja dia selalu masak masak . Dia tidak pernah ijinkan ibu untuk masak . Alasan nya agar ibu tidak lelah .padahal kalau cuma masak ibu masih kuat ."ucap bu andini .
Ardy diam mendengarkan dengan cermat , semua cerita bu andini . Ia begitu bersemangat dan senang mendengar cerita tentang mutiara .
"Tiara memang gadis luar biasa . Di kantor dia juga cekatan , bu ."ucap Ardy ikut memuji
" Oh iya , bagaimana keadaan kantor Nak Ardy sekarang ."tanya bu Andini .
"Alkhamdulillah bu , sudah mulai bangkit lagi . Saya minta maaf ya bu , karena bulan bulan kemarin saya tidak bisa memberi Tiara gaji yang besar ." ucap Ardy .
"Tidak apa apa ,yang penting Tiara juga nyaman kerja dengan mu . Daripada dia kerja di warung yang dulu , Dia di tuduh macam macam hati ibu perih ."ucap bu andini sedih .
" Oh dulu sebelumnya Tiara pernah bekerja di mana saja bu ." tanya Ardy . Yang juga merasa nyaman ngobrol dengan bu andini .
__ADS_1