
Ardy tertegun dengan gelak tawa Mutiara yang lepas .
"Memangnya kamu mau pacaran sama siapa ."tanya Ardy penasaran .yang telah di balut rasa cemburu .
"Tidak kok pak , hanya bercanda ."jawab Mutiara .
"Benar cuma bercanda , atau kamu berharap dengan Dimas ."tebak Ardy .
Mendengar tebakkan Ardy mutiara tersedak dan batuk batuk . Ardy segera memberikan air putih untuk mutiara .
" makan nya pelan pelan . Baru juga saya sebut nama Dimas kamu sudah tersedak ."cibir Ardy .
Mutiara hanya nyengir dengar cibiran Ardy . Lebih baik ia diam tidak menjawab ucapan Ardy .
"Apa benar Tiara mencintai Dimas , ya tidak salah sih dia mencintai Dimas . Karena selama ini mereka selalu bersama .apa itu artinya , aku juga harus melarang Tiara pulang bersama orang lain . Selain diriku , tapi itu juga akan terdengar lebih aneh lagi , bisa bisa Tiara akan curiga dengan ku . Ah sudah lah .
Nanti saja aku pikirkan hal itu . Sekarang yang penting persyaratan untuk menjadi sekretarisku . Dia tidak boleh berpacaran ."tegas dalam hati Ardy untuk dirinya sendiri .
"Jadi pak Ardy mengajak saya makan malam ,untuk mengatakan persyaratan saya untuk menjadi sekretaris bapak ."tanya Mutiara .
"Lebih tepatnya iya , sekalian mengajarimu agar bisa berdandan lebih feminim seperti ini .
"memangnya selama ini saya kurang feminim pak ."tanya Mutiara .
"bukan kurang feminim , tapi kelebihan feminim , di sini saya hanya mengurangi over feminim kamu . Menjadi taraf feminim saja ."ucap Ardy membuat Mutiara mengerutkan alisnya .yang merasa Ardy mutiara sangat lucu dengan begitu .
"Dia sangat cantik , bahkan di saat wajah nya kesalpun , masih tetap cantik . Ah andai saja tidak terikat oleh pekerjaan , aku sudah menyatakan perasaan ku ."gumam Ardy dalam hati .
"Paka Ardy , masih tinggal di rumah baru pak Ardy ." ucap mutiara menganti topik pembicaraan .
"masih , memangnya kenapa , kamu mau bertamu ."goda Ardy .
" Bukan maksud saya , apa bapak tidak ingin membeli kembali rumah bapak .? Bukankah bapak bilang , rumah itu banyak menyimpan kenang kenangan keluarga bapak , terutama mama pak Ardy ."ucap Mutiara .
"tidak bisa , uangnya belum cukup , keadaan perusahaan juga belum stabil . Nanti saja naru di bicarakan lagi ."jawab Ardy .
__ADS_1
"Oh begitu , kalau bu Nagita kapan akan pulang ."tanya mutiara . Ardy hanya mengangkat kedua bahunya , seakan tidak perdulikan Nagita . Akan kembali atau tidak .
Keduanya diam membisu menghabiskan makanan mereka . Setelah selesai makan Ardy mengajak Mutiara untuk pulang .
"yuk kita pulang , saya antara kamu sampai ke rumah ."ucap Ardy sambil mengelap mulutnya dengan tisue . Tanpa Ardy sadari ada serpihan tisue yang menyangkut di kumis tipis Ardy . Tangan mutiara gatal ingin mengambilnya .
Ckamu mau ngapain ."tanya Ardy tersentak melihat tangan mutiara terulur ke wajahnya sontak Ardy mundur .
"Diam , kamu jangan bergerak ."ucap mutiara tidak sadar dia bicara dengan siapa .Tapi Ardy tidak mendengarkan ucapan mutiara , ia tetap menghindar .
"Ada apa , katakan saja jangan sentuh sentuh ."ucap Ardy .
"Sok banget sih pak , siapa juga yang mau sentuh sentuh bapak . Saya cuma mau ngambil sobekan tisue di kumis bapak aja ."ucap mutiara ketus menunjuk kumis Ardy .
Ardy kembali mengambil tisue untuk membersihkan kumisnya . Tapi tisue itu tidak juga mau pergi .
"masih nyangkut tuh ."ucap mutiara tiada sopan santun lagi .Ardy mengambil lagi tisue dan mengulurkan keoada mutiara .
"untuk apa ."tanya mutiara .
"Tadi katanya ngak boleh sentuh sentuh ." goda mutiara .
"cepat nanti keburu malam , kasihan ibumu ."ucap Ardy cari alasan .
Mutiara segera meraih tisue dari tangan Ardy , wajah mutiara mendekat ke wajah Ardy , dan mulai membersihkan tisue di kumis . Sementara mata Ardy tidak berkedip menatap wajah cantik mutiara .
"Kenapa pak ."tanya mutiara yang sudah selesai membersihkan kumis Ardy .
"tidak ada , ayu pulang ."ucap Ardy dan melangkah pergi lebih dulu . Mendahului mutiara .
"Aneh sekali ." kesal mutiara karena di tinggal pergi duluan .
Ardy sudah menunggu mutiara di samping mobil , saat melihat mutiara sudah keluar dari rumah makan . Ardy segera membukakan pintu untuk mutiara .
"Pak Ardy jadi berubah Romatise sekali . Saya jadi tidak enak sama bapak ." ucap mutiara di depan Ardy .
__ADS_1
"Romantise , dari mana romantis nya ,saya hanya buka kan pintu mobil buat kamu , takut kamu tidak bisa membuka pintu mobil ."cibir Ardy .
Mutiara mendengar ucapan songong Ardy , langsung diam tak menjawab lagi , dan langsung masuk ke dalam mobil . Setelah Ardy duduk di dalam mobil .
"Besok besok lagi , pak Ardy tidak usah ajak saya naik mobil pribadi pak Ardy . Saya naik taksi sendiri saja ."ucap mutiara ketus tanpa menatap Ardy .
" kamu marah, karena kata bercandaan saya ." ucap Ardy . Sambil memutar badan nya menghadap ke arah mutiara .
"iya , sudah , ayuk pulang ."ucap mutiara .
Ardy mengikuti permintaan mutiara . Yang Awalnya Ardy ingin mengutarakan perasaan nya pada mutiara . Melihat mood mutiara Ardy menjadi mengurungkan niatnya .
"Kalau aku sampai mengutarakan perasaan ku sekarang , dan tiap hari berantem bisa bisa akan berimbas pada perusahaan aku , tidak tidak , itu tidak boleh terjadi . Aku tidak boleh menunjukan sedikit pun perasaan sukaku padanya .." gumam Ardy sambil melirik mutiara dengan muka masam .
"terimakasih ."ucap mutiara saat mobil Ardy telah sampai di depan pagar mutiara . Walau bagaimana mutiara tetap mengucapkan terimakasih .telah di antar selamat sampai rumah .
Setelah mobil Ardy pergi , mutiara segera masuk ke dalam rumah dan bertemu dwngan ibunya .
"wah kamu cantik sekali sayang ." puji bu andini . Yang langsung berdiri dari duduknya mendekati mutiara yang berpenampilan sangat cantik .
"masak , yang benar saja ibu ."tanya mutiara tidak yakin .
"benar , kamu cantik sekali , apa ini kamu belanja sendiri ."tanya bu andini .
" bukan bu .ini tadi di belikan sama Bos mutiara . Dia ingin Tiara berpenampilan seperti ini tiap hari . Karena jabatan Tiara akan terus berlanjut menjadi sekretaris pribadinya ." ucap mutiara
"oo begitu to , ini baju kira kira mahal tidak harganya ."tanya bu andini sambil memegang kain yang begitu lembut dan dingin .
"ya lumayan bu . Tapi nanti kita belanja yang murah murahan saja bu , di pasar dekat pasar malam itu . Di sana kan banyak baju baju seperti ini bu , murah lagi."ucap mutiara .
"iya ada tapi beda kualitasnya ,memang kamu punya uang banyak untuk beli baju baju begitu , sementara gajimu selama ini cuma cukup buat makan sehari hari ."ucap bu andini . Dengan raut wajah sedih .
"oh iya ,Tiara hampir lupa . Habis ibu sih , asik ajak Tiara ngobrol . Tiara kan jadi lupa mau kasih oleh oleh ,untuk ibu ."ucap mutiara sambil membuka tas slempang yang baru di belikan oleh Ardy tadi .
"oleh oleh ."tanya bu andini penasaran
__ADS_1